Gejolak Sosial

Hindari Merasa Benar Sebab Dosa Sangat Kompleks – Merasa Berdosa & Merasa Hinalah Disegala Waktu


Mengapa orang-orang berdosa mendahului kita untuk masuk ke dalam kerajaan sorga? Karena kita terlalu angkuh memandang diri sendiri sudah sempurna sama seperti Tuhan yang adalah sempurna sejak dari mulanya. Padahal sesungguhnya kita berlumuran dosa, mulai dari pikiran, perkataan dan perbuatan telah dinodai oleh dosa. Bahkan jikalau anda rajin membaca Kitab Perjanjian Lama, akan menemukan betapa Allah kita adalah maha suci sedang manusia yang diciptakan-Nya jauh dari kesucian Allah sedang penuh dengan kehidupan yang hina. Biar bagaimanapun kita menjaga diri ini tetap saja berlumuran dosa dan tidak pantas hidup di hadapan Allah. Oleh karena itu, jangan pernah merasa hebat dan hindari perasaan tidak berdosa di hadapan Allah bahkan sebaiknya sangkallah dirimu. Mulailah BERUBAH OLEH PEMBAHARUAAN BUDIMU LALU MERASA BERDOSA & MERASA HINALAH DI HADAPAN TUHAN.

Kristen Sejati – Kita terkadang di jebak oleh perasaan sendiri sebab indra ini menangkap perilaku sendiri sudah benar adanya. Kita menilai diri sendiri, menilai setiap perilaku, menilai setiap perkataan yang ke luar lalu merasa bahwa semuanya baik adanya. Menganggap bahwa hari ini sudah bertindak semaksimal mungkin untuk mewujudkan tujuan hidup seorang pengikut Kristus, yakni mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia. Sebenarnya semua itu hanyalah perasaan kita saja karena apa yang dituntut Allah dalam kehidupan kita sebenarnya sangatlah berat (lebih dari semua yang kita lakukan).

Ada beberapa contoh dalam Alkitab yang menjelaskan tentang betapa angkuhnya manusia itu. Dia menganggap bahwa semua kebenaran telah diturutinya, kesepuluh hukum taurat yang disampaikan oleh nabi Musa telah dipenuhi tanpa ada cacat cela sedikitpun. Kamipun sering merasakan hal tersebut, sebab toh hari ini masih menghormati orang tua, belum membunuh, belum berzinah, belum mencuri, tidak mengingini kepunyaan orang lain dan lain sebagainya. Merasa bahwa kesepuluh hukum taurat itu lebih sederhana dan sangat mudah untuk dilakukan setiap hari. Padahal, hukum tersebut sebenarnya sangat kompleks.

Jangan pernah menganggap bahwa untuk menjadi orang benar mudah & enteng. Cukup mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama saja maka semua jalan kita akan dipermulus. Anggapan seperti ini, tidak selalu benar sebab KEKRISTENAN BUKAN KEPERCAYAAN YANG TIDAK MEMPERHATIKAN DETAIL. Jangan menganggap bahwa Tuhan tidak memperhatikan kesalahan-kesalahan kecil yang kita lakukan selama ini lalu berpikir bahwa keadaan semacam ini tidak akan pernah digubris Tuhan. Itulah mengapa ada Alkitab untuk menjelaskan perhatiaan Tuhan yang lebih kompleks tentang dosa.

Salah satu manfaat Alkitab adalah menjelaskan betapa berdosanya manusia itu. Bila anda telah membaca & mempelajari baik-baik, akan menemukan kompleksitas dosa yang begitu rumit sehingga sedikit saja ketidakhati-hatiaan, kesalahan akan menjerat kita. Berikut ini perhatikan beberapa ayat yang menjelaskan tentang kompleksitas dosa.

(Matius 5:22) Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Lagi Ia berkata.

(Matius 5:27-28) Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

Dari ayat ini kita bisa memahami bahwa dosa manusia itu bukan hanya berasal dari perilakunya saja melainkan dari pikiran dan perkataannya juga. Artinya, kompleksitas dosa menyangkut tiga dimensi kehidupan, yaitu pikiran, perkataan dan perbuatan. Selain itu cakupannya juga luas, bukan hanya tentang materi melainkan bisa saja itu tentang ide/ gagasan orang lain. Salah satu contoh yang di tampilkan pada ayat tersebut adalah tentang tidak boleh marah. Pada akhirnya, ayat ini menegaskan bahwa kita TIDAK BOLEH MENYAKITI SESAMA SEDIKITPUN.

Contoh lainnya yang berkisah tentang betapa luasnya cakupan dosa, tidak hanya berbicara tentang pribadi seseorang, perilaku dan perkataan kita melainkan dalam hal ilmu pengetahuan juga. Misalnya mengambil kata-kata orang lain untuk disampaikan kepada teman tanpa seizinnya (jangan mencuri). Bukankah dosa semacam ini sering kita lakukan? Pantun/ cerita lucu dari sesama kita caplok begitu saja lalu dimasukkan ke dalam blog sendiri. Ini memang sepele sekali tetapi itu dosa lho teman. Oleh karena itu, saat anda bermedia sosial untuk membagikan sesuatu, pastikan untuk menyertakan nama orang yang mengungkapkan hal tersebut (awalnya didengar dari siapa semuanya itu).

Tuhan berfirman lagi.

(Matius 25:34-46) Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya SEGALA SESUATU YANG KAMU LAKUKAN UNTUK SALAH SEORANG DARI SAUDARA-KU YANG PALING HINA INI, KAMU TELAH MELAKUKANNYA UNTUK AKU. Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya SEGALA SESUATU YANG TIDAK KAMU LAKUKAN UNTUK SALAH SEORANG DARI YANG PALING HINA INI, KAMU TIDAK MELAKUKANNYA JUGA UNTUK AKU. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”

Dari sini saja bisa kita rasakan betapa kekristenan sangatlah menuntut agar manusia melakukan kebenaran secara detail. Kita diharuskan untuk memperlakukan seseorang seolah-olah dia adalah Yesus sendiri. Jadi apapun yang anda lakukan kepada orang lain, itu seumpama telah melakukannya untuk Tuhan. Saat berbuat baik kepada sesama, sama dengan melakukannya untuk Tuhan. Bahkan saat berlaku buruk kepada orang lain, itu juga sudah kita lakukan untuk Tuhan. Yesus sendiri menuntut setiap orang percaya untuk melakukan segala sesuatu hanya kepada-Nya saja. Artinya, apapun yang anda kerjakan hari ini semuanya untuk Allah, kebaikan maupun keburukan yang anda berikan, semua ditujukan untuk kemuliaan Allah. Perhatikan perkataan rasul Paulus berikut ini.

Roma 14:6 Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah.

Bahkan rasul Paulus menjelaskan ini secara lebih detail dengan mengatakan bahwa.

(Kolose 3:23) Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Semuanya ini akan berujung pada salah satu dasar dari kekristenan, yaitu sebagai berikut.

Matius 22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Dari semua ayat ini bisa kita pahami bahwa segala sesuatu yang dilakukan kepada sesama, kita lakukan juga untuk Tuhan. Saat anda berbaik hati kepada orang lain maka anda telah melakukannya untuk Tuhan. Ketika ramah kepada sesama, kitapun ramah kepada Tuhan Yesus. Saat kita mengabaikan orang lain, dengan demikian kitapun mengabaikan Tuhan Yesus sendiri. Pada intinya adalah segala perlakuan yang tidak kita lakukan kepada orang lain tetapi kita lakukan kepada diri sendiri adalah dosa. Bukankah semua ini menyatakan betapa berdosanya kehidupan kita di bumi karena sering sekali mengabaikan & memperlakukan orang lain tidak seperti diri sendiri?

Kompleksitas dosa yang ditunjukkan firman mengajari kita betapa berdosanya manusia di bumi ini. Sebab dalam sehari saja, ada berapa orang yang kita abaikan, ada banyak pengetahuan yang kita curi dari sesama, ada banyak pikiran yang salah tentang orang lain, ada banyak orang yang kita sakiti walau hanya sedikit. Sayangnya, semua keadaan ini terjadi secara berulang-ulang kali selama kita masih menghembuskan nafas. Kami sendiri masih melakukan semua hal itu sekalipun sudah berusaha menekan dan meminimalisirnya setipis mungkin. Oleh karena itu, merasa berdosalah di hadapan Tuhan, merasa hinalah di hadapan Allah kita, sebab Ia telah berfirman.

(Matius 21:31b) ” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Mengapa orang-orang berdosa mendahului kita untuk masuk ke dalam kerajaan sorga? Karena kita terlalu angkuh memandang diri sendiri sudah sempurna sama seperti Tuhan yang adalah sempurna sejak dari mulanya. Padahal sesungguhnya kita berlumuran dosa, mulai dari pikiran, perkataan dan perbuatan telah dinodai oleh dosa. Bahkan jikalau anda rajin membaca Kitab Perjanjian Lama, akan menemukan betapa Allah kita adalah maha suci sedang manusia yang diciptakan-Nya jauh dari kesucian Allah melainkan penuh dengan kehidupan yang hina. Biar bagaimanapun kita menjaga diri ini tetap saja berlumuran dosa dan tidak pantas hidup di hadapan Allah. Oleh karena itu, jangan pernah merasa hebat dan hindari perasaan tidak berdosa di hadapan Allah bahkan sebaiknya sangkallah dirimu. Mulailah BERUBAH OLEH PEMBAHARUAAN BUDIMU LALU MERASA BERDOSA & MERASA HINALAH DI HADAPAN TUHAN.

Salam, Allah menyukai orang-orang yang rendah hati!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s