Gejolak Sosial

Kebanggaan Duniawi Mengarah Pada Keburukan, Konspirasi & Peperangan


Kebanggaan Duniawi Mengarah Pada Keburukan, Konspirasi & Peperangan

Pikiran manusia seperti udara di atas langit yang senantiasa berputar & bergerak seperti angin 24 jam dalam 7 hari. Sekalipun anda sedang tertidur pikiran tetap mengatur banyak hal untuk membuat anda tetap bernafas, agar darah terus mengalir, supaya badan tetap hangat sehingga proses detoksifikasi terus berlangsung dan tujuan lainnya sehingga anda tetap hidup beraktivitas sampai sekarang. Pada dasarnya semua keadaan ini menandakan betapa aktif pikiran manusia: tentu saja kecerdasan akan menurun jika ini didiamkan saja tetapi berhati-hatilah mengikuti aktifitasnya, jangan sampai mengarah pada hal-hal yang buruk/ negatif.

Hawa nafsu bila dituruti akan semakin tinggi

Manusia telah terjebak dalam hawa nafsunya: itu kenyataan sebab hasrat ini telah menyatu dalam daging setiap orang. Saat hati dan pikiran kita terlalu fokus kepada hal-hal duniawi, disanalah kesempatan masuknya nafsu yang berlebihan. Ini baru diawal-awal saja, ketika keadaan tersebut \terus anda pelihara, ada kecenderungan akan semakin meningkat/ meninggi dari tahun ke tahun, bulan ke bulan bahkan hari ke hari sesuai dengan kemampuan finasial/ uang masing-masing. Ketika kemampuan materi kurang sedangkan hawa nafsu sudah terlanjut melejit tinggi, mulailah muncul usaha yang cenderung menghalalkan segala cara untuk memperoleh uang yang lebih banyak.

Ketika hawa nafsu bergabung dengan kebanggaan

Saat seseorang menggunakan nafsu sebagai sebuah kebanggaan karena semua yang diinginkan telah terpenuhi. Merupakan pertanda dari ketergantungan yang akut dan bisa berujung kronis karena hal-hal duniawi. Keadaan tersebut membuat rasa bahagia, damai dan tenteram yang memenuhi hati tidak akan bisa tercapai tanpa mengkonsumsi sesuatu. Keadaan ini tanpa disadari telah menggiring anda dalam budaya konsumtif yang membelanjakan uang demi kebahagiaan. Mereka cenderung memaksakan dirinya untuk mencari lebih banyak uang lagi sebab sadar betul betapa tingginya kebutuhan hidupnya, bahkan itu semakin tinggi dari tahun ke tahun. Pada akhirnya, kebanggannya akan materi menggiring kehidupan sendiri dalam perilaku menyimpang, korupsi, mencemari lingkungan merusak hubungan dengan sesama dan mengganggu hubungan pribadi dengan Tuhan.

Bangga dengan materi membuat kita terus-menerus mencarinya tanpa kenal lelah bahkan sampai mengorbankan banyak hal

Terlalu mendambakan materi jelaslah sudah tidak benar lagi. Kita membutuhkan materi dalam kadar standar saja. Hindari menjadikan uang sebagai tujuan dari segala pencarian dalam hidup ini. Ini sama saja dengan membiarkan indramu berkuasa selama hidup di bumi ini. Saat terlalu fokus kepada indra, besar kecenderungan jalan-jalan kita tidak jauh-jauh dari trend yang diciptakan oleh pasar. Artinya hati ini barulah berbahagia saat pakaian yang kita kenakan sama dengan artis yang di idolakan di dalam televisi. Saat gaya hidup yang kita tekuni sama dengan keseharian instruktur senam/ instruktur kesehatan yang kita gemari. Ketika rumah, mobil dan barang mewah yang kita miliki sama dengan kepunyaan orang terkenal yang disukai.

Bangga dengan kemuliaan: mencari penghormatan dunia tetapi yang aktif menghargai/ menghormati sesama adalah mengasihi Tuhan

Hanya ada dua gendang keinginan manusia tentang penghargaan/ penghormatan, yaitu: 1) mereka yang ingin dihargai/ dihormati dan 2) mereka yang menghargai dan menghormati. Keadaan ini sangat ditentukan oleh aktivitas yang anda lakukan sehari-hari. Pastikan diri untuk aktif menghargai dan menghormati orang lain sebab ketika aktivitas ini berkurang bahkan minim maka muncullah niat untuk berjuang mencari hormat dari dunia ini. Sadarilah bahwa setiap kebaikan yang telah kita lakukan di dunia ini secara tidak langsung telah kita lakukan kepada Tuhan sendiri. Jika manusia tujuan hidupnya adalah mencari kemuliaan duniawi niscaya cenderung menginginkan jabatan, kedudukan dan tampuk kepemimpinan dalam bidang masing-masing. Keadaan ini akan memaksanya untuk menghalalkan segala cara agar bisa meraih semua yang diinginkan itu.

Berbangga hati dengan hal duniawi mendorong timbulnya persaingan, perselisihan, konspirasi & manipulasi

Saat oknum tertentu berbangga hati terhadap kemuliaan duniawi yang dimiliki, baik itu dalam hal teknologi, mesin, jabatan, kekuasaan. Hatinya menjadi sombong karena dimanjakan oleh kemewahan, kenyamanan dan kemudahan yang diperoleh sehari-hari. Cakapnya mulai tinggi lalu memandang rendah bahkan menghina orang-orang yang masih belum mencapai apa yang sudah dicapainya. Secara tidak langsung kesombongannya telah memancing orang lain untuk iri/ dengki/ cemburu. Keadaan inipun memacu orang tersebut untuk memiliki dan melakukan hal yang sama. Keduanya berkonspirasi untuk memanipulasi banyak orang. Mereka saling bersaing untuk beroleh lebih banyak pelanggan, lebih banyak uang. Hal-hal yang sebenarnya sepele di jadikan bahan perselisihan untuk menciptakan sensasi. Para pengusaha ini, telah mendorong banyak orang untuk terjebak dalam suatu sistem yang semakin menguntungkan kalangan atas sedangkan kalangan bawah di jadikan sebagai dasar pijakan dan ditindas secara diam-diam.

Bangga dengan popularitas menggiring kehidupan kita untuk cari-cari sensasi

Mereka yang aktif menghasilkan karya seni tertentu telah menjadikan ini sebagai kebanggaannya. Akibatnya muncullah kecenderungan yang lebih buruk, yakni terlalu candu untuk berkarya. Padahal dia tidak menyadari bahwa ada saatnya nanti semua itu akan berakhir. Sikawan kecanduan untuk menghasilkan karya tetapi daya kreativitas dan ide cemerlah telah lama berlalu sehingga ada kecenderungan orang-orang ini akan memaksakan diri lalu mengangkat tema-tema yang nakal sehingga menggiring banyak orang dalam penyimpangan. Mereka yang hidup membanggakan karya yang dihasilkannya cenderung mencari-cari sensasi untuk mempertahankan kebanggaan yang sesungguhnya telah lama pudar.

Orang intelek yang bangga dengan teknologi pada akhirnya berperang

Orang-orang cerdas berusaha keras untuk menghasilkan berbagai-bagai teknologi untuk membuat dirinya terkesan hebat dan diakui dunia. Di awal-awal mereka mampu menghasilkan sesuatu yang waw dan itu sangat membuatnya bangga dan bahagia. Iapun lantas mengembangkan produk mesin yang dihasilkannya, terus-menerus melakukan inovasi sehingga teknologinya menyentuh semua kalangan masyarakat. Pada akhirnya ia berhasil membuat pekerjaan manusia yang awalnya dilakukan dengan otot yang mengeluarkan keringat kebahagiaan menjadi otomatis dimana manusia hanya menjadi operator yang menekan ini-itu lalu semuanya jadi tanpa harus berjerih-lelah.

Tidak hanya ilmuan ini yang bangga dengan penemuan tersebut, masyarakat juga turut bangga dengan teknologi mesin yang mereka gunakan. Pemakaian mesin yang terjadi secara masal membuat sumber daya alam, yaitu bahan bakar minyak bumi menipis. Pada akhrinya, mesin-mesin yang mereka gunakan telah menyebabkan krisis energi yang datang lebih cepat. Belum lagi masalah lingkungan yang terjadi dimana, hujan tidak lagi turun, kekeringan dimana-mana, polusi udara mengancam kesehatan ditambah bencana alam lainnya. Kebanggaan mereka terhadap teknologi telah menyeret masyarakat dalam keadaan yang mulai tidak kondusif. Sementara para petingginya sibuk mencari sumber energi bahkan sampai berperang memperebutkannya dari wilayah lainnya; orang-orang kacau balau, penjarahan dimana-mana, perbuatan menyimpang tidak terkendali, peraturan tidak ada lagi dan yang berlaku adalah hukum rimba: siapa kuat dia menang.

Kesimpulan

Perhatikanlah letak kebanggaan di dalam hati anda. Jangan sampai hal-hal yang ada di dunia ini membuatmu bangga. Hindarilah berbangga hati karena kehidupan kita lebih modern sedangkan orang lain terkesan kolot dan ketinggalan zaman/ ketinggalan gaya. Sadarilah bahwa kebanggaan kita akan dunia ini membuat hati terus menginginkannya lagi dan lagi bahkan bisa-bisa mengehendaki yang lebih waw dari yang sudah ada. Semakin fokus dengan kebanggaan duniawi untuk mencari kepuasan hidup maka semakin rusak bumi ini karena perilaku manusia yang doyan mengubah yang alami menjadi kimiawi; lagi mengubah yang konvensional menjadi otomatis. Mungkin bukan sekarang, tetapi kelak pada suatu titik energi untuk menghidupkan mesin-mesin itu akan habis. Inilah yang akan menjadi awal mula dari kekacauan dunia dimana semua pihak saling adu kekuatan untuk memperebutkan sumber daya yang masih ada. Oleh karena itu berhentilah menjadikan kebanggan akan dunia ini sebagai sumber kepuasan melainkan fokuskan kehidupan kepada Tuhan (doa, firman, pujian) sembari bersyukur dalam nyanyian pujian setiap saat. Bagikan jugalah kasih yang sudah anda rasakan kepada sesama manusia agar hidup bersama dalam kebahagiaan yang sejati.

Salam sudah pas!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.