Gejolak Sosial

+17 Manfaat Segitiga Emas Kehidupan Orang Kristen

Manfaat Segitiga Emas Kehidupan Orang Kristen

Kristen Sejati – Orang kristen adalah mereka yang selalu berbahagia di segala waktu yang dilalui. Sebab tidak ada yang perlu kita khawatirkan selama hidup di dunia ini. Saat pikiran ini selalu terpusat kepada Tuhan sambil melantunkan nyanyian pujian sembari beraktivitas (yang tidak membutuhkan konsentrasi) bahkan di waktu luang dan saat menikmati hiduppun puji-pujian kepada Tuhan dapat selalu di lantunkan. Nanti juga kelak diakhirat, sorga sudah dijanjikan secara pasti oleh Yesus Kristus. Jadi apa lagi yang membuat kita bersusah hati? Selama di bumi bahagianya simple dan diakhiratpun nanti pasti masuk sorga (gratis lho teman)! Bukankan kedua hal ini kasih karunia Allah yang luar biasa? Oleh karena itu, bersukacitalah senantiasa.

Tidak mudah untuk menjalani hidup selama di dunia ini. Tetapi bila kita mengetahui pola-pola dari semua gejolak sosial yang terjadi maka semuanya akan lebih mudah. Kita membutuhkan konsep dasar sehingga semua dijalani dalam pola-pola khusus yang terstruktur. Pola khusus yang sederhana inilah yang memudahkan kita untuk mengingat poin-poin penting dalam kehidupan. Tetapi sekalipun itu sederhana bukan berarti merupakan teori yang dipaksakan melainkan sesuatu yang sangat aplikatif dan bisa diterapkan oleh siapapun, dimanapun, kapanpun dan bagaimanapun keadaan anda.

  1. Berjalan di jalan yang benar : mengasihi Tuhan & mengasihi sesama

Kebutuhan manusia akan teori-teori kehidupan yang dapat membuka pengertian pada hal-hal yang baik dan benar. Sebab kehidupan yang tertuju kepada Tuhan adalah kedekatan yang membawa hidup pada kemampuan maksimal. Saat pikiran anda tertuju kepada Allah, bila diumpamakan maka aktivitas ini seperti “seorang yang sedang mengasah pedang yang dimilikinya.” Semakin lama melakukannya maka kemampuan otak akan semakin tajam/ cerdas hari lepas hari. Aktivitas otak yang mengarah kepada hal-hal yang positif akan menjadi energi yang bermanfaat untuk menolak berbagai-bagai keburukan yang bisa saja datang dari dalam diri sendiri maupun dari luar (orang lain dan lingkungan sekitar).

Selain sebagai makhluk individualis, manusia juga merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Karena itu, sesibuk apapun kehidupan pribadi dan pekerjaan anda, jangan pernah lupa untuk berbaur. Beri kesempatan sesekali untuk bergaul dan bercengkrama dengan orang lain di tengah-tengah kesibukan sehari-hari. Lagi pula dalam setiap pekerjaan dan aktivitas sehari-hari yang berpapasan langsung dengan orang lain, kita bisa membagi berkat-kasih (kebaikan) lewat ramah tamah. Kepribadian yang ramah merupakan kebaikan yang paling sederhana dan bisa diaplikasikan kepada siapa saja, termasuk kepada orang asing. Bahkan kalau anda memiliki musuh (pembenci), anda tetap bisa berbuat baik kepadanya lewat ramah-tamah. Selanjutnya mengasihi sesama SEPERTI diri sendiri dapat dilakukan berdasarkan potensi/ kemampuan & sumber daya yang dimiliki.

  1. Memikul salib – Siap mengalami ujian kehidupan

Jangan salah kaprah dan menyangka bahwa hanya kenyamananlah yang membuat anda bahagia. Pahamilah bahwa mencicipi & mengerti tentang rasa sakit lebih menegaskan kebahagiaan kita. Bagaimana  mungkin kita merasakan betapa hebatnya rasa bahagia saat rasa sakit belum pernah dicicipi? Mereka yang belum pernah merasakan kepahitan hidup biasanya tidak dapat menikmati kebahagiaan kecil yang dititipkan Tuhan kepadanya. Tidak memahami bahwa “bersyukur karena sampai detik ini masih bisa bernafas lega adalah hebat, berterimakasih telah diberi kesempatan untuk melihat matahari terbit pagi ini adalah dahsyat, tersenyum dan berterimakasih saat masalah datang adalah luar biasa, dan lain-lain.”

Ujian kehidupan adalah suatu kewajiban yang tidak bisa dilewatkan oleh seorangpun di dunia ini. Jangankan sesama manusia, hewan-hewan disekitar kitapun melakukannya. Kami kasih contoh, saat peliharaan anda pup sembarangan, ketika mereka mencuri dari dapur, saat kegaduhan yang ditimbulkan mengganggu indra kita dan lain sebagainya. Bila anda hendak belajar untuk hidup berkembang maka jalanilah ujian kehidupan dengan ikhlas, terima apa adanya, sabar menanggung segala sesuatu, tetap fokus pada Tuhan dan jangan lupa untuk berbuat baik & bila perlu sekalian berbagi dengan lawan-lawan anda.

Sebagai salah satu dari segitiga emas orang kristen, keampuhannya diakui semua orang. Satu lagi manfaat ujian sosial bagi kehidupan manusia adalah sebagai bahan koreksi diri. Seorang yang tidak pernah dicobai akan terus merasa benar sendiri sehingga dekat dengan sikap sombong yang perfeksionis bahkan menuntut orang lain untuk sempurna juga. Oleh karena itu, dalam segala cobaan yang anda hadapi, jangan pernah lupa untuk bercermin sembari melihat kebelakang, mungkin ada satu-dua hal kekhilafan anda yang memicu timbulnya godaan tersebut.

Di atas semua pencobaan yang anda alami, adalah lebih besar upahnya saat anda diuji karena melakukan hal yang benar, dahulu juga Yesus mengalami hal yang sama. Ketika kebaikan anda dibalas dengan pengabaian, kebaikan dibalas dengan ejekan, kebaikan yang dibalas dengan kebencian bahkan ketika kasihmu dibalas dengan perilaku yang menjengkelkan (pribadi pengganggu), sadarilah bahwa tepat saat itu upahmu berlipat ganda di sorga. Tetapi ketika kita diuji setelah berbuat salah, itu bukan ujian tetapi lebih dekat kepada sanksi. Sebab sekalipun setiap dosa diampuni, akibatnya tetap dan sanksinya juga tetap. Misalnya saat mencuri sesuatu, akibatnya orang lain mengalami kerugian dan sanksinya dihukum sesuai aturan yang berlaku di masyarakat atau menurut perundang-undangan sekalipun anda telah meminta maaf dan diampuni oleh pemiliknya.

  1. Menyangkal diri – merendahkan hati

Seperti kata rasul Paulus dalam salah satu suratnya dalam Kolose  3:23 yang berkata sebagai berikut.

Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Apapun yang kita perbuat di dalam dunia ini, tujukanlah itu untuk kemuliaan nama Tuhan. Seperti apapun kebaikan yang anda lakukan dalam keseharianmu anggaplah itu sebagai bagian dari rencana Tuhan. Kembali lagi pada kenyataan bahwa fokus kehidupan kita ada pada Tuhan karena itu, segala sesuatu yang dilakukan dan diterima asalnya dari Roh Allah yang telah dititipkannya kepada setiap umat manusia. Oleh sebab itu kembalikanlan semuanya untuk kemuliaan nama Tuhan.

Bila kesombongan sudah mulai meradang dalam hati anda, maka anda harus melakukan cara-cara penyangkalan diri yang lebih ekstrim, terlebih ketika potensi yang dimiliki lebih banyak dari orang lain. Menganggap bahwa diri sendiri sebagai debu-tanah dan orang tak berguna (kenyataannya memang demikian sebab dari sanalah asal manusia dengan segala yang dimilikinya). Katakan dalam hati untuk menyangkal diri sebab kita hanyalah orang-orang hina yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Tuhan yang maha mulia, maha besar, maha agung dan maha segala-galanya.

Sebagai salah satu dari segitiga emas kekristenan, menyangkal diri merupakan sebuah komitmen yang tinggi untuk merendahkan hati. Tidak ada yang dapat mengimbangi kemampuannya untuk menciutkan rasa sombong yang bisa saja muncrat sewaktu-waktu (tanpa disadari). Selain itu kebiasaan ini bisa menurunkan kadar emosional anda yang mau-mau meledak menjadi amarah. Membuat anda selalu fokus pada diri sendiri dan dijauhkan dari sikap iri hati dan cemburu yang tidak jelas. Setelah itu, ia juga dapat dipakai untuk mengertikan/ mentolerir kelemahan orang lain.

Manfaat segitiga kehidupan orang kristen

Segitiga emas kekristenan bukanlah sebuah teori yang miskin faedah sebab bila anda dapat mengaplikasikannya dalam hidup sehari-hari maka mulai saat itu sisi mental, emosional, intelektual, spiritual dan berbagai-bagai bentuk lainnya dalam diri manusia akan berkembang, cepat ataupun lambat. Berikut ini manfaat segitiga kehidupan orang kristen yang kami ketahui.

Menyangkal diri.

  1. Menjauhkan diri dari kesombongan.

    Menyangkal diri sama artinya dengan merendahkan diri sendiri di atas kemahabesaran Allah melebihi semua yang ada, melebihi semua yang pernah di lakukan. Oleh karena itu kenali kesombonganmu lalu tekan diri sendiri dengan menyangkal diri.

  2. Mengatasi iri hati dan sifat cemburu.

    Saat anda merasa iri dan cemburu kepada seseorang karena memang dia memiliki kelebihan yang unik dan spesial maka katakanlah dalam hati anda, “Dia akan semakin tinggi dan aku akan semakin rendah. Kuatkan hati untuk menghadapi kenyataan ini ya Tuhan.”

  3. Memadamkan amarah yang mulai membara.

    Terkadang, amarah kita meledak-ledak karena hawa nafsu ingin melawan dan tidak mau kalah yang ada di dalam hati ini. Oleh karena itu, katakanlah dalam hati, “Kami ini hanyalah manusia yang tidak berguna dan jauh dari kebaikan. Kami pantas mendapatkannya, kuatkanlah hati menjalani semua kenyataan ini Tuhan.”

  4. Menekan kebencian di dalam hati.

    Rasa benci juga bisa saja dipicu oleh karena keangkuhan karena memandang orang lain lebih rendah. Keadaan ini bisa anda netralisasi dengan cara mengatakan dalam hati, “Kami hanyalah manusia dari debu-tanah, sampah yang tidak berguna. Kami sama saja tidak bergunanya dengan orang ini. Tabahkan hati kami menghadapi kenyataan ini ya Tuhan.”

  5. Menekan diri sendiri sebelum orang lain menekan kita.

    Kadang kala seseorang tidak tahan menghadapi ujian kehidupan karena beratnya tekanan yang dialaminya. Ia tidak tahan ketika di tekan dengan kata-kata dan perilaku orang lain sehingga lebih mudah stres. Oleh karena itu, belajarlah menekan diri sendiri dengan menyangkal diri sehingga andapun lebih siap menghadapi tekanan itu. Ejeklah diri sendiri, ejek kelemahan sendiri lalu rasakan kesakitan di tengah semuanya itu sehingga lebih siap untuk disakiti orang lain.

    Memikul salib.

  6. Belajar menerima apa adanya.

    Ini adalah kunci pertama saat memikul salib. Kita tidak bisa mengubah kenyataan yang terjadi, tidak bisa mengendalikan mulut orang lain, tidak bisa mengendalikan perilaku mereka. Oleh karena itu, segala yang telah terjadi, tidak boleh tidak, harus diterima oleh hati ini. Selama kita mampu menerima ujian sosial yang dihadapi maka hati tetap tenang dan damai menjalani tekanan tersebut. Tetapi saat hati anda melawan, berontak bahkan ingin menang : niscaya sikap yang terburu-buru, kegelisahan, kecemasan & ketakutan menawan kehidupan anda.

  7. Belajar mengendalikan diri.

    Ujian kehidupan adalah kesempatan bagi anda untuk belajar mengendalikan diri. Selebar dan sepanjang apapun kami menjelaskan berbagai-bagai kebaikan di blog ini, bila tidak pernah dipraktekkan niscaya manfaatnya tidak akan tercapai. Berterimakasihlah kepada Tuhan karena telah diberi kesempatan untuk diuji orang lain.

  8. Mampu mengendalikan hawa nafsu yang sesat dan berlebihan.

    Ujian kehidupan akan menekan hawa nafsu di dalam hati yang biasanya sesat juga berlebihan. Kesempatan bagus untuk mengendalikan kesombongan, iri hati, nafsu seks dan lain sebagainya adalah disaat-saat bermasalah seperti ini, apakah anda sudah mampu menepisnya atau malah masih terperosok/ terjerumus sesekali.

  9. Belajar mengendalikan kebinatangan.

    Pencobaan hidup memaksa keluar berbagai-bagai kebencian, dendam, amarah dan kekerasan dari dalam hati. Ini adalah kesempatan baik bagi anda untuk mengontrol semua sifat-sifat buruk itu. Oleh karenanya jangan sia-siakan setiap moment yang ada dengan bersungut-sungut.

  10. Mampu mengontrol kadar kejahatan dalam hati sendiri.

    Sejahat-jahatnya harimau, tidak pernah ia memakan anaknya sendiri. Setiap orang memiliki sekerumit sifat-sifat jahat di dalam hatinya. Saat hidupnya tertekan biasanya hal-hal jahat ini akan keluar untuk memberikan solusi. Misalnya saat berada dalam kekurangan, apakah memilih untuk mencuri, meminta atau berpuasa? Jika anda mampu mengendalikan kadar kejahatan yang keluar dari dalam diri sendiri niscaya ada rasa puas tersendiri dalam pencapaian tersebut.

  11. Belajar mengoreksi diri sendiri.

    Tantangan hidup yang menjebak, jangan hanya ditangisi. Melainkan alangkah lebih baik jikalau ditindaklanjuti dengan bercermin untuk melihat ke belakang apa-apa saja yang kurang pas dengan kehidupan ini. Mengoreksi diri sama artinya dengan mengaktifkan sistem self autorepair sehingga meningkatkan kewaspadaan di hari-hari berikutnya.

  12. Mampu meningkatkan kemampuan interaksi dan menyesuaikan diri.

    Seperti kami yang sering sekali menghadapi kegaduhan dan kebisingan di sekitar, menjadi lebih fleksibel saat ada gangguan sehingga suara-suara aneh itu tidak lagi mengacaukan hati. Melainkan semua bisa diabaikan sembari tetap fokus pada Tuhan/ potensi/ pekerjaan yang ditekuni.

  13. Menjadi lebih cerdas bahkan bijak.

    Kemampuan menyelesaikan masalah adalah latihan otak untuk membentuk jalur-jalur baru sehingga pengertian semakin berkembang. Jika anda mampu menjalani ujian dengan tenang, tetap santai, tanpa niat melawan dan nafsu untuk menang niscaya akan banyak pelajaran kehidupan yang akan anda peroleh dari sana.

  14. Mampu memaafkan musuh.

    Ini adalah salah satu manfaat terbaik dari ujian sosial. Saat penderitaan yang kita pikul lebih ringan maka, otak ini mampu menghafal siapa-siapa saja yang melakukan kesalahan kepada kita sehingga lebih sulit memaafkan. Tetapi ketika daftar orang yang menguji kita begitu banyak bahkan orang terdekat (orang tua) sendiripun melakukannya, membuat otak sesak oleh daftar nama & kesalahan yang berlapis. Satu-satunya jalan untuk menghilangkan kesesakan itu adalah dengan memaafkan dan berbuat baik kepada mereka dengan begitu hati jadi terbebaskan & penuh kelegaan.

    Mengikut jalan kebenaran.

  15. Menjadi bahagia.

    Otak kita senantiasa menghasilkan arus listrik antara sel-sel syaraf yang terhubung. Alirn listrik ini sifatnya teratur dan naik turun layaknya nada-nada sebuah not lagu. Tidak ada yang dapat membuat manusia menjadi bahagia selain saat pikiran kita selalu tertuju kepada Tuhan. Ketika anda bisa bermanfaat bagi orang lain maka kesempatan itu jugalah yang membuatmu bahagia.

  16. Hati dipenuhi kedamaian dan ketentraman.

    Materi hanya memberi rasa sesaat saja tetapi ketika hati selalu fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian, kedamaian & ketenteraman yang dihasilkannya kekal hingga menutup mata.

  17. Sebagai penghiburan sejati.

    Saat hati anda sedang galau, bersedih, gundah, gulana, kecewa, khawatir, takut dan lain sebagainya: silahkan fokuskan pikiran kepada Tuhan sambil berdoa untuk memohonkan kekuatan. Bacalah firman-Nya untuk memiliki sudut pandang (persepsi) positif tentang dunia ini. Bernyanyilah memuliakan Allah kita agar hati bergembira oleh karena kebesaran, kedahsyatan dan kebaikannya hari lepas hari. Satu hal lagi yang dapat menghiburkan hati kita adalah saat kita mampu berbagi kasih kepada sesama dimulai dari hal-hal yang kecil (misalnya ramah tamah).

  18. Beroleh berkat di bumi.

    Anda akan merasakan berbagai-bagai macam bentuk berkat saat tiga dimensi kekristenan ini diaplikasikan dalam hidup sehari-hari.

  19. Beroleh upah di sorga.

    Tidak hanya berkat di bumi, diakhiratpun nanti anda akan beroleh upah yang setimpal dengan pengorbananmu.

  20. Kesempatan untuk menemukan kreativitas agar lebih bermanfaat.

    Kecerdasan yang berkembang akan memudahkan anda untuk mengenali sisi-sisi kreatif dalam dunia ini. Roh Kudus akan memberikan anda mimpi (imajinasi) tentang sesuatu yang harus anda kembangkan sehingga jadilah sebuah karya seni yang mendatangkan manfaat bagi kebaikan hidup manusia. Oleh karena itu, tempuhlah ketiga dimensi kehidupan ini, berkorbanlah untuk itu, sabar menanggung segala sesuatu, kembangkan hal kecil yang dibisikkan Roh Allah kepada anda untuk menjadi sebuah karya seni.

  21. Lebih selektif mengabaikan (cuek positif).

    Tidak semua hal di dunia ini harus diperhatikan dan tidak segala sesuatu harus diabaikan melainkan semua ada batasannya. Jika anda sudah sering mengalami cobaan/ godaan hidup maka muncullah sikap yang lebih selektif, yaitu mengabaikan hal-hal negatif dan memberi perhatian pada hal-hal positif. Sikap ini murni dipelajari dimana semuanya butuh waktu. Kami sendiri sudah mulai bisa mengabaikan berbagai cemooh, bully dan gangguan sosial namun masih belajar untuk memberi perhatian pada hal-hal yang baik.

Semakin sering segitiga kekristenan ini anda terapkan dalam menjalani hari, semakin jelas manfaat yang dirasakan dari semua perputaran itu. Oleh karenanya, selalu terapkan ketiganya dalam segala kesempatan yang mungkin. Sadarilah bahwa anda bisa kebal dengan rasa sakit itu dimana suatu saat rasa sakit dan kenyamanan terasa sama saja. Pada titik ini kekebalan emosional anda telah berada di atas rata-rata. Di tengah semuanya itu, penghiburan sejati hanya kita peroleh saat hidup difokuskan kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian bagi nama-Nya. Selain itu, kitapun bahagia saat mampu membahagiakan orang lain (mampu berbagi kasih/ bermanfaat bagi sesama).

Salam pembaharuan hidup!

2 replies »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.