Gejolak Sosial

Kurangi Kebaikan Bila Tidak Bahagia -Menjaga Konsistensi Butuh Latihan


Kurangi Kebaikan Bila Tidak Bahagia -Menjaga Konsistensi Butuh Latihan

Bahagia adalah syarat mutlak dalam menjalani kehidupan di dunia yang fana ini. Bila terlalu berlebihan mengharapkan kebaikan dari orang lain untuk membuat kita berbahagia niscaya rasanya akan terkesan tanggung dan rasa itu tidak benar-benar fully charged. Beberapa orang merasakan kebahagiaan saat mereka dihargai, dihormati dan dipuji bahkan dipopulerkan oleh orang lain. Padahal apa yang berasal dari sikap seseorang tidak bisa sepenuhnya dikendalikan, Tuhan sendiri tidak mengendalikan kita sepenuhnya melainkan akan membiarkan kita memilih apa yang benar menurut pemahaman sendiri.

Pada hakekatnya mengharapkan orang lain untuk membahagikan diri sendiri adalah sebuah usaha yang tidak pasti. Seperti mengharapkan angin menerpa diri anda, jika ia mau pasti datang tetapi tidak datang jika ia tidak menginginkannya. Terlalu menggantungkan rasa ini di tangan orang lain sama dengan membiarkan diri dipermainkan olehnya. Sebab itu, upayakanlah untuk mencari kebiasaan positif lainnya yang membuatmu sibuk untuk mengasihi Tuhan sekaligus mengasihi sesama. Itulah sebenarnya kebahagiaan yang sudah ada dalam diri manusia, yaitu saat ia mampu memusatkan pikirannya kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian sekaligus mampu berbagi kasih (bermanfaat) kepada sesamanya hari lepas hari.

Di atas semuanya itu, tahukah anda bahwa sebuah lilin rela hangus terbakar hingga tak bersisa untuk menerangi ruang yang gelap? Air yang ada padamu jikalau diberikan kepada orang lain maka akan menjadi berkurang volumenya? Kebaikan yang anda bagikan kepada orang lain membuat sesuatu yang ada di dalam diri anda berkurang pula? Semua hal yang kita berikan kepada orang lain membuat apa yang kita miliki berkurang bahkan habis sama-sekali (mengakibatkan stres dan depresi). Oleh karena itu, kita butuh sumber air hidup yang senantiasa mengalir dalam diri ini lalu terpancar ke luar menjadi kebaikan yang disebarkan kepada semua orang.

Air hidup adalah energi dari semua kebaikan yang dialirkan kepada orang lain. Sebelum anda memiliki sumber mata air kehidupan di dalam diri sendiri maka kebaikan yang anda bagikanpun sifatnya terbatas. Terbatas dalam hal ini bisa saja bermaksud pada konsep yang inkonsisten alias kadang muncul dan kadang juga tidak. Akan tetapi selama air hidup itu mengalir di dalam dirimu maka selama itu pula anda terus dimampukan untuk berbagi kasih, berbagi kebaikan, berbagi kebermanfaatan, berbagi kebahagiaan dan lain sebagainya kepada sesama manusia. Silahkan lirik lagi bagaimana caranya memiliki air hidup itu dari link yang kami tautkan.

Saran dari kami, alangkah baiknya jikalau hati masih kurang berbahagia, jangan memaksakan diri untuk berbagi kebaikan kepada semua orang melainkan kurangi itu sebatas orang-orang terdekat saja (seperti keluarga, saudara dan sahabat). Anda bisa melakukannya dengan beramah tamah (senyum, sapa, salam, terimakasih, tolong, maaf, menjadi pendengar yang baik), setia, jujur, peduli, konsisten, berbagi pengetahuan, solusi dan selanjutnya lakukanlah kebaikan berdasarkan potensi/ kemampuan, pekerjaan dan sumber daya yang dimiliki.

Tetapi, terkadang juga kebahagiaan kita direnggut bukan karena tidak memilikinya melainkan karena tidak tahan uji. Ketika pencobaan menimpa, langsung kecewa, bersungut-sungut, mulai menyalahkan orang lain, menyalahkan Tuhan, menjelek-jelekkan, meniru kejahatan orang lain (kalau dia cuek, aku juga cuek; kalau dia membully, aku juga membully balik dan lainnya), menyesali diri dan melawan/ menantang semua pihak yang terlibat didalam situasi yang merugikan itu. Ada begitu banyak sikap yang negatif diekspresikan saat menjalani pencobaan hidup. Oleh karena itu, apapun yang menimpa anda, hindari sikap melawan dan nafsu ingin menang. Kedua hal ini adalah awal kegalauan hati anda. Silahkan terima apa adanya (ini sudah sepantasnya, sudah seharusnya terjadi), sabar-bertahan, sabar-menghindar dan tetap fokuskan pikiran untuk memuji & memuliakan nama Tuhan dalam kesempatan yang mungkin.

Kemampuan menjaga konsistensi harus melalui latihan yang benar-benar teruji . Akan banyak ujian sosial yang menanti kehidupan anda dan dari kejadian tersebut muncullah piliahan, “Apakah tetap baik atau membalas perlakuan buruk itu dengan bersikap acuh tak acuh?” Saat menghadapi situasi semacam ini dimana anda tetap bertekad untuk konsisten sekalipun itu sepertinya menyakitkan. Pengorbanan yang semacam inilah yang perlu anda giatkan setiap detik agar semangat konsistensi tetap bertahan di dalam diri sendiri sekalipun keadaan sedang buruk (tertekan). Sadarilah bahwa semua yang anda lakukan ini bukan demi kepentingan pribadi tetapi sikap konsisten yang anda ekspresikan untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa kita percaya kepada Tuhan yang kuat dan maha kuasa. Artinya, semua ini demi kemuliaan nama Tuhan bukan demi kepentingan sendiri.

Camkanlah selalu bahwa untuk berbagi kebaikan kepada sesama, kita butuh energi yang mengalir dari dalam diri ini hingga terpancar ke luar untuk membuat orang lain turut berbahagia bersama kita. Hanya ada tiga syarat untuk memilikinya yaitu, menyangkal diri (merendahkan diri dan meninggikan Tuhan atas semua yang terjadi), memikul salib (siap diuji oleh situasi dan orang lain) dan mengikut jalan kebenaran (mengasihi Allah dan mengasihi sesama). Bila anda masih belum memiliki air hidup yang senantiasa membahagiakan hati itu maka batasilah kebaikan anda hanya kepada orang-orang yang dikenal saja (misalnya keluarga, saudara, sahabat). Ingatlah untuk menciptakan kebahagiaan sendiri dan tidak terlalu mengharapkannya dari orang lain.

Salam kebahagiaan sejati!

2 replies »

  1. terimakasih informasinya dan setuju dengan apa yang ditulis ohh iya berbagi kebaikan bukan saja hnya bterkait materi loh ya dari hal kecil seperti senyum, sapa, salam pun itu sudah masuk dalam kategori kebaikan. jadi ya jangan berhenti melakukan kebaikan

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s