Gejolak Sosial

Rasa Akan Hilang, Kenikmatan Duniawi Sampah. Darimana Kepuasan, Kebahagiaan, Kedamaian & Ketenteraman Hatimu?


Bagi anda yang saat ini masih sangat muda belia, sebaiknya mulai kurangi fokus kehidupan terhadap hal-hal duniawi melainkan fokuskanlah pikiran kepada hal-hal positif. Anda tidak mau khan, ntar nanti kalau sudah menua jadi kakek-nenek rempong, cerewet, tukang gosip, suka ngadu, cengeng, marah-marah dan lainnya yang suka membuat anak-cucu yang mengurusnya repot dan hampir-hampir berkata: "kok yang satu ini lama kali matinya ya....?" Mulai saat ini, belajarlah menciptakan sendiri kepuasan, kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman dengan senantiasa fokus Tuhan (doa, firman, nyanyian pujian) sembari bersyukur dan bernyanyi memuliakan nama-Nya hingga ada rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai lalu meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing. Ketika indra anda lemah bahkan rusak otomatis kenikmatan dan kemuliaan duniawi adalah sampah!

Sensitivitas dan masa kecil anda

Sewaktu masih kecil, ada banyak hal yang membuat kita begitu sensitif. Suara sedang saja sudah membuat sikecil terbangun. Sinar matahari sebentar saja bisa membuat kulit memerah. Saat yang diinginakan tidak dikabulkan langsung teriak menangis dengan keras. Sewaktu-waktu ibu jauh dari sisi, cengengnya kebangetan sampai kedengaran sama tetangga sebelah. Keadaan ini menunjukkan betapa rapuhnya kita saat baru-baru saja menghembuskan nafas di atmosfer bumi ini.

Keadaan ini menandakan bahwa sejak awal kehidupan, manusia begitu rapuh. Hanya satu saja keunggulannya adalah sensitifitas syarafnya yang tinggi. Di kejutkan sedikit saja sudah tertawa terbahak-bahak. Hanya menyentuh kulit tangan dan kakinya saja sudah dirasa geli. Saat digendong orang semua permukaan kulitnya tersentuh sehingga menciptakan ketenangan dan kesenangan tersendiri. Ketika diawal-awal kehidupan semua indra manusia sangat peka terhadap rangsang yang berasal dari luar. Itulah mengapa seorang bayi sangat suka digendong, disaat itulah semua indra kulit bereaksi memberi rasa hangat, tenang dan senang tersendiri.

Mengabaikan hal negatif dan memusatkan pikiran pada sesuatu yang positif adalah awal kedewasaan

Seiring waktu berlalu, kita mulai belajar untuk mengabaikan beberapa hal di dalam hidup ini. Bahkan sensitifitas sekalipun bisa menyesuaikan diri. Kami sendiri orang yang sensitif dimana karena sifat sensitif inilah sering teledor melakukan/ menanggapi sesuatu yang sebenarnya salah alamat. Kami tidak berusaha menghilangkan hal ini sebab ada juga nilai positif yang terdapat di dalamnya. Melainkan usaha yang dilakukan adalah menerima apa adanya, meminimalisir dan mentolerir (memaafkan diri sendiri) juga senantiasa merendahkan hati menghadapi situasi sulit tersebut.

Rasa di indra sangat menggebu-gebu ketika masih muda

Masih ingatkah anda saat masih muda? Atau mungkin saat ini anda masih muda juga ya? Jika ada sesuatu dan lain hal yang membuat hati begitu menggebu-gebu, itu tandanya bahwa pikiran anda sedang ditarik oleh alam bawah sadar yang mulai tidak terkendali. Ada hawa nafsu di alam bawah sadar, ketika yang terjadi di dunia nyata sesuai dengan keinginan dalam pikiran; tepat saat itulah hati yang menggebu-gebu akan muncul ke permukaan. Keadaan ini turut dipengaruhi oleh kemampuan berkonsentrasi yang masih belum matang. Saat pikiran tidak bisa fokus ditengah situasi yang menyenangkan, besar kemungkinan hawa nafsu di dalam alam bawah sadar akan menjadi liar dan imajinasi bebas melayang-layang. Semua keadaan ini akan membuat jantung berdetak kencang dan adrenalin meningkat tajam.

Semakin bertambah umur, kemampuan adaptasi semakin baik

Sebaiknya, sebagai makhluk yang cerdas dan mampu menyesuaikan diri, hal-hal yang awalnya tidak dapat dilakukan bisa dipelajari untuk menambah wawasan dan pengetahuan yang dimiliki. Sudah saatnya anda bergerak dalam pola-pola lama lalu mencoba sesuatu yang baru dan lebih tangguh, yaitu belajar mencari ketenangan di tengah situasi yang sulit. Kemampuan ini jelas diperoleh dari latihan yang keras dimana harus melewati beberapa gejolak/ masalah dengan penuh kesabaran dan hati yang tetap fokus kepada sesuatu yang positif. Kemampuan adaptasi lainnya adalah saat kita sanggup menerima kenyataan apa adanya sekalipun terkadang hal tersebut tidak sesuai dengan yang diinginkan.

Rasa di indra akan berkurang seiring bertambahnya usia

Ketahuilah bahwa tubuh anda yang kekar dan ganteng (laki-laki) kelak akan melapuk, tubuh yang molek dan anggun akan menua. Seiring waktu berlalu, kemampuan panca indra akan berkurang. Bagaimana tidak, harap perhatikan kulit seorang nenek/ kakek yang hidup disekitar tempat tinggal anda. Pastilah terlihat kerutan pada permukaan kulit kakek-nenek tersebut. Bila diamati baik-baik tampaklah bahwa kerutan itu telah menyebabkan hilangnya lemak yang berada di bawah kulit. Jika jaringan lemak mulai hilang sedangkan kulit sendiri mengalami pengerutan. Bukan mustahil jika hal yang sama terjadi pada sel-sel syaraf yang mereka miliki. Coba kasih makanan kepada kakek-nenek yang anda temui tersebut, apakah mereka masih bisa membedakan rasanya atau tidak? Biasanya orang kalau sudah opung tidak peduli lagi dengan apa yang dimakannya, yang penting adalah anak-cucunya bahagia.

Bagi anda yang mengandalkan materi untuk mencari kebahagiaan, kepuasaan, kedamaian dan ketenteraman hati: apa jadinya ketika tubuh sudah menua?

Kawan-kawan yang fokus kepuasan, kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman dicari lewat indra akan mengalami masa-masa sulit ketika mereka sudah menua. Orang-orang ini biasanya dibrondol/ disodorkan dengan faktor materi yang penuh sehingga mereka langsung bahagia dan puas. Tetapi lama-kelamaan mereka menjadi sangat emosional, cerewet dan kehilangan pengendalian dirinya oleh karena hal-hal sepele. Padahal materi yang dahulu membuatnya bisa tersenyum lega kepada semua orang tetap ada bahkan anak-anaknyapun turut membawakan yang lebih baik tetapi kepribadiaannya tiba-tiba berubah drastis. Kali ini, sekalipun diberikan sesuatu yang waw…. tetap saja kepuasan di dalam hati tidak pernah ada.

Ini kami sebut sebagai pergeseran rasa, yaitu destruksi kenikmatan duniawi yang awalnya berasa indah kini berubah melemah sehingga tidak memberi rasa apa-apa lagi. Keadaan ini lebih parah daripada bosan/ jenuh, melainkan lebih dekat kepada mati rasa. Jadi ketika tubuh anda menua, kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang dulunya berasa dahsyat akan berlumut dan melapuk sehingga tidak ada lagi artinya. Ketika keadaan ini menghampiri seseorang yang sudah opung, bisa-bisa pikiran kacau, suka ngomel, marah-marah, tidak tenang, gelisah dan lain sebagainya, hanya karena masalah-masalah yang sebenarnya sepele sekali. Itulah mengapa dikatakan orang: “kalau sudah tua mental orang tua itu menjadi kekanak-kanakan.” Sebab doi cari-cari sensasi untuk memenuhi kebahagiaan, kepuasan, kedamaian dan ketenteraman hati dengan cara yang aneh-aneh.

Bagi anda yang saat ini masih sangat muda belia, sebaiknya mulai kurangi fokus kehidupan terhadap hal-hal duniawi melainkan fokuskanlah pikiran kepada hal-hal positif. Anda tidak mau khan, ntar nanti kalau sudah menua jadi kakek-nenek rempong, cerewet, tukang gosip, suka ngadu, cengeng, marah-marah dan lainnya sehingga membuat anak-cucu yang mengurusnya repot dan hampir-hampir berkata: “kok yang satu ini lama kali matinya ya….?” Mulai saat ini, belajarlah menciptakan sendiri kepuasan, kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman dengan senantiasa fokus Tuhan (doa, firman, nyanyian pujian) sembari bersyukur dan bernyanyi memuliakan nama-Nya hingga ada rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai lalu meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing. Ketika indra anda lemah bahkan rusak otomatis kenikmatan dan kemuliaan duniawi adalah sampah!

Salam, ayo berubah!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.