Gejolak Sosial

+10 Akibat Hawa Nafsu Yang Tidak Terwujud – Keinginan Selalu Menyiksa Kita, Adalah Awal Dari Semua Sifat Negatif (Keburukan)


Dampak Buruk Hawa Nafsu Yang Tidak Terwujud - Keinginan Selalu Menyiksa Kita, Adalah Awal Dari Semua Sifat Negatif (Keburukan)

Hawa nafsu adalah sifat yang sangat manusiawi, tanpanya kita bukanlah penghuni dunia ini. Satu-satunya yang tidak lagi memiliki hasrat terhadap bumi ini adalah orang-orang yang sudah tiada. Saat kita masih bernafas dan hidup dalam kedagingan maka saat itu jugalah kebutuhan akan materi sudah ada dalam diri ini. Diantara semua yang diperoleh selama hidup, ada yang buruk dan ada pula yang baik. Sekarang tergantung dari keputusan sendiri, mau menghendel yang mana? Atau lebih tepatnya, apa yang biasanya anda lakukan, yang menjadi kecenderungan dalam bersikap?

Alam liar mencapai keseimbangan hawa nafsu dengan cara saling membunuh

Tahukah anda bahwa bukan hanya kita orang yang memiliki hawa nafsu? Hal ini juga dimiliki oleh hewan-hewan yang hidup dekat dengan manusia (hewan peliharaan) maupun yang hidup bebas di alam sekitar. Sekalipun demikian mereka tetap mampu mencapai titik keseimbangan yang masing-masing saling mendukung dan ramah lingkungan. Keadaan ini membuat hewan yang hidupnya liar di alam selalu mampu mencapai titik keseimbangan dalam ekosistem hayati. Sayang, titik keseimbangan itu mereka capai dengan cara saling memakan dan dimakan. Ini jelas tidak manusiawi dan bodoh: masakan kita harus saling membunuh untuk menciptakan keseimbangan? Untuk apa manusia dianugrahkan akal budi kalau demikian?

Resiko kelangkaan pangan akibat tingginya keinginan akan menyisihkan orang-orang yang ekonominya lemah

Masing-masing hewan saling mendukung dan saling menyeimbangkan. Misalnya hewan pemakan daging (karnivora) mengendalikan jumlah hewan pemakan rumput (herbivora) sehingga jumlah tanaman tidak habis dengan cepat. Saat jumlah pemakan rumput (mangsa) lebih banyak maka keadaan ini secara tidak langsung akan meningkatkan jumlah pemakan daging (pemburu) sehingga tercapailah titik keseimbangan. Dalam dunia kita sendiri, apa yang terjadi saat jumlah manusia terus bertambah? Ini mengakibatkan jumlah hawa nafsu meningkat, jumlah konsumsi meningkat dan lainnya lagi meningkat sedangkan jumlah produsen (tanaman penghasil pangan dan oksigen) terus menurun. Keadaan ini lama kelamaan menyebabkan tingginya harga, langkanya bahan pangan dan semakin menipisnya cadangan energi (BBM).

Manusia dengan hawa nafsunya yang syarat dengan keserakahan tidak akan mampu mencapai titik keseimbangan dalam ranah damai. Bila pemakaian barang dan jasa terus meningkat maka bahan pangan akan mulai naik harganya, pembangunan areal perumahan semakin luas, sedangkan lahan pertanian dan hutan semakin menyempit. Belum lagi masalah meningkatnya penggunaan mesin dan tingginya polutan di udara yang turut meningkatkan suhu permukaan bumi. Keadaan ini secara lambat laun tapi pasti akan mempertinggi harga bahan pangan sehingga ada kecenderungan rakyat jelata (masyarat luas) yang ekonominya rendah tidak dapat memperolehnya sehingga merekapun tersisih: sakit-sakitan dan meninggal bersamaan dengan bencana kelangkaan pangan dan bencana alam lainnya yang terjadi kelak.

Hati-hati dengan hawa nafsu yang tinggi, semakin tinggi pula resiko terjadinya bencana

Sadarilah bahwa saat kita terlalu mengekspose hawa nafsu di dalam hati, ada kecenderungan untuk terus belanja dan membeli ini-itu. Keadaan ini menyebabkan tingginya angka konsumsi masyarakat yang tidak sebanding dengan angka produksi (hanya dilakukan oleh tanaman). Sedangkan jumlah manusia dan mesin yang menghasilkan panas terus meningkat tetapi jumlah tumbuhan yang mendinginkan bumi menurun: inilah keadaan yang membuat suhu lingkungan terus meningkat (pemanasan global). Disusul dengan terjadinya berbagai-bagai jenis bencana yang menelan korban jiwa dan menghancurkan berbagai infrastruktur yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Hati-hati menggunakan mata anda

Seperti ada pepatah mengatakan bahwa “matamu adalah jendela hatimu.” Demikianlah semakin banyak yang dilihat maka semakin banyak yang diinginkan. Sadarilah bahwa “awal dari timbulnya hawa nafsu adalah lewat mata.” Semakin banyak hal yang anda lihat maka semakin tinggi pula keinginan di dalam hati. Itulah mengapa orang-orang yang indranya rusak (misalnya orang buta, tuli, bisu dan lain-lain) keinginannya juga lebih sederhana dari orang normal pada umumnya. Ini tidak hanya terjadi pada mata melainkan pancaindra yang lainnya juga. Oleh karena itu, waspadalah mengarahkan indra anda hanya pada hal-hal yang baik saja. Lalu batasilah diri untuk menyaksikan berbagai t0ntonan yang buruk mulai sekarang. Ini adalah salah satu cara untuk menjauhkan hati dari mengingikan yang jahat.

Cara terbaik membatasi hawa nafsu: Fokus Tuhan

Sebenarnya ada banyak cara untuk mengatasi keinginan di dalam hati. Mulai dari bekerja menghabiskan waktu membuat kita bahagia tapi ingat juga untuk beristirahat. Dengan bekerja kita bisa memberi manfaat kepada sesama, baik disela-sela kerja maupun lewat hasil pekerjaan. Saat belajar kita mencari beberapa informasi positif untuk menambah pengetahuan dan wawasan sehingga pikiran tetap aktif. Bila sudah tidak ada lagi yang mau dilakukan, pekerjaan sudah selesai, rumah sudah dibersihkan dan semuanya sudah beres maka lebih baik berhenti sejenak sambil bersyukur buat semua kerjaan yang telah berhasil diselesaikan sembari bernyanyi memuliakan Allah di dalam hati.

Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

Pada dasarnya pikiran yang selalu aktif positif membuat hawa nafsu sesat berlebihan di alam bawah sadar tertekan sehingga tidak muncullah keinginan yang aneh-aneh dari dalam sana. Selama anda bekerja, belajar dan memusatkan pikiran kepada Tuhan maka selama itu pulalah ada jaminan, keinginan yang liar tidak akan menimbulkan masalah. Bukan karena tidak pernah ada melainkan dapat ditepis oleh aktivitas lainnya. Puncak tertinggi dari aktivitas memusatkan pikiran kepada Tuhan adalah saat keadaan tersebut membuatmu TERLENA dan MENIKMATI situasi yang sedang terjadi. Sehingga hati tetap bersukacita dalam damai yang terkendali dan tenang sehari-hari.

Permulaan dari semua siksaan dan sikap buruk adalah fokus pada hawa nafsu yang tidak kunjung terwujud

Hawa nafsu yang anda ikrarkan dan yang ditekadkan dengan serius, dipikirkan berulang-ulang bahkan di umbar juga kepada orang-orang disekitar kita akan menimbulkan kekalutan yang beresiko tinggi menuntun anda pada kesusahan hati yang lebih besar. “Anda seperti seseorang di atas satu tali lalu berjalan untuk melewati lembah atau gedung dengan resiko terjatuh 99,99%: sebab masa depan siapa yang tahu.” Menginginkan sesuatu di masa depan dengan hasrat yang tinggi beresiko menimbulkan rasa sakit dan kekecewaan yang tinggi pula. Oleh karena itu, lebih baik mengabaikan pikiran semacam itu lalu terus saja memuji-muji Tuhan di dalam hati.

Kita bisa saja memiliki rencana untuk menggapai masa depan yang terlihat dan terdengar wah tetapi janganlah fokus dengan semuanya itu: terus memikirkannya, membahas-bahasnya di dalam hati bahkan dengan lantang mengumbarnya kepada orang lain. Ini jelas memboroskan energi dan cenderung meningkatkan rasa kecewa yang kelak akan datang jikalau hal tersebut tidak terwujud. Oleh karena itu, abaikan khayalan tentang masa depan lalu jalankan rencana yang dapat anda lakukan sekarang kemudian bersyukur kepada Tuhan atas semuanya itu sembari memuji-muji nama-Nya yang agung dan kudus.

Akibat Hawa Nafsu Yang Tidak Terwujud - Keinginan Selalu Menyiksa Kita, Adalah Awal Dari Semua Sifat Negatif (Keburukan)

Khayalan tentang masa depan kemungkinan akan membuatmu senang sesaat. Tetapi camkanlah bahwa “itu hanya sesaat.” Setelah menikmati semuanya itu, tiba-tiba saja anda menyadari rancunya kenyataan hidup yang dialami. Inilah titik balik dari semua khayalan anda sebelumnya, yang seolah-olah menyiksa dan menyeret anda ke dalam rasa sakit, kepahitan, kebingungan, kebinatangan dan kejahatan lainnya (lihat bagan di atas). Oleh karena itu, anda berhak berencana dan mengharapkan sesuatu tetapi batasi khayalan tentang masa depan. Melainkan hiduplah mengalir apa adanya seperti air, jalankan rencana anda dan tetapkan hati untuk senantiasa bersyukur sambil memuliakan Allah di dalam pikiran sendiri. Apabila aktivitas ini dibudayakan niscaya akan membuat kita terlena sehingga pikiran tetap positif terjaga konsisten.

Akibat keinginan yang tidak terwujud

Apa yang hendak kami katakan tentang hawa nafsu? Ini adalah kekuatan yang lain, melemahkan atau memotivasi yang beresiko membuat semangat hidup anda down atau meningkat secara tiba-tiba. Memiliki keinginan benar-benar membuat suasana hati dalam area yang fluktuatif. Padahal bagusnya rasa bahagia itu tetap konsisten, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah melainkan standar saja alias biasa saja. Bila kita memiliki keinginan di masa depan, ini bisa memotivasi sekaligus keadaan tersebut beresiko mengecewakan terlebih ketika tidak kunjung terwujud. Oleh karena itu, jangan jadikan harapan di masa depan sebagai motivasi untuk menambah semangat di dalam hati melainkan alangkah lebih baik jikalau anda menjadikan aktivitas memuji-muji Tuhan sebagai kegemaran niscaya inilah yang akan menjadi penyemangat sekaligus motivasi. Perhatikan firman berikut ini

(Yakobus 4:2) Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.

Berikut ini beberapa dampak negatif yang mungkin akan anda alami saat keinginan tidak tidak terwujud atau tidak pernah terwujud.

  • Hawa Nafsu
    Merupakan harapan manusia yang berhubungan erat dengan materi dan hal-hal duniawi lainnya.
  1. Tidak Terwujud.

    Keadaan ini bisa saja ditimbulkan oleh karena banyak hal. Bisa jadi karena perencanaan yang belum matang, kemampuan yang belum maksimal, dana yang kurang mendukung dan lain sebagainya. Oleh karena itu, pastikanlah bahwa anda merencanakan sesuatu dengan tersistem/ terstruktur dan realistis. Jangan lupa juga untuk mempersiapkan rencana B ketika rencana utama tidak terwujud.

  2. Tidak Terima Seadanya.

    Keadaan ini beresiko menggiring kehidupan anda pada hal-hal buruk lainnya. Oleh karena itu, anggaplah bahwa semua yang sudah terjadi adalah rencana Tuhan dengan demikian andapun bisa menerima semua apa adanya. Sadarilah bahwa “manusia merancang tetapi Tuhanlah yang menentukan hasilnya akan seperti apa.” Hal yang mungkin bisa anda ubah adalah masa depan dengan memperbaiki pola pikir, perkataan dan perilaku sehari-hari. Anggaplah bahwa semua yang terjadi adalah pantas dialami/ sudah seharusnya terjadi sehingga bisa diterima apa adanya.

  3. Tidak Sabar.

    Saat tidak sabar menghadapi kenyataan pahit dimana apa yang anda harapkan selama ini tidak terwujud alhasil resiko dibius oleh nafsu kebinatangan akan melanda kehidupan anda. Keadaan ini bisa saja menyebabkan kebencian, sikap marah-marah hingga kekerasan. Sikap yang senantiasa tenang dapat membantu anda untuk menjaga pikiran tetap positif sembari bekerja, belajar atau memusatkan pikiran kepada Tuhan.

  4. Putus pengharapan.

    Ketika anda terlalu menginginkan sesuatu, merencanakannya sebaik mungkin, mengumbarnya kepada banyak orang sampai mengkhayalkannya siang-malam juga. Biasanya ketika apa yang diingini tidak kunjung terwujud maka mulailah rasa kecewa, sakit hati, sedih dan menyalahkan orang lain bahkan menyalahkan diri sendiri lalu menyesali semuanya sebagai sebuah aib. Keadaan ini beresiko membuat seseorang putus asa lalu menghakhiri hidup.

  5. Sombong-Kebinatangan

    Merupakan sifat yang muncul ketika sesuatu tidak terwujud lalu muncullah amarah dan kekerasan yang merupakan bagian dari pelampiasan akibat kekecewaan yang tak terbendung. Tinggi hati membuat anda kehilangan kesabaran dan ketenangan dalam menghadapi sesuatu. Oleh sebab itu, alangkah lebih baik jikalau anda menyangkal diri untuk menghilangkan sifat hati semacam ini.

    • Benci/ Kesal
    • Dendam
    • Marah
    • Anarkis
  6. Prasangka Buruk

    Saat apa yang kita inginkan biasanya muncul tanpa kepastian maka akan timbullah prasangka buruk, jangan-jangan ini akan semakin buruk. Suudzon hanya akan mengotori pikiran yang cenderung menghakimi sesama tanpa dasar yang jelas. Daripada menghakimi orang lain dan menyiksa diri sendiri alangkah lebih baik jikalau anda membebaskan pikiran dari semuanya itu lalu tetap menyibukkan diri dengan pekerjaan, pelajaran dan berfokus pada Tuhan

    • Cemas
    • Pesimis
    • Kuatir
    • Takut
  7. Kecewa

    Semakin tinggi keinginan anda maka akan semakin tinggi pula rasa kecewa yang mungkin dialami. Keadaan ini akan semakin parah ketika hal tersebut sangat diharapkan. Oleh karena itu, tidak perlu selalu mengkhayalkan hal-hal yang belum tentu terjadi melainkan berusahalah untuk hidup realistis dan fokus Tuhan di segala waktu. Untuk mengurangi kekecewaan selalu siapkan rencana cadangan.

    • Sakit Hati
    • Hilang Semangat
    • Bersedih
    • Stres
  8. Putus Asa.

    Seseorang yang putus asa karena keinginannya tidak terwujud pada akhirnya akan kehilangan semangat hidup. Inilah akibatnya ketika kita menjadi hawa nafsu menjadi penyemangat hidup. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika tidak membiasakan diri melakukan hal tersebut melainkan jadilah aktivitas fokus kepada Tuhan untuk memotivasi anda. Alhasil jikalau sudah terbiasa dan membudaya akan terlena dan tenggelam dalam bahagia, damai dan tenteram.

    • Menyerah
    • Sungut-Sungut
    • Cemburu
    • Hilang Semangat Hidup
  9. Susah Hati.

    Tidak ada yang bisa menghibur hati yang sedang kesusahan selain memutuskan untuk tidak terus-menerus memikirkan kegagalan di masa lalu. Masa lalu tidak ada artinya jika disesali melainkan sambutlah masa depan dengan rencana yang terjadwal lalu jadikanlah aktivitas bernyanyi memuji-muji Tuhan menjadi kebiasaan. Niscaya anda akan di bawa dalam sukacita yang unlimeted (tak terbatas).

    • Kurang Bahagia
    • Tidak Damai
    • Tidak Tenteram
    • Galau/ Kacau Balau
  10. Perilaku Menyimpang.

    Perbuatan yang menyimpang adalah wujud dari pelarian hidup yang tidak terkendali. Mereka akan menghabiskan waktunya dengan tenggelam dalam hawa nafsunya sendiri sampai keadaan tersebut mendorongnya ke dalam masalah yang lebih besar. Oleh karena itu, hindari pelarian saat menjalani persoalan melainkan serahkanlah semuanya itu kepada Tuhan sambil menerima kenyataan apa adanya.

    • Berbohong
    • Mencuri
    • Fitnah
    • Bully
  11. Pikiran Kacau dan gagal fokus.

    Saat apa yang anda ingin tidak terwujud, mulailah timbul kekecewaan, kesakitan dan kekacauan dalam hal pola pikir. Jika keadaan ini terus anda biarkan maka kemampuan pikiran untuk berkonsentrasi akan menurun drastis. Akibatnya saat bekerja andapun kehilangan kemampuan untuk fokus sehingga kerap kali melakukan kesalahan dan lupa dengan urusan kantor yang penting.

    • Khilaf urusan kantor.
    • Lupa menyelesaikan pekerjaan.
    • Tidak Displin dan jauh dari sikap tekun.
    • Jam karet dalam banyak hal.

Hawa nafsu itu selalu ada teman. Tetapi yang menjadi masalah adalah saat anda terus-menerus tenggelam didalamnya sampai lupa diri, lupa dengan orang-orang yang diicintai bahkan sampai lupa Tuhan juga. Batas-batasilah keinginan anda agar tidak sampai membawa kerugian kepada orang lain dan lingkungan sekitar, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Oleh karena itu, paketkan hawa nafsu anda dalam rencana-rencana yang aplikatif, laksanakan semuanya itu dengan seksama, jangan lupa mempersiapkan rencana cadangan kemudian serahkanlah/ pasrahkanlah hasilnya kepada Tuhan. Ingatlah untuk tidak fokus pada khayalan-khayalan manis di masa depan: itu hanya akan memperparah rasa sakit di dalam hati kelak. Melainkan senantiasa fokuskan pikiran kepada Tuhan sembari bersyukur buat nikmat yang diberikan dan memuliakan nama-Nya di dalam hati selalu untuk selamanya: aktivitas inilah yang sesungguhnya akan membawa anda dalam kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman hati.

Salam bebaskan dirimu dari keinginan teman!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s