Gejolak Sosial

+10 Cara Kapitalis Membuat Rakyat Sakit (Fisik & Mental)

Cara Kapitalis Membuat Rakyat Sakit (Fisik & Mental)

Sistem ekonomi kapitalisme telah membawa jarak yang berbeda antara satu kelompok masyarakat dengan kelompok lainnya. Memang dari segi penampilan seolah semua itu sama saja tetapi saat anda memperhatikannya dengan lebih detail maka kentaralah permasalahan tentang semuanya itu. Sebenarnya jarak itu sekarang tidak dibedakan berdasarkan penampilan. Seperti pada zaman raja-raja dimana kaum bangsawan selalu berpakaian unik, khas dan berbeda dari rakyat jelata. Jaman sekarang perbedaan itu lebih ditekankan dalam hal uang yang dimiliki oleh masing-masing orang. Bila diteliti lebih dalam lagi maka semuanya itu berasal dari gaji yang diperoleh tiap bulan/ tiap mingguan.

Sistem ekonomi kapitalis identik dengan kebebasan. Semakin banyak uang seseorang maka semakin bebas kehidupannya untuk melakukan berbagai hal dalam hidup ini. Sebab setiap pergerakan selalu membutuhkan uang. Sedang dia sendiri mengumbar kebiasaannya itu kepada publik sehingga keadaan ini secara tidak langsung memancing rasa cemburu yang lantas saja ingin diikuti oleh orang lain. Pada dasarnya, orang-orang menganggap aktivitas ini sebagai hobi tetapi dengan adanya teknologi informasi yang membuat hal tersebut disaksikan oleh banyak orang dari berbagai penjuru, secara tidak langsung orang-orang yang menontonnya memimpikan hal yang sama pula.

Para kapitalis memang pada awalnya memiliki niat baik dalam menjalankan usahanya. Akan tetapi, oleh karena meningkatnya jumlah pengusaha sekaligus meningkatkan persaingan sedangkan pertumbuhan penduduk/ jumlah masyarakat tidak sebanding dengan jumlah usaha. Akibatnya ada-ada saja jenis usaha yang kurang digandrungi oleh konsumen; entah karena alasan apa. Tetap saja keadaan ini cukup memprihatinkan sebab setiap orang berhak hidup dan layak hidup di atas tanah Ibu Pertiwi. Kesalahannya terletak dalam hal manajemen uang dimana orang yang satu bertambah-tambah kaya sedangkan orang yang lain “gitu-gitu aja.” Keadaan inilah yang menciptakan gelombang pengangguran dan kemiskinan yang semakin kentara.

Cara sistem ekonomi kapitalis mengorbankan manusia sehingga menimbulkan penyakit fisik dan metal

Jaman dulu orang mencuri dari pihak lain dengan cara menodongkan senjata, melukai dan membunuh. Tetapi para pemilik modal jaman sekarang tidak ingin konsumennya mati mendadak melainkan perlahan-lahan saja, itu sudah lebih dari cukup. Sebab semakin sakit seorang pasien maka semakin banyak ketergantungan yang timbul dari obat-obat kimiawi (farmasi). Berikut ini akan kami berikan ilustrasi, yaitu sebuah kisah berupa point-point yang mengkisahkan tentang tata cara mereka menyebabkan penyakit dimaksud.

Sakit fisik

  1. Kaum borjuis tampil dengan gaya serba mewah nan glamour yang sangat menawan dan indah dipandang mata dan disaksikan oleh pancaindra lainnya.
  2. Keadaan ini memicu rasa iri hati, mereka yang merasa cerdas akan tampil lalu melakukan hal yang sama, yaitu menjadi pengusaha.
  3. Semakin lama jumlah pengusaha semakin banyak, persaingan juga semakin tinggi sehingga ada usahawan yang tidak laris.
  4. Apa yang dijualnya, menumpuk karena tidak laku: akibatnya terjadilah dimana dagangan tersebut kadaluarsa.
  5. Oleh karena modalnya sudah terlanjur terpakai sedangkan untuk membuka usaha lain tidak mungkin maka produk yang rusak itupun tetap di jual.
  6. Bekerja sama dengan petugas kesehatan yang notabene menginginkan agar semakin banyak orang yang mendaftar dalam rumah sakit tempat dia bekerja. Pengusaha ini menggunakan bahan-bahan berbahaya agar dagangannya tetap awet, bertahan lebih lama.
  7. Konsumenpun tanpa pikir panjang membeli dan mengkonsumsinya.
  8. Akhirnya berbagai penyakit mulai muncul, ada yang sariawan, gigi keropos, radang tenggorokan, radang lambung, maag, tumor, kanker, pneumonia, TB dan lain sebagainya.
  9. Konsumen yang satu ini, menjadi rajin ke rumah sakit; rutin setiap bulan bahkan kadang setiap minggu kala musim pancaroba. Produktivitasnyapun menurun, dia dikeluarkan dari perusahaan tempatnya bekerja sehingga hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah.

    Sakit mental.

  10. Orang-orang berduit, berjuis, pemodal, pejabat, pemimpin, petinggi, manajemen dalam suatu instansi tampil dengan gaya yang glamour, penuh pernak-pernik yang mewah dan aduhai indah dipandang mata.
  11. Televisi lebih lama menyorot orang-orang yang hidup dalam kemewahan, kenyamanan dan kemudahan duniawi. Mereka menjadikan penggunaan mesin berteknologi sebagai ikon utama dengan slogan “belilah maka anda pasti bahagia.”
  12. Dua fenomena ini secara tidak langsung menciptakan gelombang kesombongan dan iri hati secara bersamaan yang jelas-jelas sangat menguntungkan (khususnya bagi pedagang dan pemodal) secara ekonomi. Sebab kecemburuaan membuat seseorang membeli barang sehingga membuat kapitalis tertentu semakin kaya raya.
  13. Mereka yang melihat tetapi tidak tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya menginginkan hal yang sama.
  14. Orang-orang ini menempuhnya dalam dua jalur, ada yang melakukannya dalam kebenaran, kesabaran, ketekunan dan kerja keras. Tetap ada pula yang melakukannya dengan cara cepat tapi berbahaya, mencuri, mencopet, maling dan lain sebagainya.
  15. Ada yang berakhir baik dengan hasil yang memuaskan bahkan beberapa diantaranya melebihi idolanya.
  16. Tidak jarang ada yang berakhir di bui karena ketahuan mencopet dari orang lain tanpa izin.
  17. Bahkan ada pula yang masuk rumah sakit jiwa karena impiannya yang secara tidak langsung dibentuk oleh sistem kapitalisme: tidak kunjung terwujud.

Kita merasa sistem ekonomi kapitalis adalah yang terbaik tapi tahukah anda bahwa sebenarnya sistem ini telah mengalami kemunduran sejak dari awalnya. Sebab sistem kapitalisme dengan banyak pengusaha sama saja dengan menciptakan banyak kerajaan kecil menurut bidang usaha dan instansi masing-masing dalam suatu negara. Secara tidak langsung keadaan inilah yang menyebabkan banyak orang tidak bahagia sebab tidak mampu mampu menahan hawa nafsu dari semua gemerlapan yang disaksikan oleh matanya. Sedang kesejahteraan hanya milik kalangan atas tetapi rakyat jelata tidak mampu sejahtera karena hal-hal yang gratis (hasil bumi, kesejukan, air dan lainnya) yang biasanya tersedia dari alam sudah raib di telan suhu tinggi pemanasan global

Salam perubahan mindset!

4 replies »

  1. zaman dahulu 2000 tahun lalu uang jadi masalah

    Bahkan Yudas menyerahkan tuan Yesus untuk disalibkan

    gara gara masalah uang 30 keping perak……

    Yohanes 6

    71.Yang dimaksudkan-Nya ialah Yudas, anak Simon Iskariot; sebab dialah yang akan menyerahkan Yesus, dia seorang di antara kedua belas murid itu.

    Bahkan St.Paul berkata:

    1Timotius 6

    10.Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

    Untuk mengakhiri itu semua maka kita harus lakukan mulai sekarang….

    Fenomena yang kita hadapi sekarang ini…

    -Utang Negara 5000 triliun

    -ada kaya ada miskin

    -manusia jadi hamba sesama manusia

    -kalo gak punya uang gak bisa beli makanan dan minuman ,pakaian dan rumah…

    Nah ,Sekarang bagaimana supaya

    -gak ada utang 5000 triliun

    -gak ada kaya dan miskin

    -gak ada perbudakan manusia manusia jadi hamba sesama manusia.

    -untuk dapet makan minum pakaian rumah gak perlu uang

    caranya yaitu:

    1.Uang gak berlaku diseluruh dunia

    2.Pemerintah dan rakyat dan pemuka agama harus sepakat…nasional dan internasional harus sepakat……

    3.membuat pakaian ,makanan ,minuman ,rumah ,ternak ,kebun dilakukan dari gotong royong….dan tolong menolong……

    bukan dengan uang…..

    Saya jadi ingat ayat Injil Matius 10:8.Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan.

    Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

    Kamu telah memperolehnya cuma cuma berikan pula secara cuma cuma……

    1.Jadi sekarang gak ada lagi kaya dan miskin

    2.Gak ada lagi orang yang menghormati orang kaya dan menghinakan orang miskin…

    Karena uang… Karena semua dilakukan dengan gotong royong bantu membantu tolong menolong dan uang diseluruh dunia gak berlaku…
    kompasiana.com/aliusman123

    Suka

    • Tidak baik juga kalau kita memilih jalan aman.
      Menghilangkan uang sama dengan menghilangkan iblis.
      Mungkinkan itu terjadi?
      Terimakasih…..

      Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.