Gejolak Sosial

+7 Semangat & Motivasi (Tekad) Yang Salah Kepada Orang Lain & Dunia Ini


Semangat & Motivasi (Tekad) Yang Salah Kepada Orang Lain & Dunia Ini

Semangat adalah dorongan yang membuat manusia mampu mencapai batas maksimal dalam beraktivitas. Ada beberapa orang yang kita perhatikan memiliki dorongan yang kuat saat melakukan sesuatu, beberapa lagi standar sedangkan yang lainnya sangat rendah. Keadaan ini bisa saja dipengaruhi oleh hasrat di dalam hati. Ada orang-orang yang tidak hati-hati dengan hawa nafsunya lalu menjadikan hal tersebut sebagai penyemangat. Padahal ini sama saja dengan menjadikan keinginan sebagai standar penyemangat di dalam hati. Sedang hawa nafsu sendiri terus saja meninggi dan membesar: namanya juga manusia. Di dalam paragraf selanjutnya anda akan menemukan banyak orang yang termotivasi dengan cara-cara yang kurang tepat cenderung membuatmu lebih rapuh.

Motivasi adalah dasar yang mendorong seseorang untuk melakukan berbagai-bagai aktivitas. Biasanya sesuatu yang memotivasi tersedia dalam bentuk kata-kata, kalimat dan cerita singkat maupun panjang. Pada dasarnya keduanya adalah sama/ serupa hanya saja untuk memotivasi seseorang biasanya dibutuhkan teknik khusus yang terperinci berdasarkan hasil belajar maupun dari pengalaman pribadi. Motivasi dan semangat bisa datang dari luar dan bisa juga datang dari dalam. Saat anda belum dewasa secara pola pikir, hal-hal tersebut biasanya datang dari luar. Akan tetapi ketika anda sudah mengalami perkembangan & kematangan mindset niscaya kedua hal ini berasal dari dalam kebulatan tekad yang dipegang teguh.

Orang yang memiliki penyemangat pribadi siap diuji dan mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri

Jika kepribadian anda sudah berkembang sehingga memiliki semangat-motivasi yang datangnya dari dalam, keadaan ini akan membuat anda mampu berjalan di medan kehidupan dengan tantangan yang lebih berat. Anda siap diuji oleh masalah, tidak peduli lagi dengan ejekan, penghinaan dan makian yang dilontarkan orang lain sebab landasan hidup kuat, yaitu: “saat semua yang dilakukan/ dikerjakan, ditujukan untuk Tuhan.” Ini adalah landasan hidup paling tangguh yang pernah  ada bahkan sekalipun kebaikan hati yang diekspresikan ditolak/ diacuhkan/ dibully oleh orang lain: TETAP JUGA DILAKUKAN DENGAN TEKUN sebab kami bukan melakukannya untuk manusia melainkan hanya untuk Tuhan. Sedangkan Tuhan selama ini telah menyertai dan memberkati kami dengan luar biasa lalu mengapa kami tidak dapat membalaskan itu kepada-Nya? Keadaan ini membuat hati menjadi tulus/ ikhlas dalam bersikap sehingga tidak ada rasa kecewa & sakit.

Hindari memiliki semangat motivasi yang menggebu-gebu, berlebihan

Berhati-hati dengan rasa semangat yang terlalu berlebihan, ini juga bisa membuat anda berusaha terlalu keras bahkan sampai menghalalkan segala cara untuk menggapai sesuatu. Jikalau anda mulai merasa keburukan menyentuh permukaan sikap (lisan-tulisan dan perilaku) sehari-hari merupakan sinyal-sinyal yang menunjukkan bahwa telah terjadi kesalahan dalam kerangka tujuan hidup yang anda tetapkan. Maka dari itu, alangkah lebih baik jikalau kembali menyusun tekad yang memotivasi anda. Dengan demikian kecenderungan untuk berlaku menyimpang ditekan seminimal mungkin.

Milikilah itu di jalan yang benar

Semangat adalah kekuatan ekstra yang bisa menjadi boster (katalisator) untuk setiap aktivitas yang anda tekununi. Bila anda mampu menemukan tujuan yang murni selama hidup di dunia ini niscaya itulah yang membuat hatimu terus mencapai batas maksimal untuk mewujudkannya. Satu-satunya tujuan hidup yang murni adalah ketika anda memutuskan untuk berjuang demi kebenaran, yaitu selalu mengasihi Tuhan dan senantiasa mengasihi sesama seperti diri sendiri. Tidak ada tujuan yang lebih murni dari kedua hal ini. Ia akan menjadi tekad yang selalu terngiang di dalam hati untuk membantu kita melewati hari-hari sulit dan tetap konsisten dalam bersikap.

Mari gali kehidupan anda, lalu tanyakan apa yang sebenarnya menjadi tujuan hidup selama di dunia ini? Anda harus memikirkannya baik-baik agar benar-benar menemukan tujuan hidup yang murni. Jika memutuskan untuk mendedikasikan hidup demi kebenaran maka hal tersebut tidak jauh-jauh dari mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Inilah yang menjadi dasar dari semangat-motivasi yang sejati, yaitu mengasihi Allah dan mengasihi sesama. Kita mengasihi Allah dengan mengikuti jejak langkah kaki-Nya sembari memusatkan pikiran kepada Tuhan (doa, firman dan nyanyian). Saat hati senantiasa bersyukur sambil memuji-memuliakan nama Tuhan, alahasil pikiran akan dipenuhi oleh rasa senang-sukacita yang terkendali dan penuh damai yang meluap dalam senyuman mungil masing-masing. Demikian juga kita harus mengasihi sesama seperti diri sendiri: aktivitas ini menyemangati kita untuk menyatakan kasih Allah yang telah kita rasakan sebelumnya.

Semangat dan motivasi yang salah dalam menjalani hidup

Ada semangat dan motivasi yang cenderung menggiring manusia dalam perilaku menyimpang. Mereka terlena oleh bayangan-bayangan masa depan yang dicitrakan oleh imajinasi. Keadaan ini membuat manusia mengalami destruksi moral secara perlahan tetapi pasti. Berikut dasar yang salah untuk menyemangati diri sendiri.

  1. Masa depan.

    Apakah anda seorang cenayang yang mampu memprediksikan masa depan? Atau anda seorang penggemar zodiak dimana bintangmu minggu ini menunjukkan tanda-tanda akan mengalami hari keberuntungan yang besar? Andapun jadi semangat menjalani hari…. Motivasi semacam ini jelas tidaklah begitu baik untuk dijadikan dorongan sebab masa depan adalah misteri.

    Cita-cita juga bisa dijadikan penyemangat, hanya saja pastikan anda menjalankan rencana aplikatif dibalik semuanya itu sembari mempasrahkan semuanya pada kehendak Tuhan. Ingatlah bahwa itu semua bukan untuk dipikirkan melainkan untuk diterapkan/ dilaksanakan. Tetap saja, untuk mengundang semangat dan motivasi sejati hanya dengan memusatkan pikiran kepada Tuhan (doa, firman, pujian) sembari bersyukur memuliakan nama-Nya senantiasa hingga ada rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai yang meluap dalam bentuk senyuman. Pastikan juga untuk selalu mengasihi sesama seperti diri sendiri dengan demikian anda bersemangat karena mampu menyatakan kasih Allah yang sebelumnya telah anda rasakan.

  2. Masa lalu.

    Beberapa orang memiliki kenangan yang indah di masa lalu. Mereka terus saja mengingat-ngingat kenangan itu sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk menjalani hari lepas hari. Sadarilah teman bahwa hidup ini bukan untuk kembali kebelakang melainkan untuk menyambut hari esok yang lebih baik. Oleh karena itu, jangan jadikan kenangan yang indah tempo dulu sebagai motivasi yang terus-menerus diingat, dibahas-bahas dan dipikirkan hari lepas hari. Sadarilah bahwa keadaan ini justru beresiko membuat anda tidak maju-maju (berjalan ditempat). Alangkah lebih baik untuk mengingat masa-masa dulu sekilas saja (mungkin untuk mengoreksi diri, jangan fokus dengan masa lampau) lalu arahkanlah pikiran untuk senantiasa terpusat kepada Tuhan (doa, firman, puji-pujian) sembari bersyukur dan bernyanyi memuliakan nama-Nya setiap detik. Alhasil hati dipenuhi rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai selalu untuk selamanya. Selalu ingat untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama sebab ini juga merupakan motivasi yang murni untuk menyatakan kasih Allah kepada dunia, yang sebelumnya telah anda terima.

  3. Hawa nafsu.

    Apa yang kita inginkan bisa jadi memotivasi tetapi sadarilah bahwa keadaan ini cenderung lebih banyak menggiring pada prosedur memaksakan kehendak. Oleh karena itu, batasilah hal-hal semacam ini sebab saat nafsu yang menjadi penyemangat anda maka saat itu juga kehidupan ini berpotensi terbakar bahkan bumi inipun hangus dibuatnya (akibat pemanasan global). Sadarilah bahwa menjadikan keinginan sebagai semangat cenderung membuat anda melampiaskannya secara berlebihan dan bisa saja menjurus kepada perbuatan menyimpang. Selain itu, ada kebiasaan yang dirasakan oleh setiap orang dimana keinginan selalu beranjak naik dari tahun ke tahun, bulan ke bulan, hari ke hari bahkan setiap detik tergantung dari jumlah uang yang dimiliki. Lagi pula, betapa besar rasa kecewa yang timbul siapa tahu kedepannya ada halangan sehingga keinginan itu tidak terwujud.

    Semua manusia memiliki hawa nafsu, kendalikanlah itu, jangan sampai berlebihan dan jauhkan dari keburukan. Anda membutuhkan penyemangat yang memotivasimu tiap jam, tiap menit bahkan tiap detik sekalipun. Satu-satunya jalan untuk memperoleh kekuatan pendorong yang selalu ada adalah  dengan senantiasa fokus Tuhan (doa, firman, nyanyian) sembari bersyukur dan memuji-muji kemahakuasaan-Nya di segala waktu. Andapun jangan pernah lupa untuk berbagi kebaikan yang sebelumnya telah diberikan Allah kepada anda.

  4. Uang.

    Terkadang karena kita menginginkan uang, ada juga kekuatan yang menyemangati hati disana sehingga lebih giat bekerja. Bukan hanya anda yang menginginkan uang tetapi kami juga menginginkannya. Akan tetapi menjadikan uang sebagai sumber semangat cenderung mendorong keinginan untuk memilikinya lagi dan lagi bahkan bila perlu yang lebih besar dari yang semula.

    Menjadikan uang sebagai motivasi untuk menjalani hidup membuat hati ini cenderung menginginkannya secara berlebihan, sebab jika kekosongan hati ini diisi oleh uang, maka harus membeli ini-itu secara terus-menerus. Keadaan tersebut beresiko memiskinkan anda lalu mau saja melakukan aksi kejahatan (mencuri, mencopet) demi kertas ajaib yang lebih banyak. Tidak lupa juga untuk mengajak anda berbagi sukacita kepada orang lain dengan mengasihi sesama seperti diri sendiri. Lakukanlah semuanya itu seperti melakukannya untuk Tuhan sehingga anda bersemangat menekuninya.

  5. Berkarya – karya seni yang dihasilkan.

    Bagi anda orang-orang yang kreatif, terkadang karya yang kita hasilkan dijadikan sebagai penyemangat. Sebab ada juga rasa senang dan puas saat menyelesaikan sebuah karya walau hanya sesaat saja. Dibalik semuanya itu sadarilah bahwa anda membutuhkan motivator dan penyemangat yang selalu ada sedangkan kita tahu bahwa karya seni itu tidak selalu ada dan ada waktunya nanti, dimana semua akan melambat dan berhenti alias tidak ada lagi, segera maupun masih lama lagi. Termotivasi karena hal ini cenderung membuat rasa di hati sifatnya fluktuatif yang berakibat pada sifat yang tidak konsisten. Oleh karena itu, bersemangatlah karena pikiran selalu terhubung dengan Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Juga lakukanlah kebaikan kepada semua orang mulai dari hal-hal kecil, perbuatlah itu seperti melakukan-Nya untuk Tuhan: itulah semangat-motivasi yang sejati.

  6. Sesama manusia atau Pasangan hidup (lawan jenis).

    Terkadang kita mengidolakan seseorang atau beberapa orang: memikirkannya, membayangkannya, mengkhayalkannya dan membahas-bahasnya di dalam hati sehingga timbullah rasa senang yang menyemangati kehidupan anda. Sadarilah bahwa hal semacam ini tidak akan bertahan lama. Sebab, manusia tetaplah manusia biasa yang juga penuh dengan kelemahan/ kesalahan sehingga bisa jadi mengecewakan bahkan beresiko menuntun anda ke jalan yang salah/ buruk/ menyimpang.

    Pasangan hidup (lawan jenis) juga terkadang memotivasi diri ini untuk melakukan sesuatu. Seolah semangat kita menggebu-gebu terutama bagi mereka yang baru-baru kenalan/ pacaran-pendekatan/ menikah. Sadarilah bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi, bahkan cintapun akan pudar seiring usia. Satu-satunya yang akan menyemangati pasangan ini secara terus-menerus adalah saat keduanya saling melayani dan saling berkorban untuk kepentingan satu sama lain. Dimana dasarnya adalah seperti melakukan bukan untuk manusia melainkan untuk Tuhan dengan demikian kasih yang diekspresikan tulus. Tidak lupa juga untuk selalu fokus pada Tuhan (doa, firman, nyanyian) sembari bersyukur dan memuliakan nama-Nya dari waktu ke waktu.

  7. Kemenangan – hadiah yang kelak diperoleh.

    Apapun yang kita lakukan di dunia ini adalah baik asalkan diperbuat dengan setulus hati. Saat ada event/ perlombaan/ pertandingan tertentu adalah baik untuk diikuti. Tetapi hindarilah terus saja memikirkan: bagaimana kalau saya juara? Kalau saya memecahkan rekor? bagaimana kalau saya paling populer? dan lain sebagainya. Sadarilah bahwa pemikiran dan khayalan imajiner semacam ini hanya memberi kesenangan sesaat saja dan beresiko mengecewakan juga menyakiti anda, terlebih ketika kenyataan yang terjadi kelak tidak sesuai ekspektasi/ yang diharapkan. Adalah lebih baik bagi anda untuk melewati semuanya itu dengan fokus Tuhan sembari bersyukur & bernyanyi memuliakan Allah di segala waktu. Tentu saja, tidak lupa untuk mengingatkan anda agar tetap berbuat baik dimulai dari hal-hal kecil. Lakukanlah semuanya itu seperti untuk Tuhan, itulah penyemangat yang memotivasi anda selamanya.

  8. Kebanggaan atas hal-hal duniawi.

    Apa yang anda banggakan di dunia ini? Itukah harta, jabatan, kekuasaan, pasangan hidup, rumah, anak-anak, mobil dan lain sebagainya. Tahukah anda bahwa KEBANGGAAN DUNIAWI HANYALAH SEMENTARA. Begitu anda membanggakan dunia ini, saat itu jugalah mindset ditarik dalam kesombongan dan iri hati. Melihat orang-orang yang rendah, mulut cakap sombong sedangkan saat melihat orang-orang yang tinggi, hati jadi iri/ dengki/ cemburu. Sadarilah bahwa begitu anda membanggakan hal duniawi maka saat itu juga diharuskan untuk meningkatkannya lagi dan lagi hingga menutup mata. Padahal jelas-jelas bahwa materi sifatnya terbatas dan sesaat saja.

    Berhentilah fokus memotivasi dan menyemangati diri dengan kebanggaan duniawi sebab hal itu beresiko membuat anda menginginkannya lagi dan lagi (bahkan biasanya menanjak, lebih tinggi). Padahal materi sifatnya terbatas dan tidak selalu ada. Oleh karena itu, anda perlu mengubah fokus semangat-motivasi diri kepada Tuhan dalam firman, doa dan nyanyian pujian: Upayakan untuk selalu bersyukur dan bernyanyi memuliakan Allah di dalam hati hari lepas hari sehingga hati dipenuhi rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai yang meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing. Tentu saja andapun rindu membagikan kebaikan itu kepada sesama: perbuatlah itu seperti melakukannya untuk Tuhan.

  9. Dan masih banyak lagi gemerlapan duniawi/ kenikmatan duniawi yang mungkin akan menyemangati dan memotivasimu, silahkan cari sendiri.

Banyak hal-hal duniawi yang mungkin bisa memotivasi dan menyemangati anda. Sadarilah bahwa itu hanya sementara saja dan cenderung mengarahkanmu pada sesuatu yang berlebihan dan membuatmu berperilaku menyimpang. Melainkan taruhlah semangat dan motivasi itu untuk memperjuangkan kebenaran, yaitu mengasihi Allah dan mengasihi sesama. Senantiasa fokuskan pikiran kepada Tuhan (doa, firman, pujian) sembari bersyukur & bernyanyi memuliakan Allah di segala waktu. Alhasil ada rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan penuh damai yang meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing. Ketika anda sudah merasakan kasih Allah seharusnya andapun termotivasi untuk melakukannya kepada sesama. Lakukanlah kebaikan itu seperti melakukannya untuk Tuhan, itulah penyemangat yang sejati.

Salam santun !

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s