Gejolak Sosial

+7 Manfaat & Dampak Negatif Kebebasan – Bebas Yang Bertanggung Jawab Tanpa Mengabaikan Kepentingan Orang Lain


Manfaat & Dampak Negatif Kebebasan - Bebas Yang Bertanggung Jawab Tanpa Mengabaikan Kepentingan Orang Lain

Kebebasan adalah omong kosong. Kami telah banyak melihat akibat dari kebebasan tanpa aturan. Orang-orang melakukan sesuatu sesuai dengan kehendak hatinya. Mereka melakukannya demi kebebasannya sendiri tanpa mempedulikan rasa bebas yang dialami oleh orang lain. Artinya, tanpa aturan yang jelas, bebasnya seseorang membuat orang lain dirugikan. Oleh karena itu, harus ada aturan yang memanajemen keadaan tersebut. Bukan kebebasan tetapi keadilan sosiallah yang membawa masyarakat damai dan sejahtera sebab manusia dipicu oleh iri hati sehingga mereka ingin mencapai tingkatan materi seperti yang dicapai oleh orang yang dilihat matanya (diindrakan).

Pada dasarnya kebebasan adalah semu. Mengapa demikian? Sebab kita tidak hidup soliter (sendiri-sendiri) bahkan seorang raja sekalipun tetap membutuhkan rakyat dan para bawahannya untuk menjalankan pemerintahan. Artinya sebebas-bebasnya seorang raja adalah tidak pantas jikalau semua yang dilakukannya itu merugikan orang-orang yang berdiri di dekat, di bawah dan disekitarnya. Jadi selama kita hidup bersama orang lain maka selama itu pula, “bebasnya kita dibatasi oleh bebasnya orang lain.” Untuk situasi semacam inilah dibutuhkan peraturan dan perundang-undangan agar setiap orang mengekspresikan kebabasan yang bertanggung jawab.

Kebebasan juga sama artinya dengan pemerintah lepas tangan dan tidak mau tahu apa yang terjadi di dalam akar rumput. Artinya, mau rakyat saling menekan, menjatuhkan, berkonspirasi, berselisih, bertengkar, berperang dan lain sebagainya: pemerintah tidak peduli, khan BEBAS! Oleh karena itu, baik untuk mulai merancang sebuah aturan untuk mengendalikan rasa bebas terutama yang mencakup sekop besar. Sebaiknya untuk hal-hal recehan yang tidak penting, tidak perlu terlalu dikekang oleh peraturan.

Kebebasan yang perlu diikat oleh aturan yang jelas

Tidak perlu terlalu detail mengatur hubungan antar individu, biarlah itu tetap bergejolak sebagai latihan untuk menguatkan hati sekaligus mencerdaskan manusia. Tetapi bila berbicara tentang sekop besar sekelas organisasi, sebaiknya campur tangan pemerintah kentara disana. Berikut, apa saja rasa bebas yang harus dikekang oleh kebenaran (undang-undang).

  1. Peraturan inter dan antar organisasi.
  2. Peraturan tentang manajemen kekuasaan.
  3. Peraturan tentang manajemen dan penyebaran uang.
  4. Peraturan tentang manajemen usaha masyarakat.
  5. dan lain sebagainya yang mengatur hubungan antar manusia dalam kelompok.

Kebebasan berusaha merugikan konsumen

Dari semua detail peraturan, kami sangat tertarik dengan manajemen usaha masyarakat. Kebebasan berusaha cenderung menciptakan masalah khas yang tersendiri. Sebab para usahawan dan usahawati biasanya hanya memikirkan tentang untung yang berlipat (itu normal, kami juga demikian jika menjadi seorang pengusaha). Sedangkan saat sesuatu mengalami kemerosotan cenderung mengakali keadaan agar tidak mengalami kerugiaan melainkan setidak-tidaknya untung kecil saja sudah cukup padahal produk jelas-jelas sudah tidak layak.

Untuk meraih untung kecil atau setidak-tidaknya balik modal semacam inilah konsumen dirugikan. Tapi, kita juga tidak bisa menyalahkan para penguasaha ini sebab tidak ada orang yang mau menanggung kerugiaan (kami juga tidak) hingga menggaruk modal sampai bangkrutlah usahanya. Pemerintah harus bijak menangani dan mengayomi situasi semacam ini sebab semua orang ingin hidup dan berhak hidup di atas tanah Ibu Pertiwi.

Manusia yang bebas berusaha apa saja bukanlah sebuah solusi sebab keadaan ini tidak serta merta membuat masyarakat meramaikan dagangan tersebut. Status tidak larislah yang beresiko merugikan konsumen. Orang-orang seperti ini justru memprihatinkan, sudah mengeluarkan banyak uang tetapi tidak ada yang mamu membeli, modal yang dikeluarkan jadi sia-sia saja. Oleh karena itu, jangan salahkan mereka bila tiba-tiba produk sampahpun di jual kepada masyarakat.

Ekonomi kapitalis mandiri tidak bisa dipertahankan lebih lama melainkan harus ada sebuah sistem dimana kita menghasilkan dan memproduksi apa yang dibutuhkan saja kemudian akan dibagikan kepada seluruh masyarakat. Jika tidak mencukupi dalam sekali tahapan maka kita buat beberapa tahapan agar semuanya mendapatkan bagian yang sama. Ini kami sebut dengan sistem ekonomi rakyat bergilir.

Manfaat kebebasan

Hanya berbicara dalam kebebasan berusaha saja, banyak yang harus diperbaharui terlebih ketika kita berbicara tentang aspek lainnya. Sadarilah bahwa bebas itu bukan isapan jempol seorang balita. Orang-orang menginginkannya karena mereka membutuhkan damai sejahtera. Sebenarnya bukanlah pembebasan yang membawa hal tersebut tetapi keadilan sosial alias kesetaraanlah yang mendatangkan damai dan kesejahteraan.

Bukan bebas juga namanya jika apa yang kita lakukan hanya merugikan orang lain dan lingkungan alamiah disekitar. Oleh karena itu, kami akan berbicara tentang beberapa manfaat menjadi seorang yang bebas secara individu.

  1. Menjadi diri sendiri.

    Untuk menjadi diri sendiri, kita harus fokus kepada hal-hal yang baik dan benar. Selama fokus kehidupan ini benar maka selama itu jugalah proses menjadi diri sendiri berjalan dalam jalur yang tepat. Tetapi saat fokusmu mulai mengarah pada hal-hal duniawi niscaya kehidupan akan mengarah kepada materi. Saat keadaan ini bergabung dengan hawa nafsu niscaya akan muncul hasrat yang sesat-lebay sehingga perilakupun semakin menyimpang saja. Oleh karena itu, murnikan hati dari yang negatif/ buruk/ jahat lalu jadilah diri sendiri.

  2. Bebas berekspresi sesuai dengan pengetahuan dan wawasan masing-masing.

    Ekpresi manusia bisa dalam bentuk lisan-tulisan maupun dalam hal perbuatan nyata lainnya. Pada dasarnya, semua ekspresi itu tidak dilarang berupa menyampaikan pendapat, memiliki keyakinan, percaya kepada Tuhan dan lain sebagainya. Hanya saja, satu yang kami perlu ingatkan adalah bersikaplah tepat pada moment yang juga tepat.

  3. Bisa menyalurkan bakat pada hal-hal positif.

    Masalah bakat adalah suatu kemampuan yang sudah ada secara default dalam diri seseorang. Di dalam suatu negara yang menjunjung tinggi masyarakat yang bebas aktif adalah sudah seharusnya potensi itu difasilitasi. Tetapi, saat manusia lebih tergiur dengan uang dibandingkan dengan nilai benar…. Saat kapitalis bermodal tebal menggiring beberapa orang ke dalam karya yang nyeleneh, oleh karena ia dapat membayar masyarakat . Tepat saat itu jugalah, tidak sedikit orang akan diring kepada hal-hal yang salah. Oleh karena itu, manfaatkanlah bakatmu untuk sesuatu yang positif.

  4. Memperoleh informasi.

    Informasi adalah segalanya tetapi informasi bukanlah Tuhan. Ada baiknya jikalau anda lebih kritis dan selektif mencerna segala sesuatu yang tedapat dalam semua informasi yang diperoleh. Memiliki informasi yang benar sama dengan memajukan hidup. Demikian juga sebagai warga negara, kita berhak memperoleh detail data keungan negara yang dimiliki pemerintah

  5. Memungkinkan kita mengalami atau menghindari ujian sosial.

    Ujian sosial bermanfaat untuk membentuk kepribadian anda menjadi lebih baik. Oleh karena itu, anda bisa mengambilnya atau menghindarinya sama sekali.

  6. Bisa bergaul dengan siapa saja.

    Kita bisa berbaur dan bergaul dengan siapa saja dengan catatan mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan orang lain. Memiliki banyak teman sama artinya dengan memiliki banyak jalur kebaikan sebab setiap manusia punya kemampuan sendiri-sendiri. Potensi mereka inilah yang membuat kita kaya.

  7. Kebebasan sejati : Pikiran yang murni (bersih) dari hawa nafsu, kebinatangan dan kejahatan lainnya).

    Rasa bebas yang sesungguhnya mustahil di capai dengan cara mengendalikan lingkungan sekitar melainkan lebih kepada kemampuan memanajemen pola pikir. Saat anda mampu menjaga pikiran dari pengaruh dan provokasi yang negatif dari luar sekaligus mampu mengatasi berbagai gejolak (opini pribadi menimbulkan dilema) yang muncul dari dalam diri sendiri. Tepat saat itulah hati dimurnikan dari segala bentuk hawa nafsu, kebinatangan dan kejahatan lainnya.

Dampak buruk kebebasan yang tidak terkendali

Kebebasan ini seperti pedang bermata dua, karena itu tetap sadarilah bahwa masih banyak orang lain disekitarmu. Sebebas-bebasnya anda pastikan untuk tidak masuk dalam area pribadi orang lain yang beresiko merugikannya. Betapapun bebasnya kita, bukan dalam arti lingkungan alamiah di sekitar dibabat terus & dicemari demi memuaskan nafsu akan kemewahan, kenyamanan dan kemudahan duniawi. Berikut ini dampak buruk yang mungkin terjadi akibat topik yang sedang kita bahas bersama.

  1. Membentuk karakter yang terlalu individualis.

    Kebebasan sangat dekat dengan sifat yang individualis. Sebab itu, mereka yang terlalu menuntutnya akan terjebak dalam petak-petak diri sendiri tetapi tidak mempedulikan orang lain. Keadaan ini membuat seseorang egois karena hanya mementingkan diri sendiri, apa yang membuatnya terasa bebas maka itulah yang diikutinya padahal mungkin saja hal itu mengganggu kepentingan masyarakat luas. Oleh karena itu, utamakan kepentingan umum di atas kehendak bebasmu.

  2. Menciptakan strata sosial.

    Saat orang-orang dibiarkan terlalu bebas menciptakan dunianya sendiri alias menciptakan kerajaannya sendiri. Tepat saat itu jugalah banyak manusia akan mencapai strata sosial kerajaan kapitalis dalam setiap instansi yang mereka pimpin. Kita merasa telah menjauh dari sistem kerajaan yang menciptakan kelas sosial tetapi saat ini sistem ekonomi kapitalisme menciptakan perbedaan yang jauh antara direktur, manajemen, staf ahli, karyawan, tenaga honor dan orang-orang yang diperbantukan didalamnya.

    Perbedaan ini sangat jelas dari jumlah gaji dan fasilitas yang diterima. Secara tidak langsung keadaan ini membuat kalangan atas memiliki fasilitas yang serba mewah, serba nyaman dan serba mudah. Padahal kesemua fasilitas itulah yang merusak lingkungan sehingga menyebabkan global warming di seantero negeri. Oleh karena itu, kesetaraan adalah salah satu jaminan agar bebasnya seseorang tidak kebablasan.

  3. Memicu gelombang kesombongan dan iri hati.

    Masyarakat yang terlalu bebas mengekspresikan dirinya tanpa peduli lagi dengan keberadaan sesama, terlebih ketika mereka didukung oleh pendanaan yang berjuta-juta. Posisinya yang bagus dalam strata sosial kapitalis (direktur atau manajemen) membuatnya sombong sehingga memicu iri hati diantara rakyat dan karyawan yang berada di bawahnya. Keadaan ini akan berujung kepada  perbuatan menyimpang (penyimpangan dan tekanan)  jikalau tidak segera ditengahi. Keadaan ini jugalah yang turut membuat manusia beramai-ramai untuk menjadi kapitalis kaya-raya yang hobi melakukan konspirasi terselubung di dalam masyarakat.

  4. Kebebasan bisa dijadikan alasan untuk melegalkan konspirasi yang syarat manipulatif.

    Saat orang-orang cerdas mencari uang, mereka melakukannya dengan cara-cara paling keji tetapi tampak sangat halus dari luar. Merekalah musang berbulu domba, sekelompok orang yang berkonspirasi untuk melemahkan orang lain. Sedang dia sendiri beroleh keuntungan besar dibalik semua aksi manipulatif itu. Proses ini sangatlah rapi dan terstruktur sehingga hanya disadari oleh orang-orang tertentu, rakyat jelata pada umumnya tidak menyadari keadaan tersebut.

  5. Membuat seseorang berlaku semena-mena (perilaku menyimpang).

    Orang-orang tertentu yang merasa diri terbebas dari segala tanggung jawab dan peraturan. Cenderung tidak peduli dengan kebenaran tetapi lebih mementingkan arogansi dan keuntungan yang didapatkan dalam sebuah peristiwa. Keadaan ini akan semakin kentara saat manusia tidak lagi peduli terhadap kebutuhan sesamanya.

  6. Rentan dengan persaingan tidak sehat.

    Bila pasar bebas diberlakukan dalam suatu negara maka tidak peduli siapa kapitalis, dari mana asalnya, kebenaran atau bukan yang dibawanya; melainkan semuanya akan ditempuh dengan segala cara untuk mencapai nilai penjualan yang tinggi sekalipun cenderung menghalalkan segala cara. Oleh karena itu kebebasan pasar haruslah dikendalikan oleh pemerintah agar tidak sampai merugikan konsumsen.

  7. Merugikan orang lain-materil.

    Aktivitas yang terbebas dari kendali akan mendatangkan kerugian bagi orang lain. Biasanya kerugian materil yang diderita seseorang dalam suatu konspirasi sangat tergantung dengan pengetahuan, pengaruh dan materi yang dimiliki.

  8. Membuat rugi lingkungan alamiah.

    Saat manusia dibebaskan menggunakan uang gede hasil jerih lelahnya sehari-hari, cenderung membeli barang-barang mewah, fasilitas pribadi yang nyaman dan aktivitas yang didukung oleh teknologi canggih sehingga semuanya serba mudah. Keadaan ini menyebabkan polusi udara sekaligus pencemaran lingkungan hayati oleh bahan-bahan kimiawi berbahaya. Jika keadaan ini terus berlanjut maka semakin besar kemungkinan terjadinya bencana alam lokal maupun nasional.

  9. Membuat kita sakit fisik atau terpuruk mentalnya.

    Kebebasan yang kebablasan membuat seseorang mencapai batasnya dalam melakukan sesuatu. Sehingga keadaan ini lantas saja membuatnya terpuruk dan kehilangan energi untuk bertahan sehingga mengalami sakit penyakit. Konspirasi terselubung yang dijalankan oleh para kapitalis secara langsung maupun secara tidak langsung akan menyakiti orang-orang tertentu. Rasa sakit ini bisa berupa gangguan mental (khawatir, takut, cemas, sedih, galau) maupun berupa gangguan fisik (penyakit yang disebabkan oleh bahan kimiawi dan mikroorganisme). Simak, Penyakit yang ditimbulkan oleh kapitalisme.

  10. Pada akhirnya, kebebasan hanya menguntungkan orang yang pintar-pintar.

    Ini sudah sangat jelas, pada kenyataan bebasnya hidup ini hanya ditujukan dan bermanfaat bagi mereka yang memiliki harta benda yang banyak dan kekuasaan yang besar. Dengan alasan kebebasan, mereka mengeksploitasi alam sebanyak-banyaknya sedang perilaku mereka sendiri lebih cenderung kepada hawa nafsu yang sesat, kebinatangan dan kejahatan lainnya. Sedangkan rakyat jelata yang tidak tahu apa-apa terus saja dirugikan, harga bahan kebutuhan naik terus, alam tempat tinggalnya tidak lagi bersahabat, mereka kehilangan mata pencahariannya dan secara diam-diam kehilangan hidupnya lewat sakit-penyakit, kemalingan, kekerasan, kerusuhan dan lain sebagainya.

Rasa bebas yang sejati adalah terbebasnya hati dari segala rasa sedih, cemas, takut, kuatir, galau, gundah, kecewa dan lain sebagainya. Tidak ada kebebasan secara sosial, saat terlalu menuntut berlaku bebas tepat saat itu jugalah keberadaan kita telah memancing dan menyebabakan kerugian bagi orang lain. Oleh karena itu daripada membebaskan diri dari kehidupan sosial yang cenderung menciptakan sifat yang terlalu individualis; alangkah lebih baik jikalau kita membebaskan diri dari sifat-sifat buruk seperti hawa nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya. Saat kita terbebas dari hal-hal buruk itu tepat saat itu jugalah ketergantungan akan dunia ini lebih minimal/ lebih sedikit. Sebab dalam banyak kasus yang terjadi, keinginan, kebinatangan dan kejahatanlah yang justru memborgol anda di lembaga pemasyarakat, mengikat vena anda (infus) di bangsal rumah sakit bahkan sampai mengekang anda untuk selamanya di dalam peti berukuran kira-kira 2×1 metaer.

Salam bebaskan dirimu dari semua keburukan itu!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s