Gejolak Sosial

17 Akibat Kelas Sosial Dalam Kapitalisme, Sesaat Saja: Merugikan Sesama, Lingkungan Bahkan Diri Sendiri


Akibat Kelas Sosial Dalam Kapitalisme

Manusia modern sudah lama meninggalkan sistem kelas dalam strata sosial. Itulah mengapa sistem pemerintahan kerajaan telah berguguran karena syarat dengan ketidakadilan dimana peraturan hanya menguntungkan kalangan bangsawan dan konglomerat. Sedangkan rakyat tertekan bahkan ditindas demi kepentingan kalangan atas. Keadaan ini memicu aksi pemberontakan yang semakin meluas dari hari ke hari hingga sistem kerajaan tersebut telah ditinggalkan, hanya tinggal nama sampai sekarang.

Perbedaan kapitalisme dan kerajaan kuno

Sekalipun sistem kerajaan itu telah hancur, ternyata strata sosial yang kental masih saja terjadi sampai sekarang dalam sistem ekonomi kapitalisme. Jika dahulu strata sosial itu bisa dibedakan dari bentuk pakaian, busana dan asesoris yang dikenakan, di jaman sekarang, strata dalam masyarakat dibedakan berdasarkan gaji dan fasilitas perusahaan yang dimiliki. Perbedaan lainnya adalah pada masa raja-raja jaman dahulu, hanya ada satu raja yang mengendalikan seluruh negeri sedangkan dalam kapitalisme dikenal terdiri dari banyak kerajaan yang disebut juga sebagai industri atau perusahaan atau instansi dan nama lainnya.

Uanglah yang diperebutkan dan mengendalikan dunia ini

Uang adalah sumber masalah. Anda memiliki uang berarti juga memiliki dan menguasai sumber daya. Sejauh mata memandang, tidak ada sesuatu yang membuat manusia bermasalah tanpa keterlibatan uang. Inilah yang telah menjadi pengatur dari banyak manusia di dunia. Bahkan bisa dikatakan bahwa hampir semua hal bisa diatur lewat materi yang dimiliki. Sekalipun kertas ajaib ini bisa mengatur tetap saja arah pengaturannya menjangkau kepada kebaikan tetapi bisa pula kepada keburukan. Semuanya itu, tergantung dari sumber mana material berharga itu berasal.

Pengendalian uang terhadap bumi ini memang tidak begitu kentara tetapi bagi mereka yang tidak memiliki moralitas dan prinsip: kertas ajaib ini akan mengatur hidup sepenuhnya. Saat kertas itu bersumber dari tangan-tangan yang salah yang melakukan aksi kejahatan untuk meraih lebih banyak materi, misalnya korupsi, perjudian, peredaran narkoba, rokok, miras dan berbagai sumber lainnya. Kemungkinan besar dalam penggunaannya, kertas ini tidak pernah jauh-jauh dari hal-hal yang buruk tersebut.

Mengapa mencari uang? Untuk bahagia, damai dan tenteram

Bila kita kembali menggali ke belakang dan ke dalam diri masing-masing: “mengapa membutuhkan uang?” Silahkan jujur kepada diri masing-masing. Menurut kami sendiri, itu dilakukan untuk hidup sejahtera, damai, bahagia dan tenteram. Sedang ukuran kesejahteraan itu bukanlah dari uang melainkan tepat saat anda bersyukur lalu merasa cukup, disanalah terdapat kesejahteraan itu. Untuk merasakan damai, bahagia dan tenteram: cara cepatnya lewat uang yaitu dengan membeli kemewahan, kenyamanan dan kemudahan duniawi. Sayang, semua itu sifatnya sesaat saja. Jadi anda harus membelinya lagi dan lagi (secara bertahap dan terus-menerus dari tahun ke tahun)

Satu-satunya kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati yang sifatnya kekal adalah saat kehidupan kita selalu terhubung dengan kebenaran yang sejati (dekat kepada Tuhan dan dekat kepada sesama). Sayang ada tiga tantangan yang harus dilalui yaitu, memikul salib, menyangkal diri dan mengikut jalan yang benar. Sebelum anda melalui ketiga jalur yang tidak mudah ini, tidak ada kedekatan kepada Tuhan dan manusia yang akan membuat anda bahagia, damai dan tenteram. Selengkapnya baca, Segitiga emas kekristenan.

Akibat kelas sosial dalam masyarakat kapitalis

Jangan berpikir bahwa strata sosial yang telah terbentuk dalam masyarakat kapitalis tidak berdampak terhadap sistem sosial bermasyarakat. Sadarilah bahwa sistem kelas inilah yang telah menghancurkan banyak kerajaan di zaman dahulu kala maka bukan mustahil bahwa sistem ini jugalah yang sedang merong-rong kehidupan masyarakat di sekitar anda. Berikut selengkapnya.

  1. Tidak ada Tuhan dalam hati manusia tetapi uanglah yang menjadi tujuan hidup orang-orang di zaman itu.
  2. Para pemilik modal bertindak semena-mena tetapi cantik mainnya (tidak diketahui publik). Mengeluarkan kata-kata manis yang kasar, melengserkan, memecat dan menjatuhkan orang yang tidak disukainya.
  3. Pencarian akan uang membuat manusia melegalkan konspirasi untuk memanipulasi orang lain dan sistem lalu mengambil keuntungan berlipat dibalik semuanya itu.
  4. Pembodohan masal oleh kalangan atas terhadap kalangan bawah melalui (memperalat) lembaga pendidikan dan media bahkan lembaga keagamaan turut dalam usaha tersebut.
  5. Kalangan atas memiliki banyak waktu luang sedangkan yang berada di bawah memiliki jadwal yang padat merapat. Saat waktu luang banyak, masyarakat bermodal terus-menerus menikmati hidup saja, keadaan ini membuat mereka terus mengkonsumsi sesuatu.
  6. Karena menikmati hidup terus, kalangan borjuis adalah orang-orang cepat bosan dalam menikmati sesuatu. Lagi pula tingkat kecerdasannya telah menurun drastis sebab saat menikmati hidup pikiran cenderung kosong. Kejenuhan ini membuat mereka menginginkan yang lebih dan lebih lagi.
  7. Para borjuis melahap kenikmatan duniawi seperti orang yang kelaparan: “terus makan tetapi tidak pernah kenyang, terus mengkonsumsi barang dan jasa tetapi tidak pernah puas.” Keadaan ini lantas menuntut mereka untuk mulai menikmati hal-hal yang negatif (seks bebas, perjudian, kasino, narkoba dan lain sebagainya).
  8. Orang-orang bergaji tinggi adalah oknum yang berpotensi tinggi mencemari lingkungan dengan jumlah kerusakan paling banyak dan besar. Sebab semakin banyak uang maka semakin tinggi jumlah konsumsi barang dan jasa.
  9. Kesejukan, udara yang bersih, cuaca yang adem anyem hanya dinikmati oleh masyarakat kelas atas lewat teknologi yang bisa mereka beli sedangkan masyarakat kelas bawah tidak mampu membelinya sedang kerusakan lingkungan terus berlangsung.
  10. Konversi bahan alami menjadi bahan kimiawi dan mesin tidak terkendali. Kapitalis kelas atas merusak lingkungan agar barang dagangan mereka laku keras (pendingin, kipas, mobil dan lainnya).
  11. Pemilik modal berusaha menghemat biaya produksi sehingga peran manusia dalam perusahaan digeser oleh mesin berteknologi dan komputerisasi.
  12. Hal-hal yang ilegal, tabu dan salah diabsahkan oleh sistem kapitalis dengan alasan menambah lapangan kerja. Usaha itu seperti melegalkan peredaran narkoba, miras, rokok, gengster, premanisme, pekerja seks dan lain sebagainya.
  13. Persaingan antara pengusaha untuk memperebutkan pengelolaan sumber daya tertentu sangat tinggi. Itulah mengapa mereka memelihara premanisme seolah untuk mengamankan jenis usahanya.
  14. Masyarakat kelas atas tahu betul bahwa orang-orang dengan moralitas rusak dapat mengimbangi orang-orang yang menuntut kebenaran murni. Keadaan ini menciptakan masyarakat yang terlalu mentolerir bahkan bermain-main dengan dosa. Mereka memelihara komunitas LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender), penjaja seks, bandar narkoba dan lain sebagainya.
  15. Dampak negatif selanjutnya adalah kerusakan lingkungan yang terus terjadi akan mendorong terjadinya bencana alam. Masyarakat atas terselamatkan dari semuanya itu sebab mereka memiliki rumah yang besar, kokoh, kuat, bertembok tebal dengan pagar tinggi, jauh dari daerah yang rawan bencana. Sedangkan masyarakat kelas bawah digilas oleh bencana alam sehingga korban berjatuhan.
  16. Sistem ekonomi kapitalis yang sangat konsumtif melahap sumber daya: membuat cadangan energi terus menipis dari tahun ketahun. Keadaan ini semakin mendorong terjadinya krisis energi yang menimbulkan peperangan antar negara.
  17. Ditengah kehancuran akibat perang ini, kalangan atas: pemimpin besar, borjuis, orang kaya raya, dan lain sebagainya akan mendirikan wilayahnya/ tempatnya sendiri yang terisolir dari wilayah lainnya. Dimana disana semuanya ada karena memanfaatkan energi/ sumber daya yang masih tersisa.

Sistem kelas dalam masyarakat kapitalis di tandai dengan perbedaan penerimaan gaji dan fasilitas yang dimiliki oleh masing-masing orang. Ketidakadilan ini, awalnya berjalan lancar saja tetapi sadarilah bahwa keadaan ini akan terus memburuk seiring dengan terus bertambahnya jumlah manusia dan semakin rusaknya lingkungan. Sedang manusia terus saja menggilai materi untuk mencari kesejahteraan, kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman di dalam hatinya. Padahal jalan yang benar untuk mencari semuanya itu adalah dengan mendekatkan diri kepada Tuhan dan kepada sesama manusia. Kedekatan itu harus melalui proses yang panjang dimana setiap orang harus berkorban memikul salibnya, menyangkal diri dan mengikut jalan kebenaran (mengasihi manusia dan sesama).

Salam santun.

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s