Gejolak Sosial

+10 Faktor Pengganggu Kebahagiaan – Keadaan Yang Mengotori Bahagia Di Dalam Hati Manusia


Faktor Pengganggu Kebahagiaan - Keadaan Yang Mengotori Bahagia Di Dalam Hati Manusia

Pernahkah anda berbahagia? Atau lebih tepatnya bisakah anda membedakan antara kesedihan dengan kebahagiaan? Cobalah pikirkan hal-hal yang membuat anda kuatir, mengeluh sana-sini, banding-bandingkan kehidupan anda dengan orang lain, pikirkan kekuatiran di masa depan, saat anda khilaf di depan umum dahulu: itulah semuanya keadaan yang menyebabkan rasa sedih di hati. Tetapi ketika anda memutuskan untuk berbahagia maka bernyanyilah muliakan Tuhan dan bersyukur atas semua yang dianugrahkan-Nya. Niscaya rasanya hati senang, penuh damai, tenang dan terkendali selalu untuk selamanya.

Bahagia dari luar tidak stabil

Banyak cara untuk membuat anda bahagia. Rata-rata manusia di dunia ini memperoleh kebahagiaannya dari luar: bisa dari materi atau dari perlakuan sesama kepada mereka. Begitulah kita saat masih kecil, terus berharap pada orang lain untuk membuat bibir ini tersenyum bahkan tertawa. Harus ada Ayah & Bunda yang menghibur, main tebak-tebakan, mainan baru dan lain sebagainya. Semua yang kita peroleh dari luar diri ini telah membuat hati senang. Sayang sekali bahagianya hanya sesaat saja, tidak ada yang bertahan lama. Pas keinginan kita tidak dikabulkan, ngambek! Ketika dimarahin orang lain, kesal! Saat melakukan kesalahan di depan umum, malunya menyakitkan!

Mengharapkan kesenangan di luar sana membuat anda tidak bisa selalu menjadi orang yang bahagia sebab sesama manusia memiliki selera dan kebiasaan yang berbeda dengan anda. Selain itu, mereka juga memiliki kepentingan yang mungkin tidak setujuan dengan dirimu. Inilah yang membuat rasa yang kita citrakan dari sikap mereka, turut berbeda-beda, kadang suka, duka, susah, senang, sakit, wenak dan lain-lain. Gangguan kebahagiaan sering sekali muncul ketika kita tidak mampu berpikir positif terhadap keadaan tersebut ditambah lagi dengan ketidakmampuan diri menerima kenyataan apa adanya. Keadaan ini kerap kali membuat suasana hati kita kacau balau karena ingin melawan dan memenangkan gejolak yang sedang berlangsung sehingga damai dan bahagianya hati hilang dalam sekejap.

Saatnya mandiri membuat kebahagiaan sendiri

Setelah bertahun-tahun lamanya hidup di bumi ini, kita mulai belajar untuk mandiri. Orang tua juga sudah mulai memberi kepercayaan untuk mengurus diri sendiri sekalipun masih ada beberapa hal yang dikelola oleh mereka. Demikian jugalah seharusnya dengan kebahagiaan di dalam hati. Sebab, semua yang kita butuhkan sudah ada, sekarang tinggal mengelolanya sedemikian rupa. Rasa ini, berhubungan erat dengan manajemen pola pikir. Jika anda mampu mengatur pikiran sedemikian rupa sehingga tetap fokus pada satu arah/ satu titik yang positif. Alhasil pikiran yang baik menghasilkan perkataan dan perilaku yang baik dan benar pula. Inilah yang menjadi awal dari kebahagiaan seorang manusia.

Biasakan hati tersakiti karena anda baik

Setelah berhasil memanajemen pikiran, saatnya untuk merasakan kesakitan. Ini rasa yang jelas-jelas tidak enak dan membuat anda tidak nyaman. Sekalipun demikian, anda harus masuk dan menyeburkan diri dalam rasa sakit ini agar belajar mengelola lalu mengalihkannya pada fokus yang baik dan benar. Bila anda sudah terbiasa menangani rasa ini maka tidak ada lagi sakit hati yang bakalan menyiksa anda, baik oleh karena kejahilan orang lain maupun karena khilaf sendiri saat menanggapi sesuatu. Kami sendiri memilih untuk tersakiti lewat ramah-tamah yang dilakukan sehari-hari. Ini adalah awal yang sangat sederhana yang bisa anda terapkan dimanapun dan kapanpun

Sebaiknya, hindari rasa sakit karena dosa yang kita lakukan. Menceburkan diri dalam kepahitan karena sesuatu yang jelas-jelas kesalahan kita seperti yang tertulis dalam Kitab Suci dan Kitab perundang-undangan yang berlaku membuat ruginya doble-doble. Udah sakit hati, di denda lagi, di jauhi orang lagi dan dikucilkan dari masyarakat. Oleh karena itu, kami menyarankan anda untuk menceburkan diri dalam rasa sakit yang disebabkan oleh kebaikan hati masing-masing. Sudah melakukan kebaikan tetapi masih saja dicuekin orang, diabaikan, dijahilin bahkan dibalas dengan kebencian lainnya: AMBIL RASA SAKIT KARENA KEBAIKAN HATIMU!

Bila anda mampu menanggung semua rasa ini lalu mengalihkannya pada fokus yang baik dan benar. Alhasil lama kelamaan kekebalan emosional yang anda miliki semakin mantap saja. Disaat seperti inilah bahagiamu akan abadi di dalam hati. Sekalipun orang-orang mengabaikan, mengacuhkan, membenci bahkan mempermain-mainkanmu: sumuanya bisa diterima apa adanya sambil berpikir bahwa “ini adalah kesempatan untuk berkembang!” Bersyukur/ berterimakasih kepada Tuhan buat semuanya itu sambil bernyanyi memuji-memuliakan nama-Nya. Alhasil semuanya itu, bisa dilalui dengan sukacita dimana hati senang yang terkendali, tenang dan damai selalu ada sampai menutup usiamu.

Kebahagiaan sering sekali terganggu oleh hal-hal ini

Mengapa rasa bahagia di hati selalu punya waktu untuk tergoncang dan amburadur? Ini adalah suatu efek yang disebabkan oleh dua hal, yaitu karena gejolak sosial dan gejolak emosional. Gejolak sosial bisa berupa masalah, fitnah, bully, pribadi pengganggu, hinaan, sindiran dan lain sebagainya. Sedangkan gejolak emosional sering sekali terganggu karena hawa nafsu, tidak mampu menerima kenyataan dan kesalahan sendiri. Berikut penjelasan selengkapnya, apa-apa saja faktor pengganggu yang berpotensi mengotori sukacita di hatimu:

Gejolak pribadi

  1. Kurang fokus pada sesuatu yang positif.

    Seperti yang kami katakan pada tulisan sebelumnya bahwa kemampuan berkonsentrasi diperoleh dari hasil latihan yang sifatnya terus-menerus. Salah satu fokus yang sifatnya sangat fleksibel dan bisa digunakan dalam berbagai waktu dan situasi adalah fokus Tuhan. Bila kehidupan anda selalu terhubung dengan Yang Maha Kuasa niscaya pikiran juga sikap kita diubahkan, yakni dijauhkan dari hawa nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya.
    Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas Sesungguhnya masih banyak hal yang positif untuk dilakukan yang turut membantu kemampuan anda untuk memfokuskan pikiran, diantaranya adalah saat bekerja, belajar, membaca, berkomunikasi (mendengarkan dan didengarkan), menekuni bakat/ hobi yang baik dan lain sebagainya.

  2. Terlalu ketergantungan dengan hal-hal tertentu.

    Ini adalah pengacau kebahagiaan yang kedua. Itulah mengapa Kitab Suci mengatakan (Yeremia 17:5) Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

    Mengandalkan disini sama artinya dengan bergantung kepada diri sendiri dan bergantung kepada dunia ini. Dua hal ini tidak disenangi oleh Tuhan, itulah mengapa keduanya juga berpotensi untuk melemahkan bahkan menghancurkan rasa bahagia yang ada di dalam hati. Semakin bergantung dengan diri sendiri dan dunia ini maka semakin rapuh kehidupan kita.

    Contohnya ketergantungan terhadap dunia: saat makanan kita ikan teri langsung ngambek karena biasanya ikan basah. Ketika biasanya naik mobil tetapi tiba-tiba disuruh naik motor langsung kesal hati ini. Biasanya kita main internet tiap sore tetapi jaringan tiba-tiba droop langsung saja amarah memenuhi hati dan menghujat provider jaringan. Awalnya kita terbiasa tidur di kasur empuk lalu saat disuruh tidur di lantai langsung cemberut tidak mau bicara dengan orang lain. Saat seorang anak memiliki mainan kesukaan yang selalu ada didekatnya tetapi tiba-tiba ia lupa menaruhnya dimana lalu hilang langsung saja merengek-rengek sama orang tua. Itulah sebagian contoh ketergantungan yang bisa kami berikan dan silahkan sampaikan yang lain jika ada.

    Ketergantungan ini sangat riskan dan beresiko mengusik kebahagiaanmu terutama ketika para pembencimu memahaminya. Sebab KETERGANTUNGAN SAMA DENGAN KELEMAHAN. Jadi, cara lawan-lawan anda mempermain-mainkanmu bahkan mengendalikanmu adalah lewat candu yang ada di dalam dirimu. Oleh karena itu, lepaskan semua ketergantungan yang berlebihan di dalam dunia ini agar anda menjadi manusia yang fleksibel, apa adanya dan seorang freeman.

  3. Kekuatiran tinggi.

    Faktor pengotor berikutnya adalah ketakutan akibat munculnya kekuatiran di dalam hati. Mereka yang terlalu kuatir akan kehidupannya selama di bumi ini membuat seseorang selalu bersusah hati. Saat ia memandang masa depan, semangat langsung drop dan rasa gelisah muncul ke permukaan. Keadaan ini menyebabkan munculnya perasaan bersusah hati karena hal-hal tertentu. Oleh karena itu, anda sangat membutuhkan yang namanya iman percaya kepad Tuhan. Jika anda percaya bahwa Tuhan itu ada maka sudah pasti menyerahkan segala kekuatiran dan ketakutan di bawah kakinya. Pasrahkan seluruh hidup di dalam tangan Yang Maha Kuat niscaya asalkan kita berjalan dalam kebenaran: ada keselamatan dimanapun, apapun dan bagaimanapun keadaan hidup kita.

  4. Egois (tidak mau tahu dengan orang lain).

    Anda harus mampu mengabaikan sesuatu dengan tepat. Sebab sifat yang egois cenderung mengabaikan segala hal yang ada disekitarnya bahkan orang lainpun akan dicuekin. Oleh karena itu, cuek dan pedulilah di saat yang tepat alias perhatikan momentnya. Hal-hal yang negatif, baik yang datang dari luar maupun dari dalam sebaiknya diabaikan. Tetapi kehadiran orang lain jangan sampai terabaikan oleh anda. Sebisa mungkin perhatikan menurut pengertian dan pemahaman sendiri.

  5. Minimnya kebaikan hati.

    Sikap ego juga berkaitan erat dengan kebaikan yang minim di dalam hati seseorang. Keadaan ini turut membuatnya enggan untuk berkorban demi kebaikan hati itu sendiri. Bisa jadi ini disebabkan oleh karena terlalu waspada sehingga ramah tamah yang dilakukannya tanggung, takut tidak dijawab, kuatir diabaikan, takut dipermain-mainkankan orang dan lain sebagainya. Padahal ini adalah kesempatan bagi anda untuk mengendalikan diri sembari melatih kekebalan emosional yang dimiliki.

    Sebenarnya  masih banyak kebaikan di luar sana tetapi hanya ramah tamahlah yang sifatnya terjadi setiap waktu dan sangat ekspresif. Jika anda bisa keluar dari zona nyaman maka setiap orang yang menatapmu serius akan selalu diramahin.

  6. Hawa nafsu tinggi/ lebay.

    Ini adalah suatu kekurangan dalam hal mengendalikan diri sebab keinginan yang banyak erat kaitannya dengan pancaindra yang terlalu banyak mencitrakan gemerlapan duniawi disekitar kita. Salah satu sarana pencitraan indra yang sangat populer adalah televisi. Bila anda gagal fokus dan tidak mampu mengendalikan diri dari berbagai-bagai terikan hawa nafsu yang dilakukan oleh oknum pengusaha dalam setiap acara televisi, alhasil  hati menginginkan ini dan itu.

    Ada masa dimana hati ini membimbing anda pada suatu keinginan yang salah. Saat anda terlanjur terperosok dalam kesalahan itu, hindari sikap yang menjadi kesal dan membenci orang lain bahkan Tuhan. Melainkan lihatlah semuanya itu sebagai sebuah ujian kehidupan untuk mengendalikan diri sambil melatih kekebalan emosional di dalam hati.

    Satu-satunya cara untuk mengendalikan hawa nafsu adalah dengan senantiasa fokus kepada Tuhan. Sebab otak manusia senantiasa berputar, ketika perputaran yang dilakukan kosong maka secara otomatis bagian-bagian diri anda yang tersembunyi seperti hawa nafsu, kebinatangan dan kejahatan lainnya akan naik ke permukaan dan dibahas-bahas oleh pikiran tanpa anda sadari terlebih dahulu.

  7. Sikap iri hati.

    Kebiasaan yang membuat anda sakit hati karena tidak mampu dan tidak sanggup melihat perkembangan orang lain. Keinginan yang terlalu kuat menggiring anda pada ego mementingkan diri sendiri. Sehingga saat kehidupan orang lain menjadi lebih, ego membuatmu dengki terhadapnya. Baik bagi anda untuk mengapresiasi setiap kelebihan orang lain.

  8. Sombong.

    Baik sombong dan iri hati sama-sama memberi sensasi senang sesaat, semacam fatamorgana yang membahagiakan hati. Baik bagi anda untuk selalu menyangkal diri untuk menepis kesombongan di dalam hati.

  9. Suudzon.

    Prasangka buruk jelas tidak baik dengan otak anda. Sebab pikiran butuh makanan setiap waktu, bila makanan yang anda berikan adalah berbagai-bagai prasangka buruk terhadap orang lain dan situasi yang terjadi niscaya pikiran akan menjadi negatif. Oleh karena itu, latih diri untuk senantiasa bernyanyi memuliakan Tuhan di segala waktu dan upayakan untuk memandang segala sesuatu dari persepektif Allah dan Kitab Suci-Nya (miliki persepsi positif).

  10. Tidak mampu menerima kenyataan apa adanya.

    Ada dua penyebab, mengapa seseorang tidak mampu menerima kenyataan apa adanya: yang terjadi merugikan dia atau kenalannya dan yang terjadi tidak sesuai dengan harapannya/ prinsipnya. Keadaan ini membuat seseorang berkesal hati bahkan melawan dan ingin menang sekalipun terjadi di dalam hatinya sendiri. Semua ini akan berestimasi pada sikap (perkataan dan perbuatan) sehari-hari yang cenderung memburuk. Sebaiknya berupayalah untuk menerima kenyataan sebagai bagian dari kehendak Tuhan untuk melatih anda menjadi pribadi yang bijak hari demi hari.

  11. Kesalahan sendiri.

    Kesalahan kecil disebut juga sebagai sikap yang telodor. Ketelodoran adalah hal yang biasa. Dahulu juga ketika saya masih muda selalu melakukannya. Bahkan sampai sekarang hal itu terus saja terjadi. Ini seperti masalah yang di datangkan oleh diri sendiri yang membuat anda berkembang. Dari  sinilah kita belajar untuk berkonsentrasi dan melatih kekebalan emosional sehingga semakin baik dari hari ke hari. Oleh karena itu, berhati-hatilah dilain waktu agar hal yang sama tidak terulang lagi.

    Satu hal kesalahan yang sebaiknya anda hindari adalah dosa yang melanggar firman. Dosa yang jelas-jelas merugikan orang lain sebaiknya jauhkan dari kehidupan ini. Sebab rasa bersalah yang ditimbulkan oleh kebiasaan ini sifatnya sangat dalam mengakar dan sangat melemahkan emosi hingga membuat anda drop, stres bahkan depresi. Dibalik semuanya itu, Tuhan adalah maha pengampun bagi mereka yang bersungguh-sungguh menghasilkan buah-buah pertobatan.

  12. Enggan menderita karena kebaikan.

    Bila anda memutuskan untuk menjadi orang baik, seharusnya pengorbanan sudah ikut didalamnya. Ini adalah suatu syarat yang harus selalu ada dalam setiap niatan untuk berbuat baik. Bila anda enggan untuk berkorban maka kebaikan itu terkesan tidak tulus. Melainkan mengharapkan balasan kelak baik dalam bentuk yang sama maupun dalam bentuk yang lain. Ketahui juga bahwa “kebaikan menimbulkan pengorbanan beresiko mengalami penderitaan yang menghasilkan sikap yang tahan uji.”

    Gejolak sosial

  13. Fitnah. Merupakan tuduhan palsu yang tidak berdasar tetapi dipaksa untuk dialamatkan kepada anda.
  14. Bully. Perilaku usil yang mengganggu ketenangan hidup seseorang.
  15. Ejekan/ hinaan. Suatu pandangan yang membuat anda terlihat dan terdengar lebih rendah dari orang lain.
  16. dan lain sebagainya.

Selama fokus anda baik maka selama itu pula bahagianya stabil. Selama hati merasa sudah memiliki semuanya (merasa cukup – tidak ada keinginan yang lain sebab semua sudah terpenuhi) maka selama itu selalu bisa berbahagia. Selama anda mampu menerima kenyataan apa adanya maka selama itu pula kebahagiaan akan selalu ada dihatimu. Selama anda melakukan hal-hal yang baik dan benar maka selama itu pula selalu berbahagia. Selama merelakan diri dalam rasa sakit karena kebaikan hati sendiri hingga kekebalan emosional berkembang maka selama itu pula bahagiamu selalu ada (konsisten). Itu adalah rasa senang yang terkendali, tenang dan damai yang memenuhi hati sehingga meluap dalam bentuk senyuman manis di bibir anda.

Bila anda mampu mengendalikan gejolak emosional yang ada dalam diri sendiri lalu mengenali rasa bahagia itu, akan lebih mudah untuk mengaplikasikannya dalam hidup sehari-hari. Jadi saat berkendara, bekerja, belajar, berkomunikasi dan lain sebagainya kebahagiaan itu tetap terjaga-stabil sekalipun suasana emosional di sekitar anda amburadur/ kacau balau. Salah satu jalur terbaik untuk mengaktifkan rasa ini adalah saat hati terus bernyanyi memuliakan Allah disegala waktu dan situasi yang mungkin.

Salam santun!

5 replies »

  1. Selamat malam, maaf numpang komen. Saya ikha dr admin grup obrolin. Kemarin saya dikabari Mas Nur kalau masnya daftar/mau ikutan group, tp tidak ada nomer hapenya. Maaf saya bsa hubungi kemana ya ? 🙂

    Disukai oleh 1 orang

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s