Kecerdasan Manusia

10 Faktor Penyebab Pikiran Bercabang Kurang Fokus


Faktor Penyebab Pikiran Bercabang Kurang Fokus

Pikiran manusia adalah sistem yang rumit dan sangat stabil dari berbagai-bagai gangguan dari luar. Pada dasarnya keadaan ini baru dapat dicapai jika otak selalu fokus pada titik positif yang sifatnya terus-menerus yang dilantunkan dalam bentuk nada-nada, salah satu lagu terbaik adalah saat memuliakan Tuhan. Selain itu aktivitas yang membantu kita untuk memusatkan fikiran adalah bekerja, menekuni hobi dan belajar. Semua keadaan ini pada dasarnya telah meningkatkan kemampuan untuk memusatkan pikiran tetapi tidak semuanya teruji dan siap digunakan dalam berbagai situasi.

Pada dasarnya, otak manusia diciptakan untuk menghendel banyak tugas. Perhatikan saja organ kita ada banyak, dua tangan, dua kaki, dua kuping, dua mata dan lain sebagainya. Semuanya ini bisa bergerak secara bersamaan, seirama dan terkoordinasi penuh asalkan belajar dan berlatih melakukannya hari lepas hari. Sayang, banyak manusia tidak mengetahui kemampuan multitasking ini. Sehingga kebanyakan orang mengerjakan segala sesuatu secara mono. Misalnya, kalau makan ya makan saja, belajar ya belajar saja, membaca ya membaca saja, berjalan ya berjalan saja, memasak ya memasak saja, berkendara ya berkendara saja dan lain sebagainya.

Kebiasaan bergerak tunggal (mono) seperti inilah yang cenderung membuat anda kurang cerdas. Keadaan ini, justru diperparah dengan berbagai-bagai fasilitas mewah yang menawarkan kenyamanan dimana anda tinggal duduk manis saja, tekan ini dan itu dan semuanya selesai. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jikalau mulai saat ini anda melakukan hal-hal yang manual saja. Lakukanlah sesuatu yang otomatis dengan bantuan mesin berteknologi untuk sesuatu yang penting saja, selagi bisa dihendel maka lakukanlah itu secara konvensional.

Otak Multitasking melakukan tiga aktivitas sekaligus

Pikiran manusia cenderung bercabang-cabang adalah pertanda bahwa otak anda sudah mulai berkembang tetapi belum terarah secara maksimal. Sebab pada dasarnya tiga pekerjaan ini selalu dilakukan bersama yaitu: otak memikirkan sesuatu, mengucapkan sesuatu dan tubuh senantiasa bergerak. Apabila semua hal ini sudah terisi dalam otak anda niscaya tidak ada lagi pikiran yang bercabang-cabang. Oleh karena itu, milikilah pikiran yang selalu memikirkan hal yang baik, hati yang senantiasa berkata-kata dan fisik yang terus beraktifitas.

Faktor penyebab gangguan konsentrasi

Pikiran bercabang-cabang karena memang otak manusia diciptakan untuk multitasking. Menjadi orang yang mampu mengerjakan tugas ganda memang tidaklah mudah. Sebelum anda multitasking dalam hal-hal yang nyata adalah lebih baik untuk multitasking dimulai dari pikiran masing-masing. Jika pikiran mampu senantiasa fokus pada hal-hal positif sembari melakukan aktivitas sehari-hari, itu juga tugas ganda. Berikut beberapa alasan mengapa konsentrasi anda terus terganggu di saat-saat tertentu bahkan ketika tidak ada orang sekalipun.

  1. Fokus yang tidak stabil.

    Jika anda mendedikasikan pikiran untuk fokus pada hal-hal positif maka tekunilah itu dengan sungguh-sungguh. Jangan berikan kesempatan pada hal-hal yang buruk untuk memasuki pikiran anda sebab buah yang baik berasal dari pohon yang baik dan tidak pernah satu pohon menghasilkan buah yang baik juga yang jahat. Melainkan semuanya berasal dari satu konsistensi pada hal-hal yang positif saja dan tidak memikirkan alias mengabaikan berbagai-bagai potensi negatif yang hendak masuk.

  2. Hawa nafsu.

    Keinginan di dalam hati telah menjadi jerat bagi diri ini untuk memustkan pikiran pada sesuatu yang positif. Terlebih ketika anda sangat menginginkannya sampai-sampai memikirkannya siang malam bahkan turut pula membawanya dalam mimpi. Keadaan ini akan sangat mengganggu konsentrasi anda sehingga sulit untuk berpikir atau mengerjakan sesuatu atau saat berucap.

  3. Prasangka buruk.

    Sering sekali kita menduga-duga kehidupan seseorang berdasarkan penalaran sendiri tanpa bukti yang jelas. Kita seperti cenayang yang melihat kehidupan orang lain lalu menyebut-nyebut nama. Bila pikiran anda luas dan dalam sebaiknya utarakanlah ia dalam bentuk tulisan atau karya seni lainnya sehingga bisa dinikmati orang lain tanpa menyebut nama siapapun (karya yang tidak menyudutkan orang lain). Lebih dari pada itu sebagian besar pikiran semacam ini hanyalah omong kosong hasil rekayasa sendiri. Kebiasaan suudzon yang tidak jelas akan menuntun anda pada kegagalan fokus berpikir.

  4. Sungut-sungut.

    Keluh kesah yang berlebihan tidak perlu dipertahankan sebab ini justru membuat kemampuan fokus berkurang. Hati justru akan dipenuhi dengan kecemasan, kekuatiran, ketakutan dan lain sebagainya yang akan mengganggu konsentrasi berpikir.

  5. Kesombongan hati.

    Tinggi hati juga telah menjadi jerat yang membuat anda tidak mampu fokus dalam berpikir. Sebab kebiasaan ini justru akan menuntunmu pada sikap yang berlebihan sehingga pikiran tidak bisa lagi berpusat pada hal positif saja melainkan menjadi kacau balau.

  6. Iri dengki.

    Kedengkian telah menjadi jerat yang sering sekali membuat fokus berpikir melenceng kemana-mana. Saat hati cenderung pada hal-hal negatif maka akan bersinggungan dan bertentangan dengan sesuatu yang positif yang sedang anda pikirkan.

  7. Dosa.

    Kalau soal khilaf, itu bisa dimaklumi sebab ini hanyalah melakukan sesuatu yang mungkin kurang tepat pada moment yang kurang tepat pula. Yang lebih menkuatirkan dan menggetarkan hati adalah saat anda jelas-jelas melanggar perintah Allah. Rasa bersalah akan menjadi penghalang yang membuat anda selalu gagal mengkonsentrasikan pikiran.

  8. Tidak menerima kenyataan apa adanya.

    Ini adalah kebiasaan yang menyetujui setiap kejadian yang sudah terjadi. Saat anda menerima kenyataan apa adanya berarti ini menandakan bahwa telah menghancurkan arogansi yang cenderung menetap dalam hati manusia. Selama kita egois maka besar kemungkinan sesuatu yang tidak terjadi sesui keinginan sendiri akan ditolak, ditentang bahkan dilawan sama sekali. Oleh karena itu, belajarlah menyangkal diri dan menekan bahkan menghancurkan sifat arogan dalam diri masing-masing.

  9. Rasa sakit di dalam hati.

    Bila anda masih merasakan sakit saat diperlakukan orang lain, itu adalah tanda kekurang mampuan untuk berkonsentrasi. Sebenarnya anda bisa mengabaikan hal tersebut lalu tetap mengarahkan fokus pada hal positif saja. Ini justru butuh latihan teman. Oleh karena itu, jangan pernah takut saat disakiti orang lain melainkan lihatlah itu sebagai sebuah peluang untuk berkembang. Semakin cepat anda melupakan kejadian itu maka semakin baik konsentrasi pikiran. Salah satu cara tercepat melakukannya adalah dengan membiasakan diri untuk memfokuskan pikiran kepada Tuhan dalam nyanyian pujian.

  10. Kenikmatan duniawi.

    Barhati-hatilah menikmati hidup sebab terlalu banyak menikmati hidup membuat pikiran melemah. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu memfokuskan pikiran pada hal-hal positif sekalipun sedang dalam status menikmati gemerlapan duniawi.

  11. Belum memahami dan menolak ujian sosial

    Anda harus berpikiran positif terhadap gejolak sosial yang dialami sehari-hari. Ada baiknya jika semuanya itu dipandang dari persepsi positif. Misalnya, masalah ini datang untuk membuat saya berkembang, ini terjadi sebagai latihan pengendalian diri, ini agar saya lebih dekat kepada Tuhan dan lain sebagainya. Apapun masalah yang anda hadapi, abaikan itu dan tetap fokus bernyanyi memuliakan Tuhan niscaya cepat atau lambat akan ada inspirasi yang dikirimkan kepadamu.

    Ujian sosial justru peluang untuk melatih kemampuan berkonsentrasi yang anda miliki. Sehingga semuanya itu bisa dilalui dengan damai, tenang dan tetap santai.

  12. Tidak pernah melakukan tiga hal ini serentak : Berpikir, berkata-kata dan bekerja.

    Anda harus mencoba melakukan ini sebab otak manusia memang diciptakan untuk multitasking. Cakupan yang banyak bila semuanya tidak terisi akan diisi oleh hal-hal lain sehingga membuat pikiran bercabang-cabang.

    Anda bisa melakukan ini dengan senantiasa bekerja sembari fokus kepada Tuhan dalam nyanyian pujian lalu goyangkan angota badan anda seintonasi dengan lagu yang dilantunkan oleh pikiranmu. Lakukanlah ini saat santai dan hindari sikap terburu-buru.

Otak manusia diciptkan multitasking dapat melakukan sesuatu secara serentak. Bila otak mampu melakukan tugas ganda tetapi anda hanya memberikannya tugas mono, disinilah pikiran menjadi bercabang-cabang. Oleh karena itu, kenali kemampuan otak anda, bila memang saat mengkonsentrasikan pikiran sambil bekerja masih saja membuatnya bercabang-cabang maka mulailah belajar menyelesaikan pekerjaan sambil memuliakan nama Tuhan di dalam hati sembari menggoyangkan anggota tubuh anda seiram/ seintonasi dengan lagu yang sedang anda lantunkan. Ini tidak bisa dilakukan langsung melainkan berlatihlah untuk itu. Mulailah dari pekerjaan yang ringan dahulu misalnya, menyapu sambil memuji Tuhan dan menggoyangkan badan sedikit. Selamat mencoba!

Salam semoga sukses!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.