Gejolak Sosial

10 Perbedaan Antara Sifat Jahat & Baik – Memilih Hidup Dalam Kebaikan Atau Kejahatan

Perbedaan Antara Sifat Jahat & Baik - Memilih Hidup Dalam Kebaikan Atau Kejahatan

Baik dan jahat adalah suatu sifat yang berbeda tetapi selalu ada di dalam diri manusia. Ini dua sifat yang sering bergejolak di dalam hati setiap orang yang kerap menimbulkan masalah saat diekspresikan kepada orang lain dan lingkungan sekitar. Bisa jadi masalah yang anda derita berdampak positif dan bisa juga berdampak negatif.Tidak ada konsistensi yang dirasakan indra untuk membedakan ke dua hal ini. Mungkin anda pernah mendengar dosa yang rasanya manis, berbohong, menipu orang, korupsi dan lain-lain.

Tidak semua kebaikan itu rasanya manis di indra. Terkadang rasa yang menyertainya hanya terjadi di awal saja setelah itu hanya menyisakan rasa sakit. Demikian juga dengan kejahatan, tidak berhubungan dengan rasa di indra saat hal tersebut dilakukan; justru beberapa hal yang jahat membuat manusia ketagihan saking nikmatnya itu. Satu-satunya yang dapat memutuskan apakah ini baik atau jahat adalah pertimbangan dalam hati/ pikiran sendiri. Oleh karena itu, untuk membedakan mana yang jahat dan yang baik tidak perlu fokus dengan indra melainkan dengarkan hatimu yang penuh pertimbangan

Standar kebaikan tidak bisa ditentukan sendiri. Sebab apa yang baik bagi kita bisa saja tidak demikian bagi orang lain. Oleh karena itu, selalu ada titik tengah yang diambil untuk menyamakan persepsi yaitu Kitab Suci dan perundang-undangan yang berlaku luas di masyarkakt. Dua dasar ini adalah standar dari setiap kebaikan bersama. Selain itu, ada pula standar yang dasarnya dari firman yang mengatakan bahwa: Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka (bandingkan dengan Matius 7:12).

Standar kejahatan pada dasarnya berkisah tentang kerugian. Setiap ekspresi yang berpotensi untuk merugikan orang lain sudah termasuk dalam sikap yang jahat. Lagipula sebelum melakukan sesuatu, lakukanlah semuanya itu terlebih dahulu kepada diri sendiri, jika anda merasa sakit – lantas mengapa melakukannya kepada orang lain? Inilah yang dimaksudkan Tuhan dengan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri. Jadi jikalau seseorang berlaku jahat kepada orang lain berarti iapun berlaku jahat terhadap dirinya sendiri, sebaliknya ketika anda berbuat baik kepada sesama berarti andapun mengasihi diri sendiri.

Apa perbedaan antara kebaikan dengan kejahatan?

Perbedaan mendasar dari setiap sikap manusia terletak dalam pikirannya. Ketika anda mampu berbuat baik berarti pikiran cenderung mengarah kepada hal-hal yang baik sedangkan saat anda berlaku jahat berarti pikiran lebih cenderung kepada hal-hal yang jahat. Jadi segala  sesuatu sumbernya dari pikiran barulah menuju ke perkataan dan perbuatan. Berikut ini beberapa alasan yang kami kenal sebagai perbedaan antara kedua element ini.

  1. Orang baik pikirannya dipenuhi hal positif sedang orang jahat pikirannya dipenuhi hal negatif.

    Seseorang yang pikirannya dipenuhi oleh pekerjaan, pelajaran dan Tuhan lebih cenderung melakukan hal-hal yang baik. Karena dasar kehidupannya positif maka outputnyapun positif.

    Sedangkan mereka yang dipenuhi oleh hawa nafsu seksual, iri hati, kesombongan, prasangka buruk, sungut-sungut, kebencian, amarah, dendam, kekerasan dan hal buruk lainnya cenderung melakukan sesuatu yang jahat. O

  2. Orang baik pikirannya selalu aktif sedangkan orang jahat lebih banyak kosong karena menikmati hidup.

    Manusia Berpikiran Kosong Alam Bawah Sadarnya Yang Penuh Kebinatangan BerkuasaMereka yang biasanya buruk perilakunya lebih banyak membiarkan pikirannya kosong. Orang semacam ini juga dikenal terlalu berlebihan menikmati hidup dan menyerahkan segala pekerjaan, pembelajaran dan Ketuhanan kepada orang lain dibelakangnya (para pembantunya). Keadaan ini membuat sifat-sifat manusiawi di dalam dagingnya berkuasa memenuhi otaknya sehingga meluaplah sikap (perkataan dan perilaku) kebinatangan, hawa nafsu sesat-lebay dan kejahatan lainnya.
    Manusia berpikiran aktif alam Bawah Sadarnya Yang Penuh Kebinatangan DitekanManusia yang pikirannya selalu aktif menghabiskan harinya dengan bekerja atau belajar dan/ atau memusatkan pikiran kepada Tuhan di segala waktu. Orang-orang ini tangan, kaki dan mulutnya jarang diam-diaman, setidak-tidaknya pikiran selalu tertuju kepada Tuhan dalam nyanyian pujian sambil menggerakkan anggota tubuh sesuai dengan intonasi yang dinyanyikan.

  3. Orang baik mencitrakan sesuatu yang positif sedangkan orang jahat mengindrakan yang negatif.

    Orang berbaik hati selalu menjaga indranya dari hal-hal buruk, terutama mata dan telinga. Mereka bukanlah tipe manusia yang menikmati tontonan yang tidak bermutu melainkan mengarahkan indranya untuk menyaksikan dan menikmati hal-hal yang baik saja. Orang seperti ini tidak segan-segan mematikan televisi, meninggalkan media sosial dan menjauh dari situasi yang mencerminkan berbagai-bagai keburukan yang bisa saja mempengaruhi otak.

    Mereka yang berjahat hati biasanya merupakan orang yang ringan langkahnya untuk menyaksikan hal-hal yang negatif. Doyan sekali menonton televisi yang menyuguhkan hal-hal yang buruk. Saat ada tulisan vulgar di internet, langsung diklik tanpa basa-basi. Ketika ada pembicaraan yang absurd-gosip-merendahkan sesama: betah berlama-lama untuk mengikuti semuanya itu.

  4. Orang jahat selalu mau untung sedangkan orang baik tidak masalah jika rugi.

    Mereka yang pikirannya penuh dengan kejahatan biasanya tidak mau dirugikan dalam segala hal. Maunya semua berjalan sesuai dengan apa yang diinginkannya. Sehingga cenderung tidak mau menerima kenyataan saat kejadian ini-itu berlangsung hingga membuatnya rugi.

    Orang baik juga mengehendaki keuntungan tetapi tidak pernah menggubris ketika ia dirugikan. Asalkan perkara tersebut bisa ditanggungnya sendiri, semua akan dijalani dengan lapang dada. Mereka yang tidak masalah ketika kebaikannya tidak terbalaskan. Orang semacam ini berkorban untuk melakukan kebaikan dengan ikhlas dan menganggap semuanya itu dilakukan untuk Tuhan.

  5. Orang yang jahatin sesamanya fokus ke indra sedangkan yang baikin orang lain lebih fokus pada hatinya.

    Para penjahat biasanya begitu terpesona dengan apa yang disaksikan oleh mata, didengar oleh telinga, dirasakan oleh lidah, dibaui oleh hidung dan disentuh oleh jemari. Mereka yakin betul bahwa kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati asalnya dari kenikmatan materi yang dapat dibeli hari lepas hari.
    Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas
    Orang yang baikpun menikmati materi tetapi selalu apa adanya saja. Sebab mindsetnya sudah berubah drastis. Mereka menganggap bahwa kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman itu ada saat otak senantiasa sibur oleh hal-hal positif. Misalnya saat bekerja, belajar dan ketika pikiran senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa firman dan nyanyian pujian.

  6. Susah untuk melakukan kebaikan tetapi mudah untuk melakukan kejahatan.

    Hawa nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya sudah ada secara default dalam diri masing-masing. Sifat-sifat ini sudah melekat dalam daging kita sejak dibentuk dari dalam kandungan (ilmu duniawi). Oleh karena itu, mudah bahkan sangatlah mudah untuk melakukan hal-hal yang jahat.

    Kebaikan sejatinya dipelajari. Ini asalnya dari sorga (ilmu sorgawi) dan Tuhan sendirilah yang telah menurunkannya kepada manusia lewat hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, tidaklah mudah untuk melakukan hal-hal yang baik akan tetapi jika kita berusaha niscaya semuanya itu bisa dibiasakan dan menjadi budaya (terjadi secara otomatis).

  7. Butuh kecerdasan untuk melakukan hal yang baik tetapi orang bodohpun bisa melakukan hal yang jahat.

    Anda harus pintar dan memiliki wawasan yang berlandaskan pada Kitab Suci untuk melakukan kebaikan sejati. Sebab melakukannya tanpa tujuan atau dengan tujuan sempit hanya akan membuat sikap terkesan dipaksakan. Seharusnya mereka yang dasar-dasar kehidupannya berlandaskan iman kepada Tuhan akan melakukan kebaikan kepada sesama seperti kepada Tuhan sendiri: Dasar semacam ini akan membuat kebaikan itu menjadi tulus adanya.

    Hal-hal jahat bisa dilakukan oleh orang yang tidak punya pengetahuan sama sekali. Mereka bisa saja melakukannya karena minimnya pengalaman dan pengetahuan tentang kebenaran yang sesungguhnya. Lagipula mereka tidak pernah belajar berbuat baik dari siapapun. Kejahatan turut di dorong oleh kenyataan bahwa mindset/ otak seseorang yang masih primitif dan belum berkembang.

  8. Kebaikan yang sejati – berkorban sedangkan kejahatan memaksa orang lain mengorbankan diri.

    Mereka yang baik hatinya jelas suka berkorban. Tidak perlu muluk-muluk melainkan dimulai dari hal-hal kecil saja sudah mampu berkorban terlebih dalam hal-hal besar. Orang-orang ini dengan tulus hati berdoa siang malam demi kebaikan orang lain. Kata-kata merekapun penuh keramahan kepada sesama. Mereka menjalin hubungan baik dengan sesama dalam kejujuran, kesetiaan, saling berbagi informasi dan solusi, konsistensi dan lain sebagainya.

    Orang yang jahat hati biasanya menuntut orang lain berkorban untuk kepentingan pribadi. Atau lebih tepatnya, mereka mengutamakan berkorban demi kepentingan pribadi dibandingkan dengan berkorban demi kepentingan masyarakat luas. Orang semacam ini sangat senang merugikan orang lain sedangkan dirinya sendiri terus diuntungkan alias suka berpesta di atas penderitaan sesamanya.

  9. Kebaikan hati ciri khas orang yang dekat dengan Tuhan sedangkan kejahatan ciri orang yang jauh dari Tuhan.

    Orang-orang yang baik hatinya biasanya kehidupannya dekat dengan Tuhan. Mereka adalah orang yang selalu mengisi hidupnya dengan hal-hal positif. Orang-orang inipun butuh materi tetapi mereka tidak ketagihan mengkonsumsinya melainkan yang ada dinikmati dengan rasa syukur saja.

    Orang jahabiasanya sangat candu dengan materi, mereka rela melakukan hal-hal yang menyimpang demi uang, jabatan dan kekuasaan. Kehidupan mereka memang kelihatan sangat agamawi tetapi sikap sehari-hari jauh dari rohani.

  10. Kebaikan sejati dapat pahala di sorga sedangkan kejahatan menuai hasil di lembah neraka.

    Orang-orang yang baik hatinya akan berawal di sorga yang penuh sukacita sedangkan mereka yang jahat akan berakhir di dalam neraka yang penuh tangis dan kertak gigi.

Setelah mengetahui perbandingannya sekarang apa pilihanmu kawan? Sebab sudah jelaslah bahwa melakukan keburukan semudah membalikkan telapak tangan sedangkan kebaikan membutuhkan pengorbanan menyebabkan kerugian. Hati-hati memilih sebab semuanya punya resiko. Biasanya melakukan yang negatif untungnya segera tetapi ruginya di akhirat sedangkan melakukan sesuatu yang positif ruginya sekarang tetapi untungnya di akhir zaman.

Mudah untuk melakukan kejahatan bahkan bisa dikatakan bahwa andapun tidak butuh berpikir panjang untuk malakukannya. Bila (1) pikiran kosong atau (2) memikirkan hal-hal yang buruk niscaya perkataan dan perilaku (sikap) yang diekspresikanpun akan menjadi syarat dengan hawa nafsu, kebinatangan dan hal-hal jahat lainnya. Tetapi jika anda telah bertekad untuk menjadi orang yang baik, mulailah belajar melakukannya dari hal-hal sederhana (misalnya doa dan keramahan), ketahuilah tujuan utama melakukannya (untuk Tuhan), sadarilah bahwa semuanya itu butuh pengorbanan (cenderung menimbulkan kerugian) dan lakukanlah semuanya itu dengan konsisten agar menjadi terbiasa hingga membudaya.

Salam konsistenlah berbaik hati

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.