Gejolak Sosial

11 Alasan Mengapa Bosan – Materi Terus Berkembang, Tidak Mampu Mengikuti Kemajuannya Jadi Bosan Sendiri

Alasan Mengapa Bosan - Materi Terus Berkembang, Tidak Mampu Mengikuti Kemajuannya Jadi Bosan Sendiri

Bosan adalah sudah tidak suka lagi karena sudah terlalu sering atau banyak (KBBI Luring). Merupakan suatu perasaan yang tidak puas setelah memiliki sesuatu. Batas-batas kepuasan manusia jelas tidak ada. Semakin lama di dunia ini maka semakin tinggi rasa ingin dipuaskan. Fakta ini didorong oleh kenyataan saat indra manusia terlalu banyak menyerap informasi sampah dari luar sana. Sebab, biasanya semakin banyak yang diamati (terutama dari televisi dan media sosial) maka semakin banyak pula hawa nafsu yang memenuhi hati ini.

Tahukah anda bahwa bosan hidup sangat dipengaruhi oleh hawa nafsu masing-masing orang. Mengapa demikian? Karena saat hati menginginkan sesuatu tetapi masih belum juga terwujud, ada kemungkinan rasa hampa menghampirimu. Kehampaan inilah yang turut pula menimbulkan kebosanan. Oleh karena itu, daripada memenuhi indra dengan berbagai-bagai tontonan yang tidak mendidik, adalah lebih baik bagi setiap orang untuk memusatkan pikiran kepada Tuhan, bisa juga menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab masing-masing dan juga manfaatkan moment yang ada untuk belajar.

Tahukah anda bahwa saat hati lebih suka mencari kepuasan, kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati dalam hal-hal duniawi; tepat saat itu jugalah pikiran terlalu fokus dengan materi. Sedang kita tahu bersama bahwa barang dan jasa di dunia ini terus berkembang dengan ciri khas harga yang semakin tinggi pula. Terlalu fokus kepada materi memaksa hatimu untuk terpaut langsung dengan pergerakan trend di pasaran maupun trend yang beredar luas di dunia pertelevisian dan dunia maya juga. Begitu anda tidak mampu mengikuti perkembangan trend yang sedang berlangsung, tepat saat itu jugalah rasa jenuh akan memenuhi hati.

Faktor yang mempengaruhi munculnya kebosanan

REFLEKSI

Pernahkah melihat anak-anak/ balita/ adek anda yang kecil mengungkapkan betapa membosankan kehidupan yang dijalaninya? Mengapa anak-anak tidak pernah merasa bosan? Sedangkan mainannya terkesan itu-itu saja, anak yang main dengannya juga sama dengan yang kemarin. Sadarilah bahwa terkadang pengetahuan kita yang kebablasan tentang dunia ini cenderung membuat hati bosan. Pengetahuan yang berlebihan semacam ini biasanya tidak penting, banyak dimuat di televisi dan media sosial. Oleh karena itu, kurangi tontonan yang tidak cerdas seperti: gosip, kehidupan (kemewahan hidup) artis, tempat-tempat mewah di dunia, pusat rekresi terkenal, daerah eksotis dan lain sebagainya. Adalah lebih baik bagi kita untuk tidak tahu apa-apa tentang hal-hal yang begitu tinggi agar tidak merasa bosan memiliki hidup yang begitu rendah (hidup sederhana).

Kejenuhan bisa dialami oleh siapa saja, tua, muda dan remaja; wanita/ perempuan dan laki-laki sekalipun. Saat anda mengalami rasa bosan sendiri, cobalah untuk mengetahui alasan apa yang memicu keadaan tersebut. Gali diri anda lebih dalam sebab keadaan ini tidak terjadi begitu saja. Berikut beberapa faktor penyebab mengapa hati sangat mudah merasakan keadaan yang menjenuhkan.

  1. Fokus yang salah : materi.

    Bila hati ini terus saja membahas-bahas hal materil yang ada di dunia ini dari pagi sampai malam, berarti fokus kehidupan anda berada pada hal-hal duniawi. Sedangkan hal-hal duniawi itu sendiri sifatnya sementara. Begitu anda ketergantungan terhadap satu hal maka itu akan selalu dikonsumsi, dibeli dan dibeli lagi. Sedangkan kemampuan finansial manusia sifatnya terbatas. Begitu anda tidak bisa memenuhi semuanya, tepat saat itu jugalah rasa bosan cepat meluap dari dalam lubuk hati.
    Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih BerkualitasDaripada memusatkan pikiran untuk membela materi maka alangkah lebih baik jikalau anda memusatkan pikiran kepada Tuhan, bekerja dan belajar. Disela-sela semuanya itu, selalu berupaya untuk mengasihi sesama seperti diri snediri.

  2. Hawa nafsu sesat, lebay.

    Berhati-hatilahh dengan hawa nafsu di dalam dada. Jangan sampai anda terjebak dalam keinginan yang lebay dan menyesatkan. Sebab ketika apa yang diinginkan tidak kunjung terjadi, kemungkinan besar muncullah kehampaan di dalam hati. Keadaan inilah yang cenderung membua anda merasa jenuh. Oleh karena itu, jangan terus-menerus memikirkan hawa nafsu melainkan jalankan rencana anda senyatanya mulai dari sekarang.

  3. Perkembangan materi – trend berubah.

    Tahukah anda bahwa barang dan jasa yang ada saat ini terus saja berkembang dari tahun ke tahun? Bahkan beberapa barang yang ada saat ini dapat mengalami beberapa kali inovasi hanya dalam hitungan bulan. Karena hati begitu fokus dengan materi dimana kepuasan, kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman diperoleh dengan cara membeli/ membelanjakan uang. Begitu anda tidak mampu mengikuti perkembangan trend maka tepat saat itu jugalah rasa bosan muncul di dalam hati sebab yang dimiliki barang lama sedangkan diluar sana sudah ada barang baru.

  4. Televisi, media sosial, media masa – trend berubah.

    Televisi dan media sosial adalah sarana utama yang memancing nafsu penonton untuk membeli. Ketika anda terlalu fokus terhadap iklan dan acara televisi, ada kecenderungan untuk membelanjakan uang berdasarkan trend. Padahal yang namanya trend senantiasa berubah bahkan bisa dikatakan tiap detik mungkin saja diubah oleh oknum tertentu. Saat kepuasan dan kebahagiaan yang ada di dalam hati sangat tergantung dari pemberitaan iklan maka ada kecenderungan mengalami kebosanan ketika tidak mampu melakukannya/ membelinya lagi.

  5. Gaya hidup idola yang berubah – trend berubah.

    Terlalu mengidolakan seseorang di dunia ini sama saja dengan mengikuti gaya hidup orang tersebut. Ia kalau orang itu sederhana tetapi saat idola kita seorang yang suka belanja, sudah pasti para pengikutnya juga suka belanja. Tetapi kemampuan keungan masing-masing orang tidak sama. Begitu anda tidak bisa/ mampu lagi membeli apa yang dibeli oleh sang idola, tepat saat itu jugalah kehidpan ini rasanya bosan karena tidak bisa mengikuti trend.

  6. Dengki dan tidak mengakui orang lain.

    Sifat dengki merupakan suatu rasa cemburu karena orang lain lebih baik dari kita. Sebelum anda menekan bahkan menghancurkan diri sendiri maka sifat-sifat iri tetap meradang di dalam hati sanubari masing-masing. Kami juga sering menepis rasa ini dengan cara berbuat baik lalu memberi pujian kepada mereka yang pantas menerimanya.

    Saat kita iri melihat kepunyaan orang lain yang lebih bagus maka tepat saat itu juga ada rasa jenuh memenuhi hati saat melihat kepunyaan pribadi yang tidak ada apa-apanya.

    Dalam dunia ini, penting sekali untuk menghancurkan arogansi di dalam diri masing-masing. Sebab sifat ini syarat dengan kesombongan yang tidak masuk akal. Oleh karena itu, untuk menghancurkan arogansi yang meradang bahkan meraung-raung ketika ada orang yang lebih baik dari kita, ada baiknya mengatakan, “Orang ini akan semakin naik sedangkan kami akan semakin turun, kuatkan kami menghadapi semuanya ini, ya Tuhan!”

  7. Persaingan.

    Adalah lebih baik jikalau kita tidak memiliki musuh selama hidup di dunia ini. Sebab saat ada rasa benci dalam hal hubungan dengan sesama maka masing-masing orang akan terkesan mudah sekali terpancing emosi sehingga turut ambil bagian dalam persaingan yang tidak sehat. Ketika anda tidak mampu mengikuti kecepatan konsumsi materi dari lawan-lawanmu maka tepat saat itu juga ada rasa bosan memenuhi hati.

  8. Menikmati hidup tidak fluktuatif.

    Jangan berpikir bahwa menikmati hidup itu adalah terus-menerus mengkonsumsi hal-hal yang enak dan mahal hari lepas hari. Justru ketika anda tidak pernah mengkonsumsi yang buruk, cenderung enggan untuk bersyukur sehingga menjadi jenuh terhadap hidup ini. Tetapi, ketika anda mengkonsumsi sesuatu secara fluktuatif: kadang enak, kadang tidak enak, kadang murahan dan kadang yang mahal. Keadaan semacam inilah yang membuat hidup tidak pernah membosankan.

  9. Menikmati materi terlalu sering.

    Sadarilah, sebesar apapun uang yang anda miliki saat ini, mustahil terlalu sering menikmatinya. Masakan anda makan terus, menonton terus, jalan-jalan terus dan lain sebagainya? Semuanya itu haruslah memiliki timing yang tepat. Anda perlu menjadwalkannya pada waktu-waktu tertentu, tidak terlalu sering agar tidak bosan. Momen menikmati hidup sebaiknya dilakukan bersama dengan keluarga tercinta.

    Salah satu cara memberikan waktu jeda bagi indra untuk menikmati materi adalah dengan berpuasa. Ini bisa jadi sebagai suatu aktivitas yang sangat bermanfaat untuk mengkaliberasi panca indra agar senantiasa peka menghargai setiap nikmat yang dianugerahkan Tuhan.

  10. Kurang kerjaan (variasi kehidupan).

    Sesungguhnya ketika anda kreatif maka ada banyak hal yang harus dilakukan di dalam kehidupan ini. Memang saat kegiatan kurang maka seseorang cenderung bingung sebab pikirannya hanya dipenuhi oleh kekosongan belaka. Saat waktu luang banyak, anda bisa mencari informasi sembari belajar baik dari Kitab Suci, buku-buku pelajaran/ kuliah, buku motivasi, membaca blog di internet dan lain sebagainya. Atau bisa juga membersihkan rumah, halaman, dapur, kamar sendiri dan lain sebagainya. Andapun bisa melewatinya dengan berkarya atau net-netnya selalu fokuskan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian agar kejenuhan jangan sampai menghampiri hidup anda.

    Sadarilah bahwa aktivitas yang kita lakukan sehari-hari merupakan salah satu cara terbaik untuk membuat hidup ini lebih variatif. Beraktivitaslah, gunakan kecerdasanmu demi kemuliaan nama Tuhan (berdoa, membaca firman, bernyanyi) dan untuk bermanfaat bagi orang-orang di sekitar yang kita cintai (baik lewat pekerjaan dan pelajaran yang digeluti). Mulailah berbagi kasih dari hal-hal kecil, misalnya beramah tamah (salam, senyum, sapa, mengucapkan terimakasih, tolong, maaf dan menjadi pendengar yang baik).

  11. Pikiran kosong.

    Jangan pernah biarkan pikiran kosong teman. Sebab tepat saat pikiran mengalami kekosongan maka saat itu jugalah alam bawah sadar menguasai hati. Di dalam kedagingan manusia tersimpan rasa jenuh yang mendalam, semakin lama pikiran kosong maka semakin dalam pula kebosanan hidup yang dialami.

    Pikiran juga turut kosong saat menikmati hidup. Oleh karena itu, jangan menikmati hidup secara maraton, cukup dua jam saja (misalnya saat menonton) lalu ambillah jeda untuk menyegarkan pikiran. Ada baiknya diwaktu-waktu luang yang dimiliki, kita menghabiskannya untuk belajar atau bisa juga dengan senantiasa bersyukur dan bernyanyi memuliakan Tuhan hingga rasa sukacita yang terkendali tenang dan damai memenuhi hati yang meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing.

Apa tontonanmu maka itulah yang menjadi hawa nafsumu. Orang bijak tidak sembarangan mengarahkan indra. Melainkan arahkan panca indra pada hal-hal yang positif saja. Kemampuan menjaga hati berawal dari kemampuan bersikap selektif dan kritis menyerap informasi yang tersedia. Saat indra dan hati bebas dari hal-hal duniawi, tepat saat itu jugalah kebosanan tidak akan menghampirimu. Juga jangan lupa untuk selalu berpikiran positif sembari fokus Tuhan (doa, firman, nyanyian pujian), bekerja (menekuni bakat) dan belajar hari lepas hari. Bersyukur dan bernyanyilah selalu di dalam hati sehingga rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing. Juga jangan lupa untuk membahagiakan (berbagi kasih kepada) orang lain karena anda sudah terlebih dahulu dibahagiakan oleh Tuhan.

Salam anti jenuh!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.