Gejolak Sosial

10 Cara Bersikap Tulus – Melakukan Kebaikan Dengan Ikhlas

Cara Menjadi Tulus Bersikap - Melakukan Kebaikan Dengan Ikhlas

Tulus adalah sungguh dan bersih hati (benar-benar keluar dari hati yang suci); jujur; tidak pura-pura; tidak serong; tulus hati; tulus ikhlas (KBBI Offline). Merupakan sikap positif yang keluar begitu saja tanpa tuntutan, tidak menghendaki balasan dan bebas dari paksaan. Sifat yang satu ini sangat penting dalam menjalani hidup. Sebab tidak sedikit dari manusia zaman sekarang kurang memiliki ketulusan karena dominasi materi di dalam kehidupannya. Saat manusia terlalu fokus dengan hal-hal duniawi maka tepas saat itu jugalah lebih susah lagi untuk menjadi orang yang ikhlas.

Hidup dijalani dengan ikhlas dalam rasa saling mengasihi

Tidak ada artinya hidup ini tanpa kebaikan. Pada dasarnya semua orang berbuat baik. Bahkan saat membelanjakan uangpun, itu juga sebuah manfaat. Jadi, jangan pernah menduga bahwa hidup anda tidak berarti, sebab dalam kebersamaan, ada-ada saja perbuatan yang bermanfaat terjadi begitu saja tanpa seorangpun menyadarinya, salah satunya saat anda membelanjakan uang. Jikalau mengehendaki tantangan yang lebih besar, beramah-tamahlah kepada orang-orang disekitarmu,  Ujian sosial yang kita peroleh saat beramah tamah akan mampu membawa pelajaran yang berarti hingga mencerdaskan otak.

Kelurusan hati hanya dicapai jika pikiran selalu dipenuhi hal-hal positif

Kelurusan hati adalah sebuah pola pikir yang konsisten sepanjang waktu. Anda harus memiliki jalur berpikir positif yang tentu saja lurus adanya. Tetapi saat seseorang menyerahkan pikirannya untuk dikendalikan oleh alam bawah sadar, tepat saat itu jugalah sulit untuk mencapai kelurusan hati. Sadarilah bahwa alam bawah sadar anda dikuasai oleh kedagingan, disanalah terdapat berbagai-bagai hawa nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya. Tidak hanya itu saja, ingatan akan masa lalu hingga rasa sedih yang memilukan, termasuk kepahitan hidup: terdapat di alam bawah sadar manusia. Oleh karena itu, senantiasa isi pikiran denga fokus kepada Tuhan sembari berbagi kasih kepada sesama: itulah jalur pikiran/ hati yang lurus.

Dunia dengan segala isinya adalah pedagang – orang bijak tetap mau berkorban

Mengapa hal-hal duniawi syarat dengan ketidaktulusan? Sebab segala hal materi yang ada di dunia ini semuanya berbayar. Keadaan ini tidak jauh beda dari aktivitas berdagang: anda melakukan sesuatu lalu orang lain akan meresponnya dengan membayarkan sejumlah perlakuan yang sama (serupa) sebagai balasannya. Ini tidak hanya dilakukan diantara keluarga saja melainkan dalam semua lini kehidupan aktivitas memperdagangkan kebaikan adalah lumrah terjadi dimana-mana.

Aktivitas kebaikan di balas dengan kebaikan jelas merupakan perdagangan yang saling menguntungkan. Keadaan ini membuat seseorang rugi (berkorban lewat kebaikan) tetapi tetap dapat kompensasi (dibalaskan oleh orang yang dimaksud). Kelak juga nanti diakhirat semua kebaikan yang dilakukan dinilai berdasarkan pengorbanan yang diberikan. Jadi, sesuatu yang terbalaskan di sorga yaitu nilai pengorbanan yang anda berikan dari setiap kebaikan yang tak terbalas selama hidup hari lepas hari. Oleh karena itu, berbahagialah setiap orang yang kebaikannya tidak terbalaskan sebab upahnya besar di sorga kelak.

Hindari mendasarkan kebaikan pada hawa nafsu

Beberapa orang melakukan kebaikan atas dasar hawa nafsu. Karena dia menginginkan sesuatu maka secara tiba-tiba menjadi orang yang alim. Kasih seperti ini tidak akan bertahan lebih lama sebab begitu keinginannya tercapai, berakhirlah kebaikan itu. Atau, saat apa yang diharapkannya tidak terjawab, mulai saat itulah kasihnya meredup kepada sesama. Oleh karena itu, perhatikan baik-baik tujuan saat anda berbuat baik, pastikan itu disertai dengan kemurnian hati (tulus adanya) tanpa tuntutan yang syarat hawa nafsu. Semakin banyak keinginanmu maka semakin sulit untuk menjadi orang yang ikhlas.

Cara berlaku tulus dalam segala perkataan dan perbuatan (sikap) sehari-hari

Pada dasarnya, kelurusan hati tidak dimiliki oleh manusia sebab hatinya dipenuhi oleh kedagingan yang berbelat-belit. Keikhlasan adalah hasil latihan yang dibiasakan dalam waktu yang cukup lama bahkan bisa kami katakan bahwa keadaan ini juga turut dibentuk oleh ujian sosial yang kita hadapi sehari-hari. berikut ini beberapa point penting untuk mewujudkannya.

  1. Komitmen yang kuat.

    Apa tujuan anda dalam hidup ini? Setiap manusia harus memiliki tujuan agar hidup lebih bersemangat untuk di jalani. Upayakan tujuan itu bukan sesuatu yang muluk-muluk dan terlalu tinggi melainkan tekankanlah itu pada hal-hal positif agar setiap tindakan anda menjadi berarti. Saat memiliki komitmen yang kuat maka perjuangan kitapun akan selalu terarah pada satu titik. Tetapi jikalau anda ingin lebih tulus dalam menjalani hidup, ada baiknya memiliki tujuan yang tidak jauh-jauh dari kebenaran yaitu mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama.

  2. Fokus Tuhan sebagai energi kebaikan hati.

    Saat pikiran kita senantiasa fokus kepada Tuhan dari sanalah sumber kebahagiaan itu. Rasa bahagia yang anda terima bukanlah seperti yang diberikan oleh dunia ini, hanya sesaat saja. Tetapi saat pikiran selalu terhubung dengan Yang Maha Kuasa tepat saat itu jugalah kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman hati memenuhi hidup anda. Favorit kami saat memusatkan pikiran kepada Tuhan adalah dengan senantiasa bernyanyi memuliakan Allah sehingga ada sukacita yang terkendali, tenang dan penuh damai lalu meluap lewat senyuman mungil di bibir masing-masing.

    Bila kemampuan berpikir anda sudah matang maka lagu-lagu yang dinyanyikan kepada Tuhan dapat diimprovisasi. Bahkan ketika otak memutar musik-musik duniawi, anda akan mengubah syairnya menjadi nyanyian untuk memuliakan Tuhan. Ini adalah cara paling ampuh untuk membuat pikiran tetap positif bahkan kita tetap bisa melakukannya sembari bekerja dan menikmati hidup maupun saat beraktivitas lainnya.

    Bila anda masih sangat muda, bernyanyi memuliakan Tuhan sambil beraktivitas kurang dimungkinkan. Tetapi seiring dengan bertambahnya usia dan semakin berkembangnya otak hal ini akan dimungkinkan. Demikian halnya juga dengan improvisasi dan mengubah lagu: semua ini butuh proses, tidak ada yang langsung jadi.

    Diawal-awal, mulailah dengan bernyanyi senormal mungkin untuk perkembangan selanjutnya Tuhan akan memberikan petunjuk.

  3. Mengasihi sesama seperti diri sendiri.

    Bila Tuhan sudah membuat anda bahagia, biasanya hati inipun akan tergerak untuk membahagiakan orang lain. Hanya dengan memuliakan Tuhan saja, hati ini sudah terpuaskan tetapi bukan dalam arti: sampai disitu saja kehidupan kita, fokus terus-menerus. Melainkan ada saatnya bagi kita untuk membagikan kebaikan yang sebelumnya diterima dari Allah kepada sesama manusia. Bagikanlah sesuatu berdasarkan kemampuan, potensi dan sumber daya yang dimiliki.

  4. Memulai kebaikan dari hal-hal sederhana.

    Mengasihi seseorang tidak hanya dilakukan dengan cara memberikan uang atau barang & jasa kepada mereka. Melainkan ini dimulai dari hal-hal sederhana, yakni dari sikap sehari-hari. Misalnya saat beramah tamah (senyum, sapa, salam, tolong, terimakasih, maaf, menjadi pendengar yang baik), setia/ loyal, jujur, tulus, konsisten, peduli, berbagi infomrasi, berbagi pengalaman dan lain sebagainya. Jadi sikap yang selalu ikhlas merupakan salah satu point penting dari manfaat yang anda berikan.

  5. Tujukanlah semua kebaikan kepada Tuhan dan bukkan kepada manusia.

    Ini adalah inti dari ketulusan hati. Jika setiap perlakuan (termasuk kebermanfaatan yang diberikan) kepada sesama, di tujukan kepada Tuhan dan bukan kepada manusia. Ketika kita menujukan segala kebaikan kepada Tuhan berarti tidak mengharapkan balasan sebab semua yang ada pada kita asalnya dari Tuhan.

    Jadi ketika kita melakukan kebaikan kepada sesama lalu mengalamatkannya kepada Allah, sudah seharusnya ada sukacita di dalam hati sekalipun yang dilakukan tak terbalaskan, diabaikan bahkan dibalas dengan kebencian. Oleh karena itu, tidak seharusnya hati menjadi kesal, marah dan dendam saat manfaat yang kita berikan tidak dianggap oleh orang lain, melainkan tetap bersyukur dan bernyanyi memuliakan Allah di dalam hati, niscaya sukacita itu selalu ada sampai menutup mata. Saksikanlah, Faktor penyebab setiap kebaikan kepada manusia ditujukan kepada Tuhan.

  6. Rendah hati saat memberi manfaat – jangan lebay.

    Tidak ada yang perlu dibanggakan saat dapat berbagi kasih kepada sesama. Sudah seharusnya keadaan semacam ini diminimalisr. Jangan menjadikan manfaat diri kepada sesama sebagai sebuah kebanggaan. Keadaan ini bisa membuat anda ketergantungan. Pertanyaannya adalah, “apa yang terjadi saat anda tidak bisa melakukannya lagi?” Entah karena faktor usia, pekerjaan yang hilang, posisi/ jabatan yang lengser dan lain sebagainya. Sikap yang berlebihan memang dampaknya tidak terasa saat ini tetapi diwaktu yang akan datang.

  7. Menjaga pikiran tetap positif.

    Perputaran pikiran yang tetap positif membantu membuat anda tetap sadar. Ada tiga pilihan terbaik yang bisa kami usulkan, yaitu memusatkan pikiran kepada Tuhan (doa, firman, nyanyian pujian), melakukan pekerjaan positif dan aktivitas belajar.

    Alangkah baiknya jikalau anda mulai waspada, jangan sampai memikirkan hal-hal yang sombong, penuh dengki (iri hati), suka berprasangka buruk (suudzon), terlalu banyak mengeluh dan lain sebagainya.

    Bila anda tidak sedang bekerja juga tidak sedang belajar, melainkan sedang isterahat. Sekalipun organ-organ tubuh masih dalam keadaan rileks, tetap aktifkan pikiran dengan senantiasa memuliakan Allah di dalam hati.

  8. Siap menghadapi ujian kehidupan dengan pikiran positif.

    Hadapilah ujian kehidupan dengan memandangnya dari sudut pikir yang positif. Pikiran yang baik dan selalu jernih bisa menemukan pintu solusi yang diamanatkan Tuhan lewat inspirasi yang diperoleh disela-sela fokus pikiran yang positif. Jika anda dapat memandang ujian kehidupan sebagai salah satu hal penting yang tidak dapat dilewatkan dikarenakan manfaatnya yang tidak biasa. Alhasil andapun akan melalui setiap masalah dengan tulus-ikhlas sembari mempelajari sesuatu dari semuanya itu.

  9. Lakukan dengan santai – hindari sikap terburu-buru.

    Setiap sikap tulus yang dilakukan dengan santai akan lebih terkordinasi. Sebab semuanya telah dipersiapkan matang-matang terkecuali ketika terjadi hal-hal yang diluar dugaan. Tetap santai saat berbagi kasih, “ekspresikan semuanya seolah-olah orang tersebut adalah teman dekat anda.” Sikap santai juga meminimalisir kemungkinan adanya hal-hal yang terlewatkan (dilupakan) saat menjalani hidup.

  10. Menekuninya dengan konsisten hingga menjadi budaya.

    Saat anda tetap konsisten melakukan kebaikan kepada sesama tetapi dialamatkan kepada Tuhan. Aktivitas ini akan menjadi kebiasaan. Bila hal-hal yang sudah terbiasa dilakukan dengan tekun dan konsisten niscaya lama kelamaan akan menjadi budaya. Saat sesuatu sudah menjadi budaya maka pikiran tetap positif, bebas rasa sakit dan kepahitan sekalipun kasih yang diekspresikan dicuekin orang lain, tak tebalas sama sekali dan dibalas dengan kebencian.

Ketulusan adalah sebuah pengetahuan tentang kebenaran yang sejati. Yang berarti bahwa setiap hal yang ada pada kita asalnya dari Tuhan. Karena Dia telah terlebih dahulu mengasihi kita maka sudah sepatutnya kitapun mengasihi-Nya. Kita membalas budi baik Tuhan dengan cara mengasihi sesama sebab di dalam setiap diri manusia terdapat Roh Allah. Oleh karena itu, setiap kebaikan yang dilakukan kepada sesama dialamatkan kepada Allah. Dengan demikian hati tulus melakukannya. Saat ikhlas melakukan sesuatu, niscaya tetap ada sukacita sekalipun kebermanfaatan yang kita berikan diabaikan dan dibenci oleh orang lain.

Salam santun!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.