Gejolak Sosial

10 Cara Menghadapi Kelaparan Yang Berkepanjangan


Cara Menghadapi Kelaparan Yang Berkepanjangan

Kelaparan adalah (1) perihal lapar; (2) menderita lapar (karena tidak ada yang dimakan); (3) kekurangan makan; (4) sakit bengkak krn kekurangan makan (KBBI Offline). Merupakan keadaan dimana manusia tidak lagi memiliki sesuatu untuk dikonsumsi, baik makanan dan minuman. Wabah semacam ini kerap kali terjadi di negera-negara terbelakang (misikin), beberapa diantaranya terletak di benua Afrika. Sedangkan berdasarkan cerita orang tua zaman dulu hal yang sama juga terjadi di daerah kami.

Wabah kelaparan bisa terjadi dimana saja, terutama di daerah-daerah yang tandus dimana masyarakatnya tidak tahu harus menanam apa? Sebab tanah-tanah tidak lagi memberikan hasilnya karena kekeringan yang berlangsung lama (bisa jadi selama bertahun-tahun). Kemungkinan hujan jarang turun dalam satu tahun, bisa dihitung. Keadaan semacam ini semakin parah saja ketika masyarakatnya belum memahami Alkitab baik-baik, yang menyatakan bahwa garam adalah pupuk untuk dapat menyuburkan tanah (Lukas 14:35).

Semua unsur hara di atas permukaan tanah telah di bawa oleh aliran air ke sungai menuju lautan bebas. Tidak hanya itu, semua jenis kotoran juga telah di bawa aliran air melalui jalur got/ selokan, sungai dan akhirnya menuju ke samudera raya. Segala jenis sampah dan kotoran akan diubah menjadi mineral oleh bakteri yang ada disana. Proses ini disebut juga sebagai demineralisasi dimana semua bahan-bahan kompleks dikembalikan kepada unsurnya yang semula. Proses ini terus berlangsung hari lepas hari, sebab itu peran manusia sangatlah penting untuk membawa garam kembali ke atas tanah.

Saat manusia terjebak dalam politik konspirasi untuk meraih uang yang sebanyak-banyaknya maka disembunyikanlah manfaat garam ini. Sehingga laju pencucian garam tanah oleh air hujan lebih cepat daripada kemampuan manusia membawanya kembali ke daratan. Keadaan ini membuat tanah-tanah menjadi tandus dan kehilangan kesuburannya akibat penyerapan unsur hara oleh tanaman dan aliran air permukaan yang membawa serta garam tanah bersamanya. Oleh karena itu, peran manusia sangatlah penting untuk membawa kembali mineral ini di tanah-tanah pertanian yang dikelolanya.

Sebenarnya, alam memiliki mekanisme sendiri untuk mengembalikan garam tanah. Dalam mekanisme alamiah membutuhkan komponen hayati yang lebih besar, yaitu jumlah pepohonan yang memadai sehingga cukup besar untuk mengaktifkan proses kondensasi agar hujan turun di atas bumi. Inilah manfaat tumbuhan hijau yang sangat vital bagi bumi kita, yakni menciptakan udara yang bersih, membuat udara dingin, menarik hujan beserta garam untuk kembali ke atas tanah.

Sayang, aktivitas manusia yang serakah, membangun rumah-rumah dengan ukuran mega, halaman bak lapangan bola, kolam renang seperti di SEA Games dan tempat rekreasi bak hotel bintang lima membuat tumbuhan hijau terutama pepohonan diekspoitasi secara besar-besaran. Pemanfaatan lahan yang serakah juga turut menggeser daerah perhutanan hingga ke pinggiran, tercekik oleh arus modernisasi. Perkembangan kehidupan (khususnya ekonomi) seperti ini jelas merusak lingkungan hingga menyebabkan timbullnya wabah kelaparan.

Cara menghadapi wabah kelaparan yang terjadi secara mendadak

Wabah kelaparan bisa saja melanda suatu wilayah secara tiba-tiba. Di tengah semuanya itu, tetap gunakan logika berpikir untuk mengetahui bagaimana persisnya sikap kita mengatasi gejolak sosial-ekonomi yang sedang berlangsung. Satu yang harus anda ketahui secara pasti adalah tidak ada satupun kejadian yang tidak memiliki solusi. Oleh karena itu, hindari pikiran-pikiran yang berlebihan yang menganggap bahwa “kebinatangan itu sah tanpa kesejahteraan.” Berikut beberapa cara mengantisipasi kejadian semacam ini.

  1. Periksa stok makanan & minuman.

    Pastikan jumlah makanan dan minuman yang anda & keluarga miliki. Perhitungkan baik-baik berapa lagi stok yang tersisa dan sampai berapa bulan semuanya itu bisa membuat anda dan keluarga bertahan hidup. Lalu simpanlah semuanya itu di tempat yang aman, bersih, bebas dari sinar matahari dan bintang pengerat. Bila perlu masukkan ke dalam kotak yang tertutup rapat.

  2. Datangi lumbung-lumbung pemerintah untuk meminta jatah.

    Biasanya, pemerintah selalu menyediakan stok pangan untuk kejadian semacam ini. Ketahanan pangan suatu daerah bisa mencapai waktu berbulan-bulan hingga menahun, semuanya tergantung dari persiapan negara. Kunjungilah lumbung milik pemerintah dan selalu awasi informasi tentang pembagian sembako dan lain sebagainya.

  3. Penjagaan rumah sebaik-baiknya.

    Jagalah rumah anda baik-baik, terutama ketika stok makanan sudah tersimpan disana dimana hal tersebut diketahui oleh orang lain. Keadaan ini membuat anda dan keluarga semakin beresiko untuk kemalingan. Oleh karena itu, jangan pernah tinggalkan rumah tanpa pengawasan. Tetapkan penjaga dalam bentuk shift agar semua aman dan terkendali.

  4. Carilah garam sebanyak-banyaknya.

    Garam adalah mineral yang sangat penting. Sebab semua hal yang ada di dunia ini berasal dari garam dan akan kembali menjadi garam suatu saatnya nanti. Mineral yang satu ini juga bisa membuat anda dan keluarga dapat bertahan dari wabah penyakit menular bahkan dari penyakit mematikan sekalipun. Carilah sumber-sumber garam di beberapa toko, warung swalayan, ambil secukupnya simpan sebagai stok.

  5. Lakukan tindakan penghematan.

    Tahukah anda bahwa ikan-ikan di laut tetap tumbuh dan berkembang oleh karena mereka berada di pusat garam dunia? Bahkan ikan paus yang sebesar rumah sekalipun mengambil makanannya dari garam. Untuk diketahui bahwa tenggorokan ikan paus cukup kecil untuk ukuran tubuh sebesar itu dan tidak mampu menelan benda yang lebih besar dari bola pantai. Biar bagaimanapun, ikan yang satu ini besarnya dibangun dari samudera yang kaya akan energi.

    Garam adalah energi adalah kalori yang dapat menambah tenaga sehingga membuat setiap makhluk yang mengkonsumsinya tetap hidup beraktivitas seperti biasa. Oleh karena itu, silahkan lakukan tindakan penghematan, cukup sekali saja makan perhari dengan porsi kecil sedangkan minuman yang dikonsumsi di tambahkan dengan air garam manis isotonik agar tetap fit menyelesaikan pekerjaan hari lepas hari.

  6. Hiduplah berkelompok.

    Bersama itu lebih baik. Daripada hidup sendiri-sendiri yang kebanyakan membuat anda semakin rentan dengan gangguan mungkin juga beberapa orang yang suka jahil. Tetapi ketika anda hidup berkelompok, ada rasa saling menjaga dan orang lainpun yang mencoba mengganggu tidak akan berani dekat-dekat. Hidup bersama orang lain memang tidak mudah karena butuh penyesuaian diri tetapi lebih aman disaat situasi masyarakat sedang kacau balau di telan wabah kelaparan.

  7. Tinggallah di tepi pantai – setidak-tidaknya akses mudah menuju ke lautan.

    Areal tepi pantai adalah tempat yang sangat bagus untuk ditempati karena akses yang mudah untuk memperoleh garam. Ini akan mempermudah perolehan mineral ajaib sehingga mencukupi untuk dikonsumsi sehari-hari bersama keluarga.

    Sebaiknya panen garam di tempat-tempat terpencil dan jauh dari pemukiman warga juga jauh dari tempat-tempat muara sungai, muara selokan dan lain sebagainya. Atau anda bisa juga datang lebih ke tengah lautan untuk mengambil airnya buat di bawa ke darat untuk konsumsi keluarga. Sedangkan untuk kebutuhan lainnya (selain bukan dimakan dan diminum) silahkan ambil dari sumber terdekat.

  8. Bertanilah.

    Hindari sikap berpangku tangan saat berada di tengah wabah kelaparan sembari menunggu uluran tangan pemerintah atau bantuan orang-orang dari negeri seberang/ negeri luar, bukalah lahan pertanian. Untuk itulah kami menyarankan anda tinggal di tepi pantai agar selain untuk memenuhi kebutuhan sendiri (kebutuhan konsumsi) juga bermanfaat untuk bercocok tanam. Mulailah menanam tanaman berumur pendek seperti umbi-umbian, kacang-kacangan dan tanaman palawija untuk bahan pangan lainnya.

  9. Minimalisir jumlah hewan peliharaan.

    Kami berpikir bahwa saat ini hampir semua orang memiliki hewan peliharaan di rumah masing-masing. Tetapi saat wabah kelaparan di depan mata, anda bisa melihat peliharaan ini sebagai sebuah alternatif. Anda sudah mulai bisa mengkonsumsi hewan peliharaan yang dimiliki daripada mereka mati kurus karena tidak ada makanan.

  10. Hindari tindakan yang aneh-aneh.

    Hindari sikap-sikap binatang seperti penjarahan, pencurian bahkan kanibalisme (memakan sesama manusia sebagai sumber energi). Ini jelas membuat suasana kehidupan anda tidak tenang. Untuk apa perut kenyang tetapi hati gelisah tak menentu? Alangkah lebih baik bagi anda untuk mengkonsumsi garam mineral yang ada manis-manisnya dalam kadar isotonik (9 gram per liter).

Bila wabah kelaparan tiba-tiba menimpa anda sekeluarga, pastikan untuk selalu berpikir logis menghadapi semuanya itu. Sebab tidak ada makanan dan minuman bukan berarti kiamat sudah dekat sehingga anda bisa melakukan apa saja bahkan mencuri, membunuh dan memakan teman sendiripun tidak masalah. Melainkan camkanlah bahwa “SEMUA GARAM ADALAH BENDA DAN SEMUA BENDA ADALAH GARAM. ” Artinya, semua makanan berasal dari garam sedangkan semua garam akan menjadi makanan melalui proses-proses alamiah. Suatu saat nanti ada zamannya dimana manusia sama seperti ikan di lautan makanan dan minumannya adalah air laut. Simaklah, Tips hidup tanpa makan.

Salam hidup yang lebih baik!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.