Gejolak Sosial

10 Pelarian Dari Masalah, Saat Di Uji Orang Yang Kurang Tepat: Menikmati Hidup, Melakukan Aksi Balasan Dan Mencari Sensasi


Masalah adalah rasa yang berbeda dalam kehidupan. Saat kita terbiasa dengan situasi senang terus, aman terus, damai terus, bahagia terus dan rasa positif lainnya, biasanya gangguan terhadap hal-hal positif itu turut membuat kita terguncang: menjadi kesal, marah, dendam dan kehilangan pengendalian diri. Keadaan ini menandakan bahwa kita belum ada persiapan sama sekali dan selama ini selalu berada dalam zona nyaman. Dua hal ini saja cukup untuk membuat seseorang terkesan melakukan pelariaan saat di dera oleh masalah tertentu.

Zona nyaman adalah keadaan dimana anda berada dalam posisi senang terus. Tidak ada sedikitpun masalah. Sekalipun ada, hanya persoalan biasa yang berhubungan dengan pekerjaan yang dapat diselesaikan setiap hari. Mereka yang berada dalam keadaan ini mungkin disebabkan oleh karena banyaknya harta benda (uang), besarnya kekuasaan dan kebiasaan menghindar. Pada awalnya berada dalam zona ini membuat seseorang merasa senang dan puas tetapi lama kelamaan mereka akan terasa membosankan seperti ada yang mengganjal. Pada titik inilah, manusia cenderung lebih dikuasai oleh hawa nafsu sesat-lebay, kebintangan dan kejahatan lainnya.

Tanpa masalah, hidup ini terkesan kurang seru bagi mereka yang berpikir bahwa persoalan selalu bermanfaat. Tetapi bagi orang yang menganggap pergumulan hidup adalah sebuah beban yang memberatkan: mereka akan cenderung menjauhi alias melarikan diri dengan berbagai daya upaya pribadi maupun dengan bantuan orang lain. Oleh karena itu, perbaikilah pemahaman anda tentang gejolak sosial agar hati lebih siap dan tetap positif menerima kenyataan yang terjadi. Saat pikiran menerima kenyataan apa adanya dengan pemahaman bahwa itu adalah “yang terbaik,” alhasil semua peristiwa yang agak mengganjal itu dapat berlangsung tanpa meninggalkan luka bagi diri sendiri dan bagi orang lain juga bagi lingkungan alamiah di sekitar kita.

Cara mencari masalah

Kita memerlukan pergumulan hidup agar diri ini terus berkembang. Salah satu pergumulan yang sifatnya positif yakni saat ada tantangan yang menghalangi setiap kebaikan yang kita lakukan. Salah satu kebaikan yang sangat simple tetapi beresiko diabaikan oleh orang lain adalah ramah tamah. Artinya, anda dapat beramah tamah kepada siapapun dan terimalah apa adanya setiap jawaban yang mereka berikan. Sebab biasanya keramahan yang tidak terjawab adalah kesempatan bagi anda untuk mengendalikan diri dan melatih fokus kepada Tuhan. Ingatlah bahwa energi yang anda butuhkan untuk beramah tamah adalah diperoleh dari fokus kepada Tuhan. Saat hati ini terus bersyukur dan bernyanyi memuji dan memuliakan Allah kita, hati merasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai lalu meluap dalam senyuman (salah satu jenis ramah tamah) di bibir masing-masing. Apa saja ramah tamah itu? Senyum, sapa, salam, terimakasih, tolong, maaf dan menjadi pendengar yang baik.

Faktor penyebab seseorang melarikan diri saat didera oleh pergumulan hidup

Pikiran manusia selalu berputar-putar. Ketika terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan, pikiran kacau, hilang arah lalu mau senang dengan cara cepat sehingga memilih untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan salah satunya adalah menikmati hidup padahal tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan mengkonsumsi sesuatu. Sekali lagi kami ingatkan, mengapa seseorang cenderung melakukan pelarian saat didera oleh permasalahan hidup, berikut beberapa alasan yang kami ajukan.

  1. Belum siap sedia menghadapi ujian sosial.

    Mereka terlena dalam zona nyaman yang diciptakan sendiri sehingga cenderung terkejut lalu menanggapi sesuatu dengan emosional sambil melarikan diri.

  2. Hidup dalam kenyamanan tanpa gangguan sama sekali.

    Keadaan ini membuat manusia berada dalam posisi menikmati hidup terus menerus sehingga otak menjadi kosong. Pikirannya yang kosong membuat hati hampa, pas ketika ada permasalah sedikit saja, langsung melakukan pelarian.

  3. Tidak mengerti dengan aktivitas otak – terus menikmati hidup.

    Mereka tidak menyadari bahwa otak manusia selalu aktif 24 jam. Tanpa sadar mereka membiarkannya kosong (tidak ada aktivitas berpikir, tidak sedang bekerja & belajar dan tidak sedang berkata-kata). Ketika terjadi masalah, tidak berpikir panjang ke depan tetapi langsung menikmati hidup untuk menenggelamkan masalah itu.

Jenis pelarian yang kerap dilakukan oleh seseorang saat mengalami pergumulan hidup

Jadi, kami ulang lagi nich…. “aktivitas otak yang tinggi, 24 jam dalam 7 hari tetapi manusia membiarkannya kosong dalam waktu cukup lama. Keadaan ini menyebabkan kehampaan, seolah ada sesuatu yang mengganjal sehingga ketika terjadi masalah: enggan berpikir panjang dan langsung ambil jalan pintas untuk menciptakan rasa senang sembari menepis persoalan tersebut dari dalam hati.” Salah satunya adalah dengan menikmati hidup atau beberapa orang juga cenderung mencari sensasi demi terselesaikannya permasalahan itu, padahal aktivitas ini jelas tidaklah dapat menyelesaikan apapun. Berikut beberapa macam-macam pelarian yang dilakukan oleh manusia saat menghadapi gejolak pergumulan hidup.

  1. Makan-makan.

    Saat orang-orang ini mengalami permasalah hidup, hatinya langsung gundah gulana. Lalu ia berpikiran pendek untuk menghilangkan rasa gundah gulananya dengan mengkonsumsi makanan yang disukai. Apakah ini bisa membuat persoalan itu terusir dari pikirannya? Bisa tapi hanya sementara, begitu makannya selesai pasti hati akan kembali gundah gulana. Itulah mengapa saat pelarian anda ngemil sewaktu di dera pergumulan hidup cenderung dilakukan terus-menerus hingga berat badan naik (obesitas) bahkan sampai menderita penyakit gula (diabetes).

  2. Jalan-jalan.

    Ketika seseorang mengalami tekanan di suatu tempat (mungkin di tempat kerjanya sendiri), Si kawan ini sangat bersusah hati. Kata-kata yang dilontarkan kepadanya terus saja mengiang-ngiang di dalam pikiran sehingga membuatnya semakin tertekan. Lalu memutuskan untuk mengakhiri penderitaan itu dengan cara melakukan traveling ke tempat-tempat eksotik nan indah. Lalu apakah ini benar-benar menyelesaikan persoalan yang dihadapinya? Begitu pulang dari jalan-jalan, kembali ke kantor: ia tetap merasa sangat jengkel dengan orang yang berkata kasar itu. Artinya, perjalanannya yang eksotik nan indah juga mahal itu belum benar-benar menyelesaikan gejolak di dalam hatinya.

  3. Masuk media sosial dan browsing internet.

    Seorang teman di ejek oleh rekan satu timnya sendiri. Ia merasa ejekan tersebut telah merendahkan dirinya. Kehidupan ini seolah sakit rasanya sehingga iapun memutuskan untuk mencari kesenangan tersendiri di media sosial sambil browsing hal-hal yang disukainya di Internet. Saat ia mencari kesenangan secara tidak sengaja menemukan konten pornografi, mengkliknya dan langsung ketagihan, katanya “sekedar untuk menghibur diri.” Tetapi saat aktivitasnya itu terhenti, rasa sakitnya kembali lagi lalu iapun main internet pula. Karena aktivitas ini dijadikannya sebagai pelarian, ada kecenderungan besar melakukan hal-hal negatif dan cenderung mencari-cari sensasi di dunia maya.

  4. Curhat dengan teman.

    Seorang saudara di timpa oleh permasalahan yang cukup pelik. Ia di fitnah oleh sohibnya sendiri. Kenyataan ini membuat hati sangat kacau balau dan tidak karuan. Iapun berpikir pendek saja lalu memutuskan untuk membicarakan persoalan tersebut kepada teman dekatnya yang lain. Keadaan ini membuat hatinya lega tetapi begitu pulang ke rumah, ingatan akan peristiwa tersebut kembali meluap dari dalam. Teman yang dicurhatin sebelumnya justru menyebarkan masalah tersebut sehingga didengarkan oleh semua orang.

  5. Main game PC/ Laptop/ Gadget/ Smartphone.

    Seorang anak bermasalah dengan orang tuanya. Ia ditegur berulang-ulang tentang sesuatu hal tetapi tidak juga merubah perilaku itu sehingga Ibunya marah-marah. Keadaan ini membuat hatinya sangat tidak nyaman dan konsentrasi pecah. Iapun memutuskan bermain game untuk kembali menciptakan rasa nyaman itu. Itu memang ada tetapi begitu selesai dari semua gamenya, rasa hati yang kurang nyaman itupun kembali menggetarkan hati. Iapun semakin keras kepala dan enggan untuk meminta maaf.

  6. Melakukan aksi balasan.

    Seorang anak muda memiliki hubungan baik dengan banyak orang. Tiba-tiba saja di waktu yang tak pernah diduganya, ada orang lain yang membully dengan kata-kata yang sangat kasar. Mendengar hal itu, hatinya sangatlah pahit, pedih dan getir rasanya. Iapun bertekad untuk membalaskan dendamnya dengan melakukan bully yang lain. Awalnya setelah mewujudkan niatnya itu, ada rasa puas dan bebannya terasa ringan. Tetapi saat aksinya itu selesai, kata-kata kasar temannya masih saja terngiang dalam ingatannya sesakali sehingga membuatnya tetap tersakiti. Justru masalahnya dengan si kawan itu masuk dalam lingkaran setan (kebencian) yang dampaknya semakin membesar saja.

  7. Nonton televisi.

    Seorang manusia memiliki pergumulan pribadi dengan koleganya. Ia dinilai kurang becus menyelesaikan tanggung jawab yang diembankan padanya. Keadaan ini membuat hatinya bergejolak dan tidak terima dengan opini tersebut karena menganggap bahwa selama ini sudah bekerja dengan tekun dan maksimal. Pikirannya terbeban dan tertekan karena pernyataan tersebut lalu memutuskan untuk menonton televisi untuk meringankan beban itu. Aktivitas ini memang membuat pikirannya lebih ringan tetapi begitu acara selesai, televisi dimatikan: beban pikirannya kembali muncul ke permukaan.

  8. Mendengarkan musik.

    Seorang petualang yang mengembara di dalam hutan mendapati dirinya sedang dalam keadaan merasa kesepian. Iapun memutuskan untuk meramaikan setiap jam dalam hidupnya dengan mendengarkan musik. Memang ia merasa lebih rame saat melakukan aktivitas ini tetapi begitu batrenya habis, kesepian kembali membuatnya galau. Justru di dalam hatinya mulai muncul hal yang aneh-aneh (salah) untuk dilakukan, berhubung tidak ada orang yang melihat.

  9. Menggunakan radio dan earphone.

    Seorang pelaut terkena badai selama beberapa hari sehingga iapun semakin jauh dari daratan. Keadaan ini membuat kapalnya terasa menakutkan karena sunyi sepi tidak ada siapa-siapa terutama di malam hari. Iapun memutuskan untuk selalu menghidupkan radio stelit yang dimiliki untuk membuat suasana hati lebih hangat. Lama kelamaan daya radio mini yang dimilikinya ini merosot tajam hingga habis sama  sekali. Keadaan ini malah kembali membuantnya ketakutan dan kadang merinding di malam hari. Iapun kehilangan kendali sehingga hawa nafsunya menjadi sesat dan berlebihan terutama dalam hal seksual.

  10. Tetap meneruskan aktivitas positif.

    Seorang yang selalu siap menghadapi masalah karena pandangannya yang jernih ke depan tentang masalah yang kemungkinan besar terbawa bersama situasi yang buruk itu. Keadaan ini membuatnya mampu menerima kenyataan apa adanya seburuk apapun itu. Lagipula kehidupannya sering bergejolak karena kerap kali kebaikan yang ditebarkannya kemana-mana tidak semua ditanggapi secara positif. Tetapi hatinya tetap berbahagia karena pikiran selalu fokus kepada Tuhan (doa, firman, nyanyian pujian) sembari bersyukur dan bernyanyi  memuliakan nama Tuhan sehingga ada rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai lalu membuatnya tersenyum kecil. Iapun berpikir untuk melakukan kebaikan kepada Tuhan dengan cara melandaskan semua kebermanfaatan yang diberikannya kepada manusia hanya kepada Tuhan.
    Manusia berpikiran aktif alam Bawah Sadarnya Yang Penuh Kebinatangan DitekanKetika masalah menimpa dirinya, ia tidak lantas menjadi galau sebab perputaran pikirannya selalu diarahkan untuk memuji dan memuliakan Allah di segala waktu. Bahkan saat bekerja dan berkendara dengan santai: fokus Tuhan ini tetap dilakukan (kecuali untuk pekerjaan dengan konsentrasi tinggi). Saat pergumulan hidup meimpa dirinya rasa galau, susah, sakit, perih, getir, pahit tidak akan pernah muncul dari dalam alam bawah sadarnya sebab pikirannya selalu aktif pada hal-hal positif (fokus Tuhan, bekerja, belajar).

Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

Saat fokus kepada masalah, hati merasakan kesusahan, kegundahan, kekuatiran, ketakutan,  kesakitan, kepahitan dan berbagai rasa negatif lainnya. Tetapi saat anda tetap fokus pada Tuhan sekalipun di tengah pergumulan hidup niscaya, cepat atau lambat Tuhan akan mengirimkan solusinya dalam bentuk inspirasi.

Pikiran manusia adalah mesin maraton yang tidak kenal lelah. Sekalipun organ tubuh anda kelelahan dan berhenti beraktivitas, bibir berhenti berkata-kata dan berhenti menulis: pikiran tetap saja berputar-putar. Jika anda tidak mengisi perputaran ini dengan hal-hal positif niscaya kedagingan yang syarat hawa nafsu lebay-sesat, kebinatangan dan kejahatan lainnya akan berkuasa seiring dengan semakin aktifnya alam bawah sadar anda. Saat masalah terjadi dimana status pikiran dikuasai oleh alam bawah sadar yang penuh kedagingan, besar kemungkinan pelariannya tidak jauh-jauh dari hawa nafsu sesat-lebay (menikmati gemerlapan duniawi), kebinatangan (balas dendam) dan kejahatan lainnya (mencari sensasi negatif). Oleh karena itu senantiasa isi pikiran dengan cara bekerja, belajar dan fokus pada Tuhan. Anda bisa senantiasa bersyukur dan bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati agar rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing.

Salam pengendalian diri yang sempurna!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s