Gejolak Sosial

11 Cara Kebanggaan Buat Persaingan, Perselisihan, & Peperangan Akhirnya Stres


Cara Kebanggaan Duniawi Buat Persaingan, Perselisihan, & Peperangan Akhirnya Stres

Bangga adalah besar hati; merasa gagah (karena mempunyai keunggulan – KBBI Offline). Merupakan suasana hati yang sedang di atas angin, sangat bergairah dan penuh semangat karena ada sesuatu (kemuliaan duniawi) yang lebih dari orang lain. Mudah bagi anda berbangga diri saat memiliki keunggulan di berbagai bidang dalam dunia yang fana ini. Entah itu keunggulan dari segi harta duniawi, talenta/ potensi yang dimiliki, pekerjaan yang ditekuni, gaji yang diterima, pasangan hidup yang dimiliki dan segala kenikmatan duniawi juga kemuliaan duniawi yang dimiliki.

Sadarilah bahwa saat kita berbangga diri, hati ini menjadi lebih dekat kepada kesombongan. Memang orang yang bangga diri belum menjadi sombong asli sebab rasa angkuh itu hanya sebatas ada di dalam hatinya saja. Akan tetapi, lama kelamaan hal tersebut akan meluap juga keluar, menjadi nyata dalam bentuk kata-kata (yang keras, kasar) dan perilaku (yang tidak sopan, kasar, penuh hinaan, licik-menjebak, manipulatif). Keangkuhan memang bisa memberikan sensasi rasa senang sesaat. Ini termasuk dalam fatamorgana yang membuat anda terlena tetapi pikiran lebih banyak kosong. Keadaan ini menyebabkan alam bawah sadar anda berkuasa sehingga hawa nafsu yang sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya meluap lewat kata-kata (lisan-tulisan) dan perbuatan yang diekspresikan.

Lagi pula, saat kebanggaan anda terdengar, terlihat, terasa, teraba, tercium (diindrakan) oleh orang lain secara tidak langsung hal tersebut memancing munculnya kedengkian/ kecemburuan/ iri dari beberapa orang. Cepat atau lambat, orang lain juga akan beramai-ramai melakukan hal yang sama, bersaing dengan anda untuk memperebutkannya, melakukan aksi-aksi paling usil untuk menggoyahkan anda dan lain sebagainya perilaku yang kurang enak dipandang oleh mata. Ketika anda tidak mampu bertahan, kurang sabar dan tidak merendahkan hati menghadapi situasi tersebut, besar kemungkinan sifat-sifat kebinatangan akan meluap (kebencian, amarah, kekerasan). Akhirnya, sesorang akan jatuh terperosok karena perilakunya yang tidak senonoh yang dipicu oleh kebanggaanya yang ekspresif (rasa bangga yang diungkapkan).

Bagaimana cara kebanggaan menciptakan persaingan, perselisihan, pertengkaran hingga peperangan?

Ketika anda sangat membanggakan dunia beserta segala yang ada didalamnya, tepat saat itu jugalah gejolak sosial akan terpusat padamu. Tetapi rasa bangga yang ada membuat anda kurang mampu menghadapi masalah tersebut. Justru mulai mengekspresikan berbagai-bagai sikap (perkataan-tulisan, perbuatan) yang negatif dan cenderung penuh arogansi. Berikut ini cara kebanggaan akan hal-hal materi dan duniawi lainnya menciptakan gejolak yang tidak dapat diatasi dan berujung pada pertengkaran bahkan menjadi stres.

  1. Bangga karena dihormati dan dihargai orang lain.

    Terlalu bangga karena kita dihormati orang lain justru membuat kita gila hormat. Perasaan yang sama terjadi dalam hal penghargaan, yaitu menjadi tergila-gila untuk dihargai orang lain. Keadaan ini membuat kita lebih banyak menuntut untuk dihargai dan dihormati orang lain sehingga ketika ada orang yang tidak melakukan hal tersebut: jauh dari ketegaran hati, langsung marah-marah, mengutuk dan menghina juga.

    Ada baiknya kalau kita tidak bangga saat dihormati dan dihargai orang lain sebab keadaan ini membuat anda ketergantungan dan cenderung menginginkannya lagi dan lagi. Selanjutnya, saat ada orang yang seolah-olah/ sepertinya kurang menghargai/ menghormati anda, langsung saja menghafal dan dendam terhadap orang tersebut bahkan tidak lagi ramah menanggapinya dalam pertemuan biasa. Oleh karena itu, jangan berbangga hati karena dihargai dan dihormati orang tetapi hargai & dan hormatilah sesama seperti diri sendiri. Ini sebagai wujud nyata kasih kepada sesama dimana semuanya itu ditujukan untuk Tuhan (bukan kepada manusia), untuk menyatakan kebesaran dan kemuliaan nama-Nya kepada dunia ini.

  2. Bangga karena menjadi orang yang ganteng/ cantik/ tampan.

    Seseorang yang berbangga hati karena memiliki wajah yang tampan membuat dirinya seolah mengagung-agungkan ketampanan itu. Secara tidak langsung keadaan ini menciptakan semacam sifat yang terlalu sensitif ketika ada hal-hal yang mengganggu paras. Sikap menjadi overprotektif untuk menjaga wajah sendiri: menggunakan make-up berlebihan, membeli tabir surya paling top, tidak mau terkena sinar matahari langsung dan lain sebagainya. Ketika ada jerawat kecil saja di wajah, mental langsung down dan memilih untuk di kamar saja, tidak keluar rumah. Ketika kita terlalu bangga dengan sesuatu maka hal tersebut rentan membuat anda stres.

  3. Bangga karena memiliki pekerjaan hebat.

    Saat orang mulai bangga dengan apa yang dilakukannya selama hidup di dunia ini, tepat saat itu juga tercipta rasa ketergantungan secara alamiah. Keadaan ini membuat anda kurang puas saat tidak bekerja terlebih ketika posisi dalam dunia kerja mulai digantikan oleh orang lain: langsung bersusah hati, galau bahkan stres juga. Saat kebanggaan mengerjakan sesuatu menguasai hati, tepat saat itu juga tercipta rasa ingin melindungi posisi yang dimiliki dari keberadaan orang lain/ pihak lain. Ketika rasa ini menyatu dengan hawa nafsu maka mulailah timbul keinginan untuk meraih yang lebih dari itu. Secara tidak langsung situasi semacam ini membuatnya bersaing habis-habisan dengan rekan kerja lainnya bahkan cara-cara kotorpun dilegalkan untuk meraihnya.

  4. Kebanggaan karena memiliki banyak uang.

    Saat kita berbangga diri karena memiliki banyak uang berarti ada kesan mendewakan materi. Artinya, besar kemungkinan anda menjadi orang yang konsumtif terhadap uang dan gemerlapan duniawi. Keadaan ini secara tidak langsung mendorong anda untuk mencarinya terus-menerus tanpa kenal lelah sampai-sampai  melupakan/ mengabaikan rasa cinta/ perhatian kepada keluarga sendiri bahkan Tuhan sudah tidak ada lagi di dalam hatinya.

    Berbangga hati karena uang membuat seseorang tidak mau kehilangan uangnya bahkan untuk sepeser saja (menjadi pelit). Bahkan yang sangat diinginkannya adalah jangan sampai uang itu berkurang walau hanya Rp. 25,- melainkan lebih senang hatinya saat jumlahnya semakin bertambah-tambah saja hari lepas hari. Kemungkinan besar, para koruptor memiliki kebanggaan memiliki uang banyak sehingga mereka terus saja korupsi agar uangnya semakin bertambah-tambah banyak tanpa ada yang berkurang sedikitpun.

  5. Kebanggaan karena memiliki harta duniawi.

    Sifat berbangga hati sangat dekat dengan kebiasaan yang tergila-gila terhadap gemerlapan duniawi. Keadaan ini membuat mereka over protektif, mati-matian melindungi hartanya. Mereka membuat rumah dengan tembok-tembok yang tebal, pagar yang tinggi dan full kamera pengawas CCTV 24 jam. Bahkan mereka sendiri tidak bisa tertidur pulas di malam hari karena selalu kuatir dengan hartnya “jangan-jangan dirampok orang, kemalingan” dan lain sebagainya. Orang semacam ini akan menilai segala sesuatu dari sisi harganya. Ada kesan, mereka bersaing dengan penuh kelicikan dan manipulasi untuk memperoleh semuanya itu. Mereka materialistis yang mengagung-agungkan hal-hal duniawi untuk mencapai kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman hati padahal rasa yang diberikannya dangkal (materi tidak menyentuh hati) dan sesaat saja/ sekejap mata.

  6. Bangga karena memiliki banyak teman.

    Biasanya, apa yang kita banggai maka itu jugalah yang berpotensi melemahkan diri ini. Saat terlalu bangga karena memiliki banyak teman dan kolega yang berkelas: keadaan ini membuat anda sangat ketergantungan terhadap teman-temanmu. Seolah-olah merekalah yang menjadi sumber kebahagiaanmu sehingga terus saja lengket bak prangko 24 jam. Andapun cenderung menganggap orang lain tidak penting dan tidak peduli lagi kepada orang asing. Pada akhirnya, anda hanya ikut-ikutan dengan pengaruh kelompok, sekalipun digiring dalam hal-hal negatif dan jahat: yang penting kelompokmu untung walaupun mengorbankan pihak lain, yang penting kamu dan teman-temanmu senang sekalipun orang lain di luar sana menderita. Bukan dalam arti, anda tidak boleh memiliki teman tetapi bila sahabatmu mulai menyimpang perilakunya masakan andapun ikut-ikutan berlaku tidak senonoh? Persahabatan bukanlah dasar untuk melakukan konspirasi dan kejahatan bersama sedang pihak lain dikorbankan.

  7. Berbangga hati karena jabatan yang dimiliki.

    Kebanggaan memiliki jabatan menggiring anda dalam hasrat penuh untuk melindungi semuanya itu. Ketika anda melihat bahwa ada orang lain yang berpotensi menduduki jabatan yang sama, langsung saja berlaku overprotektif, menekan dan menindasnya. Andapun semakin menekan sikawan itu dengan memberikannya tanggung jawab yang tidak sesuai dengan keahliaannya, padahal anda sudah tidak sadar bahwa sedang melatihnya untuk tampil lebih sigap, lihai, cerdas dan gesit. Kebanggan terhadap jabatan tertentu beresiko menggiringmu pada hawa nafsu yang lebih tinggi lagi, yaitu menginginkan posisi yang lebih tinggi. Berbangga hati karena jabatan yang sesaat tidak akan cukup untuk memuaskan hati manusia yang luas dan selalu aktif 24 jam.

  8. Berbangga hati karena karya yang dihasilkan.

    Menjadi bangga karena menghasilkan karya adalah suatu hasrat yang hanya dipuaskan untuk sementara saja. Keadaan ini membuat anda terus ketergantungan untuk menghasilkan karya. Anda tidak sadar bahwa semuanya itu kelak akan berlalu seiring usia yang menjadi lanjut. Pas sampai pada titik dimana tidak ada lagi hal untuk dihasilkan, hari-hari rentan dengan stres lalu mengarahkan kemampuan pada hal-hal negatif. Dengan kesadaran penuh, andapun mulai menghasilkan karya-karya yang absurd, amoral dan tidak layak untuk dipublikasikan. Lewat semuanya itu, anda menggiring banyak orang dalam kesesatan.

  9. Berbangga hati karena teknologi yang dimiliki.

    Teknologi yang anda banggakan telah membuatmu nyaman, terlihat mewah dan hidup menjadi lebih mudah. Anda sangat ketergantungan dengan teknologi sehingga kemana-mana selalu dibawa-bawa. Hanya melakukan tugas sebagai operator sehingga telah meminimkan aktivitas sehari-hari. Tanpa disadari eadaan ini secara tidak langsung akan menurunkan kecerdasanmu. Pergaulan dengan sesama turut berkurang sehingga anda jarang mengalami gejolak sosial. Keadaan ini membuat kemampuan mengendalikan diri menurun sehingga gangguan kecil saja sudah membuat hati kesal, dendam, marah-marah dan anarkis terhadap sesama.

    Rasa bangga terhadap teknologi menggiring banyak orang untuk menggunakannya secara pribadi. Pemakaian bahan bakar terus melonjak naik dari tahun ke tahun sedangkan polusi terus meningkat dimana-mana. Keadaan ini membuat bumi semakin panas, hujan tidak lagi turun sedangkan manusia sangat ketergantungan dengan minyak bumi. Pada suatu titik di masa depan, cadangan minyak habis sehingga terjadi krisis dimana-mana, perdagangan goyah dan pemerintah telah kehilangan kekuatannya untuk mengendalikan rakyat. Beberapa pihak yang memiliki kekuatan besar akan memperebutkan sumber daya yang masih tersisa dengan cara berperang satu sama lain.

  10. Berbangga hati karena kekuatan yang dimiliki.

    Saat kebanggaan akan kekuatan menggema dalam hati, hanya menunggu waktu saja sampai hal tersebut diumbar lewat kata-kata-tulisan dan perilaku sehari-hari. Lama-kelamaan sikap andapun mulai jauh dari kebenaran, cenderung gemar cari sensasi, membuat orang lain jengkel, ada banyak musuh dimana-mana. Semuanya itu, membuat hidupmu tidak tenang dan tidak ada lagi damai. Dengan kekuatan anda menantang banyak orang, berharap ada yang memperhatikan tetapi orang yang mengabaikanmu malah semakin banyak. Karena anda cenderung mengabaikan Tuhan yang menjadi kawan yang setia sedangkan semua orang mengabaikanmu niscaya menjadi rentan stres dan kehilangan kendali terhadap diri sendiri.

  11. Berbangga hati karena kekuasaan yang dipunyai.

    Pihak yang membangga-banggakan kekuasaannya menjadikan hal tersebut sebagai sumber penghiburan dan kebahagiaan di dalam hati. Padahal yang namanya kuasa tidak pernah berlangsung selamanya melainkan semua ada jangka waktunya. Saat anda menyadari bahwa kuasa itu hanya sementara, timbullah niat untuk memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Keadaan ini membuat anda menggunakan kuasa yang dimiliki untuk melakukan hal-hal yang buruk dan jahat. Ketika ada orang yang mencoba menggoyahkan kekuasaan itu, andapun langsung saja bertindak secara berlebihan untuk menekan bahkan menyingkirkannya juga. Saking melencengnya, anda lantas menganggap diri sendiri sebagai the tuhan yang harus dihormati, dihargai, dipuja, dipuji, ditinggikan dan lain sebagainya. Pada akhirnya, beberapa orang yang menganggap dirinya sebagai pejuang revolusionis akan beramai-ramai melakukan kudeta untuk mengusir anda dari jabatan tersebut. Peperangan akan terus terjadi saat anda masih memiliki kekuatan militer untuk melawan aksi tersebut.

Jangan jadikan kebanggaan akan materi dan hal-hal duniawi sebagai sumber kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati. Rasa bangga akan hal-hal duniawi membuat anda kecanduan, overprotektif, menyimpang, menipu-manipulatif dan melakukan aksi-aksi berlebihan yang tidak manusiawi lainnya. Dimana ada aksi disitu ada reaksi, keadaan ini cepat atau lambat akan memicu persaingan, perselisihan, pertengkaran hingga pecahlah peperangan. Oleh karena itu, jangan fokus pada kebanggaan duniawi tetapi kasihilah Tuhan dan kasihilah sesama seperti diri sendiri maka aktifitas ini akan membuatmu bahagia, damai dan tenteram. Anda bisa senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan (doa, firman, nyanyian pujian) sembari bersyukur dan bernyanyi memuliakan nama-Nya di segala waktu alhasil ada rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai lalu meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing. Tidak lupa juga untuk mengajak anda untuk berbagi kasih kepada sesama untuk menyatakan kabaikan Allah yang telah anda rasakan sebelumnya. Lakukanlah semuanya itu seperti untuk Tuhan (bukan untuk manusia) dengan demikan hati selalu tulus dalam bersikap.

Salam, hindari ketergantungan dengan dunia!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s