Gejolak Sosial

11 Cara Mempertahankan Kebahagiaan – Tetap Bahagia Dalam Semua Situasi Bahkan Dalam Tekanan Sekalipun


Cara Mempertahankan Kebahagiaan - Tetap Bahagia Dalam Semua Situasi Bahkan Dalam Tekanan Sekalipun

Fix : BAHAGIA ITU TIDAK BISA DIBELI. Mengapa? Karena kebahagiaan di dalam diri manusia adalah murni diciptakan sendiri. Ini seperti teknik melakukan sesuatu. Misalnya saat masih anak-anak kelas satu SD, kita belajar berhitung. Seiring waktu berlalu maka lama kelamaan kemampuan kita semakin baik bahkan angka-angka besar bisa dihitung. Lagi yang lain, saat pertama kali belajar mengendarai sepeda: pertama-tama sering terjatuh tetapi lama kelamaan jadi terbiasa bahkan bisa menjadi seorang pembalap yang ahli dalam bidangnya masing-masing (balap sepeda atau  sepeda menari).

Sumber-sumber kebahagiaan

Sumber-sumber kebahagiaan semu dan sejati

Dalam teori yang kami utarakan sebelumnya bahwa untuk menjadi pribadi yang bahagia, kita harus memiliki sumbernya. Sedang sumber-sumber kebahagiaan ada dua garis besar, yaitu yang diperoleh dari luar dan yang diperoleh dari diri sendiri. Kedua hal ini terjadi secara bergantian di dalam setiap hari yang kita lalui. Pada dasarnya, apa yang berasal dari luar lebih sering dibeli sedangkan apa yang berasal dari dalam (ekspresi sendiri) adalah gratis. Tetapi hal-hal yang ada di luar diri ini biasanya sesaat dan terbatas sedangkan yang berasal dari dalam selalu ada kapanpun anda menginginkannya.

Yang jelas, apa yang berasal dari luar tidak dapat kita kendalikan (sikap orang lain kepada kita, situasi lingkungan sekitar dan kemampuan untuk membeli sesuatu). Biasanya apa yang ada di luar diri sendiri sifatnya tak terduga. Kita berharap baik tetapi jadinya buruk, berharap indah namun jadinya jelek, harap-harap cemas lama-lama jadi galau-galau sendiri. Oleh karena itu, jangan terlalu berharap melainkan biarkan hal yang tak terduga itu datang dengan sendirinya dengan demikian andapun diuji lewat semuanya itu.

Bahagia itu bergantung dari konsentrasi berpikir

Apapun itu tentang kebahagiaan selalu kembali kepada tingkat konsentrasi berpikir masing-masing manusia. Pernahkah anda merasa terganggu, terusik bahkan terkejut oleh sikap orang lain? Kemampuan berfokus di latih dalam situasi semacam ini. Mereka yang tidak pernah menyerah untuk tetap fokus pada pekerjaannya atau pada hal-hal positif lainnya adalah orang yang mau belajar melatih potensi diri. Ini bukan berarti perasaan tidak terguncang, hati tidak tertekan dan pikiran tidak merana. Melainkan semua rasa sakit itu bisa ditahankan sedemikian rupa sehingga dihadapi dengan tabah.

Perasaan bahagia dapat di kopi-paste

Pernahkan anda merasa senang setelah makan? Merasa senang saat dikasih surprize/ kejutan? Perasaan bahagia saat ada sesuatu yang lucu? Hati senang saat bisa berbagi dengan sesama? Perasaan senang saat bernyanyi lagu favorit? Kebahagiaan itu seperti rasa senang yang penuh damai di dalam hati lalu meluap secara terkendali lewat senyuman di bibir. Ini adalah refleks yang terjadi secara otomatis di waktu-waktu tertentu saja tetapi dengan latihan andapun bisa selalu merasakannya.

Ini seperti seseorang yang baru belajar menyanyi. Diawal-awal suanya fals banget tetapi lama kelamaan mulai membaik. Ketika ia terus berlatih maka akan mencapai diferensiasi puncak dimana suaranya memiliki ciri khas dari yang lainnya. Oleh karena itu, bahagiamu bisa dilatih, bila selalu melakukannya dengan tekun, anda akan mampu berbahagia di segala waktu bahkan mampu mempertahankannya sekalipun di tengah situasi sulit penuh tekanan. Satu-satunya jalur tantangan untuk melakukan hal ini adalah dengan rela hati membuka diri untuk diuji oleh situasi dan sesama manusia.

Syarat utama adalah kebebasan dari hawa nafsu, kebinatangan dan kejahatan lainnya

Pada titik balik kebahagiaan tertinggi, anda benar-benar bebas dari hawa nafsu sesat (misal seks bebas), rasa bersalah, membenci, musuh, kemunafikan, tipu muslihat, kesombongan, iri hati dan berbagai-bagai sifat buruk lainnya. Bukan berarti sifat ini tidak ada di dalam dirimu melainkan sekalipun ia terkadang hendak meluap tetapi anda punya teknik sendiri untuk kembali menekannya sehingga tidak sampai muncul ke permukaan dalam bentuk perkataan dan perilaku yang buruk.

Sebelum anda mampu mengendalikan sifat-sifat buruk ini, kebahagiaan yang ada di dalam dirimu akan mudah goyah dan buyar (kacau). Suspensinya akan mudah kacau oleh sedikit saja goncangan kehidupan. Godaan yang sedikit saja sudah lemah dan terjerumus pada hal-hal yang salah. Cobaan satu saja sudah membuat hati patah semangat dan menyerah. Terlebih ujian kehidupan yang terjadi berulang-ulang akan membuat stres bahkan mendorongmu menjadi depresi.

Cara mempertahankan kebahagiaan di segala kondisi.

Hidup ini serba tidak pasti tetapi bukan berarti anda bisa gelisah, kuatir bahkan ketakutan saat menjalaninya. Maksud kami disini adalah agar anda tidak begitu bergantung kepada dunia dengan segala gemerlapan yang ada di dalamnya. Rasa bahagia yang diberikan oleh bumi ini dengan semua yang ada didalamnya sifatnya sesaat, terbatas dan sementara saja. Tetapi Tuhan akan menuntun anda untuk menemukan kebahagiaan sejati di dalam diri sendiri. Sehingga rasa inilah yang tetap ada di dalam hati masing-masing orang bahkan terpancar keluar dalam bentuk sikap (perkataan dan perilaku) yang santun dan baik kepada semua orang.

Ada beberapa pengganggu yang membuat anda tidak mampu mempertahankan rasa bahagia di dalam hati diantaranya adalah hawa nafsu sesat-berlebihan, sifat kebinatangan (amarah, kebencian, dendam, kekerasan) dan kejahatan lainnya. Etos kerja yang kurang maksimal juga bisa berakibat mengganggu kebahagiaan anda. Keempat hal ini perlu anda kendalikan sepenuhnya sehingga tidak sampai mengotori suasana hati. Berikut beberapa cara yang kami ajukan untuk mempertahankan rasa yang dimaksud.

  1. Fokus Tuhan.

    Saat pikiran kita tetap fokus kepada Tuhan, jadi terlena oleh aktivitas ini. Bila anda sudah terbiasa melakukannya alhasil akan menjauhkanmu dari segala sesuatu yang tidak baik. Bukan berarti anda tidak pernah mengalami keburukan tetapi bisa bertahan dan tetap kuat menanggung semuanya itu.

    Fokus Tuhan juga salah satu cara untuk mengoreksi diri. Biasanya saat ada sesuatu yang salah, kita langsung tidak mampu memusatkan pikiran kepada Sang Pencipta. Seolah-olah ada sesuatu yang menghalangi hubungan kita dengan-Nya. Ini adalah indikator sekaligus kesempatan untuk mengoreksi diri, sejenak lihat ke belakang lalu temukan apa kesalahanmu di masa lalu, minta maaflah dan perbaiki itu. Berhati-hatilah saat mengoreksi diri pastikan tidak fokus kepada kesalahan orang lain melainkan kesalahan sendiri.

    Sadarilah dimana ada Tuhan, disitu ada kebenaran dan dimana ada kebenaran maka disitu ada kebahagiaan. Tanpa kebenaran, sekalipun anda fokus Tuhan – hasilnya sia-sia belaka.

  2. Berbaik hati kepada sesama.

    Selagi ada kesempatan untuk berbuat baik kepada orang lain, jangan sia-siakan itu teman. Berbuat baiklah mulai dari hal-hal kecil. Seperti ramah tamah (senyum, salam, sapa, terimakasih, tolong, maaf, menjadi pendengar yang baik), setia, jujur, konsisten, peduli dan lain sebagainya. Lakukanlah itu dengan penuh sukacita dimana suasana hati tetap berbahagia. Energi kebahagiaan anda asalnya dari Tuhan saja, yakni saat hati ini selalu bernyanyi memuliakan nama-Nya.

  3. Siap diuji memiliki persepsi yang baik tentang masalah.

    Ujian sosial itu bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, sifatnya sangat tidak terduga bahkan terkadang dibalik kebaikan orang lain ada godaan yang sangat menguji iman. Oleh karena itu, selalu berhati-hati di segala kesempatan yang ada dan tetap tenang dalam bertindak.

    Saat masalah datang, anggap sebagai tantangan yang diberikan Tuhan dan tetap fokus Tuhan.

    Ketika persoalan datang, anggap sebagai peluang untuk mengendalikan diri dan fokus pada aktivitas positif yang sedang dilakukan.

    Sewaktu pergumulan hidup menimpamu bersahabatlah dengan orang-orang yang melakukannya sebab menambah musuh hanya membuat pikiran semakin sesak.

    Setiap terjadi masalah, hindari sikap bersungut-sungut, menyalahkan orang lain apalagi menyalahkan Yang Diatas : ingatlah bahwa anda bukanlah hakim bagi orang lain! Tetapi salahkanlah diri sendiri lalu segera mengoreksi diri, minta maaf dan tetap bersyukur!

  4. Tetap rendah hati.

    Kerendahan hati adalah sikap yang hati-hati. Sebab orang yang sombong berada di atas sehingga mudah di jatuhkan sedangkan orang yang merendah tetap berada di bawah sehingga tidak mungkin jatuh.

    Jangan pernah memiliki prinsip hidup yang menganggap bahwa semua yang anda lakukan adalah berasal dari kekuatan dan kepintaran sendiri melainkan anggaplah semuanya itu berasal dari Tuhan saja, sedang anda hanyalah hamba yang tidak berguna.

    Upayakan untuk menganggap semua orang adalah Yesus-Yesus kecil sehingga segala sesuatu yang anda lakukan kepada mereka adalah ditujukan kepada Tuhan. Anda tidak berbuat baik kepada manusia tetapi berbuat baik kepada Allah.

  5. Mengenali rasa bahagia.

    Pernahkah anda bahagia? Atau pernahkah anda senang? Lebih tepatnya, pernahkah anda bersukacita? Rasa senang yang damai semacam inilah yang kami maksud dengan kebahagiaan.

    Itu seperti saat anda sedang mengkonsumsi suatu makanan sampai kenyang. Seperti sedang menerima hadiah/ surprize dari seseorang. Saat anda menerima apa yang selama ini diharapkan. Sewaktu anda diperlakukan baik oleh orang lain. Bahkan rasa itu juga seperti saat anda bisa membantu seseorang mengatasi masalahnya dan saat bersedekah (memberi) sesuatu kepada sesama. Ingat-ingatlah perasaan ini teman, itu seperti rasa senang yang tenang & damai lalu meluap lewat senyuman di bibir anda.

  6. Mengkopi-pastekan kebahagiaan.

    Anda butuh jalur yang baik untuk menciptakan moment bahagia sendiri. Salah satu jalur terbaik adalah saat pikiran fokus kepada Tuhan di segala waktu yang dilalui. Dimana favorit kami adalah saat memusatkan pikiran kepada Tuhan sambil bernyanyi memuji dan memuliakan nama-Nya. Saat otak anda menyanyikan lagu-lagu duniawi ubahlah itu menjadi lagu rohani sendiri. Ini adalah kreativitas yang dapat mencerdaskan otak anda menjadi lebih cerdas dari hari ke hari.
    Kebahagiaan Sejati & Fokus Pikiran PositifAndapun bisa menggunakan jalur positif lainnya (seperti bagan di atas) untuk mengkopi-pastekan rasa bahagia itu. Sehingga ada rasa bahagia di dalam hati di segala waktu yang anda lalui. Ingat itu seperti rasa senang yang tenang dan mendamaikan hati bahkan sesekali membuat anda tersenyum.

  7. Mampu menekan hawa nafsu.

    Bukan berarti kita menjadi manusia yang tidak memiliki nafsu. Hawa nafsu itu selalu ada tetapi yang menjadi masalahnya adalah ketika keberadaannya tidak bisa dikendalikan pada hal-hal yang positif. Jika keinginan anda mulai mengarah kepada sesuatu yang negatif maka saat itu jugalah kebahagiaanmu mulai memudar.

    Iri hati adalah nafsu yang ada dalam diri setiap manusia. Sebelum anda melemahkan bahkan menginjak diri sendiri maka nafsu semacam ini akan lebih sering muncul dalam diri (dalam hati). Biasanya kami sendiri menyikapi iri hati dengan cara memberi ucapan selamat/ pujian kepada siapa kita iri. Bahkan kami sering mengatakan dalam hati : “kami hanyalah debu-tanah, manusia tidak berharga, biarkan dia semakin tinggi ya Tuhan & semoga mampu menjadi berkat bagi orang lain.”

    Kesombongan adalah masalah hati yang lumrah. Sebelum anda menekan bahkan menginjak diri sendiri maka sifat tinggi hati ini akan selalu muncul tanpa terduga di dalam pikiran. Kami sering mengatakan di dalam hati : “Kami hanyalah manusia biasa yang tidak mampu melakukan sesuatu yang baik, hinakan kami di bawah kaki salib-Mu ya Tuhan.”

    Salah satu hawa nafsu yang tidak terkendali adalah kekuatiran. Keadaan ini membuat seseorang takut-takut dalam menjalani hidup. Mereka biasanya kuatir akan masa depan, kuatir keinginannya tidak akan terwujud di masa depan. Khawatir, jangan-jangan teman melakukan perbuatan aneh yang melemahkan dirinya. Semua rasa khawatir semacam ini harus diatasi dengan cara beriman kepada Tuhan. Bila anda memiliki dan percaya kepada Tuhan niscaya semua kekuatiran dan beban hidup dipasrahkan di bawah ke hendak-Nya. Artinya, selalu berhati-hati, mengusahakan kebenaran dan siap menerima rencana Tuhan apa adanya.

    Pada dasarnya, hawa nafsu manusia tidak terkendali dan tak terbatas. Satu-satunya yang dapat mengendalikan keinginan adalah saat pikiran anda selalu fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

  8. Sanggup menekan kebinatangan.

    Kebencian, dendam, amarah dan kekerasan adalah bagian dari ego manusia yang sangatlah tinggi. Sebelum anda merendahkan diri sendiri lalu menekan ego yang begitu kuat, kebinatangan ini akan tetap bersarang di dalam dirimu. Salah satu situasi yang beresiko membangkitkan sifat buruk ini adalah ketika “tidak bisa menerima kenyataan apa adanya.”

    Cara yang biasanya kami lakukan untuk menekan amarah adalah dengan mengatakan dalam hati : “Semua ini sudah kehendak Tuhan, kami pantas mengalaminya, kuatkan kami menghadapi semuanya ini Tuhan.”

    Bisa juga dengan: “Kami hanyalah debu-tanah, sampah yang tidak berguna, keadaan ini sudah seharusnya terjadi, kuatkan kami menghadapinya ya Tuhan.”

    Lebih daripada itu, tetap fokuslah kepada Tuhan dalam segala kesempatan yang ada sehingga hal-hal yang buruk ini tidak meradang dan berkembang di dalam hidup anda.

  9. Mampu menyingkirkan kejahatan.

    Kejahatan identik dengan cara pintas untuk mendapatkan sesuatu. Misalnya untuk memperoleh uang dilakukan dengan mencuri, untuk mendapat nilai yang tinggi dilakukan dengan membawa kopean, untuk memenangkan pertandingan melakukan kecurangan dan lain sebagainya. Pada dasarnya semua sifat jahat yang ada dalam diri manusia disebabkan oleh karena menginginkan sesuatu dengan cara-cara yang cepat/ singkat/ instan. Oleh karena itu, jangan biasakan budaya instan (maunya semua serba cepat) yang tidak mendidik berkembang di dalam diri anda.

    Lebih daripada itu, saat hati anda selalu terhubung dengan Sang Pencipta maka saat itu pula berbagai-bagai ikatan kejahatan akan dibebaskan dari dalam pikiran, perkataan dan perilaku sehari-hari.

  10. Hidup mengalir – apa adanya dan tetap santai.

    Hidup apa adanya identik dangan kemampuan menerima kenyataan secara realistis. Sadarilah bahwa apa yang sudah terjadi tidaklah mungkin bisa kita ubah. Tetapi apa yang terjadi besok mungkin dapat dipengaruhi oleh pikiran, perkataan dan perbuatan yang kita lakukan hari ini.

    Jadilah seseorang yang biasa saja dalam segala sesuatu. Suka, duka, susah, senang dan berbagai-bagai rasa lainnya ditanggapi dengan cara yang sama. Tidak perlu melakukan aksi-aksi berlebihan yang sebenarnya merupakan sebuah pemborosan, itu mubazir teman. Sikap yang selalu datar membuat orang lain tidak bisa membedakan apakah anda sedang bersedih atau sedang senang.

    Lakukanlah segala sesuatu dengan tenang dan santai. Hindari sikap terburu-buru sebab terjatuh dikala santai dampaknya minimal tetapi terjatuh disaat tergesa-gesa akibatnya jelek hingga fatal. Oleh karena itu lakukan segala sesuatu dengan kecepatan yang menurut anda normal.

  11. Miliki etos kerja yang baik.

    Kita selalu berupaya untuk menerima kenyataan apa adanya tetapi bukan berarti tidak berjuang sama sekali. Inilah yang namanya etos kerja dimana selalu berusaha maksimal dalam setiap kesempatan yang diberikan dan tidak pernah menyerah sebelum waktunya (waktu habis/ akhir pertandingan). Sadarilah juga bahwa saat kita bekerja, hatipun berbahagia. Tanpa etos kerja yang baik maka anda cenderung tidak bisa mempertahankan kebahagiaan di dalam hati.

    • Komitmen : suatu tekad yang bulat untuk melakukan sesuatu dengan tujuan tertentu.
    • Sabar : suatu sikap yang tenang saat menunggu sesuatu dan tegar saat menghadapi masalah.
    • Displin : sikap yang selalu bertindak sesuai dengan peraturan yang berlaku.
    • Kerja keras : tidak akan pernah berhenti bekerja sebelum waktunya.
    • Bertekun : melakukan sesuatu tanpa kenal lelah dan tidak akan menyerah pada hal-hal sepele.
    • Konsisten : sikap yang membuat pekerjaan yang dilakukan menjadi rutinitas yang sudah biasa dilakukan.
    • Berbudaya : suatu sikap yang sudah terbiasa dikerjakan sehingga terjadi secara otomatis tanpa harus diperintahkan oleh orang lain. Sikap yang sudah menjadi budaya akan mendatangkan kebahagiaan ketika dilakukan.

Kebahagiaan anda akan terganggu saat hawa nafsu sesat-tak tekendali, sifat-sifat kebinatangan masih bertahan dalam hati dan kejahatan lainnya masih mengiang di dalam pikiran sendiri. Demikian juga saat anda tidak memiliki etos kerja yang baik, hati ini cenderung mudah dikacaukan oleh situasi yang kurang bersahabat. Sukacitamu akan seperti kelap-kelip yang tidak konsisten dan fluktuatif sehingga andapun melarikan diri dengan menikmati gemerlapan duniawi secara berlebihan. Oleh karena itu, kendalikan hawa nafsu, tekan kebinatangan dan kejahatan sedang milikilah etos kerja yang bai niscaya semuanya itu mampu membuat rasa bahagia di dalam hati lebih tahan lama bahkan sampai akhir hayat.

Salam, pertahankan kebahagiaanmu!

Iklan

1 reply »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s