Gejolak Sosial

10 Pengalaman Diuji Hewan Saat Meraih Kebahagiaan Sejati – Sempat Berpikir “Jangan-Jangan Binatang Ini Makhluk Jadi-Jadian?”


Pengalaman Diuji Oleh Hewan Saat Meraih Kebahagiaan Sejati - Sempat Berpikir Jangan-Jangan Binatang Ini Makhluk Jadi-Jadian

Ujian sosial sangat dibutuhkan oleh manusia. Dahulu kami berpikir bahwa mengangkat topik tentang ini sama saja dengan mendatangkan ketidakdamaian bahkan kekacauan di tengah masyarakat. Sempat hati ini menjadi ragu bahkan cemas dengan semua tulisan yang kami terbitkan tentang cobaan hidup tetapi belakangan ini kami barulah memahami dengan jelas bahwa semuanya ini akan mendatangkan kebaikan, baik bagi diri sendiri maupun bagi sesama yang hidup satu lingkungan bersama-sama dengan kita.

Pergumulan hidup selalu melatih kecerdasan dan kemampuan berkonsentrasi

Maksud dan tujuan yang paling mendasar dari ujian sosial adalah melatih kecerdasan otak, menjaga fokus dan meningkatkan konsentrasi berpikir. Jadi, sekalipun banyak orang yang tidak menyukai aktivitas yang agak menjengkelkan ini, kami sarankan anda untuk tetap setia memikul salib. Sayang, jaman sekarang jarang sekali orang yang menguji sesamanya, hanya sikap ramah-tamah kepada setiap orang yang memandang kita serius adalah kesempatan terbaik untuk menguji diri sendiri. Sebab pada saatnya nanti anda akan menemukan inti dari kecerdasan emosional yaitu “tetap bahagia sepanjang waktu yang disebut juga sebagai kebahagiaan sejati.” Ketika kemampuan mengelola pikiran telah meningkat tajam maka akan dimampukan untuk mengkopi-pastekan perasaan senang (sukacita) yang terkendali, tenang dan damai lalu meluap lewat senyuman dibibir anda masing-masing.

Bahagia yang sejati adalah energi positif untuk menemukan solusi

Bila mampu menjaga “perasaan senang yang terkendali, tenang dan damai” itu niscaya berbagai tantangan yang dihadapi hari lepas hari akan dijalani dengan sukacita tanpa meninggalkan luka di hati. Ini seperti energi positif bagi anda agar siap memikul beban hidup/ mendapat masalah/ beroleh pergumulan hidup. Salah satu jalur rel terbaik untuk memiliki energi positif ini adalah saat pikiran selalu tertuju kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Ketika hati ini selalu terkoneksi dengan Sang Pencipta maka kehidupan ini akan dipertemukan dengan berbagai-bagai bentuk inspirasi untuk menyelesaikan masalah anda sehari-hari. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu fokus Tuhan dan tidak usah bersusah hati memikirkan masalah

Hambatan terbesar untuk meraih kebahagiaan sejati adalah rasa sakit

Hambatan terbesar untuk selalu merasakan kebahagiaan sejati adalah rasa sakit. Bila anda masih sakit hati saat orang lain mengabaikanmu, masih sakit hati saat kebaikanmu dibalas dengan kebencian, masih sakit hati ketika kebaikan anda di tolak oleh orang lain dan masih sakit hati ketika anda tidak sengaja melakukan kekhilafan di depan umum. Selama sakit hati ini meradang setiap anda mengalami gejolak sosial maka selama itu pula “mustahil untuk selalu memiliki rasa sukacita yang terkendali, tenang dan damai di dalam hati.” Tetapi, tepat saat anda kehilangan rasa sakit itu maka jalan untuk menuju kebahagiaan sejati yang selalu ada semakin terang dan dekat. Semuanya itu butuh waktu teman, jadi bersabarlah…..

Cara hewan menguji manusia, sebuah pengalaman yang dialami sendiri dalam misi menemukan kebahagiaan sejati

Persiapkanlah dirimu teman dengan berbagai-bagai situasi yang mungkin akan dihadapi secara tiba-tiba. Sebab, ternyata bukan hanya manusia saja yang menguji kita melainkan hewan juga melakukannya. Jadi jangan karena mereka binatang yang menurut kita rendahan lalu memperlakukannya dengan semena-mena (sesuka hati) bahkan menyakiti sampai membunuhnya juga. Dibalik semuanya itu, hindari sikap lebay dan lakukanlah tindakan yang diperlukan saja. Berikut ini berbagai-bagai pengalaman kami saat diuji oleh binatang.

  1. Suara mereka yang bising tiba-tiba (anjing, kucing, ayam, kodok dan lainnya).

    Kita sedang berkonsentrasi melakukan sesuatu tetapi tiba-tiba saja hewan disekitar membuat diri ini terganggu. Saat fokus tidak bisa dipertahankan maka semua yang diotak menjadi buyar dan tidak tahu lagi apa yang harus dikatakan atau diperbuat. Keadaan inipun kadang kami rasakan saat sedang bersaat teduh di pagi hari, awalnya memang mengganggu (soalah kalimat doa buyar) tetapi lewat latihan yang gigih, lama kelamaan fokus berdoa menjadi lebih baik lagi. Tetapi, jika anda mampu lulus ujian yang dari makhluk-makhluk kecil nan menggemaskan alhasil level konsentrasi berpikir menjadi lebih baik.

    Di tempat kami suara katak di malam hari sangatlah bising, ini membantu untuk menyesuaikan diri pada kebisingan yang lebih besar, misalnya suara mesin dan lain sebagainya. Sehingga sekalipun kami terkejut di luar sana tetapi rasanya tidak begitu menendang sampai jantungan.

  2. Buang kotoran di halaman rumah – sembarangan (anjing).

    Biasanya anak anjing masih belum belajar banyak tentang kemana harus pup yang menggiringnya untuk membuang itu sembarangan. Ini kebiasaan yang sangat tidak menyenangkan. Kami sendiri melihatnya sebagai sebuah masalah antar manusia dan hewan tetapi ketika emosi tidak bisa dikendalikan maka ini akan melebar menjadi persoalan antara manusia dengan manusia (kita dan pemilik hewan peliharaan dimaksud). Jika anda mampu berpikiran positif, ini adalah kesempatan untuk melatih kesabaran.

  3. Buang kotoran di atas tempat tidur (kucing).

    Kucing dewasa tidak melakukan hal ini, kami bahkan memiliki beberapa yang pup di kamar mandi. Biasanya hanya anak kucing masih belum mengerti tentang dimana-kemana harus pup. Ia bisa saja melakukanya di atas ranjang anda terlebih ketika diletakkan di dalam rumah. Sebaiknya hewan yang masih belum belajar banyak di biarkan di luar rumah untuk belajar lebih banyak bagaimana seharusnya hidup bersama manusia.

    Bila terlalu emosional menanggapi hal ini, gelas di atas mejapun akan dijadikan alat untuk melempar si anak kucing tersebut. Tetapi bila anda mampu melihat bahwa ini adalah kesempatan untuk melatih kesabaran maka bagian-bagian yang kotor akan dibuang (kotorannya) terlebih dahulu setelah itu baru di cuci bersih.

  4. Buang kotoran di atas perabotan (cicak).

    Cicak sangat bermanfaat untuk membasmi berbagai-bagai jenis nyamuk, lalat dan serangga lainnya. Sayang, terkadang kita bisa melihat kotoran mereka dibeberapa sudut rumah bahkan di atas meja tepat di bawah lampu juga. Ini termasuk ujian yang cukup menantang, apakah anda benar-benar jeli melihatnya atau jangan-jangan menyentuhnya karena sikap yang terburu-buru.

  5. Buang kotoran di atas kulit/ kepala kita (burung-cicak).

    Burung buang kotoran di atas kulit pernah tetapi kalau di atas kepala tidak tahu persis. Ini juga merupakan bentuk ujian kehidupan yang cukup menantang. Terlebih ketika itu terjadi dalam suasana hati yang sedang kalut karena banyak masalah. Tetapi mereka yang tabah tidak akan marah-marah ngak jelas sama sesuatu yang tidak bisa ditegur (emang dia ngerti bahasa loe)? 😀

  6. Mencuri lauk dari atas meja.

    Ini pernah terjadi beberapa kali dalam hidup kami. Kalau kucing sudah tua biasanya lebih cerdas. Terlebih ketika mereka belum dikasih makan, pasti pada suka kocar kacir tuh bawaanya. Bahkan kami pernah pengalaman : saat sedang makan siang hanya berpaling beberapa saat untuk mengambil minum, eh rupa-rupanya ikan di atas meja sudah diembat olehnya. Kejadian ini berlangsung sangat cepat. Bagaimana anda biasanya menghadapi kenyataan seperti ini? Itu mau hajar dengan sapu sekalipun tidak akan mengerti. Oleh karenanya, biarkan saja dan jadilah orang yang lebih waspada untuk memanajemen resiko yang dimungkinkan.

  7. Masuk dapur mencuri beras sambil e’ek dilantai (ayam).

    Biasanya, jikalau pintu (bisa juga jendela) belakang rumah lupa terkunci, ada kemungkinan ayam-ayam yang sedang kelaparan masuk dan menyerbu stok beras di karung. Oleh karena itu, belajarlah lebih fokus saat bekerja agar tidak pikun terus-menerus. Lupa-ingat sesekali tidak apa-apa tetapi terus-menerus lupa itu namanya tidak belajar dari pengalaman.

  8. Melubangi papan yang baru (rayap).

    Serangga yang satu ini memang jago merusak sedikit demi sedikit. Kemampuan mereka kebanyakan tidak kita sadari tetapi dalam seminggu sampai sebulan papan di dinding rumah pada berlubang semuanya. Jikalau keadaan ini terus di biarkan maka bisa jadi papan tersebut lebih cepat busuk/ melapuk. Terkadang keadaan ini membuat kita kebingungan, “Bagaimana mengusir mereka?” Saran dari kami adalah dengan menggunakan air garam pekat di atas 3,5% (35 gram per liter).

  9. Makan sabun (tikus).

    Dahulu saat kami masih kos-kosan di daerah lain, sabun yang ditinggalkan di kamar mandi digigitin oleh tikus. Bagaimana anda menghadapi keadaan ini? Haruskan kita membuang sabun yang telah digigitnya agar tidak terjangkit dengan penyakit got? Lain waktu, ada baiknya jikalau anda menyimpan peralatan mandi di kamar. Dalam manajemen resiko, inilah pentingnya bersimbiosis mutualisme dengan kucing sebagai predator titus.

  10. Masuk rumah tanpa izin (ular).

    Ini pernah terjadi beberapa kali dalam hidup kami. Hewan memasuki rumah biasanya karena kekurangan makanan di hutan yang telah dibabat habis oleh manusia. Ketika kediaman (habitat) mereka diusik, jangan marah jika mereka masuk kediaman anda! Di sinilah juga pentingnya peran garam, anda dan keluarga perlu mengkonsumsi senyawa ini. Tambahkan dalam setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Sebaiknya ular yang masuk ke rumah di usir lagi ke luar.

  11. Dan masih banyak lagi, silahkan tambahkan atau cari sendiri.

Kami kadang melihat binatang ini seperti lagi dirasuki sesuatu sehingga tindakan mereka sangat sengaja. Kami mengalami hal-hal yang lebih dari yang tertulis di atas itu. Bisa melihat bahwa merekapun terkesan mempermain-mainkan diri ini seolah mereka mengerti sehingga sampat berpikir bahwa kucing di rumah adalah makhluk jadi-jadian. Tetapi pada akhirnya pikiran kami terbuka oleh sejarah Kitab Suci, dari sanalah kami mengerti bahwa bukan hanya manusia saja yang menguji orang-orang beriman tetapi hewan-hewan juga menguji kita.

Manusia di takdirkan bukan hanya hidup dengan manusia lainnya melainkan hidup karib juga dengan berbagai makhluk (baik hewan maupun tumbuhan) lainnya. Bila keberadaan mereka menguji kepribadian anda tetap anggaplah itu sebagai kesempatan untuk mengendalikan diri. Sebab bisa saja, Tuhan yang di atas mengutus mereka untuk melakukannya semata-mata demi kebaikan manusia. Bukankah manusia pertama itu (Adam & Hawa) di uji oleh binatang? Jadi jikalau nenek moyang kita dahulu dicobai oleh hewan maka bukanlah mustahil jikalau kita, keturunannya mengalama hal yang sama pula. Jadilah tegar dan ambil segala kesempatan untuk memperbaiki diri.

Salam, hadapi ujian dengan kepala dingin!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s