Gejolak Sosial

7 Alasan Materi & Kenikmatan Duniawi Setara, Rasa Di Hati Sama Saja


Alasan Mengapa Materi & Kenikmatan Duniawi Setara, Rasa Di Hati Sama Saja

Materi adalah (1) benda; bahan; segala sesuatu yang tampak; (2) sesuatu yang menjadi bahan (untuk diujikan, dipikirkan, dibicarakan, dikarangkan, dan sebagainya – KBBI Offline). Merupakan segala sesuatu yang ada di dunia ini yang dapat dicitrakan oleh pancaindra manusia. Tanpa kebutuhan materil, kita tidak dapat hidup di dunia ini. Tanpanya semua aktivitas manusia adalah tidak akan terwujud. Tetapi terlalu kecanduan juga tidaklah baik untuk kesehatan fisik, mental, sosial dan lingkungan sekitar.

Harap diingat juga bahwa, manusia sebagai makhluk ber-Tuhan memiliki sisi rohaniah yang menyatu tetapi sangat berbeda dari hal-hal materil. Sebab kepuasan materil hanya berfokus pada ke lima indra manusia sedangkan kebutuhan rohani lebih fokus kepada kepuasan hati. Pada dasarnya ada hubungan yang kuat antara kepuasan hati dan indra. Biasanya hati yang terpuaskan lebih mudah bahagia sekalipun indra hanya terpapar oleh hal-hal sederhana. Akan tetapi saat hati tidak terpuaskan, besar kecenderungan kurang bahagia bila terpapar dengan materil yang sederhana melainkan ada kecenderungan bahagianya barulah terwujud saat memiliki materi dengan model/ jenis terbaru.

Pada dasarnya, semua itu berkisah tentang fokus kehidupan manusia. Bila anda terlalu fokus kepada dunia ini, indra selalu dikasih makan oleh hal-hal duniawi bahkan cenderung terkesan menjadi ketergantungan. Keadaan ini turut diikuti oleh kenyataan bahwa ada perasaan sakit di hati ketika hal-hal tersebut berubah jenis menjadi lebih rendah dari biasanya. Rasa sakit dan kesal yang timbul setelah perubahan konsumsi barang dan jasa tertentu menandakan ketergantungan. Keadaan ini membuktikan bahwa selama ini anda lebih fokus kepada hal-hal duniawi di bandingkan dengan hal-hal sorgawi. Lebih fokus kepada indra ketimbang fokus kepada hati sendiri.

Apa yang kita banggakan di dunia ini menggiring manusia dalam persaingan, perselisihan bahkan peperangan.

Selama ini, kami bisa merasakan betapa dunia ini penuh dengan pancingan akan hal-hal materil. Materi terus dikembangkan oleh ilmu pengetahuan hari lepas hari. Mereka menyebut hasil pendalaman, pengembangan, inovasi dan modifikasi tersebut sebagai teknologi. Hal-hal ini menawarkan kenyamanan, kemudahan dan kemewahan yang waw. Semua aktivitas penyesuaian yang dilakuan terhadap teknologi membutuhkan energi yang diperoleh dari menambang bumi untuk menghasilkan minyak bumi. Konsumsi materi dari tahun ke tahun terus saja meningkat yang menandakan bahwa konsumsi energi BBM juga turut meningkat.

Sementara itu, saat pemakaian mesin berteknologi terus bertambah, pula polutan yang dihasilkan olehnya semakin menumpuk di lingkungan sekitar. Kesemua sampah itu telah mencemari udara, air dan tanah. Belum lagi masalah pengembangan pemukiman yang tidak terstruktur dan jauh dari perencanaan. Areal hutan terus tergeser dan pepohonan didalamnya dijadikan sebagai bahan bangunan dan untuk membuat perabotan (properti). Keadaan ini lambat laun membuat udara kotor, perairan tercemar dan lahan dipenuhi limbah/ sampah.

Inovasi di bidang mesin menciptakan kenyamanan, kemewahan dan kemudahan yang memikat hati setiap manusia. Tidak cukup hanya terpikat saja, ini juga mendorong orang-orang untuk semakin candu dan sulit beraktivitas tanpa teknologi. Pemakaian mesin yang mengglobal menyebabkan konsumsi BBM semakin tinggi. Saat kensumsi BBM terus meningkat sedangkan produksinya terus menurun, besar kemungkinan terjadi kelangkaan yang menyebabkan beberapa wilayah tidak lagi memperoleh pasokan. Akhirnya keadaan ini membuat listrik padam, air mati, aktivitas perkantoran terhenti, industri berhenti berproduksi, penjarahan, pengrusakan dan kekacauan dimana-mana sementara keberadaan pemerintah sudah tidak jelas, masing-masing cari selamat sendiri. Ujung-ujungya semua laki-laki wajib militer, peperangan pecah di mana-mana untuk memperebutkan sumber daya yang tersisa.

Faktor penyebab materi dan uang setara

Semua manusia membutuhkan materi, hanya roh manusia yang sudah terpisah dari tubuh jasmani yang tidak membutuhkannya, misalnya saat kematian. Orang yang sudah meninggal tidak lagi membutuhkan bahkan memikirkan hal-hal materialpun tidak sedang roh mereka berada di “negeri orang-orang yang hidup.” Satu-satunya cara agar tidak tertipu dan galau oleh karen materi adalah “jangan fokus dengan apa yang kelihatan tetapi fokuslah pada manfaatnya.” Berikut ini beberapa alasan mengapa kenikmatan duniawi itu selalu berasa sama..

  1. Semua materi tidak menyentuh hati.

    Semewah, senyaman dan semudah apapun kehidupan anda karena hasil dari teknologi yang diciptakan oleh orang pintar (semacam ahli jampi bagian permesinan) tidak ada satupun yang mampu menyentuh hatimu. Semuanya itu hanya bisa mempengaruhi pancaindra masing-masing. Keadaan ini tidak pernah mempengaruhi suasana hati terkecuali anda menyetujui (meng-acc-kan) pesan  yang disampaikan oleh indra. Semanis apapun suatu materi/ keadaan/ situasi menurut mata, telinga, hidung, lidah dan kulit anda: itu tidak ada apa-apanya jikalau hati anda memutuskan bahwa semuanya itu tidak berguna sebab beresiko membuat anda menderita penyakit diabetes.

    Jika materi bisa menyentuh otak anda, itu justru bisa beresiko fatal akan terjadi infeksi, penyakit dan bisa-bisa diri sendiri lebih cepat dijemput oleh kematian. Oleh karena itu berhenti memuaskan hati dengan hal-hal materil. Hanyalah kebenaran sejati saja yang dapat menyentuh hati, yaitu dengan mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.

  2. Otak bereaksi sama merespon rangsangan di indra.

    Tahukah anda bahwa saat rasa puas dan bahagia dengan sesuatu, syaraf otak memiliki reaksi tertentu untuk mengekspresikan keadaan tersebut. Ketika ada sesuatu yang lain juga membuatmu puas dan bahagia, ekpresi syaraf otak tetap pada pola yang sama saat mengekspresikan keadaan ini. Sekalipun hal-hal duniawi yang membuat anda puas dan bahagia ada banyak macam, jenis, bentuk, harga dan rasanya: tetap saja pola yang diekspresikan oleh sel-sel syaraf di dalam otak adalah sama. Jadi bisa dikatakan bahwa beragam-ragam gemerlapan duniawi di dunia ini tetapi cara syaraf mengidentifikasi kebahagiaan dan kepuasan saat mengkonsumsi materi tersebut adalah sepola (serupa).

  3. Semua materi memberi rasa puas sementara.

    Apapun materi yang anda konsumsi saat ini, sadarilah bahwa bahagia dan puasnya adalah sementara saja. Itu tidak lebih dari 3 detik, 3 menit, 3 jam, 3 hari, 3 bulan dan net-netnya 3 tahun. Setelah itu, anda harus membelinya lagi dan/atau rasanya menjadi biasa saja. Oleh karena itu, ketergantungan pada hal-hal yang sementara membuat kehidupan ini tidak stabil dan labil karena masalah terlebih terhadap persoalan yang datang bertubi-tubi: akibatnya konsentrasi mudah pecah (gagal fokus), hawa nafsu sesat-lebay dan kejahatan lainnya mulai diekspresikan lewat sikap sehari-hari.

  4. Hampir semua materi harus dibeli – tidak ada materi yang gratis.

    Menggantungkan kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman hati pada materi sama saja dengan membeli rasa damai, bahagia dan tenteram dari orang lain/ kelompok tertentu. Keadaan ini membuat anda sangat candu terhadap uang. Bahkan kebutuhan anda terhadap uang terus saja menanjak naik dari tahun ke tahun. Keadaan ini membuatmu berpikir keras berulang-ulang kali untuk memenuhi semua kebutuhan itu. Andapun sudah tidak lagi merasa bersalah sekalipun melakukan konspirasi-manipulasi kepada orang lain demi meraih sen demi sen dari kantong mereka. Pada akhirnya candu terhadap materi menggiring anda pada perbuatan menyimpang seumur hidup: sampai masuk bui atau rumah sakit atau balikpapan.

    Sebenarnya, jikalau anda mau berpikir logis dan menganggap bahwa rasa materi hanya berbeda di indra saja sedangkan semuanya itu sama-sama nikmat di hati asalkan dikonsumsi dalam rasa bersyukur sembari bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati. Niscaya ada rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai lalu meluap dalam bentuk senyuman manis di bibir masing-masing.

  5. Semua materi menimbulkan candu – baik dikonsumsi fluktuatif.

    Anda merasa punya uang banyak lalu menganggap bahwa hal-hal sederhana dan kecil tidak lagi menjadi bahan konsumsi sehari-hari. Sadarilah bahwa keadaan ini kemungkinan besar akan membuat anda merasa bosan lalu berpikir untuk menaikkan level ke bahan konsumsi yang lebih mahal lagi. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsilah kenikmatan duniawi secara fluktuatif: kadang murahan-kadang mahal, kadang baik-kadang buruk, kadang tinggi-kadang rendah. Mengkonsumsi hal-hal duniawi secara fluktuatif tidak akan pernah menimbulkan kebosanan seumur hidup.

  6. Semua materi menyebabkan mati rasa – baik dikonsumsi fluktuatif.

    Akibat Bahaya Mengkonsumsi materi secara berturut-turut nonstopPada keadaan konsumsi materi yang sifatnya terus-menerus tanpa jeda, awalnya akan menimbulkan kecanduan, rasa bosan dan akhirnya menjadi mati rasa. Misalnya saat anda membeli pakaian di hari pertama setelah 3 hari berikutnya membelinya lagi. Tidak puas sampai disitu di hari selanjutnya (hari ke enam) anda belanja pakaian lagi. Kita kami mengetahui bahwa anda telah kecanduan belanja baju sebab di hari berikutnya (yang kesembilan) kembali belanja. Lantas andapun masih terus belanja baju di hari yang ke dua belas. Saat tiba hari yang ke lima belas, masih saja membelanjakan baju. Lalu tibalah di hari yang ke delapan belas, pakaian yang diperoleh dari hasil belanja terkesan mulai membosankan. Lalu saat memasuki hari ke duapuluh satu kebosanan itu semakin terlihat jelas dari bahan belanjaan yang mulai berkurang. Saat memasuki hari ke duapuluh empat dan duapuluh tujuh, rasa bosan dengan barang-barang yang dibelanjakan hanya dipakai beberapa saat saja. Di hari ke tigapuluh anda tidak lagi belanja melainkan hanya melihat-lihat saja (mati rasa). Sikawan inipun mulai berpikir untuk tidak lagi belanja di tempat tersebut melainkan ingin melakukannya di luar daerah atau di pusat atau bahkan bila perlu di luar negeri aja sekalian.

    Belanja adalah aktivitas yang biasa. Terlalu sering berbelanja demi kebahagiaan dan kepuasan hati justru membuat anda tidak menginginkan hal yang sama lagi. Melainkan lebih memilih untuk menaikkan kebutuhan pada barang-barang yang lebih bernilai dari sebelumnya. Bahkan andapun mulai berpikir, mengapa tidak melakukannya di luar kota atau bahkan di luar negeri? Oleh karena itu, bagi anda yang hobinya belanja: JANGAN TERLALU SERING. Baik untuk mengambil waktu antar yang cukup jauh dari saat belanja sebelumnya. Ini dilakukan untuk menjaga nafsu belanja tetap stabil dan jauh dari niatan untuk membelanjakan uang yang semakin banyak dan jangan sampai menghabiskan tabungan.

  7. Perbedaan materi pada tampilannya saja sedangkan manfaatnya selalu sama.

    Pertimbangkan baik-baik sebelum anda membelanjakan sesuatu. Jangan tertipu dengan tampilannya yang lebih menarik hingga menawan/ memikat hati. Selalu sadari apa tujuan anda dari rumah saat sedang melakukan aktivitas ini.

    Saat seseorang telah mendapatkan pencerahan biasanya memiliki hati yang murni dan lebih kuat dari indranya. Orang yang memiliki hati yang kuat (tekad/ tujuan yang bulat) bisa mengendalikan dirinya sekalipun indranya terpesona oleh gemerlapan duniawi yang ada disekelilingnya.

    Untuk memiliki hati yang kuat, anda harus merasa bahagia, damai dan tenteram jauh sebelum tiba di toko/ swalayan/ mall tertentu. Mereka yang menjadikan aktivitas belanja untuk meraih kebahagiaan niscaya lebih suka yang tampilan dan harganya tinggi untuk memuaskan hatinya.

Disana ada orang banyak uangnya, sekali makan bisa seharga satu gram emas sedang kami disini hanya makan sekali sehari bersama air garam manis dan beberapa cemilan tetapi saat ke toilet sama-sama mengeluarkan urin dan/atau feses. Ada barang dengan harga mahal dan ada barang dengan harga murah dikonsumsi oleh orang berbeda tetapi mereka sama-sama sehat. Mereka naik sepeda motor dan ada yang naik mobil, merka sama sama sampai tujuan dengan selamat. Orang-orang kaya hidup dalam kemewahan sedangkan orang disini hidup sederhana, dimana kedua-duanya kelak pasti akan mati pada waktunya Tuhan. Mereka yang banyak uang mati dengan damai, mereka yang sedikit uangnya mati dengan damai tetapi yang menentukan siapa yang masuk surga adalah kasihnya kepada Allah dan kepada sesama manusia.

Anda butuh materi, kami butuh materi, semua orang yang masih menginjakkan kaki di bumi ini membutuhkannya. Sadarilah bahwa sekalipun harga, bentuk, tampilan, ukuran, dan namanya berbeda-beda tetap saja hati merasakannya sama. Hanya satu saja yang mengganjal kenyataan ini, yaitu arogansi masing-masing. Saat kita begitu sombong untuk mengakui kenyataan bahwa milik teman lebih mahal harganya dari milik sendiri: tepat saat itu jugalah tidak ada damai, bahagia dan tenteram. Hancurkanlah arogansi semacam ini dengan mengatakan, “kami ini hanya debu-tanah, manusia yang tidak berguna, orang yang penuh dosa. Ini sudah seharusnya terjadi, kuatkan hati melewati semuanya ya Tuhan!” Kami bahkan sering memuji teman yang nyata-nyata pamer dengan mengatakan, “Punyamu waw banget bro, sayang ya punya kami masih jauh di bawah.” Kerendahan hati adalah syarat kunci kesetaraan materi.

Apapun yang anda miliki dan apapun yang dikonsumsi saat ini janganlah memandangnya dari segi harga, bentuk, rasa, bungkusan, tampilan dan pesona indra yang menggiurkan lainnya, tetapi pandanglah ia dari segi MANFAAT. Saat kita memilih untuk memfokuskan pencarian kepada manfaat sambil menepis arogansi saat mengkonsumsi kenikmatan duniawi niscaya pandangan menjadi jernih, SEMUANYA ADALAH SETARA. Apapun yang anda konsumsi hari ini, lakukanlah itu dengan penuh rasa syukur sembari bernyanyi memuliakan Allah di dalam hati, alhasil ada rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai lalu meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing. Tidak lupa juga untuk mengajak anda berbagi kasih kepada sesama agar mereka merasakan kasih Allah yang sebelumnya sudah anda terima: lakukanlah semuanya itu untuk Tuhan agar hati tetap tulus menjalaninya.

Salam kesetaraan dimana-mana!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s