Gejolak Sosial

+10 Faktor Penyebab Pemanasan Global – Global Warming Adalah Kesalahan Manusia

Faktor Penyebab Pemanasan Global - Alasan Mengapa Terjadi Global Warming

Pemanasan global adalah proses terjadinya perubahan iklim yang ekstrim (suhu meningkat atau menukik tajam) akibat aktivitas manusia dan pemanfaatan teknologi yang berlebihan. Aktivitas manusia pada dasarnya tidak berbahaya tetapi saat seseorang memiliki materi dan kekuasaan di tangannya: inilah yang membuat pergerakannya lebih leluasa, lahap sana-lahap sini. Semakin besar jumlah materi & kekuasaan yang dimiliki, semakin besar pula jumlah konsumsi terhadap bahan kebutuhan hidup. Bahkan jumlah konsumsi yang tinggi ini bisa menjurus pada foya-foya.

Sesama manusia tidak seharusnya berkonspirasi untuk menciptakan keseimbangan alam

Pada dasarnya kitalah yang merusak bumi ini. Bukan tumbuh-tumbuhan, justru merekalah yang mendinginkannya. Pula bukan hewan, sebab herbivora (pemakan tumbuhan) dikendalikan oleh karnivora (pemakan daging). Sedangkan jika para karnivora terlalu banyak maka akan terjadi perkelahian, penyakit bahkan sampai kepada kematian yang beberapa diantaranya akibat saling memakan (kanibalisme). Oleh karena itu, dari pernyataan singkat ini bisa kita pahami bahwa alam secara default mampu menciptakan keseimbangan dengan cara membunuh hal-hal yang berlebihan. Lalu bagaimana dengan manusia? Haruskah kita saling membunuh untuk menciptakan keseimbangan? Atau haruskah kita saling berkonspirasi untuk melemahkan dan memeras kehidupan sesama manusia?

Kemampuan konsumsi sama dengan kemampuan menghancurkan

Saat manusia atau hewan lainnya mengkonsumsi sesuatu, bukankah semua yang sedang berlangsung tersebut adalah proses menghancurkan sesuatu? Hanya saja prosesnya ada yang segera/ cepat dan ada pula yang lambat. Contoh proses konsumsi segera adalah saat sedang makan dan minum sedangkan untuk proses yang membutuhkan waktu lama dalam hal penggunaan teknologi dan peralatan rumah tangga lainnya yang membutuhkan waktu yang agak lama sebelum semuanya rusak. Pada dasarnya saat kita menggunakan sesuatu semuanya itu akan dipecah dan diolah untuk menjadi sumber energi  bagi kehidupan (makanan & minuman), beberapa yang lain diolah untuk menghasilkan keindahan (karya seni) sedangkan yang lainnya lagi dimanfaatkan untuk melindungi dan menjaga manusia dari hujan dan terik mentari di siang dan malam hari (rumah).

Keseimbangan antara jumlah yang dikonsumsi dengan jumlah produksi

Seharusnya dengan alasan inilah kita bersinergi satu sama lain untuk menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Tumbuhan hijau sebagai pabrik utama yang menghasilkan berbagai produk yang bermanfaat untuk keberlangsungan hidup manusia disebut juga sebagai produsen yang terbarukan. Bila keberadaan tanaman tetap terjaga baik dalam jumlah mencukupi bahkan bila perlu berlebihan (untuk menjaga tetap ada stok saat terjadi hal-hal yang tidak terduga) maka asupan panganan dan kebutuhan lainnya tetap terjaga. Tetapi kenyataan yang kerap kali kita rasakan adalah lahan-lahan yang telah dikonversi menjadi pemukiman tersebar luas memenuhi daerah tersebut. Keadaan ini membuat lahan pertanian dan hutan menyempit.

Sudah  sewajarnya, saat jumlah manusia dan keluarga terus bertambah, perumahan penduduk tidak hanya dibangun menyebar ke samping melainkan juga menyebar ke atas. Akibat jangka panjang dari pembangunan pemukiman yang tidak tertata dan meluas adalah menipisnya lahan pertanian dan perhutanan. Keadaan ini turut menyebabkan meningkatnya harga pangan (juga kebutuhan lainnya) dan berkurangnya pendingin bumi (tumbuhan hijau adalah AC alami). Belum lagi soal peningkatan pemakaian energi dan pemanfaatan teknologi mesin yang semakin meningkat tajam seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan penduduk. Semua keadaan ini berakumulasi pada perubahan iklim yang semakin ekstrim (memanas) dari tahun ke tahun.

Hawa nafsu manusia akan kemewahan dan kenyamanan duniawi adalah awal dari semua keadaan ini

Manusia telah terbakar oleh hawa nafsunya bahkan kedaan tersebut turut pula membakar bumi yang semakin panas dimana sampai sekarang keadaan ini terus saja berlangsung. Kebanggaan terhadap teknologi mesin telah menjalar kepada kalangan atas, kapitalis (konglomerat) dan pemimpin. Mereka berpikir bahwa dengan membeli semuanya itu status sosial/ harga diri dalam masyarakat turut naik. Bahkan saking melencengnya pemahaman hidup, merekapun berpikir bahwa kenyamanan dan kemewahan yang diberikan oleh teknologi membuat hati damai, tenteram dan bahagia selalu untuk selamanya (padahal hanya sesaat saja tetapi dampaknya meluas).

Orang-orang berburu materi, mengumpulkan sebanyak-banyaknya, semua itu untuk membeli mesin-mesin berteknologi canggih sehingga sikawan tinggal colok, tekan dan duduk manis saja maka semuanya sudah selesai. Ini juga turut didorong oleh penerimaan uang yang semakin banyak sehingga jumlah mesin yang dimiliki di rumah semakin lama semakin banyak pula baik dari segi jumlah maupun jenisnya. Padahal, ia tidak menyadari bahwa kebiasaan semacam itulah yang membuatnya semakin jauh dari bahagia dan justru menurunnya aktivtas yang turut pula menurunkan kecerdasan yang dimiliki. Belum lagi masalah emisi yang dihasilkan oleh mesin tersebut yang berpotensi mencemari lingkungan hayati.

Bertambahnya jumlah penduduk adalah kenyataan yang harus diterima – orang pintar berkonspirasi melemahkan, menyakiti bahkan membunuh mereka

Penduduk adalah berkat yang tidak dapat di tolak. Ini adalah karunia yang patut disyukuri oleh masing-masing dari kita. Sebab kitapun diperintahkan untuk “memenuhi bumi” oleh Sang Pencipta. Akan tetapi, beberapa orang secara tidak langsung telah membunuh orang lain lewat praktek pemberian bahan-bahan kimia berbahaya untuk mengawetkan makanan dan minuman. Belum lagi praktek yang menyebabkan terjadinya pencemaran air penduduk oleh pembuangan limbah industri. Juga soal emisi karbon yang mencemari udara dilingkungan kita. Semua ini, akan membuat kesehatan warga terganggu bahkan mengalami sakit penyakit (menguntungkan pekerja kesehatan). Beberapa konspirasi menciptakan orang-orang kriminal yang membuat situasi lingkungan menakutkan (menguntungkan pihak keamanan). Yang lainnya berkonspirasi untuk menciptakan penduduk yang hidupnya sangat konsumtif (menguntungkan pedagang). Semua konspirasi ini akan menguntungkan oknum tertentu saja.

Mereka yang telah terjebak dalam peta konspirasi orang yang pintar-pintar memiliki harapan hidup yang tipis. Sebab hari-harinya hanya dihabiskan untuk berobat dan berobat (yang sakit). Beberapa diantaranya menghabiskan hartanya demi uang keamanan (yang ketakutan). Yang lainnya lagi menghabiskan penghasilannya dengan terus saja membelanjakan uang hari lepas hari (yang gila belanja). Orang semacam ini hanya akan menjadi budak kapitalis secara tidak langsung sebab mereka menambah-nambah keuntungan dan pundi-pundi uang yang dimiliki oleh para konglomerat kelas atas. Konsumsi materi yang meningkat, penggunaan mesin meningkat, pemakaian energi meningkat sedangkan hutan-hutan menyempit dan areal pertanian menipis. Keadaan yang saling bertolak belakang ini pada akhirnya akan menyebabkan pemanasan global yang disusul oleh timbulnya bencana alam dan bencana kemanusiaan dimana-mana.

Alasan mengapa terjadi global warming

Ini tidak hanya terjadi belakangan melainkan di waktu-waktu yang telah lama berlalupun telah terjadi hal tersebut sebagai akibat dari aktivitas manusia yang berlebihan. Bahkan dalam Kitab Suci sendiri telah mencatat beberapa peristiwa bencana alam maha dahsyat yang memakan korban jiwa dan menghancurkan infrastuktur. Berikut ini akan kami jabarkan beberapa faktor yang mempengaruhi timbulnya pemanasan global.tknnnn

  1. Alasan mendasar: Hawa Nafsu manusia.

    Bila seorang manusia sudah tidak mampu lagi mengendalikan keinginan di dalam hatinya, ada kecenderungan hal-hal yang berlebihan bahkan sesat akan diwujudkan untuk memberi rasa puas bagi kehidupannya seorang. Keadaan ini turut didukung oleh karena kehidupannya juga sangat berorientasi pada indra. Mereka menganggap bahwa kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati adanya dalam gemerlapan duniawi.

    Sadarilah bahwa eksploitasi terhadap indra dapat menimbulkan hawa nafsu yang akan membakar anda bahkan membakar bumi juga (buktinya terjadi global warming murni sebagai kesalahan manusia itu sendiri)

  2. Alasan sistem: Sistem ekonomi (kapitalisme).

    Sistem ekonomi kapitalis memaksa setiap orang harus menggunakan kecerdasannya, entah bagaimanapun itu untuk membuat materi dalam berbagai bentuk dan beragam manfaat. Demikian juga halnya dengan penggunaan teknologi yang senantiasa dikembangkan tahun demi tahun dengan alasan untuk meningkatkan lapangan kerja. Saat sistem ekonomi terus berkembang pesat maka jumlah uang bertambah, barang dan jasa yang dihasilkan meningkat, energi yang digunakan meningkat, jumlah mesin yang dihasilkan meningkat dan tidak lupa juga bahwa jumlah zat pencemar yang meningkat pula.

  3. Alasan langsung: Jumlah uang yang semakin banyak.

    Manusia dibebaskan oleh uang. Jaman sekarang, memiliki uang yang lebih banyak adalah suatu kekuatan untuk mengkonsumsi sesuatu yang juga berlebihan alias terkesan berfoya-foya. Mereka yang memiliki uang banyak tidak mungkin terus menyimpannya. Pasti ada yang harus dibelanjakan agar ekonomi tetap berputar.

  4. Alasan langsung: penggunaan teknologi.

    Teknologi secara langsung menyebabkan pemanasan global sebab barang-barang dari mesin ini menghasilkan polutan yang dihembuskan ke udara. Belum lagi dampak lingkungan yang ditimbulkannya selama proses produksi dan selama pembuangan limbahnya kelak ketika sudah usang. Untuk mengoperasikan mesin membutuhkan setidak-tidaknya energi listrik, beberapa membutuhkan solar, bensin, pertamaks dan lain sebagainya. Secara langsung suhu mesin berteknologi akan meningkatkan suhu lingkungan. Sedangkan polutan yang dihasilkannya akan menambah masa jenis udara sehingga menahan panas lebih lama.

  5. Alasan langsung: Penebangan pohon dan menyempitnya areal hutan.

    Sadar atau tidak hutan adalah paru-paru dunia. Selain itu pepohonan dan tumbuhan hijau juga disebut sebagai pendingin alami (AC bagi bumi ini). Ketika pepohonan di tebang untuk dieksploitasi secara berlebihan akan mengurangi kemampuan bumi untuk mendinginkan udara. Lagipula kemampuan klorofil menyerap polutan sebagai makanannya turut membersihkan udara dari berbagai buangan gas yang kotor.

  6. Alasan pengetahuan: Tidak memahami manfaat garam.

    Orang yang tidak memahami bahwa dunia ini diciptakan atas dasar rencana Allah dimana semua yang kita butuhkan sudah teresdia cukup. Manusia dan seluruh makluk memiliki  jatah masing-masing di alam semesta. Yang perlu dilakukan adalah bagaimana cara menjaga sumber daya tersebut tetap berputar sehingga memberikan hasil yang berkelanjutan dari tahun ke tahun bahkan dari keturunan kepada keturunan berikutnya.

    Garam juga dikenal sebagai pembersih lingkungan yang menetralkan berbagai-bagai zat pencemar. Biasanya digunakan untuk menetralkan limbah kimiawi yang dihasilkan industri dan berbagai-bagai bahan organik berbahaya yang dihasilkan oleh instalasi kesehatan. Lagipula pupuk garam membuat kemampuan tumbuhan hijau untuk menyerap polutan sekaligus membuat proses mendinginkan bumi lebih efektif.

  7. Budaya konsumtif.

    Mengapa manusia menjadi konsumtif? Karena uang tersedia banyak. Keadaan inilah yang mendorong manusia untuk membeli ini dan itu. Bisa dikatakan bahwa orang-orang yang uangnya banyak cenderung lebih konsumtif dibandingkan dengan mereka yang memilikinya sedikit.

    Lagipula sistem ekonomi kapitalis telah menumpuk sejumlah besar uang kepada oknum tertentu. Untuk menjalankan ekonomi, mereka yang memiliki gaji/ penghasilan tinggi harus membelanjakannya sebanyak-banyaknya agar uang itu tetap berjalan dan tidak menumpuk disatu titik. Keadaan ini secara tidak langsung menyebabkan mereka menjadi orang konsumtif karena ketagihan belanja.

  8. Materi yang terus dikembangkan dengan alasan memutar ekonomi.

    Keberadaan materi seolah selalu eksis, keadaan ini didorong oleh karena banyaknya manusia yang lebih cenderung fokus kepada indranya daripada hatinya. Kapitalis yang menguasai suatu produk akan terus menginovasi barang dagangannya padahal fungsinya begitu-begitu saja. Artinya, mereka melakukan inovasi hanya merubah tampilannya tetapi manfaatnya sama saja. Sejak dari itupun konsumsi barang dan jasa yang berlebihan terus terjadi. Keadaan ini di dorong oleh konten iklan yang memikat hati yang dipasang dimana-mana. Kemudian orang-orang akan berbondong-bondong untuk membeli dan membelanjakan uangnya sehingga turut menambah jumlah sampah yang terus saja mencemari bumi sehingga turut memicu global warming.

  9. Meningkatnya pencemaran lingkungan.

    Kebutuhan barang dan jasa meningkat yang mendorong aktivitas produksi oleh indurstri turut meningkat pula. Meningkatnya aktivitas industri menyebabkan jumlah produk meningkat, zat pencemar yang dihasilkan juga meningkat (polusi udara, tanah dan air). Tingginya angka pencemaran tidak sebanding dengan kemampuan pepohonan untuk mendinginkan dan menyerap polutan yang ada. Lagipula salah satu manfaat pepohonan adalah untuk menarik hujan yang membantu membusukkan (men-demineralisasi) berbagai-bagai bahan organik dilingkungan sekitar kita. Oleh karena itu, jumlah pepohonan dan hutan harus diimbangi dengan jumlah emisi karbon yang dihasilkan oleh mesin berteknologi dan industri.

  10. Tidak adanya ganjaran bagi pihak-pihak yang menghasilkan polutan tinggi.

    Pengguna tekonologi yang menghasilkan polusi yang tinggi sudah seharusnya dikenakan pajak yang tinggi. Bila mesin-mesin dibiarkan tanpa pajak maka semua orang akan menggunakannya secara beramai-ramai, “kan bisa kredit (nyicil).”

  11. Sektor energi masih bertumpu pada brown energy.

    Minyak bumi adalah brown energy yang menghasilkan polutan tinggi bagi lingkungan. Sudah saatnya penggunaan energi yang satu ini dibatasi. Pengembangan energi justru harus lebih ditingkatkan di sektor green energy yang lebih ramah lingkungan. Keuntungan lain dari energi hijau ini adalah tidak menyebabkan polutan yang berakibat meningkatkan masa jenis udara. Artinya, aliran panas di suatu wilayah akan dilepas dengan cepat sehingga lingkungan lebih mudah mengalami pendinginan.

    Ini adalah rahasia penggunaan teknologi yang banyak. Sebab energi hijau lebih ramah lingkungan dan tanpa polutan. Sedangkan energi coklat buangan/ polutannya lebih banyak (emisi karbon yang dihasilkan melimpah). Selama kita menggunakan minyak bumi maka selama itu pula mesin-mesin yang digunakan hanya akan meningkatkan polusi.

  12. Pembangunan pemukiman yang tidak tertata.

    Saat jumlah manusia terus bertambah, adalah lebih baik untuk berhenti mengembangkan rumah-rumah yang berdiri soliter di atas lahan yang luas. Melainkan alangkah lebih baik jikalau pengembangan pemukiman dilakukan meningkat ke atas dalam bentuk rumah susun dan gedung bertingkat lainnya. Perumahan yang pengembangannya meluas dapat mempersempit bahkan menyingkirkan areal hutan yang berperan penting sebagai pembersih polutan dan pendingin udara.

  13. Tidak tersedianya fasilitas publik yang digunakan secara masal.

    Fasilitas umum sangat penting agar masyarakat tidak menggunakan fasilitas pribadi yang lebih boros dalam hal pemakaian energi. Misalnya pengadaan alat transportasi masal yang baik dan ramah lingkungan juga menyediakan ruang publik di areal hijau.

  14. Pengaruh dari daerah/ negara lain.

    Namanya saja pemanasan global, artinya terjadi diseluruh penjuru dunia. Jadi sekalipun kita melakukan usaha untuk menekan keadaan ini sedang daerah lain tidak mempedulikannya. Tetap saja peningkatan suhu lingkungan akan terus terjadi. Akan tetapi saat gerakan hijau yang ramah lingkungan dilakukan serentak niscaya dampaknya besar dan luas. Melakukannya secara sepihak tidak akan memberi dampak besar terutama ketika wilayah anda kecil.

  15. Ketidaksetaraan.

    Saat tidak ada kesetaraan dalam hal penggajian maka itu adalah pertanda bahwa uang hanya menumpuk di tangan orang-orang tertentu sedangkan kebanyakan tidak memilikinya dalam jumlah mencukupi. Keadaan ini membuat orang-orang yang memiliki uang banyak bebas melakukan aksi-aksi apapun yang mencirikan hidup yang menghambur-hamburkan materi. Semakin tinggi angka konsumsi maka semakin tinggi pula jumlah zat pencemar yang dihasilkan. Artinya semuanya itu turut meningkatkan pemanasan global.

  16. Manusia yang terus menggilai kemewahan pribadi.

    Oknum konglomerat yang tergila-gila dengan kemewahan pribadi menjadi hal ini sebagai tujuan hidupnya. Sehingga ia mengumpulkan uang untuk membangun rumah seluas lapangan bola, membeli mobil-mobilan mewah segudang, memiliki pesawat pribadi, punya lapangan golf pribadi dan lain sebagainya. Mereka tidak lagi mempedulikan kehidupan orang lain sebab harta telah melindungi kulitnya dari pemanasan global dan rumah nan megah membuat paru-parunya jauh dari polusi. Keegoisan orang-orang inilah yang semakin memperparah angka pemanasan global terlebih ketika jumlah kapitalis terus bertambah-tambah setiap tahun, coba bayangkan berapa hutan yang mereka rusak demi kemewahan, kenyamanan dan pesona kenikmatan duniawi.

  17. Pembakaran hutan sembarangan.

    Ini adalah aktivitas yang ilegal bahkan sudah ada peraturan yang melarangnya. Saat anda membakar lahan maka secara tidak langsung telah melepaskan berbagai jenis polutan (terutama CO dan CO2) yang selama bertahun-tahun telah diserap oleh tanaman yang dibumihanguskan. Dengan demikian aktivitas ini juga sekaligus mengusir molekul air yang ada di atmosfer (seperti awan) dan membuat udara menjadi kering (kelembabannya berkurang drastis). Semakin luas & semakin sering lahan pertanian/ perkebunan dibakar maka semakin besar pula dampaknya mempertipis/ menghilangkan molekul air dari atmosfer sehingga hujan tidak kunjung turun dan kekeringan terjadi dimana-mana.

Perubahan iklim sudah terjadi sejak dari zaman purba kala karena hawa nafsu manusia yang berlebihan. Tetapi alam selalu bisa mencapai titik keseimbangannya dengan cara menyapu bersih (membunuh) berbagai-bagai virus pengganggu (manusia yang mencemari wilayah tersebut). Seharusnya bila kita bijak maka akan lebih baik untuk menjaga keseimbangan alam agar bumi ini tetap menjadi tempat yang nyaman untuk disinggahi. Andapun tidak harus mengeluarkan uang untuk memperoleh teknologi tertentu sebab semuanya sudah tersedia secara alamiah. Oleh karena itu kita wajib memelihara, merawat dan menjaga alam sekitar yang merupakan warisan dari generasi ke generasi. Ketahuilah bahwa aktivitas sederhana yang selalu ramah lingkungan akan membuat suasana hati menjadi bahagia, damai dan tenteram.

Salam lingkungan hjau!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.