Gejolak Sosial

7 Cara Sederhana Bahagia – Simple Saja Bila Ditekuni Sunguh-Sungguh Pasti Berhasil

Cara Praktis Bahagia - Simple Saja Bila Ditekuni Sunguh-Sungguh

Bahagia tidak sama dengan uang

Jika kebahagiaan anda dihargai berdasarkan uang, sadarilah bahwa itu akan terus meningkat dari tahun ke tahun, bulan ke bulan bahkan dari hari ke hari. Sebab fokus bahagia pada uang adalah fokus indra. Sedang indra sendiri mudah dipengaruhi oleh dunia luar. Sebab hari ini trendnya satu besok trendnya berbeda lagi: begitulah sistem ekonomi berputar-putar agar terus memberikan untung dari hari ke hari. Hari ini mata anda sangat berbinar-binar saat melihat gaun terbaru di depan mata tetapi dua tiga hari ke depan telinga ini terpesona dengan pengakuan teman yang berkata, “Punya saya ada kilau-kilaunya githu lho jeng….” Anda langsung menyahut “Beli dimana….” dan seterusnya cerita makin panjang. 😀

Yakinlah bahwa bila anda menjadikan indra sebagai standar kebahagiaan di dalam hati niscaya tidak akan pernah berhenti belanja, habis bulan-habis uang bahkan utangpun sudah mulai menumpuk. Anda bebas membeli apa saja di dunia ini selama itu dari uang halal tetapi BALANJA UNTUK BAHAGIA adalah awal dari kemunduran hidup. Sebab hawa nafsu yang unlimited akan menunggangi setiap niat untuk membeli sesuatu sehingga nilai yang dianggarkan akan bertambah-tambah terus dari hari ke hari. Akhirnya, andapun bahagianya hanya sekali sebulan saja bahkan bisa jadi hanya 1-2 kali setahun (saat ulang tahun dan akhir tahun) sedang lebih dari itu dijalani dengan galau, bersusah hati, marah-marah ke anak, bertengkar dengan padangan dan lain sebagainya. Bukankah hidup yang seperti ini cukup memprihatinkan?

Bahagia itu ada di dalam diri sendiri

Sadarilah bahwa manusia ditakdirkan untuk bahagia secara mandiri. Artinya tanpa orang lainpun kita tetap berbahagia. Tetapi bukan berarti bisa terus menerus menyendiri untuk mengasingkan kehidupan dari hiruk pikuk duniawi. Justru kebiasaan menyendiri yang berkepanjangan tidak akan membuatmu cerdas apalagi bijak. Hanya saat kita bersama orang lainlah, kecerdasan dan kebijaksanaan yang otentik benar akan terbentuk dengan baik. Jadi, bila saat sendiri saja anda mampu berbahagia maka saat bersama orang lainpun hal tersebut sangatlah dimungkinkan asalkan belajar beradaptasi dan menerima kenyataan apa adanya.

Untuk menjadi bahagia tidak perlu trik khusus yang rumit. Sesungguhnya pencapaian yang benar tidak membutuhkan biaya apapun alias gratis. Cukup bekerja sesuai dengan kemampuan dan potensi yang anda miliki hari lepas hari. Selebihnya sangat tergantung dari kemahiran anda menjaga pikiran dari berbagai-bagai hal yang negatif. Selama anda bisa menjaga pikiran dari sesuatu yang buruk maka selama itu pula hatimu berada dalam jalur yang positif. Tetapi bila dunia luar (yang negatif) sempat masuk dan andapun membiarkannya untuk menguasai pikiran niscaya hal-hal baik dalam dirimu akan hilang dengan secara berangsur-angsur.

Cara sederhana agar berhasil menjadi orang yang berbahagia di segala waktu

Mengapa bahagia itu sederhana? Sebab untuk mewujudkannya tidak membutuhkan biaya khusus yang mahal tetapi apa adanya dirimu saja. Ingatlah bahwa hatilah yang membutuhkannya bukan indra. Fokus pada indra untuk berbahagia nilainya tidak murah, ini tergolong mahal dan harganya akan terus naik dari tahun ke tahun. Tetapi bila anda mampu melatih pikiran untuk selalu fokus pada hal yang positif niscaya hati akan lebih berkuasa mengendalikan kehidupan ketimbang hawa nafsu di indra. Hatimulah yang membuat ini sederhana, karena hanya membutuhkan hal-hal yang baik dan benar untuk memperoleh kebahagiaan sejati yang tidak akan pernah hilang.

Dari semua tutorial kebahagiaan yang kami tampilkan, semuanya memiliki jalan yang rumit dimana sepertinya agak sulit di pahami oleh anak SD, SMP dan SMA (anak sekolahan). Oleh karena itu, pada bagian ini kami akan menampilkan beberapa point-point penting untuk mendapatkan hati yang selalu bahagia sekalipun hidup minim pujian, penghargaan dan penghormatan dari orang lain. Berikut ini adalah semua yang kami maksud dapat diraih dengan cara yang simple dan praktis.

Cara simple dan praktis bahagia

  1. Kunci kebahagiaan adalah fokus.

    Semakin bagus kemampuan anda menjaga fokus maka semakin terjaga bahagia itu di hatimu. Kemampuan ini jelas di latih sebab merupakan salah satu tanda kecerdasan dalam otak manusia. Beberapa cara meningkatkan kecerdasan seperti fokus Tuhan (dalam doa, firman, puji-pujian), belajar, berbicara (komunikasi), bekerja dan menekuni bakat (misalnya menyanyi, menulis, melukis, menari dan lain sebagainya) juga saat menghadapi masalah (ujian sosial). Selebihnya, semua itu butuh proses, seiring waktu berlalu andapun akan menjadi cerdas dan memiliki kemampuan berkonsentrasi yang lebih baik.

    Bila anda masih muda dimana kemampuan untuk berkonsentrasi rendah: jangan galau apalagi takut! Teruslah kembangkan kemampuan dan hindari kebiasaan berdiam diri melainkan setidak-tidaknya aktifkanlah pikiran anda untuk selalu tertuju kepada Tuhan. Niscaya lama-kelamaan kemampuan fokus andapun akan meningkat. Jadi bersabarlah teman…..

  2. Dasar bahagia yang sejati adalah mengasihi Tuhan.

    Mengasih Yang Maha Kuasa memiliki segudang cara bahkan bisa dikatakan bahwa setiap aktivitas yang kita lakukan detik demi detik adalah bagian dari cinta kepada Tuhan. Sebab Allah kita adalah maha hadir yang selalu mengawasi umat kesayangan-Nya hari demi hari.

    Sadarilah bahwa tubuh kita adalah persembahan yang hidup kepada Yang Maha Kuasa. Jadi apapun aktivitas anda hari ini, sudah merupakan pujian bagi kemuliaan nama Allah. Artinya, segala kebaikan hati anda hari ini sudah merupakan bagian dari ibadah yang sejati. Oleh karena itu, beribadah kepada Tuhan tidak hanya di rumah-rumah peribadatan tetapi dalam setiap aktivitas yang anda lakukan itu adalah ibadah yang sejati.

    Lagipula kita bisa melakukan apa saja di dunia ini, tubuh ini bekerja untuk dunia, tangan ini mengerjakan hal-hal duniawi dan indrapun mencitrakan hal-hal yang sementara. Tetapi hanya satu yang selalu terhubung kepada Sang Pencipta adalah pikiran itu sendiri. Fokuskan pikiran dalam doa, firman dan nyanyian pujian dalam segala kesempatan yang mungkin.

  3. Dasar ke dua untuk bahagia adalah mengasihi sesama.

    Selain untuk mengasihi Allah, misi yang ke dua di dunia ini adalah untuk mengasihi sesama. Inilah yang dimaksud dengan saat anda mampu membahagiakan orang lain maka diri sendiripun akan menjadi bahagia. Berbagilah dengan sesama dalam segala waktu yang dilalui. Jangan sampai ada satu hari dalam hidup ini dimana kita sedang tidak berbuat baik kepada orang lain. Upayakan untuk selalu berbagi kasih mulai dari sikap yang ramah tamah (senyum, sapa, salam, terimakasih, tolong, maaf, menjadi pendengar yang baik), setia, adil, jujur, konsisten dan lain sebagainya.

    Sekalipun anda melakukan semuanya ini untuk manusia tetap pastikanlah bahwa niat anda tulus karena pandangan yang benar, yakni semuanya itu demi menyatakan kasih Allah kepada dunia yang telah lebih dahulu anda terima.

  4. Cara paling sederhana untuk bahagia adalah rendah hati.

    Orang yang rendah hati adalah mereka yang mampu menyangkal dirinya dalam segala sesuatu. Sebab ketika kita meninggikan diri lalu merasa hebat maka saat itu jugalah sudah menyamakan diri seperti tuhan. Sikap yang rendah hati ini juga merupakan sikap yang tidak hanyut dalam egonya sendiri melainkan mampu menginjak dirinya untuk menghancurkan sikap arogansi yang cenderung mementingkan diri sendiri.

    Sikap yang rendah hati sama dengan hidup yang tidak berlebih-lebihan alias hidup yang sederhana. Ini identik dengan dengan keadaan dimana anda mampu hidup apa yang ada dan apa yang mampu saja. Hidup sederhana juga sangat kita perlukan agar tidak terbentuk pola-pola yang berpotensi membuat orang lain iri kepada diri. Pada hakekatnya, HIDUP SEDERHANA ADALAH HIDUP SEPERTI ORANG LAIN HIDUP alias gaya hidup yang positif dan tidak jauh beda dari orang-orang disekitar anda.

  5. Siap diuji atas kebaikan anda.

    Cerdaslah jadi orang baik tetapi jangan juga kecerdasan anda membuat kebaikanmu terbatas. Bila kasih yang anda tebarkan diabaikan, ditolak bahkan dibalas dengan kebencian: tetaplah tabah menghadapi semuanya itu.

    Ingat-ingatlah bahwa ujian kehidupan adalah kesempatan bagi anda untuk mengendalikan diri. Ada banyak potensi jahat di dalam diri manusia dimana diantaranya adalah hawa nafsu, kebinatangan dan berbagai-bagai bentuk kejahatan lainnya. Masalah yang datang akan memancing semua bentuk keburukan itu dan mulai dari sinilah anda belajar mengendalikan diri.

    Saat kebaikan kita diabaikan timbullah rasa sakit: ini sangat bermanfaat untuk melatih kemampuan berkonsentrasi. Mampu mengabaikan rasa sakit adalah syarat utama untuk selalu berbahagia di segala waktu.

  6. Abaikan hal-hal yang tidak baik dan perhatikan sesuatu yang positif.

    Kemampuan mengabaikan murni sebagai sebuah hasil pembelajaran hidup. Sebab tidak semua hal di dunia ini pantas dicuekin. Selalu sadari bahwa dimana kaki berpijak maka disanalah ada kebaikan dan keburukan. Oleh karena itu, ada baiknya bagi anda untuk belajar mengenali apa-apa saja yang baik dan apa-apa saja yang buruk di sekitarmu.

    Selalu berusaha membalas kebaikan dengan kebaikan dengan demikian terjadilah lingkaran kasih yang saling melayani dan dilayani. Kenali apa-apa saja hal yang baik itu agar kelak saat itu menghampiri anda tidak terkejut dan abai terhadapnya.

    Sebaliknya untuk setiap keburukan yang anda hadapi: jalani dengan tenang, berlapang dada (tegar), terima apa adanya bahkan bila perlu balaslah dengan kebaikan yang sederhana. Misalnya dengan beramah tamah (senyum atau mengucapkan “Terimakasih“).

    Apapun yang anda hadapi selalu biasakan diri untuk menerima segala sesuatu apa adanya. Sebab masa lalu alias kenyataan yang sudah terjadi tidak dapat diubah tetapi masa depan mungkin bisa diubah lewat pikiran, perkataan dan perilaku yang terarah pada hal-hal yang positif.

  7. Hilangkan ketergantungan yang berlebihan akan dunia ini.

    Sikap yang ketergantungan adalah perilaku yang menginginkan “konsistensi absolut” tentang sesuatu yang ada di luar dirinya. Ketika hal-hal yang diinginkannya itu berubah maka suasana hati langsung galau, gelisah, gundah, cemas, kesal, marah-marah dan lain sebagainya. Jika ada sesuatu yang tidak bisa anda tinggalkan di dunia ini, mulailah belajar untuk meninggalkannya dari sekarang.

    Sikap yang candu itu seperti: Biasanya anda menggunakan smartphone canggih setiap hari tetapi tiba-tiba rusak butuh waktu untuk diperbaiki. Sekarang handpone yang anda miliki biasa saja yang model lama. Hatipun jadi galau karena hal tersebut.

    Contoh lainnya. Anda biasanya menggunakan kendaraan pribadi saat berangkat ke kantor tetapi tiba-tiba mobil rusak dan membutuhak waktu seminggu untuk mereparasinya. Andapun dengan terpaksa menggunakan kendaraan pinjaman dan memilih untuk tidak menggunakan transportasi umum.

    Kenalilah rasa yang membuatmu candu teman. Sebab gangguan akan hal-hal inilah yang kerap kali mengusik kebahagiaan di dalam hatimu. Bukan berarti kita tidak butuh materi tetapi hilangkan keharusan akan hal-hal tertentu, entah harus ini, harus itu, mesti begitu, mesti begini dan lain sebagainya. Persyaratan yang banyak itu jika tidak terpenuhi dapat mengganggu konsentrasi berpikir sehingga bahagiamu amburadur. Oleh karena itu, toleransilah hal-hal yang dapat ditoleransi agar anda menjadi orang yang fleksible dan freeman.

    Harap diingat: mentolerir persyaratan adalah yang berhubungan dengan kenikmatan duniawi dan segala yang ada di dalamnya. Hindari mentolerir sanksi dari sebuah peraturan yang jelas maksudnya.

  8. Miliki etos kerja yang baik.

    Sadar atau tidak, mustahil ada kebahagiaan di dalam hati tanpa etos kerja yang baik. Sebab pada dasarnya saat kita sedang menyelesaikan suatu pekerjaan maka saat itu jugalah hati ini dalam keadaan berbahagia selalu. Oleh karena itu, latihlah dirimu untuk melakukan hal-hal di bawah ini secara terus-menerus.

    • Komitmen. Merupakan semangat hidup seputar, “Apa tujuan anda dalam menjalani kehidupan?” Penganglah kuat-kuat tujuan tersebut sehingga ia jadi semangat dimanapun dan bagaimanapun kondisi anda. Kami sendiri hanya punya dua tujuan hidup, yaitu mengasihi Allah dan mengasihi manusia. Dua hal inilah yang terus-menerus menjadi dasar dalam setiap tindakan yang kami lakukan.
    • Sabar. Merupakan sifat hidup yang tenang dan tabah saat menghadapi segala sesuatu. Ini dikatakan identik dengan sifat yang mampu bertahan untuk menunggu sesuatu yang baik.
    • Berintegritas. Disebut juga sebagai kejujuran dalam bekerja. Apa yang ada di dalam hati sama dengan yang dikatakan dan setara dengan yang dilakukan.
    • Kerja keras. Sifat yang tidak mau bersantai terlalu lama melainkan lebih memilih untuk beraktivitas mengisi waktu luang. Ini tidak hanya aktivitas bekerja melainkan bisa juga belajar, latihan, menekuni hobi dan lainnya.
    • Displin. Merupakan kebiasaan yang selalu mematuhi aturan yang berlaku demi kepentingan bersama.
    • Tekun. Merupakan sikap yang pantang menyerah dari hal-hal yang sepele. Sebab hidup ini harus diperjuangkan semaksimal mungkin. Lebih daripada itu, serahkan hasilnya kepada Tuhan.
    • Konsisten. Saat anda memutuskan agar konsisten berarti berusaha untuk tidak pernah bosan melakukan segala sesuatu demi yang terbaik. Terus-menerus melakukan hal yang positif akan mengubahnya menjadi kebiasaan. Saat kebiasaan baik ditekuni dengan sungguh-sungguh, lama kelamaan kelak akan menjadi budaya yang terjadi secara otomatis tanpa harus lagi diperintahkan dan tanpa perlu diarahkan sebelumnya.

Kami berusaha membuat tata cara paling mudah untuk menggapai kebahagiaan hidup yang sejati dan sifatnya tidak pernah putus-putus atau hilang timbul. Pada dasarnya bahagiamu sangat tergantung dari kemampuan berkonsentrasi terhadap hal-hal yang positif. Ini jelas-jelas butuh latihan, jadi terimalah tantangan hidup (masalah) yang muncul karena kebaikanmu. Tetaplah rendah hati menjalani hidup sebab disanalah letaknya bahagia yang sederhana. Selalu bawakanlah hidup anda untuk bermanfaat bagi kemuliaan nama Tuhan dan jangan pernah lupa untuk berbagi kasih dengan sesama. Lebih daripada itu, jangan biarkan pikiran diikat oleh berbagai keburukan mulai dari hawa nafsu yang sesat, kebinatangan dan berbagai kejahatan lainnya, baik yang berasal dari dalam maupun yang berasal dari luar. KEBASKAN, LEPASKAN & ABAIKAN YANG BURUK TETAPI BERILAH PERHATIAN PENUH KEPADA YANG BAIK.

Salam santun!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.