Gejolak Sosial

Kesetaraan Materi & Kenikmatan Duniawi – Berbeda Di Indra Tetapi Sejajar Di Hati


Kesetaraan Materi & Kenikmatan Duniawi - Berbeda Di Indra Tetapi Sejajar Di Hati

Prinsip kesetaraan tidak hanya berlaku dalam bidang ekonomi, sosial dan politik. Pemahaman ini juga berlaku dalam hal materi yang selama ini dikonsumsi. Memang berdasarkan penilaian indra, materi selalu berbeda-beda tetapi tahukah anda bahwa cara hati mencitrakan semuanya itu adalah sama? Jika dalam hidup ini, anda terlalu fokus kepada pancaindra, hal tersebut beresiko membuat rasa di hati menjadi amburadur hanya oleh berbagai-bagai pengaruh yang datang dari luar diri ini. Akan tetapi saat anda memahami kesetaraan rasa di hati saat menikmati materi, niscaya bahagiamu konsisten sampai menutup mata.

Ada barang berharga murah, ada barang berharga tinggi tetapi fungsinya sama. Terdapat benda yang bentuknya besar dan ada yang bentuknya kecil tetapi manfaatnya sama saja. Ada konsumsi yang mewah dan tenar dimana-mana sedangkan yang lainnya biasa saja dengan harga yang sangat murah tetapi keduanya bermanfaat sama. Bahkan saat ini anda bisa membeli makanan yang serba mewah di restoran terkenal tempat anda tinggal sedangkan kami hanya mengkonsumsi air garam manis tetapi kita sama-sama kenyang. Sadarilah bahwa berapapun harganya asalkan manfaat sama, bedanya hanya di indra sedangkan di hati tetap setara.

Manusia telah lama memandang materi sebagai sesuatu yang sangat dan paling dibutuhkan bahkan beberapa orang menganggap itu segalanya. Uang adalah ukuran nilai yang telah ada sejak zaman dahulu kala untuk menegaskan tinggi rendahnya nilai suatu benda. Kertas ajaib ini telah lama menjadi favorit selurh umat manusia bahkan saking cintanya dengan uang segala cara dihalalkan untuk memilikinya dalam nilai yang tidak terbatas. Prinsip semacam inilah yang akan menghancurkan kehidupan anda bahkan meluluh lantakkan bumi juga (global warming).

Sadarilah bahwa uang itu sama rasanya dengan benda-benda yang ada di bumi ini. Kita membutuhkannya dalam jumlah yang pas, bila berlebihan justru nilainya akan semakin murahan karena hati ini cenderung jenuh menikmati semuanya itu. Hidup mengikuti trend beresiko membuat anda kecanduan. Keadaan ini turut mendorong setiap orang untuk memilikinya lagi dan lagi bahkan bila perlu sebanyak-banyaknya. Padahal kemampuan anda untuk mencari uang akan menurun seiring bertambahnya usia.

Tahukah anda bahwa semua manusia sama, hatinya juga sama?

Dunia ini telah di dorong dalam ranah kapitalisme dimana persaingan antara kaum borjuis telah menciptakan petak-petak kehidupan yang tidak kasat mata tetapi dapat dirasakan oleh semua orang. Seolah-0lah orang tertentu dilahirkan berbeda, dari keluarga unik yang membuat darah dan daging mereka lain dari yang lain. Padahal apa yang mereka kenakan itu, tampilan luarnya dan gemerlapan yang menyertainya hanyalah kulit luarnya saja. Sedangkan darah, daging dan tulang bahkan sampai ke sel-selnya sekalipun sama saja dengan yang kita miliki. Artinya, sekalipun kita berbeda dari segi kulit luarnya, pada dasarnya adalah sama-sama manusia, darah, tulang, daging, sel dan hatinya (otaknya) juga sama.

Jika kami bisa berbahagia, mengapa anda tidak bisa melakukannya sekarang ini juga. Sebab otak dan perasaan kita sama, hanya berbeda dalam hal pengalaman dan kecerdasan yang dimiliki. Seharusnya jika mampu membiasakan diri dengan semuanya itu, kelak akan menjadi budaya yang terjadi secara otomatis tanpa harus dipikirkan terlebih dahulu. Oleh karena itu, damaikan, bahagiakan dan tenteramkan hati anda dengan senantiasa memusatkan pikiran pada hal-hal yang positif, baik dalam hal pekerjaan, pelajaran maupun saat senantiasa memuliakan Tuhan di dalam hati.

Mencari bahagia, tenteram dan damai lewat indra berakhir pada mati rasa

Akibat Bahaya Mengkonsumsi materi secara berturut-turut nonstop

Anda bisa saja menemukan ketiga rasa ini lewat indra yang dimiliki. Terlebih ketia memiliki uang yang cukup banyak, warisan dari kakek buyut yang melimpah-limpah dan gaji yang cukup tinggi. Silahkan cobalah teman dengan demikian anda tahu sendiri dampaknya bagaimana. Lakukanlah percobaan dengan mengkonsumsinya secara berturut-turut, lalu perhatikan apa yang terjadi. Setelah mengkonsumsinya 3 kali berturut-turut pada sembilan menit pertama pasti akan ketagihan terus. Lalu andapun membelinya lagi (kebetulan masih banyak uang), pada menit ke delapan belas setelah mengkonsumsinya 6 kali berturut-turut, pasti udah ada tanda-tanda bosan. Berhubung uang anda tinggal sedikit, enggan untuk membeli yang lain yang lebih mahal melainkan terus mengkonsumsinya. Alhasil setelah melakukannya 10 kali berturut-turut dalam tiga puluh menit: anda mulai kehilangan rasa dan mungkin saja agak mual sehingga memutuskan untuk berhenti. Itulah mengapa saat waktu makan anda lebih dari setengah jam, semua di tinggalkan seolah-olah sudah enek dan tidak enak lagi.

Itulah akibatnya ketika anda mengkonsumsi materi secara berturut-turut tanpa henti: candu, bosan dan mati rasa. Jika anda memfokuskan pencarian kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati pada hal-hal duniawi maka siap-siaplah menjadi candu (butuh uang banyak), bosan (butuh uang lebih banyak lagi) dan akhirnya mati rasa (lebih banyak uang untuk membeli jenis barang yang berbeda). Menggantungkan rasa bahagia, damai dan tenteram di hati pada gemerlapan duniawi sama saja dengan membuatnya fluktuatif: padahal kita membutuhkan ketiga hal tersebut dalam kadar yang standar saja tetapi konsisten.

Kebahagiaan Sejati & Fokus Pikiran Positif

Bahagia, damai dan tenteram letaknya di hati

Mulai sekarang, anda harus belajar mengubah mindset. Sehebat, semewah dan semenawan apapun materi tetap bisa dibeli dengan uang, sekalipun itu dari hasil menyicil (kredit). Tetapi rasa bahagia, damai dan tenteram murni kita dapatkan dari hasil manajemen pola pikir dan latihan untuk selalu fokus kepada Tuhan. Sekalipun anda bisa memperoleh ketiga hal tersebut dari dunia, tetap saja itu hanya sesaat (sementara). Artinya, anda perlu mengeluarkan segepok uang lagi dan lagi untuk meraih semuanya itu. Oleh karenanya, mulai sekarang latihlah pikiran untuk senantiasa fokus pada hal positif dengan demikian kecerdasan andapun berkembang. Ini jelas membutuhkan waktu, tekuni dengan sungguh-sungguh hingga terbiasa bahkan membudaya.

Pengganggu kesetaraan rasa bahagia, damai dan tenteram dalam hati adalah indra

Kami mengkonsumsi umbi-umbian di sini sedangkan teman-teman lainnya mengkonsumsi seafood yang dipesan dari restoran ternama. Apakah setara rasa bahagia, damai dan tenteram yang kami rasakan? Bagaimana kalau ada yang mencoba meledek dan menghina anda karena hal tersebut? Jika anda tidak tahan uji maka kesejajaran itu akan menjadi amburadur. Tetapi bila anda mampu menekan arogansi sendiri bahkan menghancurkannya dengan mengatakan: “waw…. punya kalian selangit sedang punya saya remeh-remeh, mantap! (sambil tersenyum dan memberikan jempol).” Anda mengatakan hal tersebut bukan untuk ditanggapi melainkan untuk menjawab ejekan yang mereka lancarkan. Inilah kunci untuk menghancurkan sifat arogan/ egois di dalam hati, merendahkan diri sendiri.

Akibat Hawa Nafsu Yang Tidak Terwujud - Keinginan Selalu Menyiksa Kita, Adalah Awal Dari Semua Sifat Negatif (Keburukan)

Kemampuan mengendalikan hawa nafsu merupakan salah satu kunci untuk menciptakan kesetaraan rasa di dalam hati. Sebab saat hasrat di dalam hati begitu menggebu-gebu untuk menginginkan sesuatu, saat itu jugalah kesejajaran rasa menjadi terganggu. Keinginan semacam ini beresiko mengacaukan kemampuan manajemen mindset yang sedang anda lakukan. Sudah barang tentu hati ini lebih memilih untuk memiliki hal-hal yang kita inginkan dibandingkan dengan yang lain. Terlebih lagi saat apa yang kita inginkan itu tidak kunjung terwujud. Padahal sesungguhnya bila dapat diterima seadanya dengan penuh syukur sambil bernyanyi memuliakan Tuhan maka semuanya sama saja.

Selain itu, andapun perlu menjaga indra agar tidak fokus terus pada hal-hal yang sebenarnya tidak memberikan faedah. Saat menonton televisi, jangan sampai melakukannya berturut-turut melainkan pilah-pilah, mana yang baik tontonlah itu sedang yang menurut anda kurang baik, silahkan pindah chanel atau shut down pesawat televisi yang anda miliki. Hal yang perlu anda minimalisir dari pikiran agar terwujudlah kesetaraan materi adalah rasa ketergantungan terhadap sesuatu. Sadarilah bahwa anda bukanlah pohon yang kaku dan tidak bisa berubah dari kebiasaan konsumsi selama ini. Oleh karena itu, sebaiknya jenis konsumsi yang dimiliki fluktuatif: kadang baik dan kadang buruk agar sifat candu terhadap materi tertentu tidak mengganggu kesejajaran rasa di dalam hati.

Kunci dasarnya adalah terima apa adanya

Selama hidup di dunia ini fokus perubahan yang anda perlu giatkan adalah manajemen pola pikir. Arah pertama dalam hal pengaturan mindset adalah mampu menerima kenyataan apa adanya. Pengalang utama dalam usaha ini adalah sifat egois/ arogan yang berlebihan. Saat seseorang bergerak dalam kepentingan pribadi/ kelompok egonya cenderung di arahkan kepada kepentingan sempit yang hanya menguntungkan kelompok ini. Oleh karena itu, adalah lebih baik bagi anda untuk membebaskan diri dari kepentingan yang syarat dengan hawa nafsu yang menyisihkan sesama melainkan milikilah tujuan kebenaran selama menjalani hidup (untuk mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama seperti diri sendiri).

Salah satu cara terbaik untuk menghancurkan arogansi adalah dengan menghinakan diri sendiri. Seperti dengan mengatakan : “Kami hanyalah sampah, orang tidak berguna, hinakan kami dibawah kaki-Mu ya Tuhan!” Dahulu hati kami sakit, ingin melawan dan meraung-raung saat sesuatu terjadi tidak sesuai dengan keinginan. Itulah kata-kata yang selalu kami katakan untuk mengurangi dan menghentikan rasa sakit itu. Akan tetapi, sekarang saat kemampuan fokus kepada Tuhan sudah terlatih: tidak lagi mengatakan kalimat di atas melainkan senantiasa bernyanyi dan bersyukur untuk memuliakan nama Tuhan.

Pada dasarnya untuk melemahkan arogansi, kita harus merendahkan, menghinakan dan menghancurkan diri sendiri. Tetapi, bila kemampuan anda telah berkembang, niscaya menerima kenyataan apa adanya bisa dilakukan sambil bersyukur dan bernyanyi untuk kemuliaan nama Tuhan. Bila anda sudah mampu menerima kenyataan seadanya maka untuk mencapai tahapan kesejajaran rasa di hati akan semakin mudah. Keadaan ini akan membuat rasa bahagia, damai dan tenteram yang anda miliki di dalam hati sifatnya nonstop 24 jam sampai menutup mata.

Kesimpulan

Jangan tertipu oleh indra yang mencitrakan hal-hal tertentu sebagai sesuatu yang mewah dan mahal sedang yang lain murahan. Tidak perlu sampai terlena saat sesuatu terlihat lebih megah dan besar sedangkan milik anda simple saja dan cukup kecil  Sadarilah bahwa semuanya itu bedanya hanya di indra sedangkan manfaatnya tetap sama. Bila anda terpana & terposona dengan hal-hal yang waw…. Sadarilah bahwa ini akan mendorong hawa nafsu anda untuk keluar: menjadi candu, bosan, beresiko kehilangan rasa lalu menginginkan sesuatu yang lebih lagi. Semakin fokus kepada materi maka kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman  hati cenderung menjauh.

Selama hidup di dunia ini, jangan menilai sesuatu dari luarnya saja melainkan ubah sudut pandang anda berdasarkan sudut pandang hati: “Sekalipun berbeda-beda nilai dan wujudnya, bukankah semuanya itu manfaatnya sama? Atau bukankah semuanya itu sama-sama bisa mendatangkan kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman asalkan diterima apa adanya dengan penuh rasa syukur sambil senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan.”

Bukan berarti kita tidak butuh materi. Bila anda sanggup untuk memusatkan pikiran maka tentukanlah dari awal tujuan yang dibutuhkan alias tentukanlah manfaat yang dikehendaki. Bukankah semuanya itu demi kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati? Jikalau anda mampu memanajemen mindset, menerima kenyataan apa adanya, sembari bersuka hati memuji-muji Tuhan niscaya materi yang nilai, bentuk dan rasanya berbeda di indra cenderung sama-sama mendatangkan kepuasan saat dikonsumsi. Dengan begitu, kehidupan andapun tidak tergantung dengan materi melainkan bisa menikmati semua apa adanya dengan sukacita. Simak juga, Sukacita selalu sama.

Salam kesetaraan!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s