Gejolak Sosial

20 Jenis Perang Jaman Dulu, Sekarang Dan Yang Akan Datang


Macam-Macam, Bentuk, Jenis Perang Jaman Dulu, Sekarang Dan Yang Akan Datang

Perang sudah ada sejak dari zaman dahulu kala, bahkan Kitab Suci mencatat bahwa itu terjadi sejak zaman purba kala. Peperangan yang pertama-tama kali terwujud dahulu disebabkan oleh iri hati antara Kain dan Habel. Coba selami kenyataan ini: sedang antar saudara kandung saja bisa cek-cok sampai timbul pertumpahan darah. Terlebih lagi bila dikatakan antar orang asing yang sama-sama tidak saling mengenal satu dengan yang lainnya. Inilah salah satu ciri khas kebinatangan yang memang sudah ada dalam diri manusia, secara default menyatu dengan daging masing-masing.

Peperangan tidak jauh-jauh dari perebutan kemuliaan duniawi

Sudah berapa ribu tahun manusia hidup di dunia yang fana ini, sampai sekarang peperangan terus saja berkecamuk di belahan bumi yang lain. Sadarkah anda bahwa semua permusuhan itu masih saja disebabkan oleh kesombongan dan iri hati? Tahukah anda apa saja yang diperebutkan oleh orang-orang ini? Semuanya itu tidak pernah jauh-jauh dari wilayah, kekuasaan, jabatan, uang dan sumber daya alam. Apakah anda bisa melihat semua latar belakang ini? Seolah-olah ini menegaskan betapa sumber daya yang kita miliki telah memancing pihak lain untuk memerangi suatu negeri.

Pada dasarnya perang dimulai dari perbedaan pendapat

Bagi anda dan teman yang berbeda pendapat berhati-hatilah menghadapi situasi semacam ini, bisa berujung perang, terlebih ketika keduanya memiliki sumber daya yang besar dengan kadar emosi yang meledak-ledak. Jikalau anda adalah seseorang yang masih belum mampu menerima pendapat orang lain yang kontras dengan pendapat sendiri, bersikaplah lebih selektif. Sebab ketidakmampuan menerima pendapat sesama awalnya memancing gejolak di dalam hati yang memberontak dan ingin melawan sekaligus memenangi perdebatan yang sedang berlangsung. Sadarilah bahwa perselisihan yang dimulai di dalam hati tinggal menunggu waktu hingga keadaan tersebut menjadi kenyataan.

Awal mengatasi peperangan, menghancurkan diri sendiri

Oleh karena ini, kenali suasana hatimu teman, jikalau ada rasa ingin melawan, memberontak dan mengalahkan yang meraung-raung di dalam hati. Sebab segala sesuatu yang sudah dirancangkan/ diniatkan di dalam hati, besar kemungkinan untuk menjadi kenyataan sehingga pecahlah perang. Jadi, segera hentikan niatan buruk yang melawan, memberontak dan meraung-raung di dalam hati dengan cara menyangkal diri. Saat kita merendahkan diri bahkan menghancurkannya maka ada kecenderungan dapat meredam segala kemelut yang terjadi di dalam hati. Katakan dalam hatimu : “saya hanyalah manusia dari debu-tanah, sampah yang tidak berguna, hinakan kami di bawah kaki-Mu ya Tuhan.” Biasanya, saat anda mampu menghancurkan arogansi/ keegoisan yang berlebihan alhasil akan meredam niat untuk berperang.

Perang menyelesaikan masalah sekaligus menyisakan rasa sakit.

Peperangan adalah buah simalakama yang selalu menyisakan dua efek bagi kehidupan manusia. Dilain pihak ada yang menang dan kalah sedangkan kedua belah pihak sama-sama kehilangan. Setidak-tidaknya ada keluarga yang kehilangan anak laki-laki, kehilangan saudara dan kehilangan ayah mereka. Ini namanya solusi yang membutuhkan pengorbanan. Selalu ada yang dikorbankan untuk memulai sampai mengakhiri perang. Kemudian kalangan atas melabeli orang-orang yang dikorbankan ini sebagai pahlawan yang dianugrahkan penghargaan. Padahal penghargaan yang diberikan kepadanya atau kepada keluarganya tidak sebanding dengan pengorbanan yang dilakukan, sebab materi tida seharga dengan nyawa manusia. Tetapi itulah pintarnya kalangan atas yang membeli nyawa prajurit dengan penghargaan.

Jika anda ingin mengetahui mengapa manusia saling berperang? Jawabannya adalah karena ilmu pengetahuan yang kita miliki. Kepintaran manusia menghasilkan teknologi yang menawarkan kemewahan dan kenyamanan dalam berbagai bidang. Padahal teknologi itu jugalah yang merusak lingkungan sekaligus menghabiskan sumber daya (cadangan energi). Pada akhirnya, habisnya sumber daya alam, rusaknya lingkungan dan tingginya ketergantungan terhadap mesin memaksa manusia untuk saling berperang memperebutkan energi (minyak bumi) yang masih tersedia.

Jenis perang jaman dulu, sekarang dan yang akan datang

Perang adalah lingkaran setan. Orang-orang yang terlibat dalam lingkaran kebencian cenderung tidak mau kalah sehingga muncullah keadaan untuk saling menekan, melemahkan dan menginjak satu sama lain. Awalnya dimulai dari hal-hal kecil tetapi lama kelamaan hal tersebut terus saja membesar hingga berskala tinggi sampai menimbulkan peperangan di mana-mana. Oleh karena itu, hindari membalas kebencian dengan kebencian melainkan balaslah kebencian dengan senyuman dan kebaikan lainnya (tergantung potensi dan sumber daya yang dimiliki).

Dalam tulisan kali ini, kita akan membahas beberapa jenis peperangan yang timbul, baik dalam diri sendiri, dalam hubungan dengan sesama, organisasi hingga negara. Diantaranya ada perang yang timbul karena masa lalu dan ada pula karena masalah yang sedang hangat. Pada dasarnya semua peristiwa ini berawal dari konspirasi, yang bisa jadi merupakan suatu tata cara untuk memanipulasi keadaan sehingga timbullah peperangan. Berikut ini beberapa bentuk/ tipe/ jenis alias macam-macam cara manusia berperang jaman dahulu, sekarang dan yang akan datang.

Perang terhadap diri sendiri

  1. Arogansi/ keegoisan.

    Sifat egois itu baik asalkan diarahkan pada hal-hal yang benar. Saat kebaikan kita ekspresikan secara egois tanpa mempedulikan orang lain memperhatikan atau membalasnya niscaya setiap sikap kita akan menjadi tulus sebab semuanya ditujukan kepada Tuhan tanpa mengharap balasan dari manusia.

    Egois yang berlebihan adalah saat keinginan kita tidak ber-Tuhan. Artinya saat diri ini hanya menginginkan segala sesuatu untuk diri sendiri dan menomor sekiankan kepentingan bersama. Hapus arogansi dengan merendahkan diri, menyangkal diri bahkan menghancurkan diri sendiri di dalam hati. Katakan: “Kami ini hanyalah debu tanah, orang yang tidak berguna. Hinakan kami dibawah kaki-Mu, ya Tuhan….” Anda juga bisa meredam rasa ini dengan senantiasa bersyukur sambil bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati setiap waktu (fokus Tuhan) sehingga hati dipenuhi sukacita yang tenang, damai dan terkendali lalu meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing.

  2. Perang hawa nafsu.

    Ini adalah tipe yang selalu menjadi lawan kita hari lepas hari. Mereka yang menang mampu mengendalikan hawa nafsunya sedangkan mereka yang kalah akan kehilangan kendali menjadi sesat pikir dan melampiaskannya secara berlebihan. Fokuskan pikiran anda pada hal-hal positif niscaya nafsu berlebihan dapat diredam.

  3. Peperangan terhadap sungut-sungut.

    Mereka yang tidak pernah bersyukur selama menjalani hidup cenderung bersikap pesimis terhadap dirinya sendiri. Lebih banyak mengeluh hanya karena masalah kecil/ recehan yang menghampiri hari-harinya. Mereka memandang segala sesuatu buruk padahal semuanya itu terjadi demi kebaikan sendiri di masa depan. Mereka mengeluh tentang masa depan dan mengeluh terhadap masa lalu sehingga hatinya terus dipenuhi gundah, galau, kuatir dan kesedihan juga kehampaan hari demi hari. Oleh karena itu, Jangan biarkan hal-hal buruk menguasai pikiran anda melainkan bersyukur dan bernyanyilah selalu memuliakan Allah niscaya rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan penuh damai akan mewarnai hari-harimu.

    Perang antar manusia.

  4. Perang kebinatangan.

    Setiap manusia memiliki sisi kebinatangan di dalam hati. Bila kesadarannya berkurang maka sisi kebinatangan yang penuh amarah, kebencian, dendam dan kekerasan itu akan mendominasi bersamaan dengan berkuasanya alam bawah sadar dalam pikiran manusia. Adalah lebih baik bagi anda untuk selalu mengaktifkan otak dengan senantiasa bekerja, belajar dan memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

  5. Peperangan terhadap iri hati.

    Kedengkian ada dalam diri manusia menyatu dalam daging masing-masing. Keadaan ini membuat seseorang sakit hati saat melihat sesamanya bisa tampil lebih baik dari dirinya. Sebelum orang ini mampu memberanikan diri untuk mengapresiasi, mengucapkan selamat dan memuji orang yang luar biasa itu maka selama itu pula iri hati bersarang di dalam pikirannya.

  6. Peperangan terhadap kesombongan.

    Sifat sombong sudah ada secara default dalam daging ini. Ia akan aktif ketika pikiran anda terlalu lama kosong sehingga alam bawah sadar menguasaimu. Tepat saat itu juga sikap (perkataan & perilaku) menyombongkan kelebihan yang dimiliki akan mencuat ke permukaan. Baik bagi anda untuk selalu terhubung dengan Tuhan di segala waktu dengan demikian aktivitas pikiran yang positif akan menepis niat untuk menyombongkan diri.

  7. Peperangan terhadap prasangka buruk.

    Sebagai manusia biasa pikiran sering sekali dihantui oleh hal-hal buruk terhadap orang lain. Keadaan ini terjadi ketika anda terlalu fokus menikmati hidup sehingga pikiran kosong berlama-lama. Oleh karena itu, jangan biarkan pikiranmu mengalami kekosongan tetapi penuhilah itu dengan senantiasa bekerja, belajar dan memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian.

  8. Perang fitnah.

    Mereka yang saling menyalahkan melakukan fitnah agar orang lain terlihat salah sedang dirinya seolah benar. Keadaan ini semakin parah saja ketika masing-masing pihak tidak mau kalah dan terus saja melancarkan fitnah yang lain dengan dampak yang lebih besar. Adalah lebih baik bagi anda untuk mengabaikan fitnah yang dilontarkan oleh orang lain sebab semakin anda tanggapi hal tersebut maka semakin kecil kemungkinan untuk terbebas dari tuduhan yang salah itu.

  9. Perang ejekan/ penghinaan/ bully.

    Saat masing-masing orang saling mengejek niscaya keadaan ini akan terus membesar layaknya api di musim panas. Adalah lebih baik bagi anda untuk mengabaikan ejekan dari sesama sebab kata-kata itu seperti angin lalu yang segera saja berakhir. Oleh karenanya, lupakanlah masa lalu dan fokuskan pikiran untuk senantiasa bersyukur sambil memuji dan memuliakan Allah di segala waktu niscaya kata-kata itu akan terlupakan seiring waktu berganti.

  10. Perang penipuan/ pencurian/ kebohongan.

    Mereka yang saling menipu telah terlibat dalam lingkaran kebencian yang membuat damai dan tenteram jauh dari hari-harinya. Semakin lama justru mereka akan semakin ketagihan untuk melakukan hal tersebut sampai-sampai hal berharga dikorbankan. Pada akhirnya para pendosa ini akan terjerat hukum sehingga berakhir dalam timah panas atau di bui. Oleh karena itu, berusahalah untuk tetap jujur di segala waktu sebab kejujuran itu melegakan hati.

    Peperangan antar kelompok, organisasi, negara.

  11. Perang memperebutkan wilayah.

    Ini adalah kisah-kisah jaman dulu ketika para nenek moyang kita berebut tanah datar entah berantah. Ini jelas sebuah aksi keserakahan yang membuat manusia semakin jauh dari kebenaran. Mereka akan terjebak dalam hawa nafsunya yang sesat sehingga cenderung mengorbankan nyawa orang lain demi sedepa tanah. Disinilah peran hukum nasional dan internasional untuk menciptakan perdamaian diantara manusia.

  12. Perang memperebutkan kekuasaan-jabatan.

    Indonesia masih diwarnai oleh perbutan jabatan dan kekuasaan. Sebab hal-hal semacam ini masih belum disetarakan. Keadaan ini membuat suasana pemilu mudah runyam dan syarat dengan konflik. Sebab semakin tinggi yang dipertaruhkan maka orang-orangpun akan mengorbankan banyak hal untuk meraihnya. Oleh karena itu, kesetaraan kekuasaan adalah penting dimana semuanya diserahkan dalam demokrasi Tuhan dan demokrasi rakyat.

  13. Perang memperebutkan uang dan harta benda.

    Para kapitalis memiliki ranahnya sendiri untuk saling berperang. Ketika manusia menjadikan materi sebagai tolak ukur kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman hati maka mulai saat itulah mereka akan memperebutkan uang secara berlebihan bahkan terkesan sesat. Sebab cenderung menghalalkan segala cara untuk meraih semuanya itu. Sadarilah bahwa uang dan harta benda tidak akan pernah memuaskan hati tetapi saat fokus anda selalu tertuju kepada Tuhan dengan senantiasa bersyukur dan bernyanyi memuliakan nama-Nya niscaya hati ini dipuaskan oleh sukacita yang terkendali, tenang dan damai yang meluap dalam senyuman manis.

  14. Perang memperebutkan sumber daya.

    Ini adalah pemicu perang dunia ke 3. Hawa nafsu manusia yang tinggi akan teknologi telah menggiring banyak orang dalam ketergantungan terhadap mesin yang beresiko menghabiskan sumber energi yang tersedia di bumi. Disaat sumber daya mulai menipis, manusia mulai mencari dan memperebutkan daerah yang masih menyimpan banyak sumber daya alam dengan cara berperang satu sama lain.

  15. Perang produk.

    Ketika para pemilik modal tidak bekerja sama dalam menghasilkan suatu prodak. Mereka cenderung menonjolkan keunggulannya dengan menjelekkan dan menghina produk lainnya. Keadaan ini akan semakin kentara ketika pemerintah tidak berperan aktif sebagai penangah melainkan hanya menunggu dan melihat saja yang penting orang-orang ini rutin membayar pajak. Oleh karena itu, ada baiknya jika industri/ perusahaan yang perannya vital dikuasai oleh negara.

  16. Perang agama.

    Kami juga heran mengapa bisa ada agama yang saling berperang? Seharusnya perkumpulan semacam ini di isi oleh orang-orang yang mencari kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati. Justru saat kedua belah pihak saling recoh, saling tembak, saling bunuh-bunuhan tepat disaat itu jugalah rasa damai, bahagia dan tenteram akan segera berlalu. Adalah hal yang paling tidak etis jika ada orang yang mengatasnamakan agama untuk berperang dengan agama lainnya.

    Perang dingin.

  17. Peperangan informasi.

    Kejadian semacam ini biasanya terjadi di Internet, media sosial, media masa dan produk media masa lainnya. Biasanya orang-orang tertentu terlibat dalam konspirasi terhadap informasi tertentu yang dimanfaatkan untuk menjatuhkan pihak lainnya. Ada baiknya jikalau anda selalu kritis dan selektif dalam mencerna informasi sebab bisa jadi keadaan itu adalah awal dari kegagalan/ kesalahan besar.

  18. Peperangan teknologi.

    Masing-masing pihak mengembangkan teknologinya untuk dipamerkan kepada publik yang kemungkinan besar lebih canggih dari teknologi yang sudah ada. Keadaan ini mendorong konsumsi manusia terhadap energi lebih besar. Padahal ketersediaan bahan bakar minyak adalah terbatas. Oleh karena itu, adalah lebih baik bagi kita saat ini untuk kembali ke teknologi konvensional yang manual dan ramah lingkungan.

  19. Perang gagasan dan ilmu pengetahuan

    Berperang secara opini/ pendapat membuat manusia saling adu argumen untuk mencari kebenaran. Sekiranya hal ini dilakukan dengan tulus hati maka tidak akan terjadi perkelahian sekalipun pendapat yang satu berbeda dari pendapat yang lainnya. Untuk mencari kebenaran sebaiknya gunaan juga Kitab Suci untuk menemukan kebenaran sejati.

    Manusia saling berlomba dan bersaing untuk mencari tahu ilmu pengetahuan siapa yang paling benar dan akurat. Keadaan ini membuat situasi semakin buruk terlebih ketika keduanya sama-sama intelek/ pintar. Oleh karena itu, ada baiknya sekalipun kita berbeda-beda tetap saja ada rasa saling menghargai pendapat orang lain.

  20. Perang konspirasi manipulatif.

    Manusia berkonspirasi melemahkan orang lain dengan tujuan untuk melemahkan dan mempengaruhi juga memperbudak orang lain. Keadaan ini secara tidak langsung akan membawa keuntungan besar bagi mereka yang mempeloporinya. Berperang dalam manipulasi terkadang tidak dirasakan lewat mata tetapi dapat disadari jika nada tampil sedikit lebih cermat. Oleh karena itu, milikilah tujuan yang benar, kejarlah kasih kepada Tuhan dan kasihilah sesama seperti diri sendiri nicaya kehidupan kita lebih berarti.

Membalas kejahatan dengan kejahatan lainnya merupakan awal dari peperangan yang sesungguhnya. Oleh karena itu, adalah baik bagi anda untuk selalu menghancurkan arogansi yang berlebihan lalu merendahkan diri dan mau mengalah dalam banyak hal. Sebab tidak semua gejolak sosial yang menghampiri kita harus dimenangkan bahkan terkadang mengalah itu lebih baik dan lebih melegakan hati. Sebaiknya mulailah hidup dalam kebersamaan dengan orang lain, selalu tampil fokus kepada Tuhan dan tidak lupa senantiasa melakukan kebaikan kepada siapapun. Batasi jugalah penggunaan teknologi sebab penggunannya yang berlebihan menghabiskan BBM yang akan mendorong kita untuk saling berperang memperebutkan sumber daya yang tersisa. Simak, Alasan mengapa perang terus terjadi.

Salam damai sejati!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.