Gejolak Sosial

+10 Manfaat & Bahaya Televisi, Selektif dan Kritis Menonton Acara TV


Manfaat & Bahaya Televisi – Selektif dan Kritis Menonton Acara TV

Televisi adalah (1) sistem penyiaran gambar yang disertai dengan bunyi (suara) melalui kabel atau melalui angkasa dengan menggunakan alat yang mengubah cahaya (gambar) dan bunyi (suara) menjadi gelombang listrik dan mengubahnya kembali menjadi berkas cahaya yang dapat dilihat dan bunyi yang dapat didengar; (2) pesawat penerima gambar siaran televisi (KBBI Offline). Merupakan multimedia  yang mengeluarkan gambar dan suara dinamis dengan dominasi komunikasi satu arah. Artinya tidak ada komunikasi aktif antara sumber dari dalam televisi dengan penonton.

Kotak ajaib yang satu ini adalah hiburan standar yang biasanya ada dihampir setiap rumah di negeri ini. Sebagai multimedia satu arah yang cukup populer, televisi sangat membantu untuk menyebarkan informasi ke berbagai pelosok. Selain berfungsi sebagai media informasi juga diketahui berperan sebagai media hiburan dan komersial. Perannya yang tidak kalah penting adalah menyampaikan berita terbaru dari pusat ke seluruh penjuru Indonesia.

Menonton televisi mungkin aktivitas yang lumrah bagi beberapa keluarga. Tetapi, kami sendiri melihatnya sebagai suatu kegiatan yang kurang bermanfaat terlebih ketika yang ditonton adalah hal-hal yang tidak pantas berupa hiburan tidak bermutu, gosip, sinetron yang berputar-putar dan lain sebagainya. Tetapi jikalau anda lebih bijak: sikap yang selektif dan kritis menuntun kepada kebermanfaatan yang sesungguhnya. Sekalipun demikian, adalah tidak baik & tidak sehat melakukannya secara berlebihan sebab informasi yang tersedia disana yang berupa pengetahuan sifatnya sangat minim dibandingkan dengan yang bertemakan iklan dan hiburan.

Untuk diketahui bahwa muatan komersial lebih padat dibalik hiruk-pikuk berbagai acara didalamnya. Sebab untuk mengadakan suatu acara membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pada dasarnya, sebagian besar uang untuk mendanai setiap acara berasal dari setiap konten komersial yang termuat dalam setiap iklan di sela-sela acara yang sedang berlangsung. Ini dikarenakan muatan komersial yang sudah masuk televisi biasanya laris-manis di mata masyarakat. Kebanyakan orang yang menontonnya secara tidak sadar telah dipengaruhi oleh berbagai-bagai acara yang ada didalamnya.

Sadarilah bahwa informasi yang diterima oleh pancaindra bisa jadi dapat mempengaruhi otak. Terlebih karena TV berupa multimedia yang mampu meyakinkan seseorang sebab bisa memanjakan mata dan telinga setiap penonton di rumah. Terlebih bagi mereka yang tidak kritis dan selektif dalam mencerna informasi. Keadaan ini disebabkan oleh karena pikiran yang kurang cerdas karena terus-menerus dibiarkan dalam keadaan kosong. Jelaslah bahwa kekosongan berpikir dapat melemahkan daya tangkap dan kesadaran seseorang.

Tingkat keparahan dari pengaruh buruk televisi adalah “saat menonton TV menjadi suatu cara untuk berbahagia.” Ini adalah sebuah keadaan yang memprihatinkan sebab kebanyakan konten didalamnya bermuatan komersial. Jadi, ketika menonton menjadi aktivitas yang dominan dalam hidup anda maka sudah dapat dipastikan bahwa “termasuk orang yang konsumtif.” Artinya, suka belanja dan menjadikan aktivitas ini sebagai salah satu cara untuk bahagia. Bila keadaan ini tidak bisa dikendalikan seutuhnya maka budaya konsumtif lambat laun akan memperburuk kehidupan anda.

Manfaat menonton televisi

Ada banyak jenis televisi yang beredar di masyarakat, berdasarkan jenis sinyal yang diterima: ada yang berkabel, langsung dari satelit dan yang berasal dari situs pemancar terdekat yang terdapat di kota anda. Berdasarkan tipe pembayarannya: ada yang gratis, prabayar dan pasca bayar. Sedangkan berdasarkan kedekatannya dengan wilayah: ada yang berasal dari dalam negeri dan ada pula yang berasal dari luar negeri. Untuk pemisahan setiap acara yang lebih spesifik terdiri dari TV berita, olahraga, keagamaan, pendidikan dan lain sebagainya. Adapun beberapa manfaat baik dari kotak ajaib ini.

  1. Tanda kejujuran dan keterbukaan informasi – kebebasan pers.

    Pemerintahan yang jujur menjunjung tinggi transparansi anggaran. Ini ditandai dengan keterbukaan berbagai-bagai aspek keuangan untuk menjamin kebenaran & kelayakan setiap transaksi yang dilakukan. Dibutuhkan komitmen untuk jujur agar suatu badan bisa dijamin bebas melakukan berbagai bentuk audit untuk memastikan semuanya berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

  2. Menyampaikan berita terbaru dari pelosok nusantara.

    Baik berita dari pusat ke daerah maupun berita dari daerah ke daerah lainnya. Biasanya, penyebaran berita selalu berawal dari pusat menuju ke daerah-bahkan hingga ke pelosok negeri. Keadaan ini turut membantu kita untuk merasa memiliki Indonesia yang sesungguhnya.

  3. Mencerdaskan masyarakat lewat siaran edukasi.

    Sekalipun siaran edokasi masih minim, saluran televisi berbayar cenderung menyediakan konten yang bersifat mendidik. Sebab segala sesuatu yang gratis biasanya membawakan berbagai konten komersial untuk membiayai acara itu sendiri. Dalam siaran televisi yang gratisan biasanya konten edukatif dibayai oleh pemerintah untuk kemaslahatan orang banyak.

  4. Menghibur hati.

    Ada berbagai macam acara komedi di setiap harinya. Anda dapat memilih salah satu yang bisa membuat anda termehek-mehek sembari melupakan berbagai-bagai kesusahan dan kegalauan di masa lalu walau hanya untuk sesaat saja. Dahulu sewaktu masih muda, kami sangat menyukai beberapa siaran komedia di beberapa televisi swasta ternama. Ini benar-benar menggelitik ulu hati hingga membuat anda terkejut lalu mengalami hal yang aneh-aneh.

  5. Mengisi waktu luang.

    Saat semua pekerjaan telah selesai, rumah telah dibersihkan rapi dan tidak ada lagi hal lainnya untuk dilakukan maka andapun bebas untuk pergi kemana saja. Atau bisa memilih untuk duduk santai, merebahkan diri sambil memusatkan pikiran hanya kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Atau bisa memilih untuk duduk santai di depan televisi sambil menyaksikan berbagai-bagai acara yang anda sukai.

  6. Mempopulerkan informasi positif.

    Ada banyak hal duniawi yang ada disekitar kita, selektiflah memilah-milah semuanya itu. Sebab ada beberapa konten yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari (misalnya konten pendidikan) sedangkan yang lainnya tidak begitu dibutuhkan alias hanya sekedar hiburan saja.

    Berbagai manfaat dalam dunia petelevisian Indonesia, kami merasa bahwa semuanya itu masih dalam tahap pegembangan. Tetapi pada dasarnya, tidak ada sesuatu yang diberikan dengan gratis tanpa dipungut kembali sebagai bayarannya. Konten iklan secara tidak langsung mempengaruhi psikologis penonton sehingga mendorongnya untuk membeli produk tertentu. Jadi informasi yang anda terima sudah terbayarkan harganya lewat belanja yang dilakukan sehari-hari.

  7. Mendorong masyarakat untuk membelanjakan uang.

    Sadar ataupun tidak, konten komersial di dalam televisi menarik anda dengan hati-hati dan masif. Sebab konten iklan biasanya syarat dengan berbagai-bagai sugesti yang membuka, mendorong dan menaikkan hawa nafsu anda terhadap sesuatu dan lain hal sehingga niat untuk membeli tak tertahankan lagi. Belanja adalah sesuatu yang lumrah asalkan kebiasaan ini bisa dikendalikan tetapi belanja yang di luar batas biasanya akan melemahkan keuangan dan menciptakan kebosanan dini.

Otak kami bersih dari acara televisi

Kuatnya muatan komersial di dalam televisi yang dilengkapi dengan berbagai-bagai jenis iklan yang sangat memikat indra membuat kami berpikir berulang-ulang kali untuk kembali menonton berbagai acara didalamnya. Lagipula segala bentuk cerita yang ditampilkan pastilah menempatkan tokoh protogonis dan antagonis yang masing-masing memiliki kepribadian yang bertentangan sehingga terbentuklah suatu cerita yang menarik dan lebih hidup untuk disaksikan. Ini adalah tentang kebaikan dan kejahatan dimana semuanya campur-campur mengisi acara tersebut. Mereka yang kurang cerdas, tidak memiliki prinsip hidup, kurang selektif dan kurang kritis menanggapi informasi dapat di bawa oleh arus trend yang tidak selalu baik.

Menonton televisi sama artinya dengan menikmati hidup yang berimbas pada pikiran yang kosong. Jadi saat aktivitas menonton lebih banyak otak akan stagnan sehingga tidak mengalami perkembangan bahkan informasi negatif yang anda saksikan dapat mendorong terjadinya salah pemahaman dalam menanggapi sesuatu. Keadaan ini menyebabkan seseorang lebih mudah berprasangka buruk terhadap orang lain sehingga tindakanpun cenderung amburadur bahkan menyimpang. Ingatlah bahwa “matamu adalah jendela hatimu, “apa yang kamu tonton begitu juga perilakumu.”

Dampak buruk televisi berlebihan dan sembarangan dalam hidup bermasyarakat

(Lukas 11:34) Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu.

Mata adalah indra dengan cakupan yang luas. Artinya, informasi yang anda dapatkan lewat mata sangatlah besar mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Padahal apa yang disampaikan oleh televisi selalu bermuatan positif dan negatif. Lalu, pertanyaan selanjutnya adalah “dimana yang anda pilih? Apa yang menjadi kecenderungan di dalam hatimu?” Tanpa sikap kritis dan selektif maka berbagai nilai-nilai yang buruk dalam kotak ajaib ini akan ditiru. Oleh karena itu, hindari menerima segala sesuatu apa adanya dari sana melainkan selalu siagakan pikiran anda.

Sekali lagi perlu kami ingatkan bahwa “matamu adalah jendela hatimu, bila yang anda tonton jahat maka jahatlah hatimu tetapi bila yang anda tonton baik maka baiklah keadaan hatimu.” Satu hal yang bisa kami lihat dalam aktivitas ini adalah dapat menghancurkan kebaikan di dalam hati manusia itu sendiri. Berikut beberapa bahaya menonton televisi sembarangan dan lebay.

  1. Mengubah fokus kehidupan anda.

    Ini adalah sasaran utama dari pihak pertelevisian. Oleh karena itulah kami tidak menyarankan anda untuk menonton terlalu sering atau terlalu lama. Melainkan cukup satu-dua jam saja sekali putaran agar pengaruhnya tidak begitu kuat. Kemudian langsung refresh pikiran dengan senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Pastikan diri untuk lebih banyak beraktivitas (bekerja atau belajar) daripada menonton sebab menyelesaikan sesuatu lebih mempositifkan otak daripada duduk di depan kotak ajaib seharian.

  2. Memperburuk citra kebaikan.

    Hindari menjadikan orang-orang baik di televisi menjadi idola anda. Sebab mereka bukanlah tokoh yang benar-benar sempurna. Biar bagaimanapun kita manusia memaksimalkan setiap perkataan dan perilaku sehari-hari, masih saja ada hal-hal negatif terjadi yang terlewatkan. Sekali lagi, tidak ada orang yang benar-benar baik di dalam film/ sinotron yang anda saksikan. Oleh karena itu, ada baiknya jikalau anda tidak menirukan semua gaya bicara dan perilaku sang tokoh utama tersebut melainkan pilah-pilahlah mana yang benar-benar baik.

  3. Memperbanyak hawa nafsu anda.

    Sadar atau tidak, semakin banyak yang anda lihat maka semakin banyak pula keinginan dihati. Semakin banyak yang anda dengar maka semakin banyak pula keinginan di dalam hati. Keadaan ini cenderung mengikuti fokus indra anda. Terlebih ketika pancaindra lebih berkuasa daripada pikiran sendiri. Oleh karena itu, jangan biarkan indramu berkuasa atas tubuhmu melainkan fokuslak kepada Tuhan.

  4. Meningkatkan sifat suudzon.

    Jika anda perhatikan baik-baik teknik bersikap para tokoh antagonis (penyebab kekacauan), ada sifat-sifat prasangka buruk yang mereka ekspresikan. Bahkan terkadang tokoh utamapun (protogonis) memiliki sifat-sifat ini. Secara tidak langsung keadaan ini akan mengajari anda untuk mulai bersikap kuatir, cemas dan bersedih tentang kehidupan. Inilah yang menjadi awal dari prasangka buruk yang beresiko mengganggu hubungan dengan orang lain.

  5. Menganggap uang adalah segalanya (budaya konsumtif).

    Suatu acara di dalam kotak ajaib selalu membutuhkan uang dalam pelaksanaannya bahkan masuk & acc-nya saja butuh dana tidak sedikit. Oleh karena itu, jangan bertanya lagi mengapa potensi yang menggiring anda untuk menjadi seorang yang konsumtif sengatlah besar. Telebih saat menyaksikan berbagai-bagai macam konten iklan di dalam acara tersebut, tidak mampu menganalisis bakal tenggelam untuk membeli ini dan itu.

  6. Membangun sifat iri di dalam hati.

    Ada banyak adegan iri hati di dalam sinetron/ film yang anda saksikan. Bila orang-orang seperti ini tidak ada, bagaimana mungkin ada masalah? Mustahil ada sebuah cerita jika tidak ada masalah yang dipersoalkan didalamnya. Ketika anda memiliki dan memelihara sikap iri dengki maka pertumbuhan sifat ini akan dipupuk baik-baik lewat semua acara itu. Oleh karena itu, ada baiknya jikalau saat menonton televisi hilangkan terlebih dahulu sikap cemburu di dalam dirimu.

  7. Membangun sifat sombong di dalam hati.

    Jika anda adalah orang yang pembawaannya sombong maka adegan-adegan angkuh yang ditonton akan semakin memperkuat kesombongan di dalam dirimu. Film/ sinetron yang mempertontonkan keangkuhan akan menjadi inspirasi dan dorongan yang semakin membuatmu yakin untuk tetap mempertahankan tinggi hati yang dimiliki. Oleh karena itu, sebelum menonton sesuatu pastikan dahulu bahwa anda telah menyangkal diri dan hidup dalam kesederhanaan agar anda tidak terpengaruh oleh kesombongan para tokoh.

  8. Menciptakan kebencian di dalam hati.

    Manusia yang masih memiliki dan memelihara sifat-sifat benci dan masih memiliki rasa benci terhadap seseorang menggiringnya untuk beranggapan bahwa rasa ini baik adanya. Sebab tokoh-tokoh dalam televisi mengekspresikan hal tersebut, mereka jadi terkenal dan masuk televisi karenanya. Ekspresi kebencian yang anda saksikan telah menginspirasi anda untuk melakukan hal yang sama secara diam-diam, halus dan tersistem. Oleh karena itu, lebih baik jangan melihat dahulu acara-acara yang mengekspresikan kebencian sebelum anda menekan dan menepis rasa benci di dalam hatimu.

  9. Memantapkan kemampuan anda untuk mencopet/ mencuri/ curanmor/ begal dan lainnya.

    Bila anda adalah maling, pencopet, perampok dan lain sebagainya, acara televisi yang memfilmkan orang-orang semacam itu akan semakin memperkuat niat untuk terus melakukan hal yang sama. Keadaan ini akan semakin mendidikmu untuk melakukan kejahatan bahkan menjadi manusia yang lebih jahat lagi. Oleh karena itu, bersihkan dirimu dahulu dari kejahatan sebelum menyaksikan berbagai-bagai acara televisi tersebut agar kejatan itu tidak semakin dipupuk lewat tontonan tersebut.

  10. Memupuk amarah di dalam hati.

    Jika anda adalah orang yang suka marah-marah maka setelah menyaksikan acara tertentu, merasa bahwa kemarahan itu memang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan. Lalu andapun akan menjadi orang yang mudah marah karena tujuannya dibaikan/ direndahkan oleh seseorang. Setiap acara yang anda tonton akan menjadi air kotor yang menyiram tanaman kemarahan di dalam hati. Oleh karena itu, bila anda menyadari bahwa amarah yang diekspresikan akhir-akhir ini sangat membabi buta, sebaiknya tinggalkan kebiasaan menonton acara tertentu lalu bersihkan dahulu diri dari hal-hal yang buruk tersebut.

  11. Mengajarimu untuk menjadi licik dan manipulatif dalam menjalani hidup.

    Bila anda adalah orang yang diam-diam tetapi licik sikapnya terhadap sesama. Saat menyaksikan berbagai acara yang menunjukkan betapa beruntungnya orang yang hidupnya licik niscaya ini akan menjadi dorongan yang membuatmu semakin memelihara sifat jahat tersebut. Sekalipun harus disadari bahwa kelicikan dalam suatu sinetron pasti akan berakhir buruk. Tetapi anda tidak fokus terhadap hasilnya yang buruk dan kehidupan orang licik yang hancur kelak. Melainkan lebih fokus bagaimana saja teknik-teknik alias cara-cara manipulatif yang bisa membawa untung besar itu?

  12. Pikiran membayang-bayangkan seseorang sehingga mudah terangsang.

    Ini adalah kebiasaan kami sewaktu SMA. ckckckckkkkk 😀 silahkan tertawa 😀 Jadi sebagai orang yang sudah berpengalaman, kami hendak memberitahukan bahwa saat kita terbayang-bayang terus dengan kecakepan tokoh-tokoh dalam film akan membuat hati ini membawa mereka dalam lamunan. Maaf kata saja, sampai ditelanjangi dan bla-bla-bla-bla….. Sebelum hati ini bersih dari kemesuman, sebaiknya hindari menonton sebab keadaan ini turut memperkuat kemesuman anda.

  13. Pikiran lebih terpesona terhadap gemerlapan duniawi.

    Anda menjadi sangat tergila-gila dengan hal-hal duniawi. Begitu antusias untuk belanja, sangat ingin traveling jalan-jalan keliling dunia, mau makan mewah ini-itu, menginap di hotel berbintang, masuk restoran ternama dan lain sebagainya. Sadarilah bahwa semakin banyak keinginan maka semakin sulit untuk menjadi pribadi yang berbahagia. Oleh karena itu, daripada kehidupan anda lebih terpikat kepada dunia, lebih baik berhenti menonton televisi.

Menonton film/ sinetron seperti pedang bermata dua. Bila hati dipenuhi oleh hawa nafsu yang sesat, kebinatangan dan kejahatan lainnya ada di dalam sana. Alhasil acara televisi akan memupuk sifat-sifat buruk itu. Sebab sebuah cerita dalam sinetron/ film/ drama/ ftv/ tidak akan terbentuk tanpa tokoh antagonis dan protogonis. Sehingga mau tidak mau di dalam sebuah kisah selalu mengandung amalan baik dan amalan buruk. Tetapi jika fokus kehidupan anda positif niscaya hal-hal yang negatif itu akan disaring betul-betul oleh hati dan pikiran sendiri.

Adalah lebih tenang kehidupan kita saat tidak melihat apa-apa di depan mata. Sebab semakin banyak yang dilihat mata maka semakin tinggi pula hawa nafsu yang dimiliki. Bahkan kami sendiri memilih untuk menundukkan kepala untuk menjaga mata dari hal-hal negatif disekitar kita. Jika saat ini anda merasa kurang enak, kurang nyaman dimana hati terasa hampa karena banyak hawa nafsu yang tidak terwujud, sebaiknya tinggalkanlah kebiasaan menonton televisi. Sebab acara-acara didalamnya adalah salah satu cara oknum marketing untuk menarik keluar dan membesarkan keinginan di dalam hati. Bersihkan dahulu berbagai hawa nafsu yang sesat-berlebihan, kebinatangan dan kejahatan lainnya di dalam hati dengan cara tetap fokus kepada Tuhan di segala waktu. Jika hati bersih saat menonton niscaya hal-hal yang buruk itu akan terseleksi dari dalam dirimu.

Salam, berjaga-jagalah!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.