Gejolak Sosial

7 Alasan Mengapa Merindukan Sesuatu/Seseorang, Dimana Fokusmu Berada Disana Rindu-mu Tertuju

Alasan Mengapa Merindukan Sesuatu-Seseorang, Dimana Fokusmu Berada Disana Rindu-mu Tertuju

Rindu adalah (1) sangat ingin dan berharap benar terhadap sesuatu; (2) memiliki keinginan yang kuat untuk bertemu (hendak pulang ke kampung halaman) – dikutip dari KBBI Offline. Merupakan perasaan yang sangat dekat terhadap sesuatu yang diinginkan tetapi sesungguhnya jauh di mata. Dahulu kami sering mengalami perasaan semacam ini. Mungkin kadang sambil terharu dan menitikkan air mata saat itu pertama terjadi. Tetapi jauh dari semua keinginan ini membuat kami merasakan kebebasan rasa yang cenderung stabil, tidak tinggi dan tidak rendah (biasa saja).

Pernahkah anda naik ke atas gedung/ pohon atau tempat-tempat yang lebih/ paling tinggi lainnya (seperti menara & mercu suar)? Kami masih ingat dahulu pernah ke atas Monas sekali. Jika anda sudah pernah merasakan posisi semacam ini, yang khas dari tempat-tempat itu adalah anginnya yang begitu kencang dan tidak pernah berhenti berhembus. Dalam hidup kita apakah tempat yang paling tinggi? Yes, itulah otak manusia yang letaknya paling atas (paling tinggi) dari seluruh bagian tubuh lainnya. Jika angin selalu berhembus di atas udara 24 jam maka pergerakan pikiran andapun selalu aktif 24 jam dalam 7 hari nonstop.

Aktivitas pikiran yang tidak terkendali cenderung akan memunculkan berbagai-bagai sifat kebinatangan, hawa nafsu sesat dan kejahatan lainnya yang sudah lama tertidur di dalam alam bawah sadar manusia. Bila aktivitas otak nihil maka alam bawah sadar manusia akan semakin tinggi-besar & meluas menguasai pikiran terlebih ketika ada hasutan/ provokasi berasal dari luar yang mempengaruhi anda. Alhasil sifat-sifat yang diekspresikan juga semakin jauh dari kebaikan dan kebenaran yang sesungguhnya.

Bila pikiran sering kosong, lalu secara tiba-tiba alam bawah sadar mengingatkan kita tentang suatu hawa nafsu yang membuatmu sangat menginginkan hal tersebut agar segera terjadi di dalam hidup sendiri. Alam bawah sadar akan memodifikasi ingatan anda sehingga keinginan itu selalu terngiang-ngiang di dalam hati. Keadaan inilah yang membuatmu terus-menerus merindukan sesuatu/ seseorang. Bila anda terus-menerus fokus pada keinginan tersebut niscaya akan membuat hati galau, gundah gulana, kecewa bahkan bersedih hati. Oleh karena itu, perhatikan fokusmu dan arahkanlah itu pada hal-ha yang positif, salah satunya seperti yang tertera di bawah ini.

Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

Kangen kepada hal-hal duniawi lebih cenderung diwarnai dengan hawa nafsu sebab segala materi yang berbayar dirangkai (disusun/diatur) dalam keinginan. Keadaan ini membuat hati merindukan yang lebih lagi sebab kapitalis yang pintar-pintar cenderung mengembangkan materi untuk memutar ekonomi, ia kalau anda bisa mengikuti perkembangannya, emangnya uang ada terus kah? Lagipula resiko kebosanan dan mati rasa menanti di depan saat melakukannya terus-menerus tanpa jeda.

Faktor yang menyebabkan hati merindu kepada seseorang atau sesuatu

Semua masalah yang kita alami berawal dari manajemen pola pikir yang buruk. Saat kemampuan otak tidak diarahkan pada kebaikan dan kebenaran niscaya sikap juga (lisan-tulisan dan perilaku) cenderung berelebihan dan sesat/ menyimpang. Berikut ini beberapa alasan mengapa anda merindukan seseorang atau sesuatu.

  1. Fokus yang salah.

    Dimana fokusmu berada, disitu hidupmu tertuju.” Saat anda terlalu fokus dengan segala sesuatu yang ada di dunia ini, hatipun cenderung menginginkannya lagi dan lagi sebab yang namanya hawa nafsu selalu unlimited (tak terbatas). Oleh karena itu, adalah lebih baik bagi anda untuk tidak memenuhi pikiran dengan hal-hal duniawi, mengimajinasikannya bahkan sampai mengkhayalkannya (terkecuali bagi anda yang berkarya menghasilkan seni yang bermanfaat). Adalah lebih baik bagi kita untuk mengarahkan fokus pada hal-hal yang positif dengan demikian hidup ini dapat dijalani dengan penuh semangat dimana hati terbebas dari kerinduan yang tidak jelas.

  2. Masa depan.

    Cita-cita di masa depan tidak perlu dipikirkan melainkan jalankan rencananya mulai dari sekarang. Sadarilah bahwa semuanya itu bukan untuk dipikirkan, dibahas-bahas dan dikhayalkan melainkan laksanakanlah rencananya mulai dari sekarang. Fokus pikiran yang terarah ke masa depan membuatmu sangat merindukan agar hal itu segera terjadi. Adalah lebih baik bagi anda untuk memusatkan pikiran kepada Tuhan sambil terus berbuat baik kepada sesama.

  3. Masa lalu.

    Membahas-bahas masa lalu cenderung membuat anda tenggelam dalam angan yang sebenarnya sudah kadaluarsa. Ketahuilah bahwa semakin memikirkan, membahas-bahas dan mengimajinasikan hal-hal yang telah lampau, semakin hati ini merindukan agar hal tersebut dapat terulang kembali. Kerinduan semacam inilah yang cenderung membuat hati hampa sebab biar bagaimanapun yang telah berlalu tidak mungkin kembali. Adalah lebih baik bagi anda untuk senantiasa bersyukur sembari bernyanyi memuliakan Allah sehingga hati dipenuhi oleh rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan penuh damai yang meluap dalam senyuman mungil dibibir masing-masing.

  4. Hawa nafsu.

    Keinginan yang dibiarkan cenderung menjadi liar dan kuat sehingga menggiring anda dalam mode pemaksaan kehendak. Sangat merindukan sesuatu beresiko membuat anda memaksa orang lain untuk menurutinya. Lagipula kangen kepada hal-hal duniawi sifatnya terus meningkat seiring pertumbuhan trend di pasaran. Ia kalau sanggup tetapi saat hawa nafsu ini tidak terpenuhi, mulailah timbul rasa kesal, amarah, ejekan dan perbuatan menyimpang. Oleh karena itu, “kendalikan dan tekan hawa nafsu sebelum ia berbuah menjadi dosa merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.”

  5. Pancaindra.

    Mereka yang terlalu fokus pada panca indranya cenderung merindukan segala kenikmatan dunia, penghargaan, penghormatan, popularitas dan pujian. Mereka akan berusah dengan sangat keras untuk mewujudkan hal-hal ini sekuat tenaga bahkan sampai berada diluar batas kewajaran. Karena mereka mulai menyimpang sikap maupun pikirannya.

    Jangan biarkan pancaindramu berkuasa dan menjadi pengatur melainkan tundukkanlah itu dengan senantiasa fokus pada hal-hal yang positif. Daripada memikir-mikirkan, terbayang-bayang, terngiang-ngiang dengan segala hal yang membuat indra merasakan kenikmatan. Adalah lebih baik bagi anda untuk selalu bersyukur sambil memuji dan memuliakan Allah di dalam hati. Alhasil ada rasa senang penuh sukacita yang terkendali dan damai yang meluap dari senyuman mungil di bibir masing-masing.

  6. Pikiran kosong.

    Dikala pikiran sedang dalam keadaan blank, secara otomatis alam bawah sadar anda akan mengaktifkan berbagai-bagai rasa yang menawarkan hal yang syarat dengan hawa nafsu sesat-berlebihan dan kejahatan lainnya. Pikiran yang kosong cenderung liar sehingga alam bawah sadar akan berkuasa dan cenderung membuat anda masuk dalam kerinduan kepada sesuatu atau seseorang. Oleh karena itu, senantiasa aktifkanlah pikiran anda untuk selalu bekerja, belajar atau fokus kepada Tuhan niscaya rasa rindu itupun akan hilang tak bersisa ditelan oleh kesibukan yang positif.

  7. Terlalu fokus kepada sesama manusia (pasangan hidup).

    Pernahkah anda menyaksikan film tentang Romeo dan Juliet? Ini salah satu contohnya, bagaimana kehidupan manusia digiring dalam keburukan karena terlalu fokus kepada orang yang dicintai (katanya) bahkan sampai menyakiti diri sendiri.

    Jika anda memiliki pasangan hidup, tetap kasih kepadanya dan layanilah dia sebaik mungkin. Tetapi berbagai-bagai masalah akan timbul jikalau anda terus memikirkan, membayang-bayangkan, mengkhayalkan dan mengimajinasikan kekasih hatimu. Bisa jadi muncul kerinduan tetapi bisa juga jadi rasa khawatir yang membuat hati sesak karena terlalu cemburu. Anda bebas mencintai sesama tetapi jangan penuhi pikiranmu dengan bayang-bayangnya, aktivitas ini beresiko membuat anda galau, gundah, sedih dan kurang semangat (lesu merindu) menjalani hidup.

    Alangkah lebih baik jikalau anda fokus pada Tuhan: bersyukur dan bernyanyi memuliakan nama-Nya sehingga hati penuh sukacita yang terkendali, tenang dan damai lalu meluap dalam bentuk senyuman. Kerinduan kita juga bisa terobati saat menyibukkan diri untuk berbagi kasih kepada sesama mulai dari hal-hal yang kecil, lakukanlah semuanya itu seperti untuk Tuhan agar segala ekspresimu tulus adanya.

Rindu itu sangat dekat dengan fokus kehidupan. Merindukan sesuatu/ seseorang sama dengan menginginkannya untuk segera menjadi nyata. Ketika anda fokus kepada dunia ini, memang dia memberimu kepuasan, sayang itu hanya sesaat lalu mulailah merindu lagi kemudian dipuaskan lalu merindu lagi demikian selanjutnya akan berputar-putar. Biasanya keinginan akan hal-hal duniawi terus meninggi, merindukan hal yang lebih dan lebih lagi. Sadarilah bahwa sekalipun seluruh dunia ini menjadi milik pribadi, anda tetap merindukan yang lebih, lagi dan lagi. Oleh karena itu ubahlah fokus kehidupanmu, penuhi pikiran dengan senantiasa fokus Tuhan (doa, firman, puji-pujian) sembari tetap bersyukur dan bernyanyi memuliakan Tuhan agar hati dipenuhi rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai lalu meluap dalam bentuk senyuman di bibir masing-masing. Juga jangan lupa untuk membagikan manfaat kepada sesama yang sebelumnya telah diterima dari Tuhan, mulai dari hal-hal sederhana.

Salam kebaikan sejati!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.