Keluarga

11 Faktor Penyebab Kekeringan, Menimbulkan Gelombang Panas Membakar Kulit


Faktor Penyebab Kekeringan Hingga Menimbulkan Gelombang Panas Membakar Kulit

Kekeringan adalah (1) perihal, keadaan (bersifat) kering; (2) sudah menjadi kering (tidak berair lagi, tidak basah lagi); (3) peristiwa alam berupa penyimpangan iklim yang sifatnya sewaktu-waktu yang terjadi apabila curah hujan berada di bawah normal; (4) kehabisan uang dan sebagainya (KBBI Luring). Merupakan bentangan alam disuatu wilayah yang menunjukkan bahwa atmosfer di atas dan tanah dibawahnya sedang mengalami dehidrasi (kekurangan molekul air). Ini biasanya terjadi di daerah yang kekurangan tanaman hijau dan garam.

Curah hujan yang terus menurun akan menyebabkan peralihan bioma tropis menjadi padang gurun

Tanah yang kering merupakan suatu pertanda betapa mudahnya air menguap dari lahan tersebut. Keadaan ini akan membuat strukturnya lebih rapuh retak dan kering. Bisa dikatakan bahwa molekul air sebagai bahan yang membuat basah juga merupakan bahan yang melembabkan dan merekatkan tanah satu sama lain. Bila keadaan ini terus saja dibiarkan maka daerah yang ditimpa kekeringan akan meluas hingga menjadi bukit-bukit gundul yang hanya ditumbuhi rerumputan liar (wilayah tropis menjadi savanah) yang pada akhirnya akan menjadi padang pasir.

Bioma merupakan sekumpulan hewan dan tumbuhan yang menetap di wilayah tertentu dan mempengaruhi adanya vegetasi khas dalam suatu wilayah berdasarkan iklim tertentu. Tanpa anda sadari, curah hujan yang semakin lama semakin menurun secara berangsur-angsur turut mengubah berbagai jenis tanaman alamiah menjadi tanaman lainnya. Pada dasarnya perubahan jenis tanaman dalam suatu wilayah merupakan peran besar dari aktivitas manusia. Semakin ekspansif kita memperjuangkan hawa nafsu akan materi maka semakin cepat perubahan iklim yang berujung pada perubahan biosfer/ bioma di muka bumi ini.

Kekeringan mamaksa manusia bertani di dalam gedung

Hutan hutan hujan tropis (Bioma hutan tropis) sekalipun, akan mengalami peralihan fungsi menjadi savanah yang memiliki pepohonan yang jarang (bioma savana). Jika manusia terus saja dibiarkan untuk merusak pepohonan yang masih tersisa untuk dijadikan bahan bangunan mendirikan rumah-rumah mewah sehingga tidak ada lagi pohon melainkan hanya ada rerumputan saja. Lambat laun keadaan ini akan mengubah wilayah tersebut menjadi lebih kering dengan curah hujan yang lebih sedikit yang didominasi oleh bioma stepa. Pada akhirnya semua keadaan ini akan terus memburuk seiring dengan tingginya hawa nafsu manusia yang tidak diimbangi dengan kemampuan lingkungan yang terus menurun untuk menumbuhkan tanaman hijau bahkan rumputpun mengering sehingga wilayah itu berangsur-angsur menjadi padang gurun yang gersang.

Puncak kekeringan membuat kita tidak bisa kontak langsung dengan matahari dan menurunkan kecerdasan

Keadaan ini memang terdengar mudah tetapi sesungguhnya sangat rentan terhadap krisis global. Ketergantungan terhadap jumlah serapan energi yang semakin besar akan meningkatkan belanja negara sehingga bahan pangan terus naik dari tahun ke tahun. Terlebih ketika krisis bahan bakar minyak dari fosil mulai menjalar kemana-mana. Ditambah lagi dengan keadaan lingkungan yang semakin memanas karena kandungan ion negatif di ozon yang biasanya menahan terik telah hilang. Keadaan ini membuat radiasi matahari dapat merusak kulit sehingga manusia tidak bisa keluar rumah dengan bebas sebab kulit akan terbakar oleh radiasi (lebih populer disebut sebagai bencana gelombang panas).

Ion negatif yang disebut sebagai ozon telah hilang dari atmosfer. Kini atmosfer sebagian besar didominasi oleh ion positif yang merupakan polutan dari aktivitas mesin berteknologi yang menjamur dimana-mana. Manusia yang begitu membangga-banggakan mesin tidak menyadari bahwa itulah yang menjadi sumber utama dari emisi karbon yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Faktor-faktor ini dan faktor lainnya akan turut bersama-sama menciptakan gelombang panas dalam suatu wilayah. Orang-orang tidak bisa lagi beraktivitas di siang hari, semuanya tenang di rumah. Banyak manusia yang menurun kecerdasannya karena kurang beraktivitas. Sinar matahari telah membodohi manusia yang terjebak dalam panasnya suhu udara baik di siang hari maupun di malam hari.

Faktor penyebab terjadinya kekeringan

Kekeringan adalah masalah global. Keadaan ini ditandai dengan semakin berkurangnya curah hujan dari tahun ke tahun. Bila hal tersebut berlangsung dalam suatu wilayah yang sangat luas niscaya alam sekitar yang tadinya terdiri dari bioma hutan tropis akan beralih menjadi savana (padang rumput dengan pepohonan jarang) kemudian menjadi bioma stepa (padang rumput) dan akhirnya menjadi gurun pasir (yang tandus, kering dan panas). Jikalau derajat emisi karbon terus berlanjut maka ozon akan dikoyakkan dari langit kita yang cerah sehingga terik matahari langsung menembus permukaan bumi tanpa penghalang. Keadaan ini akan membuat manusia tidak dapat keluar rumah di siang hari sedangkan malamnya tetap panas karena pengaruh mesin-mesin yang terus aktif selama 24 jam dalam 7 hari. Berikut ini alasan mengapa kekeringan bisa terjadi di wilayah anda.

  1. Hawa nafsu manusia yang lebay.

    Seorang manusia yang telah kehilangan keyakinannya memiliki hawa nafsu yang tinggi. Mereka berpikir dengan mengikuti keinginannya yang sesat maka kehidupannya akan lebih damai, bahagia dan tenteram. Padahal materi yang selama ini dicari dan dikumpulkannya secara tidak langsung telah merusak lingkungan sekitar sebab semuanya itu menghasilkan emisi karbon yang bermuatan positif sehingga mempertipis ozon dari tahun ke tahun.

  2. Sistem ekonomi kapitalis memaksa manusia mengkonversi materi.

    Ekonomi kapitalis yang mengandalkan kecerdasan otak mamaksa orang-orang cerdas untuk menghasilkan teknologi yang dapat dikomersialkan. Padahal secara alamiah kebutuhan akan hal tersebut (oksigen, air, kesejukan dan lainnya) tersedia banyak di alam. Oleh karena itu, orang-orang ini secara tidak sengaja mengusir hal-hal yang alamiah tersebut lewat pencemaran lingkungan, penebangan hutan, pembangunan perumahan mewah dan penggunaan teknologi secara besar-besaran sehingga oksigen, air, kesejukan dan semua yang gratis itu tidak lagi disediakan oleh alam melainkan harus dibeli dari oknum kapitalis tertentu (konspirasi mengkomersialkan yang alami).

  3. Jumlah peredaran dan pemakaian uang yang meningkat tajam.

    Mereka yang bergaji tinggi cenderung menghambur-hamburkan uangnya untuk melakukan berbagai-bagai acara yang mewah dan megah. Keadaan ini akan semakin di dorong oleh trend yang berkembang di wilayah tersebut dimana orang-orang yang memamerkan kekayaannya akan menjadi terhormat dan sangat dihargai. Padahal mereka tidak sadar bahwa setiap sumber daya yang diboroskan selalu menghasikan faktor pencemaran (selama proses produksi, distribusi, konsumsi) dan emisi karbon yang jumlahnya sangat tinggi. Keadaan ini akan membuat cadangan uap air di atmosfer yang bermuatan negatif terus tereduksi (berkurang) oleh karena berusaha menetralkan polutan yang biasanya bermuatan positif.

  4. Jumlah teknologi mesin yang menjamur.

    Kita memang sungguh sudah kelewatan. Apa untungnya menggunakan mesin? Apakah karena harganya yang mahal? Mungkinkah karena iklannya yang heboh dan berkelas? Atau karena kenyamanan yang ditawarkannya, sehingga anda tinggal duduk saja untuk memperoleh hasil yang memuaskan? Sadarilah bahwa mesin berteknologi yang anda gunakan menghasilkan multiple faktor pencemaran yang banyak. Mulai dari proses produksinya, distribusinya hingga sampai di tangan konsumen dan digunakan olehnya sehari-hari. Sadarilah bahwa ribuan mesin sangat meningkatkan suhu atmosfer daripada ribuan manusia atau hewan. Lagipula emisi karbon yang dihasilkan oleh pipa-pipa pembuangan asapnya akan menurunkan kadar air di atmosfer sekaligus mempertipis ozon.

  5. Penebangan pepohonan dan menyempitnya hutan.

    Pohon-pohon digunakan untuk membangun perabotan dan rumah. Tetapi oleh karena hawa nafsu yang tinggi akan kemewahan duniawi maka semuanya itu dilakukan secara berlebihan. Keadaan ini semakin mengurangi pepohonan yang hidup bebas di alam. Belum lagi jikalau muncul kenyataan yang menegaskan bahwa pembangunan perumahan dan pertanian yang semakin luas. Semuanya ini akan berakibat pada berkurangnya kemampuan lingkungan untuk mendinginkan bumi sekaligus menarik dan menahan uap air lebih lama di atmosfer. Jika jumlah hutan turun drastis maka kemungkinan terjadinya hujan juga akan menurun drastis.

    Pepohonan dalam hutan yang rimbun turut menjaga agar sinar matahari tidak sampai mengenai permukaan tanah. Keadaan ini memperkecil kemungkinan terjadinya penguapan air tanah secara berlebihan yang bisa membuatnya gersang.

    Salah satu kemampuan dahsyat dari pohon adalah mengubah udara menjadi air. Itulah mengapa setiap pagi ada embun yang didorong oleh aktivitas klorofil di malam hari. Proses perubahan ini disebut juga sebagai kondensasi.

  6. Koordinasi pertanian palawija dengan pertanian tanaman keras berkayu yang kurang.

    Perlu adanya koordinasi antara tanaman pertanian dan tanaman perkebunan. Jangan sampai suatu wilayah yang luasnya puluhan hektar hanya didominasi tanaman pertanian berumur pendek saja (dua, tiga sampai enam bulan sudah panen). Melainkan ada baiknya jika keberadaan tanaman pertanian ini diseimbangkan  oleh tanaman keras perkebunan (berkayu) yang baru dipanen lebih dari lima tahun ke atas. Tanam keras ini akan menjadi paru-paru penghasil mega oksigen dan menyerap giga polutan sehingga wilayah pertanian tersebut tetap dituruni hujan pada waktunya. Kombinasi yang pas antara tanaman keras dan palawija ini akan membuat lingkungan tetap awet, bersih, bebas udara kotor dan selalu dialiri oleh air pada waktunya.

  7. Masyarakat yang kurang paham dengan manfaat garam.

    Saat masyarakat tidak mengerti betapa dahsyatnya manfaat garam maka keadaan ini membuat kotoran yang dibuangnya cenderung menyebabkan pencemaran lingkungan. Tetapi orang-orang yang rutin mengkonsumsi garam isotonik setidaknya 9 gram per hari menghasilkan kotoran yang mudah dicerna oleh lingkungan sehingga cepat membusuk (mengalami demineralisasi) dan tidak menyebabkan pencemaran.

    Lagipula garam bisa dijadikan sebagai bahan pupuk alamiah yang bebas dari bahan kimiawi. Pupuk garam isotonik akan membuat tanaman anda bertumbuh cepat: berbuah, berbunga dan berkembang sangat baik. Mineral ini juga membantu tanaman untuk menyerap lebih banyak emisi karbon dari udara.

    Selain itu kandungan garam di dalam tanah juga dapat menahan air lebih lama agar tidak mudah mengalami dehidrasi yang berlebihan.

    NaCl juga dapat digunakan untuk menetralkan berbagai jenis limbah kimiawi maupun berperan membusukkan berbagai-bagai limbah organik hasil buangan makhluk hidup termasuk manusia.

  8. Budaya konsumtif.

    Mereka yang hidup secara konsumtif biasanya menjadikan materi sebagai sumber kebahagiaan di dalam hati. Padahal rasa bahagia itu selalu diperlukan tiap jam, tiap menit bahkan tiap detik. Coba bayangkan, bagaimana orang-orang ini akan mengkonsumsi materi ketika menginginkannya disetiap hembusan nafasnya? Bukankah akan timbul pemborosan sumber daya yang semakin meningkatkan emisi karbon sekaligus menghabiskan energi. Keadaan ini membuat kandungan uap air dalam ozon semakin menipis karena diusir oleh polutan yang bermuatan positif.

  9. Meningkatnya pencemaran lingkungan.

    Lingkungan yang terkontaminasi dengan sampah adalah lingkungan yang tercemar. Terlebih ketika hujan tidak kunjung turun, sebab di dalam air hujan terdapat garam dalam kadar tertentu yang membantu mempercepat proses pembusukan berbagai-bagai bahan buangan (urin dan feses) baik dari manusia, hewan maupun tumbuhan itu sendiri.

    Pencemaran lingkungan akan semakin tinggi tatkala pihak industri membuang sampah berbahaya (B3) secara sembarangan baik yang mencemari tanah maupun yang mencemari sungai. Keadaan ini akan semakin merusak lingkungan alamiah yang juga beresiko membunuh berbagai-bagai makhluk hidup di atasnya termasuk tumbuhan hijau sebagai salah satu faktor pemancing datangnya hujan.

  10. Sektor energi yang masih bertumpu pada minyak bumi.

    Sudah seharusnya keadaan ini diminimalisir mulai dari sekarang. Sebab minyak bumilah yang membuat mesin-mesin kendaraan yang kita gunakan menghasilkan polutan yang tinggi. Pengembangan energi hijau yang ramah lingkungan harus ditingkatkan yang diperoleh dari hasil fermentasi berbagai-bagai bahan organik (tumbuh-tumbuhan hijau). Green energy cenderung tidak menghasilkan polutan sehingga membuat udara tetap bersih dan kandungan air dalam ozon tetap stabil sehingga hujan tetap turun pada waktunya.

  11. Pembangunan pemukiman yang tidak tertata.

    Pembangunan rumah yang terus meluas harus dikendalikan dengan menyediakan rumah susun atau apartemen yang layak bagi masyarakat luas. Apabila pembangunan properti dibiarkan tumbuh liar niscaya akan semakin menekan jumlah pepohonan dan mempersempit hutan-hutan yang sudah ada.

  12. Pembakaran hutan sembarangan.

    Ini adalah aktivitas yang ilegal bahkan sudah ada peraturan yang melarangnya. Saat anda membakar lahan maka secara tidak langsung telah melepaskan berbagai jenis polutan (terutama CO dan CO2) yang selama bertahun-tahun telah diserap oleh tanaman yang dibumihanguskan. Dengan demikian aktivitas ini juga sekaligus mengusir molekul air yang ada di atmosfer (seperti awan) dan membuat udara menjadi kering (kelembabannya berkurang drastis). Semakin luas & semakin sering lahan pertanian/ perkebunan dibakar maka semakin besar pula dampaknya mempertipis/ menghilangkan molekul air dari atmosfer sehingga hujan tidak kunjung turun dan kekeringan terjadi dimana-mana.

Pada dasarnya dunia ini telah diciptakan dalam keseimbangan. Pepohonan dan hutan adalah penjaga keseimbangan segala aktivitas konsumsi yang dilakukan manusia. Sebab tanaman adalah produsen (oksigen, pangan, kebutuhan lainnya) sedangkan manusia menghancurkan semuanya itu untuk dijadikan energi mendukung aktivitas sehari-hari. Sadarilah bahwa materi bukan sumber kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati melainkan hanya sebagai pendukung kegiatan sehari-hari. Tergila-gila dengan kemewahan, kemegahan dan pesona duniawi cenderung membuat anda sangat konsumtif, menghasilkan banyak emisi dan mencemari lingkungan yang beresiko menyebabkan kekeringan bahkan bencana gelombang panas yang membakar kulitpun akan terjadi. Bernyanyilah senantiasa memuliakan Tuhan niscaya ada sukacita yang terkendali, damai dan tenang di dalam hati yang terpancar lewat senyuman mungil di bibir masing-masing.

Salam, mari hidup ramah lingkungan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.