Gejolak Sosial

11 Hak Petani Dari Pajak Emisi Karbon Yang Diserap Tanaman Pertanian


Hak Petani Atas Pajak Emisi Karbon Yang Diserap Tanaman Pertanian

Pertanian dan perkebunan adalah prospek yang sangat berkembang ke depan ini sebab semua hasilnya dimanfaatkan oleh semua kalangan secara maksimal. Selain itu tidak membutuhkan modal besar untuk menggelutinya melainkan lebih fokus pada ketekunan, kerja keras dan kesabaran dari Petani yang bersangkutan. Ini adalah sebuah kesempatan baik untuk bekerja sembari memberi manfaat bagi orang lain yang secara otomatis membuat hati bahagia.

Manfaat tanaman pertanian dan perkebunan tidak hanya di bidang pangan (makanan dan minuman) melainkan juga dalam hal kebutuhan akan bahan bangunan/ perumahan, kendaraan/ transportasi, karya seni/ seni rupa dan lain sebagainya. Selain itu, bahan pangan yang sedang dalam masa panen melimpah dimana lebih banyak kelebihan daripada dikonsumsi. Dapat dimanfaatkan dalam proses pembuatan gas metana sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. Artinya, jika pertanian terorganisir maka tidak ada satupun hasil panen yang tidak dimanfaatkan/ yang terbuang sia-sia.

Manfaat tanaman pertanian yang tidak kalah pentingnya adalah sebagai pembersih udara yang efektif. Kemampuan tanaman untuk menyerap berbagai-bagai polutan terbukti sangat efektif dan efisien. Artinya, sebesar dan sebanyak apapun tingkat polusi disekitar anda, tanaman hijau bisa melakukan penjernihan sepenuhnya. Sayang, kenyataan yang sering sekali terjadi adalah jumlah pepohonan yang tidak sebanding dengan emisi karbon yang dihasilkan lewat aktivitas teknologi & mesin. Akibatnya polusi tetap ada mencamari udara yang kita hirup setiap harinya. Simak juga, Manfaat hutan.

Tahukah anda, apa salah satu saja alasan kuat mengapa jumlah lahan-lahan pertanian terus berkurang seiring berjalannya waktu? Salah satu alasan kuat dibalik semua peristiwa ini adalah benefit/ keuntungan yang diterima oleh para Petani yang masih sedikit, jauh di bawah pendapatan para pegawai negeri bahkan para pegawai yang bekerja di perusahaan swasta sekalipun. Keadaan ini membuat anak-anak mereka berpikir dua kali bahkan ogah menjadi petani karena uang yang diterima tidak cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Disinilah sebenarnya pemerintah bekerja untuk menyeimbangkan kebermanfaatan setiap profesi bahkan menyetarakannya.

Salah satu ide kami untuk menambah keuntungan bertani di Indonesia adalah dengan menerapkan utang emisi karbon yang diberikan kepada setiap orang/ setiap perusahaan yang menggunakan teknologi dan mesin. Utang ini ditetapkan lewat pajak yang dibayarkan kepada pemerintah setiap Tahunnya lalu pemerintahlah yang kemudian membagikannya kepada seluruh Petani. Pemberian insentif yang diambil dari pajak karbon ini juga bisa turut menambah penghasilan/ pendapatan mereka. Lalu bagaimana dengan pembagiannya? Saran kami dipukul rata saja, satu keluarga mendapatkan satu bagian yang sama dengan keluarga lainnya.

Sebenarnya, pajak semacam ini telah lama diterapkan di negara-negara maju. Orang-orang kaya yang memiliki harta banyak akan dikenakan dengan pajak tinggi lewat barang-barang (mesin berteknologi dan barang mewah) yang mereka operasikan setiap hari. Dengan begitu mereka tidak egois membuang-buang sampah karbonnya ke udara tetapi bertanggung jawab membersihkannya lewat tanaman pertanian dan perkebunan. Selain itu, bukankah ini juga bagian dari amal, yakni mensedekahkan kekayaannya untuk membantu kehidupan orang lain?

Hak Petani dalam pajak emisi karbon

Semua makhluk hidup menghasilkan emisi. Manusia dan hewan menghasilkan emisi, hanya tumbuhan sajalah yang tidak menghasilkannya melainkan lebih kepada menyerap semua itu untuk diubah menjadi bahan yang lebih kompleks dan bermanfaat. Biasanya apa yang bisa dihasilkan oleh makhluk hidup sifatnya bisa di daur ulang (misalnya oleh tumbuhan) tetapi apa yang dihasilkan oleh mesin berbahan bakar yang tidak ramah lingkungan lebih tinggi tingkat pencemarannya.

Bahan bakar minyak yang tersebar luas di masyarakat saat ini didominasi oleh Minyak bumi. Energi yang dihasilkannya disebut juga sebagai brown energy. Suspensinya dikenal sebagai sesuatu yang tidak ramah lingkungan karena dampak polusi yang dihasilkannya sangat polutan. Mungkin ini jugalah yang membuat mengapa minyak bumi ada di dalam bumi? Karena tempat teraman ada disana, dimana dia tidak dapat merusak lagi. Hanya saja keserakahan manusia mengebor, memindahkan dan mengeksploitasinya dari dalam perut bumi sehingga terjadilah pencemaran seperti sekarang ini.

Untuk mengendalikan kemakmuran manusia yang semakin merajalela sehingga bumi ini semakin rusak dibuatnya. Perlu diadakan sebuah mekanisme untuk menyeimbangkan pendapatan orang-orang kaya dengan menetapkan pajak-pajak yang memadai untuk setiap mesin yang dioperasikan. Kegiatan ini juga sekaligus untuk menyeimbangkan penghasilan antara Petani, karyawan swasta dan pegawai negeri. Berikut ini hak-hak mereka atas pengoperasian berbagai-bagai jenis mesin berteknologi canggih.

  1. Berhak atas pajak kendaraan roda dua.

    Roda dua adalah kendaraan terbanyak saat ini. Pajak yang ditarik dari para penggunanya akan dibayarkan sebagian untuk menambah insentif bagi pekerja pertanian.

  2. Berhak atas pajak kendaraan roda empat.

    Biasanya mereka yang memiliki kendaraan roda empat berjenis pribadi adalah orang-orang kaya yang kehidupannya berkelas. Tidak salah menarik pajak dari mereka sekaligus untuk mengajarinya untuk peduli kepada orang lain dan lingkungan sekitar.

  3. Berhak atas pajak perkapalan.

    Kapal biasanya menggunakan tenaga diesel yang jelas-jelas menghasilkan emisi karbong. Tidak ada salahnya untuk menarik pajak kepada kendaraan jenis ini sebab emisinya lumayan besar juga.

  4. Berhak atas pajak pesawat terbang.

    Pesawat dapat terbang karena menggunakan minyak avtur yang berdampak bagi lingkungan karena menghasilkan emisi. Terlebih karena kendaraan jenis ini biasanya digunakan oleh orang-orang berdompet tebal.

  5. Berhak atas pajak insenerasi dan pembakaran sampah.

    Proses pembakaran sampah yang dilakukan oleh pihak industri (swasta) maupun oleh pemerintah wajib dikenakan pajak emisi karbon. Sebab polutan yang dihasilkan dalam proses ini sangatlah besar. Ini sama saja dengan memindahkan sampah tersebut ke udara.

  6. Berhak atas pajak generator listrik.

    Untuk generator listrik berbahan diesel dan solar wajib membayar pajak karbon yang akan dialihkan kepada para Petani.

  7. Berhak atas pajak mesin industri perusahaan.

    Mesin berteknologi canggih yang digunakan oleh industri terkenal sangatlah tinggi polutan yang dihasilkannya. Belum lagi jenis pencemaran air dan tanah yang mereka buang ke lingkungan. Oleh karena itu, pembayaran pajak mereka wajib dilakukan untuk membantu Petani berkembang dalam suatu daerah.

  8. Berhak atas pajak dari event balap (mesin) yang dilaksanakan di suatu daerah.

    Setiap pelaksanaan acara-acara yang membutuhkan penggunaan mesin maka para Petani berhak atas pajak yang ditarik pemerintah dari sana. Ini sebaiknya dilakukan atas dasar niat yang sukarela (tulus) tanpa pandang bulu.

  9. Berhak atas pajak terminal bus kota.

    Terminal bus adalah salah satu responden kami yang merupakan salah satu pusat kendaraan bermotor dalam suatu wialyah. Disana juga sangat banyak termuat polusi udara yang mencekik manusia itu sendiri. Oleh karena itu, setiap perpajakan yang ditarik dari terminal di suatu wilayah erat kaitannya dengan kesejahteraan petani itu sendiri.

  10. Berhak ataas pajak pelabuhan laut.

    Pelabuhan adalah pusat dari perkumpulan segala kebaikan yang diarahkan oleh makhluk hidup besar di lautan yang luas. Setidak-tidaknya setiap wilayah dekat pantai akan memiliki satu pelabuhan sebagai jalur transportasi ke dalam dan ke luar wilayah tersebut.

  11. Berhak atas pajak bandar udara.

    Bandara dari setiap pesawat terbang selalu menyisakan emisi untuk selamanya. Oleh karena itu pajak yang di peroleh dari sana sebagian besar akan dibagikan dan sebagiannya lagi akan diproses untuk menjadi benih pada saat musim tanam tiba.

Bila ada hak, lalu kemanakah kewajibannya? Para Petani telah lama melaksanakan kewajibannya yakni dengan menanam beberapa jenis tumbuhan kecil, besar dan sedang. Pak Tani hanya menanam tetapi tanamannya bermanfaat luas hingga menyerap polutan dari udara sekitar. Setiap pohon dan tanaman hijau lainnya yang tumbuh dengan subur akan mendapat jatah (benefit) yang sama per keluarga.

Pada dasarnya, setiap penggunaan mesin berteknologi canggih selalu menyisakan emisi bagi lingkungan sekitar. Untuk membatasi penggunaannya yang berlebihan maka perlu dilakukan sistem perpajakan yang baik agar sekalipun mereka menghasilkan emisi karbon yang banyak tetap bisa memberi solusi yang pantas dan terus-menerus untuk membersihkan masalah tersebut. Pemberian pajak yang diarahkan kepada para Petani adalah salah satu cara untuk menyeimbangkan pendapatan antara kaum industri dan pertanian sekaligus menunjukkan tanggung jawab mereka terhadap sampah yang dihasilkan. Ini adalah salah satu cara untuk mencapai paham kesetaraan antar profesi.

Salam hijaukan Indonesia!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.