Kecerdasan Manusia

Pengetahuan Membuatmu Jauh Dari Tuhan, Informasi Lebay Membuat Fokus Indra & Materi


Ilmu Pengetahuan Membuatmu Jauh Dari Tuhan, Informasi Lebay Membuat Fokus Indra & Materi

Bila kembali menelisik lebih jauh dari sejarah Kitab Suci maka akan menemukan bahwa Tuhan sendiri telah melarang manusia pertama untuk memakan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Bisa dikatakan bahwa Yang Maha Kuasa tidak memperbolehkan manusia sejak dari awal untuk mengkonsumsi buah yang mengandung unsur yang mencerdaskan ini. Kisah di Taman Eden mengandung makna yang sangat dalam. Semua yang ada di dalam taman itu memang diberikan kepada manusia tetapi satu hal saja yang tidak diperbolehkannya. Bukankah ini menegaskan betapa kecerdasan itu dari awal tidak baik karena membuat kita berdosa?

Kecerdasan menjauhkan kita dari Tuhan

Apakah Tuhan tidak tahu tentang kecenderungan manusia yang menginginkan lebih? Tuhan pasti tahu dengan jelas bahwa nenek moyang kita akan memakan buah yang meningkatkan kecerdasan itu. Kisah ini menunjukkan sebuah dualisme yang sangat fundamental. Allah mengetahui segala sesuatu dan lewat cerita ini ia berpesan bahwa “kecerdasan itulah yang akan menjauhkan kamu dari-Ku“. Sebab Tuhan telah melarang manusia dari awal untuk mengkonsumsi kecerdasan itu karena kelak beresiko tinggi menggiring manusia untuk lebih fokus pada indra dan materi sehingga iapaun mengabaikan Yang Maha Mulia.

Perkembangan ilmu pengetahuan telah mencapai batas sehingga dikembangkan untuk hal-hal yang negatif

Pada dasarnya, kecerdasan akan mengiringi indra manusia agar lebih peka terhadap hal-hal yang terbentang luas di dalam dunia ini. Inilah yang memberikan kita pengertian terhadap berbagai-bagai hal sekaligus menuntun indra untuk lebih fokus kepada segala sesuatu yang ada di alam semesta. Hasrat manusia untuk melatih pengetahuan tentang dunia ini semakin didorong kuat oleh karena apresiasi yang diberikan masyarakat terhadap orang-orang tertentu atas penemuan yang mereka ciptakan. Perkembangan ini terus saja berlanjut dari hari ke hari terlebih ketika manusia itu mulai candu dengan pujian dan popularitas.

Hasrat semakin kuat terhadap materi yang di dorong oleh penghargaan, pujian dan popularitas akan terus menggiring manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan & teknologi yang dimiliki. Padahal semuanya itu telah mencapai batasnya. Ketika sesuatu sudah mencapai batas maka hanya tinggal hal-hal negatif untuk dikembangkan. Jadi disinilah para ilmuan itu bergerak mengembangkan hal yang buruk sebab peneliti sebelumnya telah mengembangkan prodak-prodak yang positif. Ini bisa saja terjadi karena pengaruh untuk mencari uang, ketenaran, pujian dan lain sebagainya.

Pengembangan teknologi telah diarahkan di bidang ekonomi

Ilmu pengetahuan yang ada saat ini bukan lagi merupakan penemuan baru sebab semua nya telah ditemukan dan sekarang adalah tahap pengembangan. Kemajuan teknologi mesin kini telah diarahkan pada hal-hal yang bersifat komersial. Semuanya itu dilakukan untuk menjalankan ekonomi agar masyarakat menggunakan uangnya untuk membeli ini dan itu. Teknologi yang ada sekarang ini bahkan telah lama menyentuh peralatan rumah tangga yang akan memanjakan ibu-ibu di rumah dimana semuanya menjadi serba cepat, mudah dan instan. Padahal orang-orang yang kebanyakan bersantai inilah yang hidupnya sering sekali di hantui oleh hawa nafsu sesat, kebinatangan dan kejahatan lainnya. Oleh karena itu, jangan bertanya-tanya mengapa ada perceraian, anak-anak berperilaku bandel, hubungan seks di luar nikah dan lain sebagainya.

Bisa dikatakan bahwa sistem ekonomi yang mengedepankan sektor swasta sebagai penguasa dan kapitalis perorangan cenderung menciptakan keadaan seperti ini. Sebab sektor swasta yang cenderung berorientasi pada hasil tidak begitu peduli dengan proses-proses yang dicapai untuk memperoleh keuntungan tersebut. Sebab tanpa uang juga mereka mau makan apa? Sedangkan usaha di sektor positif telah dikuasai oleh oknum perorangan dari pihak yang berbeda. Sadarilah bahwa orang-orang ini akan melegalkan cara-cara manipulatif untuk memperoleh materi sebanyak-banyaknya. Terlebih ketika sistem ekonomi tidak begitu dipedulikan oleh pemerintah, saat yang penting hanya pajak bagi mereka.

Pengetahuan membuat kita fokus indra sehingga jauh dari Tuhan: “Lebih baik tidak tahu apa-apa!

Fokus indra pada materi membuat kita semakin jauh dari Tuhan. Ini turut didorong oleh berbagai-bagai media yang semakin mempopulerkan berbagai-bagai jenis trend dan barang baru. Semata-mata untuk memikat hati masyarakat agar membeli ini dan membeli itu. Terutama televisi yang menampilkan berbagai-bagai iklan untuk menciptakan dan memancing hawa nafsu terhadap barang dan jasa tertentu. Faktor ini secara tidak langsung telah menghipnotis indra manusia. Apalagi bagi mereka yang sehari-hari rutin menonton televisi. Terlebih bagi masyarakat yang indranya lebih kuat dibandingkan dengan hatinya akan langsung melakukan pembelian.

Ilmu pengetahuan yang membuat manusia semakin fokus pada indra membuat hatinya melemah. Keadaan ini turut didorong oleh berbagai-bagai pesona, kemewahan dan kenyamanan duniawi yang ada di depan mata. Situasi akan semakin buruk ketika orang-orang semacam ini dihargai, dihormati, dipuji dan dipopulerkan oleh masyarakat dan media tertentu. Jadi bisa dikatakan bahwa indra akan semakin terpesona dengan gemerlapan duniawi (kemewahan, kenyamanan, pesona) bila masyarakat memberikan respon positif terhadap orang-orang ini. Mereka akan merasa bahwa dalam gemerlapan duniawilah ada kedamaian, ketenteraman dan kebahagiaan. Padahal semuanya itu hanyalah sesaat saja. Ketika keluar produk lain dengan trend baru akan memberi pesona yang berbeda pada indra. Terlebih ketika tetangganya atau saingannya telah memiliki barang tersebut. Bukankah iapun akan terdorong hatinya untuk memiliki semuanya itu? Jadi, menggantungkan bahagia, damai dan tenteram pada sifat konsumtif hanya akan menggiring anda untuk membelanjakan uang lagi dan lagi.

Mulai saat ini, anda harus mengubah mindset: kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati yang bergantung pada materi hanya akan membuat anda terlalu fokus pada indra. Keadaan ini akan menggiring anda untuk membelanjakan uang terus-menerus (secara berlebihan) yang disebut juga sebagai sifat konsumtif. Sadarilah bahwa trend budaya konsumtif akan semakin banyak dan semakin mahal dari tahun ke tahun sehingga mendorong anda untuk lebih giat mencari uang bahkan sampai menghalalkan segala cara. Oleh karena itu, berhenti mempertajam indra, selektif dan kritis mencerna informasi, sebab pengetahuan yang berlebihan tentang dunia ini hanya akan membuat hawa nafsu meningkat sehingga barang belanjaan semakin banyak. Adalah lebih baik untuk mencari kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati dengan cara senantiasa bersyukur dan bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati hari lepas hari.

Terkadang kita perlu menjaga indra dari berbagai-bagai informasi yang tersedia, baik lewat media televisi, radio, majalah, internet dan lain sebagainya. Ketika pengetahuan yang berasal dari informasi yang baru diserap tidak mampu kita bendung sehingga mendorong munculnya keinginan untuk memiliki, mencicipi, mengunjungi dan menikmatinya juga, mulai dari sinilah pengetahuan telah menjauhkan kita dari Tuhan. Oleh karena banyak informasi yang bermotif hiburan, menambah wawasan & ilmu pengetahuan padahal isinya memikat nafsu untuk membeli ini dan itu, andapun harus belajar bersikap selektif dan kritis mencerna informasi zaman sekarang. Agar jangan sampai indra mendominasi kehidupan ini yang cenderung membuat hati semakin jauh dari Tuhan.

Salam santun!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.