Gejolak Sosial

Bahagia Sama Sekalipun Materi Berbeda – Uang Banyak Atau Sedikit Bahagianya Tetap Sama

Bahagia Selalu Sama Sekalipun Materi Berbeda – Uang Banyak Atau Sedikit Bahagianya Tetap Sama

Sebuah ungkapan (dikutip dari sebuah lagu) yang sangat populer diantara masyarakat Nias mengatakan bahwa “He simanga fakhe ba he simanga gowirio, ba fagolo wa’abuso.” Baik yang mengkonsumsi nasi maupun yang mengkonsumsi ubi jalar, sama-sama kenyang. Pepatah ini sangatlah berkesan di dalam hati sebab perbedaan materi yang dirasakan lewat lidah (pancaindra) sama sekali tidak berpengaruh terhadap manfaat yang diberikannya. Demikian halnya juga dalam berbagai-bagai jenis materi lainnya, sekalipun nilainya berbeda-beda, rasanya juga beda tetapi manfaatnya tetap saja sama.

Apalagi contoh yang lain tentang materi di dunia ini yang menggambarkan perbedaan nilai (harga) tetapi manfaatnya sama? Misalnya seseorang memiliki buku tulis dengan corak yang bewarna-warni dengan jumlah halaman sampai 100, tentu saja harganya juga mahal. Teman disebelahnya memiliki buku isi 30 lembar dengan corak putih polos, tentunya dibeli dengan harga yang sangat terjangkau. Kedua orang ini sama-sama mencatat, mengerjakan PR dan menyelesaikan ujian di buku masing-masing alias mereka tetap beraktivitas seperti biasa. Dari contoh ini bisa kita amati, betapa perbedaan materi dalam hal nilai, corak dan ketebalan hanya menyangkut indra saja sedangkan manfaatnya sama-sama digunakan untuk belajar, menulis, mengerjakan PR dan mengikuti ujian.

Contoh lainnya lagi dalam hal perbedaan pecitraan pancaindra tetapi manfaatnya sama. Seorang mahasiswa memiliki tas keluaran terbaru, dari luar negeri, harga selangit, model stylist dan keunggulan lainnya. Sedangkan di sisi lain seorang lagi yang hidupnya sederhana, memiliki tas dengan harga standar, buatan perusahaan dalam negeri dan tanpa ada model khas (biasa saja sama seperti yang lain). Kedua orang ini, rumahnya berada di kompleks yang sama. Mereka berangkat dan pulang kampus bersama dan menjalani hari dengan normal seperti teman-teman lainnya. Artinya, sekalipun tas mereka berbeda dalam hal harga, bentuk dan coraknya: tetap saja, mereka bisa pergi kuliah untuk mengikuti aktivitas belajar mengajar seperti biasanya, tanpa merasa kekurangan apapun. Simaka juga Kebahagiaan sementara.

Lebih bahagia makan pakai ikan basah atau pakai ikan teri?

Apa bedanya ikan basah dan ikan teri? Bukankah keduanya sama-sama lauk, manfaatnya juga sama toh….? Perbedaannya hanya terletak di indra saja, yaitu cara telinga mendengar, hidung membaui dan rasa di lidah mencitrakannya. Tetapi saat sudah masuk di dalam perut, bukankah semuanya itu akan membuat anda kenyang sehingga bisa mennyelesaikan  seluruh tanggung jawab yang telah dipercayakan atasan.  Artinya, sekalipun indra berbeda-beda mencitrakan makanan yang dikonsumsi, tetap saja manfaatnya sama, yakni menumbuhkan, mengembangkan dan menguatkanmu untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang menjadi kewajiban sendiri. Bila masing-masing mensyukuri semuanya itu dan mengkonsumsinya dengan sukacita bukankah manfaat dan bahagianya sama?

Lebih berbahagia naik motor atau naik mobil?

Apa bedanya saat anda naik motor atau saat anda naik mobil? Bukankah keduanya sama-sama kendaraan, manfaatnya juga sama mengantar sampai tujuan. Sedangkan perbedaannya terletak dalam hal harga BBM, mata mencitrakan bentuk, telinga mendengark suara, kulit merasakan kenyamanan. Dalam hal keamanan, kami rasa sama saja sejauh anda berkendara dengan hati-hati dan perlahan saja pasti selamat di jalan: sampai sekarang kami belum pernah masuk rumah sakit karena naik motor. Namun bukankah keduanya punya manfaat yang sama, yaitu sampai tujuan dengan selamat. Artinya, sekalipun indra orang yang naik mobil lebih dimanjakan daripada kami yang naik motor, bukankah manfaat utama dan bahagianya sama saja? Asalkan anda mengendarainya dengan penuh rasa syukur sambil memuji-memuliakan nama Allah di dalam hati niscaya hati senang, penuh damai, terkendali dan tenang sepanjang perjalanan.

Lebih berbahagia pakai baju baru atau baju lama?

Apa bedanya saat seseorang mengenakan baju baru dengan baju lama? Bukankah keduanya sama-sama pakaian, manfaatnya juga sama-sama menutupi aurat toh….? Perbedaannya hanya terletak pada saat indra merasakannya, yaitu cara mata mencitrakan saja. Baju baru kelihatannya indah menurut mata sedangkan baju lama biasa saja. Sekalipun demikian rasa indah itu paling bertahan 3 detik, 3 menit, 3 jam atau net-netnya 3 hari. Setelah itu yang baru akan terlihat biasa-biasa saja. Bukankah manfaat yang diberikannya sama saja, yakni sama-sama menutupi aurat. Demikian juga dengan rasa bahagia yang ditimbulkannya: asalkan saja anda mensyukuri semuanya itu sembari bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati niscaya ada sukacita yang tenang, terkendali dan penuh damai yang meluap dalam bentuk senyuman mungil di bibir anda.

Lebih berbahagia saat menonton televisi atau saat mendengarkan radio?

Apa bedanya saat seseorang mendengarkan radio dengan menonton televisi? Bukankah keduanya sama-sama alat elektronik yang cukup menghibur? Hanya saja perbedaannya terletak pada televisi karena mampu merangsang penglihatan (mata) dan merangsang telinga (pendengaran) sedangkan radio hanya merangsangl pendengaran saja. Sedangkan manfaat yang diberikannya sama, yakni sama-sama menghibur dan bahagianya juga pasti sama asalkan anda menikmatinya dengan penuh rasa syukur niscaya ada sukacita yang terkendali, tenang dan penuh damai di dalam hati.

Lebih bahagia jalan-jalan ke pantai Kota Gunungsitoli atau jalan jalan ke Kota Medan?

Ini salah satu masalah yang sangat hangat untuk dibicarakan. Hayo, apa bedanya saat seseorang jalan-jalan di pantai kota kecil, Gunungsitoli dengan jalan-jalan di pantai kota Medan? Bukankah keduanya sama-sama sebagai sebuah acara travelling? Hanya saja kota Gunungsitoli dekat sedangkan kota Medan jauh. Indra anda disuguhi oleh hal-hal yang mewah di kota Medan lalu anda berkata senangnya…. Di kota Gunungsitoli andapun menikmati pemandangan, mengkonsumsi kuliner, bercengkrama dengan keluarga dimana semuanya itu dinikmati dengan penuh rasa syukur sehingga hatipun selalu berbahagia menjalaninya. Jadi tidak ada perbedaan yang signifikan antara rasa bahagia saat jalan-jalan di kota Medan dengan rasa bahagia saat jalan-jalan di Kota Gunungsitoli asalkan hatimu selalu terhubung dengan Tuhan sembari memuliakan nama-Nya sehingga ada rasa senang yang terkendali, damai dan tenang yang meluap dalam bentuk senyuman mungil di bibir masing-masing.

Bahagia itu tetap sama sekalipun nilai materi yang kita miliki berbeda

Di luar sana ada orang kaya raya, kendaraannya mobil BMW, pekerjaannya direktur dan rumahnya megah dan mewah: ia menjalani hidup dengan bahagia dengan semuanya itu. Sedangkan kami hanya seorang karyawan biasa, kendaraan sepeda motor yang agak kuno dan rumahpun biasa saja: kamipun menjalani hidup dengan bahagia karena (1) selalu bersyukur, (2) menganggap semua itu adalah yang terbaik dari Tuhan sembari (3) memuji-muji nama Tuhan di dalam hati. Bukankah aktivitas ini membuat hati senang, terkendali, tenang dan penuh damai lalu meluap dalam bentuk senyuman manis di bibir.

Bisakah anda menangkap sesuatu dari apa yang kami ceritakan dalam bagian ini? Sadar atau tidak sadar, bahagianya orang kaya dengan bahagianya orang miskin adalah setara. Tidak ada istilah, bahagianya orang kaya itu sepanjang waktu, terus-menerus atau sampai setinggi langit: TIDAK. Pada dasarnya kebahagiaan antara yang kaya dengan yang miskin adalah sejajar asalkan masing-masing tahu bagaimana cara mengaktifkan rasa ini. Bagi yang tidak tahu bagaimana cara menciptakan lalu mengkopi-paste hati yang selalu berbahagia di segala waktu akan lebih buruk suasana hatinya dari siapapun.

Tidak ada istilah, orang yang naik motor senangnya satu menit, yang naik mobil senangnya 3 menit, yang naik pesawat bahagianya 3 jam: Hal semacam ini tidaklah mungkin terjadi. Sebab kebahagiaan di dalam hati ditentukan oleh hubungan yang baik dengan Tuhan dan dengan sesama manusia. Pada dasarnya bila  hubungan dengan Sang Khalik selalu terjalin baik maka hubungan dengan sesama juga akan membaik. Satu hal lagi yang menentukan kebahagiaan di dalam hati manusia adalah pengorbanan terhadap rasa sakit. Semakin banyak kebaikan yang anda korbankan sehingga menimbulkan rasa sakit maka semakin stabil kebahagiaan itu di dalam hati. Rasa sakit karena berbuat baik akan mengajarkanmu untuk memiliki kekebalan emosional yang semakin membaik sehingga kepahitan itu hilang dari dalam dirimu. Kebaikan hati bersama pengorbanan yang menghasilkan rasa sakit akan memberi sensasi bahagia yang tahan lama sekalipun gonjang-ganjing kehidupan menghampiri anda.

Jangan iri hati dengan orang-orang besar tetapi fokuslah kepada Tuhan

Iri hati inilah yang sering sekali menghancurkan kehidupan manusia dari dalam. Bila sudah mulai tidak mampu menerima kenyataan apa adanya maka mulailah timbul pertanyaan tentang sesuatu yang menggambarkan kesyirikan, muncul pula pernyataan entah berantah melambangkan betapa kita tidak terima, keluar lagi rasa suudzon (prasangka buruk) hingga akhirnya perkara dengki bergema di dalam pikiran sendiri. Pembahasan semacam ini di dalam pikiran andalah yang membuat kebahagiaan itu semakin menjauh saja. Semakin besar rasa cemburu maka semakin rendah kebahagiaan di dalam hati.

Daripada pikiran kita membahas-bahas hal yang belum tentu terjadi, menebak-nebak kehidupan orang lain, memandang rendah pekerjaan sesama dan lain sebagainya. Alangkah lebih baik jika menyelesaikan pekerjaan yang telah di percayakan kepada kita, bisa juga dengan menghabiskan waktu untuk belajar, membaca dan membahas-bahas buku/ tulisan positif dan pilihan terbaik saat fokus pikiran ini selalu tertuju kepada Tuhan di segala waktu. Jangan biarkan pikiran anda mengalami kekosongan dalam waktu lama melainkan senantiasa isilah hidupmu dengan aktivitas positif (bekerja dan belajar) bahkan bila dimungkinkan lakukanlah semuanya itu sambil bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati niscaya ada sukacita yang terkendali, tenang dan penuh damai lalu meluap lewat senyum manis anda.

Cara simple dan praktis bahagia

Kesimpulan

Jangan biarkan indramu berkuasa atas hidup ini. Sebab perbedaan pencitraan di indra sangat kentara. Jika rasa diindra di bawa di dalam hati niscaya kebahagiaan menjauh. Sadarilah selalu bahwa sekecil dan sebesar apapun UANG TIDAK MENYENTUH HATI sama artinya dengan UANG TIDAK MEMPENGARUHI BAHAGIAMU. Tetapi saat hubungan kita dengan Tuhan baik dan hubungan dengan sesama juga baik niscaya untuk menjadi bahagia mudah sekali. Biasakanlah diri untuk bernyanyi memuliakan Allah di dalam hati niscaya ini akan menjadi budaya yang mendatangkan kebahagiaan tersendiri yang tidak dapat diambil/ direnggut oleh siapapun.

Jangan tertipu oleh indramu kawan…. Bila materi milik teman lebih mewah dari milik anda: apresiasi aja dan ucapkan selamat ke dia. Bahkan ketika kedengkian di dalam hati kami meraung-raung, kami berkata di dalam hati “dia akan semakin tinggi sedangkan saya akan semakin rendah: kuatkan hatiku menerima semuanya ini ya Tuhan!.” Bukankah bahagianya hati teman yang kaya itu dengan bahagianya hati kita adalah sama saja? (sebenarnya masih banyak pengganggu kebahagiaan selain iri hati) Ini adalah aktivitas yang sangat berarti sehingga anda mampu menerima kenyataan apa adanya. Selanjutnya, bisa meraih kebahagiaan yang abadi dengan senantiasa memuji-memuliakan Allah di segala waktu sembari menyelesaikan aktivitas sehari-hari. Niscaya ada sukacita yang terkendali, tenang dan penuh damai yang meluap lewat senyuman mungil di bibir masing-masing. Saksikanlah, Cara praktis berbahagia.

Apa itu senyuman mungil? Ini adalah senyuman kebahagiaan dimana tidak ada orang di depan anda tetapi bibir melebar sedikit karena mensyukuri hadirat Tuhan dalam hidup ini sambil memuji-muji nama-Nya di dalam hati.

Salam, ayo pertahankan kebahagiaanmu!

3 replies »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.