Gejolak Sosial

10 Ciri Khas Negara Tidak Tahu MALU


Ciri Khas Negara Tidak Tahu MALU

Negara adalah (1) organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat; (2) kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yg efektif, mempunyai kesatuan politik, berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya (KBBI Offline). Merupakan organisasi terbesar dalam suatu wilayah yang berperan penting untuk memanajeman kehidupan masyarakat didalamnya sehingga terciptakan kebersamaan yang kondusif, aman, damai dan sejahtera untuk segenap elemen dalam masyarakat.

Menurut KBBI Luring, malu adalah (1) merasa sangat tidak enak hati (hina, rendah, dan sebagainya) karena berbuat sesuatu yang kurang baik (kurang benar, berbeda dengan kebiasaan, mempunyai cacat atau kekurangan, dan sebagainya); (2) segan melakukan sesuatu karena ada rasa hormat, agak takut, dan sebagainya; (3) kurang senang (rendah, hina, dan sebagainya). Merupakan sebuah rasa yang muncul ketika seseorang melakukan sesuatu yang tidak semestinya. Rasa malu yang positif dikarenakan oleh menyadari kesalahan sendiri. Sedangkan rasa malu yang negatif dikarenakan oleh kemaluan yang berlebihan, bahkan sekalipun itu bukan karena kesalahan sendiri.

Saat manusia kehilangan akal sehatnya, kehilangan jati dirinya sebagai makhluk sosial dan kehilangan kepercayaan sebagai makhluk ber-Tuhan. Alhasil orientasi pikiran dan kehidupannya hanya berkutak pada dunia ini. Keadaan ini ditandai dengan ketergantungan yang kronis terhadap hal-hal duniawi. Mereka sangat menggilai materi dan menganggap bahwa hanya itulah yang dapat membuatnya bahagia. Hasrat yang tinggi semacam ini membuatnya berpikir keras bahkan melegalkan hal-hal yang tidak patut/ tidak pantas untuk meraih uang dan gemerlapan duniawi.

Untuk apa  kita punya negara jikalau hanya mengurus kebutuhan orang-orang tertentu saja? Buat apa berada dalam suatu wilayah berdaulat jikalau kita hanya menjadi budak bangsa lain? Karena sebuah sistem tanpa kesetaraan hanya menghasilkan orang-orang munafik. Mereka seperti orang yang sangat alim bila dilihat dari luar, padahal dalamannya penuh dengan rampasan, manipulasi dan cemooh. Pekerjaannya seolah-olah bersih, padahal di luar sana memiliki pundi-pundi uang yang diraih dengan cara-cara yang tidak halal.

Apa yang dimaksud dengan negara yang tidak tahu malu? Sekumpulan orang yang menyebut dirinya baik bahkan benar tetapi melegalkan hal-hal yang tidak halal untuk memenuhi kepentingan pribadi yang sempit. Anehnya, sekalipun melakukan hal-hal yang tidak pantas tetapi mereka tetap saja bangga dengan apa yang sedang dikerjakan, padahal orang-orang ini bukan tidak punya kepercayaan. Mereka memiliki agama yang mengajarinya tentang kebenaran tetapi itu hanyalah identitas, sekedar KTP. Artinya, ia jarang-jarang menjalankan ibadah yang semestinya, tujuannya jauh dari kebenaran dan hidupnya hanya di dedikasikan untuk materi.

Ciri-ciri negara yang tidak tahu malu

Dunia ini kadang diisi dengan orang-orang yang tidak tahu malu mereka mengaku sebagai orang benar padahal anak-istri dan keluarganya diberi makan-makanan hasil dosa. Dimana moralitasnya, ketika sesuatu yang berada dibawah kekuasaannya dijadikan sebagai alat untuk mengekstrak sumber daya orang lain “bak memerah sapi perah.” Udah sapinya diperah, nggak dikasih makan, dibairkan sakit bahkan meninggal tanpa jejak, orang-orang ini hatinya kemana ya? Berikut ci-ciri negara yang tidak tahu malu.

  1. Pelacuran/ prostitusi yang dilegalkan.

    Kami heran, jika masih ada pemerintahan yang melegalkan prostitusi lalu menarik pajak yang besar dari praktek tersebut. Bukankah ini sama saja dengan memberi makan anak istri dari hasil usaha seorang muchikari sekalipun itu hanyalah 1% – 10% saja. Sudah saatnya negara membersihkan aktivitas semacam ini dari wilayah kekuasaannya.

  2. Perjudian yang dilegalkan.

    Apakah perjudian telah menjadi alat pencucian uang untuk mengesahkan hasil korupsi/ mencuri? Manusia kehilangan penghiburan di dalam dirinya sendiri dan dalam diri orang lain juga. Mereka hanya melewatkan masa-masa bermain di atas meja judi yang menghabiskan uang jutaan bahkan miliaran rupiah. Perjudian sering juga disebut sebagai mainan orang-orang kaya. Negara menarik pajak yang lumayan besar dari aktivitas ini dan uang itu jugalah yang digunakan untuk membaya gaji pegawainya dan pembangunan infrastruktur.

  3. Miras & rokok yang dilegalkan.

    Sudah tahu bahayanya tinggi tetapi masih saja diperjual-belikan. Itu pajaknya tinggi juga lho… kurang lebih 30%. Semua pajak itu akan masuk dalam APBN/ APBD lalu keluar pula dalam bentuk insentif gaji dan tunjangan yang kita bawa ke rumah, dikasih ke orang tua dan anak-istri: apa gak haram tuh? Kadang bertanya-tanya, mengapa Tuhan sering meninggalkan kita? Mungkin salah satunya karena alasan seperti ini.

  4. Narkoba yang dilegalkan.

    Bisnis Narkoba memang sangat menggiurkan, omset yang diterima setiap harinya berlipat kali ganda dibandingkan semua bisnis yang ada saat ini. Sungguh tragis jika bisnis ini dilegalkan, bukankah akan semakin banyak orang yang akan terpengaruh dan terjerumus dalam penyalahgunaannya? Pajak-pajak dari bisnis narkotika akan digunakan untuk membayar gaji pegawai yang kemudian dijadikan sebagai sumber dana untuk menafkahi keluarga. Apakah ini layak dan pantas? Dalam hal-hal semacam inilah kita harus merasa malu!

  5. LGBT yang tamak dilegalkan.

    Melegalkan LGBT juga merupakan suatu usaha untuk menggiring manusia agar tidak memiliki Tuhan. Mereka adalah orang yang atheis dengan ciri khas kehidupan yang materialistis dan hedonis. Lalu pemerintah menarik pajak-pajak dari aktivitas mereka yang sudah di luar batas kemanusiaan. Bukankah dengan begitu pemerintah juga berdosa?

  6. Orang sakit dijadikan bisnis.

    Sebenarnya untuk menjadi sehat itu sederhana, tetapi beberapa orang sengaja membuat orang lain sakit agar pundi-pundi rupiah yang ada semakin meningkat dalam perbendaharaannya. Bahkan mereka tega meracuni makanan orang lain, baik dengan menggunakan mikroorganisme maupun menggunakan bahan kimiawi. Manipulasi yang mereka lakukan terhadap informasi membuatnya semakin kaya-raya. Orang-orang ini tidak pantas disebut sebagai pahlawan melainkan seorang yang tidak dapat dimaafkan!

  7. Perbudakan dimana-mana.

    Mereka diajari untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri tetapi praktek di lapangan “hanya tau untung untuk diri sendiri saja.” Sedangkan kebutuhan orang lain tidak diperhatikan lagi, dibiarkan terlantar dan terbuang begitu saja. Mereka sendiri semakin bertambah-tamabah kaya sedangkan orang-orang dari berbagai sisi mengalami kekurangan bahkan melarat. Mereka lantas bangga dengan pencapaian yang diterima padahal disisi lain membiarkan saudara sebangsa setanah air terlantar kehidupannya. Bahkan mereka tidak malu ketika masih ada orang-orang miskin di daerahnya sedang dia sendiri begitu kaya raya.

  8. Kemewahan pribadi yang merusak lingkungan.

    Orang-orang yang berhasil melakukan konspirasi menumpuk banyak uang lalu menggunakannya untuk membangun fasilitas pribadi nan mewah yang merusak lingkungan. Hal yang mereka anggap mewah telah membawa dampak negatif bagi lingkungan. Kehidupan orang lain yang tinggal di derah pinggiran merana karena global warming: suhu udara yang semakin panas bahkan malam haripun panas, kemarau yang panjang, hujan yang sangat deras, fuso – gagal panen, banjir, tanah longsor, banjir bandang, gelombang panas dan lain sebagainya.

  9. Hukum dijual dan sanksi dikomersialkan.

    Bila anda punya banyak uang dan kaya raya, apapun bisa dibeli di negeri ini. Orang-orang yang bersalah dibebaskan, hukuman mereka dibuat ringan padahal kerugian yang ditimbulkannya luar biasa. Mereka dibiarkan menjalani hukuman lebih ringan dari yang seharusnya hanya karena modal/ uang yang dimiliki lebih banyak untuk menyogok sebuah sistem peradilan baik secara terbuka maupun secara diam-diam. Apa tidak malu membuat penjahat bebas hanya karena uangnya tebal?

  10. Utang yang menumpuk

    Para pejabatnya bangga sekali menggunakan barang-barang mewah nan glamour. Mereka memamerkan semuanya itu kepada publik lalu merasa senang. Padahal setiap warga dalam negaranya dipiutangi oleh pihak luar bahkan anak kecil yang baru lahir saja sudah memiliki utang, apa gak malu? Kemewahan yang mereka nikmati hanya menambah beban utang bagi generasi berikutnya.

Seharusnya suatu negara yang meyakini bahwa masih ada Tuhan di dunia ini akan tetap memperjuangkan cara-cara yang benar untuk memperoleh pendapatan yang sehalal-halalnya. Kumpulan manusia yang hanya hobi berkonspirasi untuk mendapatkan untung hanya akan menambah dosa saja. Alhasil diakhiratpun anda akan diperhadapkan dengan sanksi yang besar. Oleh karena itu, bangunlah segala sesuatu atas dasar kebenaran, oleh kebenaran dan untuk kebenaran. Simak juga, Daftar konspirasi di Indonesia.

Salam sejahtera yang benar!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.