Gejolak Sosial

8 Ciri Khas Bahagia : Seperti Apa Rasanya Kebahagiaan Itu? Bagaimana Itu Bisa Menenangkan, Mendamaikan dan Menenteramkan Hati?

Ciri Khas Bahagia Seperti Apa Rasanya Kebahagiaan Itu Bagaimana Itu Bisa Menenangkan, Mendamaikan dan Menenteramkan Hati

Kami selalu berbicara tentang bagaimana cara untuk menjadi orang yang bahagia hari lepas hari. Lalu dengan seketika kami memberikan beberapa tips yang panjangnya minta ampun. 😀 Apakah anda mengerti bagaimana rasanya bahagia itu? Kami seolah memberikan beberapa langkah tetapi tidak tahu bagaimana perasaan anda ketika melakukannya di jalanan, kebun, rumah, kantor, sekolah dan tempat-tempat lainnya. Mungkin anda bisa mengungkapkannya lewat kotak komentar yang tersedia di bagian bawah tulisan ini.

Transformasi sumber kebahagiaan semu dan sejati

Seperti yang telah kami bicarakan sebelumnya bahwa kebahagiaan itu berasal dari dua arah, ada yang dari luar dan ada yang dari dalam. Apa yang berasal dari luar terdiri dari sikap orang lain kepada diri ini, situasi lingkungan (lingkungan alam, hewan, pesta) dan kenikmatan duniawi (saat membeli sesuatu). Sedangkan apa yang berasal dari dalam adalah hubungan dengan Tuhan, sikap kita kepada sesama (mulai dari pikiran, perkataan dan perbuatan) dan kesempatan saat menyendiri-santai disegala waktu.

Apa yang berasal dari luar jelas tidak berada dalam kendali kita. Paling juga yang dapat dikendalikan adalah kenikmatan duniawi. Ini dikendalikan dengan uang yang dimiliki. Masalahnya sekarang sejauh mana uang memuaskan anda? Jika terus-menerus membeli sesuatu, apa tidak habis tuh? Memang baik untuk menikmati hidup tetapi sebaiknya dibatas-batasi sebab sikap konsumtif akan membawa anda pada ketergantungan, candu, sakit-sakitan bahkan kematian. Sikap konsumtif satu orang mungkin bisa ditanggung oleh bumi ini tetapi saat semua orang (masyarakat) konsumtif niscaya berdampak juga bagi lingkungan yakni, menyebabkan pencemaran hingga bencana alam.

Satu-satunya kebahagiaan yang lebih bersifat konsisten dan terkendali adalah yang berasal dari dalam diri sendiri. Ini disebut juga sebagai kebahagiaan sejati yang sifatnya kita ciptakan sendiri. Ini bisa diraih dengan cara mengelola pikiran, perkataan dan perilaku sehari-hari sehingga selalu dalam jalur kebenaran (mengasihi Allah dan sesama). Hubungan yang baik dengan Sang Pencipta adalah awal yang membuka hubungan lainnya, yakni kepada sesama maupun kepada lingkungan sekitar. Biasanya hubungan yang baik dengan Allah akan menuntun pikiran, perkataan dan perbuatan kita pada kebaikan & kebenaran itu sendiri. Simak, Tips menemukan kebahagiaan sesungguhnya.

Adalah mustahil kita bisa selalu berbahagia tanpa memiliki Tuhan. Sebab hubungan yang baik dengan Tuhan seperti energi untuk menjalin hubungan lainnya baik bagi sesama maupun lingkungan sekitar. Tuhan akan mengajarkan kita untuk selalu tegar dan tetap mempertahankan kebaikan itu dikala hubungan dengan sesama mengalama carut-marut. Dia jugalah yang mengajarkan kita untuk tetap konsisten berbuat baik sebab dimana ada kebaikan disitu ada kebahagiaan. Selain itu, Tuhan jugalah yang mengajarkan diri ini untuk senantiasa berendah hati tatkala kehidupan berpihak & menguntungkan secara pribadi. Pelajari lagi, Kekuatan segitiga emas kekristenan.

(1) Hubungan baik dengan Tuhan seperti energi kebahagiaan yang terus-menerus mengalir dari dalam hati lalu terpancar ke luar. Anda bisa menikmatinya saat pikiran selalu tertuju kepada Allah dalam doa, firman dan nyanyian pujian (hati yang selalu bernyanyi). Rasa bahagia lainnya yang dapat kita peroleh lewat (2) sikap sehari-hari adalah saat berbuat baik kepada sesama. Sekalipun ini sifatnya tidak selalu kita rasakan sebab terjadi secara berkala, misalnya saat baru bertemu dengan orang lain (beramah tamah, berkomunikasi dan lainnya). Saat-saat (3) sendiri sambil bersantai juga tidak selalu  dirasakan sebab ada kalanya dimana kita perlu bersosial & berbaur dengan orang lain. Jadi satu-satunya rasa bahagia yang selalu bisa dirasakan adalah saat fokus pikiran sambil bernyanyi memuliakan Tuhan dalam berbagai waktu yang mungkin (kecuali sat bekerja dan belajar dengan konsentrasi tinggi).

Bagaimana rasanya berbahagia? Ciri-ciri kebahagiaan sejati

Pada dasarnya bahagia itu identik dengan rasa senang. Pernahkah anda merasa beruntung saat memenangkan sebuah lotre? Memenangkan sebuah undian? Pernahkan anda menerima hadiah yang begitu diinginkan selama ini? Masihkah ingat saat pertama sekali merasakan “falling in love”? Atau saat pertama sekali hasil karya anda dihargai orang? Semua situasi ini terjadi hanyalah sekali-sekali saja dalam seumur hidup di dunia yang fana. Tetapi jika anda berlatih seperti seorang yang baru pertama sekali bersepeda, seperti seorang yang pertama sekali belajar bernyanyi untuk mengaktifkannya secara terus-menerus maka rasa itu bisa anda pertahankan saat pikiran selalu fokus kepada Tuhan.

Sebelum lebih jauh lagi, membahas tentang rasa entah berantah dari kebahagiaan itu sendiri, sebaiknya kita menyamakan persepsi terlebih dahulu. Sebab bisa saja keadaan ini berlain-lainan dirasakan oleh masing-masing orang. Bahkan bisa saja saat melakukan kejahatanpun ia tetap merasa bahagia padahal itu hanyalah halusinasi kesombongan semata. Berikut akan kami tampilkan beberapa ciri-ciri yang kami maksudkan dari awal tulisan ini.

  1. Bahagia itu rasanya seperti saat tertawa lepas.

    Ini termasuk dalam kesenangan yang tidak terkendali dan lepas begitu saja. Saat tawa yang keluar dari dalam diri anda benar-benar tulus dan itu merupakan praktek yang ekspresif murni karena situasi yang sedang campur aduk. Hanya saja rasa senang seperti ini tidak dapat terus-menerus kita ekspresikan sebab bisa-bisa disangka orang menggila karena tertawa terus-menerus. Kami waktu masih muda sering merasakan hal ini, jika anda adalah muda-mudi yang juga mengalaminya, itu normal!

  2. Sejatinya itu seperti orang tertawa tetapi bisa dikendalikan sehingga yang keluar adalah senyuman saja.

    Pernahkan anda tersenyum dengan tulus? Mungkin karena orang memberikan anda sesuatu yang selama ini diharapkan. Bisa juga karena seseorang yang memberi anda hadiah/ surpraise secara tiba-tiba. Ekspresi semacam ini yang kami alami saat pemikiran sudah dewasa dan semua kesenangan di jawab dengan senyuman yang pas-pasan.

    Banyak orang juga meyakini bahwa ini adalah sebuah rasa senang yang muncul dari dalam hati karena sesuatu dan lain hal tetapi bisa dikendalikan sepenuhnya sehingga meluap dalam bentuk senyuman yang manis. Keadaan ini berlangsung karena kita mampu melakukan sesuatu yang membuat orang lain berbahagia. Saat anda membahagiakan seseorang maka sudah otomatis diri inipun mengalami hal yang sama. Seperti kata orang “senang bisa berkenalan dengan anda….” juga “Senang bisa berbuat baik kepada orang lain….

  3. Ketika anda mampu berkonsentrasi dan fokus terhadap sesuatu sedang otak anda berdenyut.

    Seperti yang kami ungkapkan dalam tulisan sebelumnya bahwa kebahagiaan sejati sangat membutuhkan konsentrasi. Adalah mustahil rasa ini bisa diekspresikan kecuali pikiran tetap fokus pada satu hal yang positif di segala waktu. Terkecuali untuk rasa yang berasal dari luar diri sendiri (berasal dari orang lain dan kenikmatan duniawi). Semakin baik kemampuan anda untuk berkonsentrasi maka semakin mudah pula untuk berbahagia.

    Ini adalah konsentrasi tingkat tinggi. Jikalau anda sudah mencapai tahap ini berarti sudah mampu berkonsentrasi di tengah situasi yang rumit sekalipun. Anda akan merasakan semacam denyutan di sekitar kepala tepatnya dalam telinga seolah-olah otak sedang berdenyut saat itu juga. Denyutan yang terjadi 3 sampai 4 kali saja. Jika kemampuan fokus anda sudah mumpuni dan teruji niscaya denyutan semacam ini lebih sering terjadi.

    Ini berbeda dengan penyakit kolesterol dan darah tinggi dimana kepala juga berdenyut saat anda terserang olehnya. Denyutan penyakit semacam ini biasanya terjadi terus-menerus bahkan tidak terkendali dan membuat anda pusing/ sakit kepala.

  4. Ketika anda sedang bersyukur, merasa cukup dan puas.

    Setiap orang yang meyakini bahwa Tuhan itu ada, pasti pernah bersyukur bahkan selalu mengucapkan rasa syukurnya atas perbuatan Tuhan di sepanjang hidup yang dilalui. Saat kita bersyukur kepada Tuhan maka ini adalah pertanda bahwa semua yang terjadi dalam hidup ini, kita setujui. Apapun yang hendak diperbuat Tuhan, terjadilah yang demikian, yang penting telah melakukan usaha terbaik. Sedang hasilnya pasrahkan kepada kehendak-Nya.

    Bersyukur juga dikatakan sebagai bentuk dari usaha berpuas diri karena apa yang kita miliki saat ini sudah lebih dari cukup untuk membahagiakan hati dan mensejahterakan kehidupan. Saat anda bersyukur kepada Tuhan, resapi aktivitas ini lalu katakan hal tersebut dalam lubuh hati yang paling dalam. Alhasil rasa bahagia akan memenuhi hati anda bahkan sampai meluap lewat sikap hidup yang selalu bersemangat hari lepas hari.

  5. Saat pikiran selalu berkata-kata dengan Sang Khalik dimana semuanya itu meresap ke dalam ulu hati.

    Rasa senang semacam ini murni disebabkan oleh karena kata-kata hati sendiri. Saat anda berkomunikasi dengan Tuhan baik dalam doa, firman dan nyanyian pujian maka saat itu jugalah rasa senang dari dalam hati akan keluar sambil diungkapkan lewat senyuman kecil di bibir. Ketika anda mampu meresapi semua kata-kata yang diucapkan sendiri dalam pikiran ini, saat itulah bahagiamu keluar bahkan bisa sampai membuatmu tersenyum juga.

  6. Pikiran/ perkataan yang meresap ke dalam daging dan tulang membuat anda merinding.

    Ini hanya akan mampu dirasakan saat ada sesuatu yang menyentuh hati anda. Seolah ada kata-kata (yang di dengarkan atau yang diucapkan oleh hati sendiri) yang sangat dekat dengan Roh-mu sehingga rasanya meresap ke daging dan tulang sendiri sampai membuat anda merinding. Rasa ini juga bisa kita alami saat belas kasihan kepada orang lain bersua di dalam hati. Lebih daripada itu, ini adalah pekerjaan Roh Kudus.

  7. Kemampuan mengkopy-pastekan rasa senang dan damai di dalam hati.

    Seperti yang kami sampaikan sebelumnya bahwa kebahagiaan itu bisa anda ciptakan sendiri. Ini adalah proses belajar dimana anda telah merasakannya sebelumnya (sudah pernah merasakan 6 poin sebelumnya). Jadi yang perlu anda lakukan adalah mengaktifkannya kembali di segala waktu yang dilalui. Jelas, ini butuh pengalaman dan latihan berkonsentrasi yang jauh lebih baik. Kami sendiri baru mampu melakukannya akhir-akhir ini, saat umur hampir 27 tahun di bumi. Anda mungkin bisa lebih cepat atau lebih lambat mempelajarinya. Apapun itu bersukacitalah.

    Tidak mudah untuk mengkopi-pastekan rasa senang & damai yang sudah ada. Ini sama saja dengan mengaktifkannya sendiri dari sumbernya (pikiran manusia) berdasarkan memori (ingatan) yang kita miliki. Itulah mengapa kami selalu menyarankan anda untuk bernyanyi di segala waktu. Sebab aktivitas ini membuat otak cerdas dan mampu menghafal pola-pola saat berbahagia yang dialami hari demi hari.

    Nyanyian kepada Tuhan di dalam hati (maupun menggunakan mulut) membantu kita menciptakan kebahagiaan itu. Setiap kata dan nada yang mampu diresapi di dalam hati akan menimbulkan sensasi rasa senang & damai yang sangat terkendali bahkan meluap dalam bentuk senyuman.

    Kemanapun kita pergi dan melangkah, saat hati ini selalu bernyanyi dimana setiap perkataan dan nada yang diucapkan meresap di dalam jiwa niscaya rasa bahagia tetap ada di dalam dirimu sekalipun situasi di luar diri ini sedang bergejolak bahkan sekalipun hal itu menekanmu.

  8. Seperti saat masturbasi (singel) dan saat berhubungan dengan pasangan.

    Dua aktivitas ini adalah sesuatu yang lumrah untuk dilakukan asal saja kita bisa menjaga pikiran tetap fokus kepada Tuhan. Bagi yang masih jomblo, jangan galau karena tidak bisa melakukan seks sebab masturbasi adalah gayanya para singel. Harap diingat bahwa tidak ada perbedaan mendalam antara kedua aktivitas ini. Asalkan saja anda mampu melakukannya dengan sabar, tidak terlalu sering, menahan klimaks, mengganti posisi, kadang berpuasa dan tetap fokus kepada Tuhan niscaya nikmatnya selalu kentara.

    Bila anda mencapai klimaks saat proses tersebut berakhir nikmatilah itu sembari bersyukur kepada Tuhan dan rasakan sensasi kebahagiaan yang dihasilkannya. Hafallah suasana hati yang ditimbulkannya sembari bersyukur kepada Tuhan dan tersenyum mungil.

    Bantulah dirimu sendiri untuk menciptakan sensasi  rasa puas dan bahagia yang sama di segala waktu dengan senantiasa memikirkan hal-hal positif  seperti bernyanyi memuliakan Allah di  segala waktu (bisa juga dengan berdoa dan membaca-mendengar firman). Pula dengan belajar dan bekerja sembari melakukan kebaikan kepada sesama.

    Lakukanlah aktivitas positif (fokus Tuhan, belajar, bekerja) sembari mengucap syukur dan memuji-muji Tuhan lalu mengkopi-paste suasana hati seperti saat mencapai klimaks saat orgasme (aktivitas seksual/ masturbasi). Yang perlu anda ingat-ingat polanya adalah “suasana hati yang bahagia” bukan lekak-lekuk tubuh dan bukan pula aktivitas fisik yang dilakukan.

Puncak kebahagiaan, ketenangan, kedamaian dan ketenteraman hati terletak pada kemampuan anda menjaga fokus dari dunia luar yang mengganggu (bahkan mungkin mengacau) lalu berkonsentrasi untuk selalu terhubungan dengan Sang Pencipta dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

Semuanya ada tujuh hal yang menunjukkan seperti apa rasanya kebahagiaan itu. Semua ini barulah dapat terwujud saat anda memiliki kebenaran di dalam hati (mengasihi Allah & sesama), selalu siap diuji dan tetap rendah hati. Tanpa segitiga kehidupan tersebut mustahil rasa itu akan selalu ada di dalam hati. Tetapi bila anda berkomitmen untuk menekuni, bersabar dan bekerja keras melakukannya (segitiga kehidupan) niscaya lama kelamaan ke tujuh pelajaran ini mampu dikuasai. Salah satu jalur yang melatih otak sekaligus mempertemukan kita dengan kebahagiaan sejati yang asalnya dari dalam adalah saat hati selalu bersyukur dan bernyanyi memuliakan Tuhan hingga rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai memenuhi hati bahkan sampai meluap melalui senyuman manis di bibir masing-masing.

Salam belajar fokus & latih konsentrasi!

7 replies »

  1. Bahagia…bahagia….itu…tujuhan.hidup…tatkala…tidak.ada…kata.sedih.dan.duka….tp.dunia..ini.dipenuhi..dgn.problema…hidup…yg.pasti.klu.mau.bahagia…harus.byk.bersyukur….dan.sabar.dan.iklas……amiiiiin.aku.pejamkan.mata.sejenak.Tuhanku…bersamaku…….amiiiiiin

    Suka

    • Anda mengatakan kebenaran, inti bahagia adalah bersyukur….
      Hanya apa yang kami tulis justru beresiko membiaskan bagian inti tersebut, berharap setiap pembaca mampu mengambil intinya dan membuang embel-embel yang tidak penting.
      Salam jumpa kembali…..

      Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.