Gejolak Sosial

10 Masalah Yang Disebabkan Oleh Uang – Jangan Mau Jadi Orang Kaya

Masalah Yang Disebabkan Oleh Uang - Jangan Mau Jadi Orang Kaya

Selama ini kita selalu berpikir bahwa uang adalah segalanya. Sebab semakin besar uangmu maka semakin bebas kehidupanmu. Main cewek, main judi, minum-minum, main barang elektronik dan lainnya: semua bisa! Yang biasanya nggak bisa konsumsi orang lain karena dianggap tabu, haram, ilegal dan lainnya: semua bisa anda lakukan! Kesan di awal-awal, kaya itu hebat tetapi lama kelamaan kami bisa merasakan kekuatan negatif bila suatu saat memiliki uang yang sangat banyak di tangan. Sadarilah bahwa “dimana ada fokusmu, disitu ada hatimu. Karena uangmu besar kesanalah fokusmu tertuju.”

Diawal-awal perlu kami beritahukan bahwa sama sekali tidak sentimentil dengan orang kaya, banyak juga saudara dan teman yang kaya-raya disekitar sini. Kami tidak bercerita tentang orang-orang disini dan kamipun tidak berharap itu terjadi disini. Ini hanyalah pengalaman membaca Alkitab dimana kami mengetahui dengan pasti bahwa ada banyak masalah yang distimbulkan oleh orang-orang berduit tebal di dalam Kitab Suci. Bahkan bisa dikatakan bahwa sebenarnya orang-orang berduit inilah yang sangat rentan terhadap masalah.

Uang hanyalah sebuah kefanaan dengan esensi nilai yang bersifat sementara saja. Semakin memfokuskan pencarian kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati kepada kertas ajaib ini maka semakin candu hati dan cenderung menginginkan yang lebih dan lebih lagi. Oleh karena itu, jangan tanya mengapa mereka yang terlalu fokus kepada materi cenderung mendewakannya sehingga mengusahakan itu dengan cara-cara yang tidak halal. Dari sikap inilah bahagia, damai dan tenteram di dalam hati akan pergi begitu saja sehingga cenderung tidak merasakan apa-apa lagi saat hasil kejahatan itu (misal korupsi) dikonsumsi sendiri maupun bersama orang-orang terdekat.

Persoalan yang ditimbulkan oleh uang yang membuat kami enggan menjadi orang kaya

Kami mengajak semua orang untuk berhenti bercita-cita menjadi orang yang kaya raya. Ada baiknya jikalau mengarahkan harapan di masa depan pada sesuatu yang lebih positif dan bermanfaat bagi orang lain. Sadarilah bahwa uang bukanlah segalanya. Tetapi hidup dalam kesederhanaan adalah yang terbaik sebab di dalam kerendahan hati, kita tahu bahwa hal tersebut selalu ada & tetap ada (konsisten) sampai menutup mata. Berikut ini beberapa masalah yang dialami oleh orang dengan kekayaan yang melimpah-limpah.

  1. Dimana ada yang besar maka ke sanalah fokusmu.

    Ketika anda kaya raya bahkan lebih kaya dari orang lain lalu cenderung membanggakan hal tersebut. Tepat saat anda membanggakan materi yang dimiliki maka saat itu jugalah uang akan menjadi fokus kehidupan anda. Ketika seseorang menjadikan materi sebagai penghiburan di dalam hati, tepat saat itu jugalah hatinya hanya tertuju untuk materi. Keadaan ini cenderung membuatnya mencari uang secara berlebihan bahkan sampai melupakan orang-orang terdekat/ keluarga/ saudara/ handaitolan/ sahabat dan lainnya).

  2. Ketergantungan.

    Kami sudah berpikir jauh ke depan dan menyimpulkan bahwa penyakit ketergantungan akan materi menjadi masalah yang paling mendasar yang membuat diri ini enggan menjadi orang kaya. Uang itu hanyalah sementara sementara anda hidup selama  beberapa puluh tahun lagi di dunia ini. Pertanyaannya adalah apakah semua itu selalu ada? Ingatlah bahwa ada waktunya itu berkurang dan berhenti sama sekali! Sudah siapkah anda dengan keadaan ini? Saat sorang manusia kecanduan dengan materi tepat saat itu juga ada kecenderungan untuk menginginkan lebih bahkan sampai menghalalkan segala cara.

  3. Menjadi konsumtif.

    Kalau anda kaya raya, sudah otomatis konsumtif. Mengapa demikian? Karena uang yang besar di tanganmu bila tidak dipakai/ dijalankan/ dikonsumsi cenderung membuat sistem ekonomi lesu. Jadi, uang yang ada di tangan kita sebaiknya di jalankan agar terus berputar dengan cara membelanjakan sehingga dengan cara demikianlah kita berbagi kesejahteraan dengan orang lain. Bila materi yang ada di tangan banyak, sudah otomatis apa yang dibeli juga cenderung lebih banyak dari yang lainnya. Keadaan ini secara tidak langsung membuat anda menjadi konsumtif.

  4. Mati rasa dan menginginkan lebih.

    Ada orang kaya, fokusnya lebih kuat pada hal-hal materil. Berhubung karena uangnya banyak, iapun belanja hampir sekali seminggu. Waktu belanja yang sangat berdekatan ini, bila dibiasakan lama-lama akan cepat menjadi bosan terhadap barang tertentu. Keadaan ini lantas membuat dirinya cepat kehilangan selera terhadap barang tertentu sehingga ingin yang lebih baik dari itu. Lama kelamaan harga belanjaannya semakin menanjak naik hingga melebihi penghasilannya. Untuk memenuhi semuanya itu, akhirnya iapun tergiur untuk korupsi dan menipu orang lain.

  5. Menjadi orang yang sensitif dan manja.

    Orang yang banyak uangnya terbiasa di manjakan oleh hal-hal materi yang ada disekitarnya. Keaadan ini membuat indranya jarang-jarang tertekan. Lagipula karena mereka menikmati hidup terus, mau yang indah-indah terus; ada kecenderungan enggan untuk terjun menghendel ujian sosial melainkan lebih banyak memilih untuk menghindarinya. Sadarilah bahwa pola-pola kenikmatan duniawi bertentangan dengan ujian kehidupan. Sehingga ketika anda diperhadapkan pada pilihan antara kemudahan dan kesulitan? Lebih memilih untuk menempuh jalan yang mudah tanpa gejolak karena sudah terbiasa menikmati hidup.

  6. Sibuk dengan orang yang mau ngutang.

    Mereka memiliki relasi yang luas terus digandrungi oleh orang-orang yang datang mau meminjam ini dan pinjam itu. Ini cukup menyusahkan teman jadi lebih baik nggak punya banyak uang agar orang-orang ini tidak datang untuk ngutang dengan beribu-ribu alasan.

  7. Sibuk dengan orang yang minta jatah.

    Saat kita banyak uangnya, ada-ada saja orang yang datang untuk meminta jatah. Udah ada satu orang, muncul yang lain lagi. Ia kalau pas-pas lagi bagus suasana hati tetapi saat hati sedang gundah, terus ada yang minta jatah: pasti jawaban kita menjadi amburadur dan mungkin tidak sopan. Terkecuali kalau anda sudah terbiasa menjadi orang yang dermawan.

  8. Terlalu banyak yang disusahkan (yang diurus).

    Saat kita kaya raya, tentu saja aset yang dimiliki juga besar. Keadaan inilah yang membuat kepala jadi pusiang. Terutama ketika mulai muncul masalah disana-sini. Entah yang satu menggeser batas tanah, yang lain mengambil tanpa izin, lagi ada yang meminjam tanpa izin, mereka juga kadang menyusahkan dengan masalah-masalah yang khas: semuanya itu membuat kepala sakit. Oleh karena itu lebih baik memiliki sedikit saja aset “asal cukup-cukup makan!”

  9. Anak-anak jadi konsumtif dan kecanduan materi.

    Rasanya sulit juga ya memisahkan kebiasaan kita dari anak-anak di rumah. Kita mau ngemil masakan tidak dikasih sama mereka? Beli fasilitas ini dan itu, masakan tidak boleh dipakai oleh mereka? Tetapi sadarilah teman bahwa saat seorang anak terlalu dini sudah menikmati hidup, manja, senang-senang terus: keadaan ini secara tidak langsung telah membuat anak kita kecanduan materi padahal masih kecil-kecil, terlebih kalau sudah dewasa? Oleh karena itu, jangan tanya kalau di sekolah jadi bandel, nilainya sering anjlok (tinta merah terus), melawan terus sama orang tua, guru dan lain sebagainya.

  10. Takut kecurian – takut mati!

    Udah asetnya banyak, istrinya/suaminya handsome, anak-anaknya cekep, rumahnya mewah, mobilnya banyak dan masih banyak kelebihan plus-plus lainnya. Sadarilah bahwa semuanya inilah yang membuat anda takut mati! Yakin sama kami bahwa banyak orang-orang yang kaya raya di luar sana sangat takut mati! Jangankan mati, takut dicuri hartanya, takut disentuh istri/suami, takut anak-anaknya dibully orang lain, takut anak-anaknya dimarahi oleh orang lain.

    Semakin besar dan semakin banyak ikatan yang anda miliki di dunia ini maka semakin tinggi ketakutan itu. Adalah lebih baik hidup seperti rata-rata orang lain hidup dengan demikian hati ini tetap tenang, kemana-mana tidak ada ketakutan yang berlebihan.

Kami tidak ingin kaya! Terserah kalau anda mau, silahkan…. Hidup sederhana seperti orang lain hidup itu lebih melegakan. Mengapa demikian? Tidak ada yang perlu dikuatirkan atau ditakutkan sebab apa yang ada padaku toh ada juga pada orang itu. Jadi tidak ada masalah toh…. Sekalipun ada pergumulan hidup, itu hanyalah ujian sosial yang bermanfaat untuk membentuk mental kita menjadi kuat sekaligus meningkatkan kemampuan fokus kepada Tuhan sembari bersyukur dan bernyanyi memuliakan nama-Nya di dalam hati sehingga ada rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan penuh damai lalu meluap dalam senyuman manis di bibir masing-masing.

Salam, sederhanakan yuk….

2 replies »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.