Gejolak Sosial

10 Fatamorgana Materi Cs Indra Yang Menipu, Menggalaukan Bahkan Menghancurkan Bumi Ini


Fatamorgana Materi Cs Indra Yang Menipu, Menggalaukan Bahkan Menghancurkan Bumi Ini

Fatamorgana adalah (1) gejala optis yang tampak pada permukaan yang panas, yang kelihatan seperti genangan air; (2) hal yang bersifat khayal dan tidak mungkin dicapai (KBBI Luring). Merupakan ilusi yang sebenarnya tidak membawa dampak apa-apa di dunia nyata. Ini adalah sejenis halusinasi yang menyebabkan seseorang berimajinasi secara berlebihan tentang sesuatu dan lain hal dimana ia sempat berpikir bahwa semua itu nyata sekalipun setelah itu menyadarinya. Keadaan ini bisa dialami oleh siapa saja, baik dari kalangan usia anak, remaja, dewasa dan tua (kakek & nenek).

Semua yang ada berasal dari debu-tanah dan garam (mineral)

Kejadian 2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Tahukah anda bahwa segala sesuatu yang ada di bumi ini berasal dari mineral alias debu-tanah alias garam? Tidak ada satupun dari yang anda lihat saat ini merupakan bagian dari bahan baru yang dibuat dari zat-zat tertentu di luar garam atau debu-tanah. Melainkan semuanya itu telah menjalani proses-proses tertentu yang melibatkan mikroorganisme, sel-sel kehidupan, bahan kimia, tekanan, panas dan lain sebagainya. Oleh karena perbedaan inilah, terbentuk bahan-bahan baru, misalnya manusia, hewan, tumbuhan, beton, aspal, kendaraan dan lain sebagainya. Beberapa bahan ini terbentuk secara alami sedangkan beberapa yang lainnya merupakan hasil pemrosesan oleh aktivitas teknik sintetis yang diciptakan oleh manusia.

Apa yang terutama untuk dicari?

Menurut anda apakah yang lebih penting untuk diprioritaskan selama hidup di dunia ini? Apakah kekayaan, kehormatan, kedudukan, kepopuleran, pujian dan hal-hal waw (gemerlapan duniawi) yang lainnya di bumi ini? Atau anda mengehendaki sesuatu yang sifatnya kekal dan terus menerus, seperti kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman hati? Sadarilah bahwa hal-hal yang ada di dunia ini sifatnya untuk sementara saja. Jikalau anda mendedikasikan kehidupan untuk sesuatu yang sifatnya sesaat saja, bagaimana jadinya kehidupan anda di tengah-tengah dunia yang penuh dengan ketidakpastian ini? Bila anda menanti-nantikan kemuliaan duniawi, akankah hidup anda tenang setelah memilikinya?

Semua orang berusaha agar hidupnya bahagia, damai dan tenteram

Sadarkah anda bahwa semua yang anda kejar di dunia ini semata-mata demi jalan hidup yang damai, tenteram dan bahagia hari lepas hari. Mengapa orang ingin kaya raya, bukankah semuanya itu agar dia bahagia? Bukankah orang-orang ini ingin dihormati sehingga ia senang-bahagia selalu? Mengapa manusia ingin dihargai, bukankah itu semata-mata untuk membuat hatinya damai? Bukankah seseorang mau populer agar kehidupannya bisa tenang tenteram di dalam menjalani harinya? Mengapa orang beramai-ramai memberi kendaraan mewah, bukankan itu demi kebahagiaan di dalam dirinya? Bukankah orang yang ini dan orang yang itu ingin diakui agar hatinya senang dan damai menjalani hari lepas hari? Simak juga, Faktor penyebab seseorang melegalkan kejahatan?

Rasa bahagia selalu sama sekalipun materi yang dinikmati berbeda-beda

Tahukah anda, sekalipun materi yang kita nikmati masing-masing berbeda tetapi rasa bahagia, damai dan tenteram itu tetap sama? Artinya, NILAI MATERI BISA BERBEDA TETAPI KEBAHAGIAAN, KEDAMAIAN DAN KETENTERAMAN HATI SELALU SAMA untuk masing-masing orang yang sama dan yang berbeda sekalipun. (1) Ketahuilah bahwa orang kaya bisa senang menjalani hidup ini lewat materi yang dia miliki, demikian juga dengan orang miskin bisa selalu berbahagia dengan menekuni aktivitas bersyukur dan selalu bernyanyi memuliakan Tuhan. (2) Kalangan pemimpin, direktur, rektor, bupati, walikota bahkan presiden Amerika sekalipun: ketenteraman hati yang dirasakannya sama dengan orang-orang biasa (rakyat jelata) di Indonesia asalkan  mereka bisa hidup damai dengan sesama dan senantiasa fokus kepada Tuhan.

Bila anda punya kesempatan, silahkan belilah 2 bungkus roti yang berbeda dari segi harga dan bentuknya. Kemudian ambil waktu luang sejenak duduk sebentar untuk minum teh sembari mengkonsumsi roti yang anda telah peroleh sebelumnya. (3) Konsumsi roti pertama, rasanya kurang enak lalu bersyukurlah sambil memuji-muji nama Tuhan: pasti bahagia toh…. (4) Demikian juga, ambil roti kedua lalu konsumsi bersama teh sebelumnya, rasanya enak dan lembut: sesaat jadi senang lalu anda bersyukur sembari bernyanyi dalam hati memuliakan Allah. Bukankah kebahagiaan yang anda rasakan sifatnya terus-menerus selama anda bernyanyi memuliakan Allah?

Seperti itulah semua kisah-kisah tentang rasa yang dihasilkan oleh materi. Bukankah semuanya itu berasal dari debu, tanah dan garam (mineral)? Ketahuilah sebaik apapun bentuknya, semahal apapun harganya, semewah apapun bentuknya, seindah apapun pesonanya : sadarilah bahwa SEMUANYA ITU DARI DEBU, TANAH DAN GARAM. Segala sesuatu yang berasal dari bahan mineral mungkin akan dicitrakan berbeda oleh pancaindra tetapi selalu dicitrakan sama oleh hati, yaitu sama-sama bahagia, damai dan tenteram yang ditimbulkan oleh masing-masing. Pahamilah bahwa “perbedaan di indra tidak menentukan rasa dihati sebab rasa di hati ditentukan oleh kepuasan kita dengan kehendak Sang Pencipta (bersyukur) dan hubungan yang baik dengan-Nya dimana hati senantiasa Fokus Tuhan di segala waktu.” Saksikanlah kawan, Kebahagiaan itu selalu sama sekalipun materi berbeda jumlah, bentuk dan jenisnya.

Jalan kepada kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati

Menempuh cara-cara duniawi untuk meraih ketiga hal ini memang tidak salah. Sayang mengejar kemuliaan duniawi adalah pekerjaan yang melelahkan dengan resiko tinggi. Lagipula bukankah semuanya itu tidak lebih dari 3 detik, 3 menit, 3 jam, 3 hari, 3 bulan dan net-netnya tiga tahun? Artinya, TIDAK ADA HAL-HAL DUNIAWI YANG SIFATNYA KEKAL dan jelaslah bahwa TIDAK ADA HAL-HAL DUNIAWI YANG GRATIS. Oleh karena itu, bergantung kepada dunia ini sama saja dengan membiarkan diri sendiri untuk dipermain-mainkan dan dikendalikan oleh rupa-rupa keinginan manusia yang sesat dan lebay.

Ada baiknya, jikalau anda mulai belajar meraih kebahagiaan sejati. Beberapa hal yang masih kami ingat adalah memberi diri untuk selalu mengasihi Allah dan mampu mengasihi manusia seperti diri sendiri. Mengasihi Allah sama artinya dengan mematuhi seluruh perintah dan larangan-Nya sembari senantiasa fokus dalam doa, firman dan nyanyian pujian untuk kemuliaan nama-Nya. Untuk mengasih sesama, anda perlu menjadi orang yang senantiasa berbagi kasih (bermanfaat) kepada yang lainnya. Tempuh dan relakan diri untuk menghadapi segala ujian kehidupan yang muncul saat anda mengaplikasikan kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama. Setelah melakukan semuanya itu, jangan menganggap bahwa itu adalah hasil usahamu melainkan karena perbuatan Tuhan yang hendak menyatakan kasih setianya bagi semua orang. Bila anda sabar, bekerja keras dan bertekun untuk mengikut jalan Tuhan, memikul salib dan menyangkal diri niscaya kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati akan jadi milikmu seumur hidup.

Fatamorgana materi cs indra yang membohongi anda hingga meluluh lantakkan bumi

Tahukah anda bahwa kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman hati tidak ada hubungannya dengan materi? Pahamilah bahwa SEMAHAL, SEMEWAH DAN SEELEGAN APAPUN PESONA MATERI TIDAK DAPAT MENYENTUH HATI – TIDAK DAPAT MEMBUAT BAHAGIA, DAMAI DAN TENTERAM. Sekalipun anda merasakan sesuatu saat memiliki semua kemewahan, kemegahan dan pesona materi; itu hanyalah FATAMORGANA sesaat; rasanya tidak lebih dari 3 detik, 3 menit, 3 jam, 3 hari, 3 bulan dan 3 tahun. Bagaimana cara ilusi materi yang membius indra dapat menghancurkan kehidupan anda? Berikut beberapa proses yang kami maksudkan.

  1. Mereka berpikiran bahwa bahagia bisa dibeli

    Mereka tidak menyadari bahwa semewah, semegah, dan betapapun mempesonanya materi di depan mata tetap berusaha untuk selalu fokus kepada Tuhan. Apapun yang terjadi dalam hidupnya, selalu digiring dalam mode uang. Semakin ia membeli maka semakin tinggi hawa nafsu itu dan semakin banyak yang diinginkannya. Ia akan mengkonsumsinya secara berlebihan sehingga timbullah rasa bosan dan mati rasa terhadap materi sedangkan hatinya tetap hampa dan selalu merasa tidak puas. Jadi bisa dikatakan bahwa aktivitas belanja untuk bahagia bisa menggiring anda pada kebutuhan hidup (modal-uang) yang semakin besar saja.

  2. Keinginan yang berlebihan.

    Manusia yang telah tertipu oleh fatamorgana materi selalu tidak puas dengan apa yang dimilikinya. Terus saja merasa kurang dan kurang lagi. Hatinya menginginkan hal-hal duniawi yang berawal dari apa yang dilihat oleh mata. Artinya apa yang ditontonnya sehari-hari telah meningkatkan hawa nafsunya menjadi lebih tinggi. Simak teman, Dampak negatif menonton televisi.

  3. Ia terus merasakan kehampaan karena keinginannya belum terpenuhi.

    Tidak ada lagi damai, bahagia dan tenteram di dalam hati, sebab keinginannya yang banyak itu belum terpenuhi semuanya. Hatinyapun semakin hampa saja karena semakin lama hidup, semakin banyak yang dilihat dan didengar sehingga hawa nafsunya makin tinggi saja.

  4. Pada akhirnya, kecewa: sedih, galau, gundah-gulana.

    Dalam tingginya keinginan yang memenuhi hatinya, apalah daya semuanya itu tidak dapat digapai sebab berat diongkos (sumber daya yang dimiliki terbatas). Ia belum juga menyadari bahwa itu hanyalah khayalan belaka yang tidak mungkin diwujudkan. Akhirnya, timbul rasa kecewa, menyesal yang membuatnya semakin bersedih, galau dan gundah gulana.

  5. Perbuatan menyimpang dilegalkan secara diam-diam.

    Pesona uang membuat manusia mencari sebanyak-banyaknya untuk memperoleh keinginan hatinya bahkan sampai menghalalkan segala cara. Ini jelas sebagai suatu aktivitas yang lebay dan menjerat manusia pada berbagai-bagai macam bentuk dosa. Mereka melakukan penyimpangan untuk meraih kekayaan, kekuasaan dan kemasyuran secara diam-diam, berjamaah, masif dan tidak terdeteksi, misalnya korupsi berjamaah

  6. Timbul gelombang iri hati sehingga membuat orang lain turut berkonspirasi.

    Orang lain yang juga cerdas tidak mau kalah untuk berkonspirasi, melakukan manipulasi untuk melemahkan orang lain agar bisa meraup untung yang sebesar-besarnya lewat aksi-aksi yang penuh tipu muslihat. Dengan demikian uang yang mereka miliki semakin bertambah-tambah banyaknya dari hasil tipu-tipu yang semakin intens dilakukan.

  7. Pembangunan fasilitas pribadi yang mewah untuk bahagia.

    Mereka sudah punya uang banyak, kendaraan pribadi yang mewah tetapi rasanya masih kurang juga. Sebab rasa bahagia, damai dan tenteram itu seolah hilang timbul hingga muncullah niatan untuk membangun fasilitas pribadi yang mewah untuk diri sendiri. Padahal semuanya itu hanya mendatangkan kebahagiaan, ketenteraman dan kedamaian yang sifatnya sementara saja: 3 menit, 3 detik, 3 jam, 3 hari, 3 bulan dan net-netnya 3 tahun.

  8. Menimbun uang sebanyak-banyaknya untuk generasi berikutnya.

    Tetap saja mereka terus merasa hampa sehingga mereka memutuskan untuk mencari uang yang lebih banyak untuk keturunan berikutnya padahal hari esok siapa yang mengetahui. Merusak alam dengan menggali lebih dalam lagi untuk menemukan mineral bumi yang paling berharga yang disebut emas, minyak, perak, besi, tembaga, baja dan lain sebagainya.

  9. Polusi dimana-mana dan bencana menanti di depan.

    Aktivitas manusia yang mengeksploitasi alam secara berlebihan telah menyebabkan polusi udara, air dan tanah. Ditambah lagi dengan ranungan berbagai-bagai jenis mesin berteknologi: baik di bidang transportasi, perumahan, kelistrikan dan lain sebagainya. Keadaan ini telah jelas-jelas mengganggu keseimbangan lingkungan alam sekitar kita. Semuanya ini lama-kelamaan menimbulkan bencana yang memakan banyak korban jiwa dan merusak infrastruktur yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

  10. Kiamat – Akhir zaman.

    Pencemaran udara, air dan tanah oleh aktivitas mesin berteknologi buatan manusia telah mencapai puncaknya. Keseimbangan alam telah terganggu sangat kuat sehingga pemanasan global semakin menjadi-jadi, bahkan dimalam haripun akan terasa gerah. Bencana alampun mulai berdatangan dari daerah yang satu ke daerah yang lainnya. Semuanya hancur tak bersisa oleh karena manusia yang begitu terpesona dengan kemewahan materi.

Materi dengan segala kemewahan, kemegahan dan pesonanya tidak akan mampu membahagiakan, mendamaikan dan menenteramkan hati anda. Itulah mengapa fokus kehidupan terhadap materi membuat anda tidak pernah merasa cukup: semakin dicari, semakin banyak yang kurang, semakin ditemukan samakin banyak hal-hal baru yang muncul dan memikat hati ini. Fokus terhadap materi hanya akan menggiring anda pada ketamakan dan manipulasi yang berujung pada kerugian terhadap sistem, sesama manusia dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, berhentilah memfokuskan pencarian kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati pada hal-hal duniawi melainkan temukanlah semuanya itu saat anda tetap fokus pada Tuhan di segala waktu dalam firman, doa dan nyanyian pujian.

Salam kesederhanaan itu hebat!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s