Gejolak Sosial

+10 Alasan Mengapa Allah Kristen Banyak? Mengapa Tuhan Membagi-Bagi Dirinya?


Alasan Mengapa Allah Kristen Banyak Mengapa Tuhan Membagi-Bagi Dirinya

Kristen Sejati – Kami juga dahulu sempat berpikiran mengapa Allah itu banyak? Seolah-olah Dia membuat kami benar-benar bingung. Tetapi karena perasaan itu lebih kecil dibandingkan dengan kepercayaan di dalam hati ini maka pertanyaan tersebut diabaikan dan berlalu begitu saja tanpa jawaban yang pasti. Keadaan semacam ini pernah juga kami dengar dari beberapa orang tetapi kami diamkan aja. Akhir-akhir ini, kami mulai mengerti beberapa hal tentang Tuhan itu sendiri. Ini adalah berkat yang pantas disyukuri sebab Tuhan berkenan untuk ditemui. Oleh karena itu, kamipun berupaya untuk membagikan pengetahuan tersebut secara gratis.

Apakah sutradara film meniru-niru kemampuan Allah Tritunggal?

Pernahkah anda menyaksikan beberapa genre film/ komik/ kartun yang bergenre super hero? Kami dahulu bahkan sampai sekarang masih hobi lho teman menyaksikan film-film semacam ini, baik yang keluaran Amerika, China dan Jepang juga Indonesia. Dahulu kitapun memproduksi film-film semacam ini tetapi belakangan hal tersebut mulai ditinggalkan, mungkin karena kita suka yang nyata-nyata aja alias hanya doyan/ gemar aliran realistis. Biar bagaimanapun, semuanya itu cukup menghibur. Beberapa pahlawan yang ditunjukkan oleh perumpamaan ini juga bisa membagi-bagi dirinya. Kami lantas berpikir, “jangan-jangan ide tentang pahlawan super ini diambil dari Alkitab dimana diantaranya dari teologi trinitas Allah.”

Mikroorganisme aja bisa membelah diri, Tuhan lebih lagi….

Sebenarnya, satuan unit terkecil dalam Tubuh manusia, yaitu sel juga bisa membelah diri menjadi banyak, serupa dan sefungsi. Satu-satunya sel yang bisa berubah menjadi sel lain adalah stem sel (disebut juga sebagai sel punca) yang terdapat di sum-sum tulang belakang dan di saluran makanan bayi alias ari-ari (tali pusar). Sekalipun demikian pembelahan sel sifatnya terbatas dan terkendali oleh sistem syaraf dan pengaturan hormon di dalam otak manusia. Bahkan makhluk kecil alias mikroorganisme selalu melakukan pembelahan sel untuk meningkatkan populasinya sampai batas maksimal. Jika ciptaan yang hina saja bisa membelah lalu membagi-bagi dirinya terlebih lagi Tuhan yang berkuasa di atas semua yang ada!

Tidak memetak-metakkan kemampuan Tuhan

Ada baiknya jikalau kita tidak memetak-metakkan kemampuan Tuhan sebab ia adalah pribadi yang tidak bisa didefenisikan oleh teori atau oleh retorika apapun. Bahkan apa yang kami lakukan di blog inipun belum mampu menggambarkan bagaimana sebenarnya Tuhan itu? Kami hanyalah mencoba mencari-cari hubungan antara ini dan itu lalu mengumpulkan beberapa informasi yang didapatkan untuk setidak-tidaknya memberikan gambaran umum tentang Ketuhanan Kristiani.

Pribadi Tuhan adalah pelajaran untuk mengalihkan fokus manusia dari indra ke hati

ALLAH TRITUNGGAL (TRINITAS ALLAH)

Allah Bapa adalah pribadi yang gilang gemilang dengan kedahsyatan, kemahakuasaan dan kebesaran yang tidak terkirakan bahkan orang-orang Israel sendiri sampai ketakutan menyaksikan kehadiran-Nya di gunung Horeb (disebut juga gunung Sinai). Kepatuhan manusia kala itu akan perintah dan larangan-Nya hanya terbatas setelah penglihatan yang luar biasa itu dinyatakan (menyaksikan keajaiban Allah). Tidak lama berselang, pesona materi akan membuat mereka berdosa bahkan keturunan mereka yang kemudian (belum menyaksikan keajaiban Allah) lebih jahat lagi. Manusia jatuh dalam dosa yang membuatnya mendapat hukuman, baik berupa penyakit, kelaparan, bencana alam, binatang buas, peperangan, pembuangan (perbudakan) dan lain sebagainya. Kemudian Tuhan kembali memberi penglihatan dengan menunjukkan keajaiban yang memposona indra sehingga semua orang bertobat. Tetapi tidak lama setelah itu, manusia lupa lalu lagi-lagi terpesona dengan indra (pesona duniawi) dan berdosa lagi. Siklus ini terus saja berputar-putar.

Sejak saat itu, Tuhan mulai mengubah teknik (taktik) menyadarkan manusia. Ia tidak lagi menempatkan diri dalam bentuk-bentuk yang dahsyat dan luar biasa melainkan mengambil rupa yang sederhana, yaitu Yesus Kristus. Lewat pribadi Yesuslah, Tuhan mengajarkan kita bagaimana seharusnya menjadi orang percaya di tengah dunia yang semakin bergejolak. Ia memberi teladan yang baik untuk mengarahkan kita pada kebenaran aplikatif yang dikehendaki Allah dan bukannya pada kebenaran yang penuh dengan kepalsuan seperti yang dipraktekkan oleh orang-orang farisi dan ahli taurat kala itu.

Akhirnya, Ia menjanjikan Roh Kudus kepada manusia yang bukan lagi mengikat pancaindra melainkan langsung meresap & menetap dalam dasar kehidupan/ inti kehidupan setiap orang percaya. Dahulu Allah tampil dalam kedahsyatan sehingga manusia takut setelah menyaksikan keajaiban & kehebatan-Nya lalu segera bertobat. Tetapi kelemahannya adalah setelah hal-hal yang ajaib itu berlalu maka segera juga manusia itu murtad karena indranya terpesona oleh gemerlapan (kenikmatan & kemuliaan) duniawi. Oleh karena itulah, Allah mulai merubah cara pendekatannya terhadap manusia, yakni dari pendekatan Indra (menyaksikan hal-hal ajaib) kepada pendekatan hati/ pikiran (lewat Roh Allah). Sebab dasar kehidupan manusia adalah hatinya, jika hatinya milik Tuhan niscaya sikapnya (perkataan dan perilaku) juga kepunyaan Tuhan. Sehingga sekalipun indranya digoda, dicobai dan diuji oleh dunia ini, hatinya tetap teguh tak tergoyahkan mengikut jalan kebenaran sejati. Selengkapnya, Konsep Trinitas Kristen.

Alasan mengapa Allah jumlahnya banyak (mengapa Tuhan membagi-bagi diri-Nya?)

Apa yang kami tuliskan di sini hanyalah sesuatu yang sesuai dengan penalaran kami. Anda bisa mengurangi atau menambahkannya bahkan tidak menggunakannya sama sekali. Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan Tuhan membagi-bagi kepribadian-Nya dalam beberapa bentuk.

  1. Berbagi tugas dan peran.

    Anda seorang manusia super yang bisa menciptakan sesuatu hanya lewat kata-kata. Apa yang dilakukan untuk melakukan tugas lain yang jauh dari tahta kemuliaan dan kerajaan yang anda miliki? Pilihan pertamanya adalah mengutus seorang hamba kerajaan ke sana. Tetapi karena hamba-hamba itu ditolak rakyat andapun memutuskan untuk datang sendiri tanpa meninggalkan kursi tahta kemuliaan dan kerajaan anda. Satu-satunya jalan adalah membelah diri kemudian mengutus pribadi yang satu itu kepada rakyat yang jauh di sana.

    Allah adalah Roh yang tidak terikat oleh ruang dan waktu. Jadi yang dilakukan-Nya adalah memberikan sebagian dari Roh-Nya untuk melakukan tugas tertentu.

  2. Menjaga kerajaan-Nya tetap berjalan dengan baik.

    Tuhan memiliki kerajaan sendiri bersama para malaikat sebagai bawahan-Nya. Coba bayangkan jikalau seorang raja tidak memimpin pemerintahan selama beberapa waktu hanya karena sibuk menyadarkan manusia dari dosa-dosanya? Bukankah kerajaan itu akan terbengkalai, tidak terurus bahkan beresiko kacau-balau?

  3. Mengingatkan manusia akan kemahakuasaan-Nya yang tak tertandingi.

    Allah Bapa yang hanya berucap sepatah-duapatah kata saja lalu segala sesuatu terjadi, bukankah itu amazing? Lewat pribadi inilah Tuhan mengajarkan kita untuk mengenal kemahakuasaan, kemahabesaran dan kemahamuliaan-Nya yang tidak ada batasnya.

  4. Mengingatkan kita akan pentingnya kerendahan hati alias menyangkal diri.

    Sekalipun Tuhan itu luar biasa dengan segala gilang gemilang yang menyertainya tetapi Dia tidak arogan dan bersikap semena-mena (sesuka hati). Kehadiran Yesus Kristus ke dunia ini adalah sebuah peringatan kepada seluruh umat manusia untuk selalu merendahkan hatinya dalam segala waktu. Sebaiknya kita lebih banyak menyangkal diri untuk menepis arogansi yang berujung pada kesombongan. Sebab kesombongan hanya akan menggiring umat manusia pada hawa nafsu sesat, ketamakan dan akhirnya kehancuran (kematian fisk maupun rohani). Ini juga mengingatkan kita bahwa Tuhan menyukai orang-orang yang hidup dalam kesederhanaan. Oleh karena itu, baik bagi kita untuk selalu rendah hati dan hidup sederhana di segala waktu.

  5. Mengingatkan kita akan pentingnya mengejar kebenaran sejati untuk bahagia, damai dan tenteram.

    Tuhan Yesus juga turut menyadarkan kita bahwa kemewahan dan kenyamanan duniawi tidak akan membawa seorangpun dalam ketenteraman, kedamaian dan kebahagiaan sejati. Dahulu Yesus bisa saja memilih untuk menjadi salah satu dari anak raja atau anak pemuka agama atau anak pejabat daerah tetapi tidak mengehendakinya. Sebab bukan kemewahan dan kenyamanan duniawi yang mendamaikan, membahagiakan dan menenteramkan hati melainkan dengan melakukan kebenaran sejati (mengasihi Allah sepenuhnya dan sesama sama dengan diri sendiri) maka semua kebaikan hati tersebut akan diperoleh sepanjang hayat.

  6. Mengingatkan kita akan pentingnya ujian kehidupan.

    Jika Tuhan Yesus sendiri mau dicobai saat masih berada di bumi, seharusnya demikianlah juga dengan kita, sebagai pengikut-Nya saat ini. Sebab ujian kehidupan akan menghasilkan ketekunan, pengendalian hawa nafsu, menekan kebinatangan dan menyingkirkan kejahatan lainnya di dalam hati. Selain itu, ujian sosial juga akan menggiring anda dalam kebijaksanaan dan kreativitas yang bermanfaat bagi semua orang.

  7. Mengingatkan kita akan pentingnya menjaga hati.

    Peralihan pendekatan yang dilakukan Allah dari pendekatan yang menyentuh indra kepada pendekatan yang menyentuh hati adalah sebuah fakta betapa pentingnya menjaga hati. Sebab hati adalah dasar kehidupan manusia yang menjadi inti dan sumber dari segala sesuatu yang kita ekspresikan hari lepas hari. Oleh karena itu, sudah tugas kita untuk menjaga hati ini sebab di sanalah bait Roh Kudus berada. Salah satu cara terbaik untuk menjaga hati adalah dengan senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

  8. Mengingatkan peralihan cara komunikasi dengan Allah dari indra ke hati.

    Roh Kudus yang ada dalam setiap hati orang percaya membuat cara komunikasi kita dengan Tuhan semakin sederhana. Jika dahulu di zaman purbakala kita harus datang ke Bait Suci untuk membawa persembahan dan korban bakaran, sekarang kita bisa melakukannya sendiri. Sebab Tuhan tidak hanya ada di Bait Suci atau di Gereja melainkan Dia hanya sejauh doa alias di hati masing-masing orang.

  9. Mengingatkan kita bahwa semuanya butuh proses – bersabarlah.

    Bisakah anda menghitung dari sejak zaman Adam dan Hawa lalu pada zaman Abraham kemudian pada zaman raja Daud lalu zaman Yesus Kristus hingga akhirnya turunlah Roh Kudus di hari pentakosta. Bukankah itu membutuhkan waktu yang sangat lama? Dari sini Tuhan hendak mengajarkan kita bahwa tidak ada sesuatu yang instan yang berdampak baik. Melainkan hal-hal yang membutuhkan proses panjanglah yang melatih, mendidik dan mengajarkan manusia untuk takut akan Allah menjadi cerdas bahkan bijak dalam menjalani hidup ini.

    Perhatikan saja budaya instan yang sedang berkembang zaman sekarang, bukankah semuanya itu meminimkan aktivitas yang berkontribusi langsung pada menurunnya tingkat kecerdasan manusia, baik secara intelektual, emosional maupun spiritual.

  10. Memperingatkan kita untuk tidak fokus kepada indra tetapi fokus pikiran karena di sanalah ada Tuhan.

    Tuhan telah mengalihkan fokus perhatian manusia dari yang mulanya lewat pancaindra kemudian beralih langsung ke hati lewat karya Roh Kudus. Keadaan ini menegaskan kepada manusia agar tidak terlalu terlena dengan kemewahan, kenyamanan dan pesona yang ada di dunia ini melainkan lebih memfokuskan diri untuk selalu terhubung dengan Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Bukan berarti tidak butuh materi tetapi jangan biarkan dirimu terlena dan kehilangan kesadaran hingga bertindak menyimpang demi hawa nafsu akan kenikmatan duniawi.

  11. Memperingatkan kita untuk selalu hidup sederhana.

    Hidup sederhana adalah sebuah falsafah yang baik untuk ditekuni zaman sekarang. Sebab di dalam kesederhanaan ketergantungan terhadap materi berkurang dan sebaliknya hidup ini justru lebih intens untuk selalu terhubung dengan Sang Pencipta. Hidup sederhana juga berarti meminimalisir penggunaan teknologi dan menekan jumlah limbah yang dihasilkan lewat aktivitas sehari-hari. Artinya, hidup sederhana yang tidak bermewah-mewahan benar-benar ramah lingkungan. Ada juga, Ajaran kesederhanaan Dari Yesus Kristus.

  12. Mengingatkan kita betapa pentingnya kesetaraan antar manusia.

    Allah sendiri berkenan untuk menyamakan dirinya dengan rakyat jelata dalam pribadi Yesus Kristus, seharusnya kitapun mengikuti jejak-Nya.

    Yesus Kristus hendak menuntun kita mengasihi Allah dengan hati yang selalu terhubung dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Segala kebenaran akan diinspirasikan (dibisikkan) lewat hati yang selalu tertuju (fokus) kepada Tuhan. Selain itu, Ia juga rindu kita mengasihi sesama manusia SEPERTI DIRI SENDIRI. Arti kata seperti disini adalah kesamaan alias kesejajaran. Hal yang selalu saja memicu masalah di dunia ini adalah kekuatan yang sangat super (pengetahuan, uang, kekuasaan). Sebab pawer yang terlalu besar berpotensi menjadi berhala yang membuat manusia melupakan Tuhan hingga berlaku sewenang-wenang. Oleh karena itu, adalah baik untuk menyetarakan perolehan ilmu pengetahuan, pendapatan/ gaji dan kekuasaan (undian-pemilu) untuk masing-masing orang di semua profesi. Simak juga, Keadilan sosial menurut Alkitab dan perspektif iman Kristen.

  13. dan masih banyak lagi silahkan baca Alkitab anda dan temukan sendiri hal-hal yang benar tersebut…..

Allah yang kita sembah maha segala-galanya: Ia bisa menjadi apa saja sesuai dengan kehendak-Nya. Kita tidak berhak mengatur-ngatur kewenangan, perubahan dan cara-Nya menggunakan kekuatan yang dimiliki. Melainkan marilah belajar dari semuanya itu, bukankah ini menjelaskan kepada kita untuk lebih bijak menjalani dunia dengan fokus mengejar kebenaran sejati (mengasihi Allah seutuhnya dan sesama, sama seperti diri sendiri) dan bukannya malah terlena oleh kenikmatan dan kemuliaan duniawi sesaat yang memabukkan indra.

Salam, Allah bisa jadi apa saja,
Dia luar biasa & tidak terbatas!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.