Gejolak Sosial

7 Kekuatan Uang: Ancaman, Ketakutan, Kesombongan, Iri Hati Yang Menyertainya


Kekuatan Uang Ancaman, Ketakutan, Kesombongan, Iri Hati Yang Menyertainya

Uang adalah kekuatan duniawi yang berusaha diraih oleh semua orang, termasuk kami sendiri. Setidaknya dengan rupiah di tangan, kita bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sayang, banyak orang yang telah dihipnotis oleh indranya. Apa yang dilihat, ia dengar, dicicipi, tercium, ia sentuh telah menjadi kebutuhan. Padahal paparan akan hal-hal tersebut hanya berlangsung sesaat saja. Begitulah pikiran manusia sangat mudah dipengaruhi oleh hal-hal duniawi terutama saat hati selalu berfokus kepada kenikmatan duniawi.

Fokus materi: membuat anda mudah iri hati

Kami akui, kekuatan uang memang dahsyat. Sanggup menghipnotis siapa saja yang hatinya kosong. Orang yang sukanya menikmati hidup saja cenderung memiliki pikiran kosong. Mereka sangat mudah dipengaruhi oleh gemerlapan duniawi yang ada disekitarnya. Sayang, mereka tidak menyadari bahwa itu akan habis sehingga harus dibeli-dibeli dan dibeli lagi. Belum lagi soal masalah jenuh yang muncul di hati terlebih saat televisi mengiklankan produk yang lebih baru dari produk sebelumnya. Dihipnotislah pikirannya oleh iklan TV yang sebenarnya terkesan lebay itu. Kejenuhan ini semakin parah ketika saingannya telah menggunakan barang model baru.

Fokus materi membuatmu jenuh karena barang dan jasa terus berkembang sedang anda stagnan

Yang membuat kita jenuh dengan materi, selain karena penggunaannya yang terlalu sering. Juga termasuk karena barang-barang baru sudah keluar sedang milik anda masih saja model lama. Kebosanan ini semakin parah saja ketika saingan anda telah memiliki barang model baru tersebut. Hati sendiri menjadi kalut-kelam, cemas dan sedih karena tidak bisa memiliki yang diinginkan (istilah kata pepatah jauh di mata dekat di hati). Kerinduan semacam ini hanya membuat hari-hari tenggelam dalam kegundahan. Semangat yang dahulu membara, kini telah meredup bahkan layu juga.

Fokus uang membuat seseorang berlaku buruk

Saat seseorang hidup dalam kekalutan, ada kecenderungan mereka kehilangan akal sehat (dipicu juga oleh seringnya pikiran menjadi kosong). Di waktu-waktu seperti inilah, mereka bisa saja memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk melakukan penggalian sumber daya di lahan-lahan yang tidak halal. Bisa saja dengan menjalankan bisnis ilegal, melakukan korupsi, menipu orang lain, memanipulasi situasi dan lain sebagainya. Pada tahapan inilah uang telah mengubah manusia menjadi orang yang menyimpang bahkan ia menghancurkan dirinya dengan masuk rumah sakit (di hajar masa saat melakukan aksi) dan saat dipenjarakan (ditangkap oleh petugas).

Uang yang berlebihan adalah ancaman

Pernahkah anda mendengar atau melihat cara menangkap penjahat di beberapa negara besar di zaman dahulu kala? Biasanya setiap penjahat diberikan nilai tertentu untuk setiap orang yang mampu menangkapnya: hidup atau mati. Ada penjahat yang kepalanya berharga puluhan, ratusan hingga jutaan ribu dolar. Biasanya semakin jahat dan semakin banyak kesalahan seorang penjahat maka semakin tinggi harga orang tersebut ketika tertangkap.” Dari cerita ini bisa anda saksikan bahwa sesungguhnya kekuatan duniawi setara dengan kekuatan uang. Artinya ketika uang semakin banyak maka keadaan ini mengharuskan anda untuk memiliki kekuatan duniawi yang banyak pula, baik yang legal (aparat hukum) maupun yang ilegal (preman, gengster, anak punk, kartel dan lainnya).

Ketika jumlah uang anda banyak maka sudah semestinya keadaan tersebut diiringi dengan turut memiliki kekuatan duniawi yang banyak pula. Coba perhatikan cerita berikut ini. Sebuah pohon memiliki buah yang sangat banyak saat musimnya telah tiba. Keadaan ini diiringi dengan besarnya batang dan kuat dahan/ rantingnya sehingga bisa menopang semua buah yang banyak itu. Ketika banyaknya buah tidak diiringi dengan akar, batang dan dahan yang kuat bukankah pohon ini akan goyah, patah bahkan rubuh sekalipun. Keadaan ini juga berlaku untuk uang. Ketika anda tidak mampu menopang banyaknya jumlah uang yang dimilki maka ada kecenderungan membuatmu sangat rapuh, jatuh bahkan hancur oleh karena beratnya beban itu.

Semakin banyak uang maka kekuatan duniawi harus semakin banyak dipelihara

Uang memiliki kekuatan tersembunyi. Itu tidak langsung di dapatkan dengan cara otomatis melainkan anda harus memesannya dengan memelihara petugas keamanan, baik yang negeri maupun yang swasta. Ketika anda terlalu pelit untuk memelihara kekuatan duniawi dan memilih untuk menyimpannya bagi diri sendiri maka besar kemungkinan ancaman akan datang, entah itu datang secara otomatis (sadar sendiri) maupun berdasarkan ancaman dari orang lain (diperingatkan oleh sesama manusia). Jadi, ketika anda terlalu kaya raya kemudian ada orang-orang tertentu yang meminta jatah. Ini merupakan suatu hal yang lumrah dan tidak perlu diperdebatkan. Dengan bermurah hati kepada orang lain (dengan membayar jasa keamanan), harta yang banyakpun aman saja. Tetapi begitu anda meraih semuanya itu dari cara-cara yang tidak benar, keadaan ini juga membuat hatimu tidak tenang.

Begitulah dunia ini berjalan, sebab uang adalah pemikat yang lebih nikmat daripada gula sehingga mengundang bos-bos semut untuk mendatangi anda. Bila anda tidak memiliki pertahanan untuk menghalau orang lain maka demikianlah ada kecenderungan hati menjadi gelisah, kemana-mana takut dan kuatir. Bisakah anda melihat pola-pola yang terbentuk di dalam hidup ini? Atau sempatkah anda melihat saat raja Arab Saudi datang ke Indonesia dengan kekayaan yang luar biasa? Bahkan sebelum ia tiba di negeri ini, aparat disiagakan dimana-mana, sampai dua ring pulak itu. Artinya, semakin besar uang yang anda miliki maka semakin besar pula aparat keamanan yang dibutuhkan untuk menjaga hal tersebut, ini sudah hukum alam dari zaman ke zaman. Oleh karena itu jangan sungkan menyewa jasa keamanan untuk mengamankan miliaran harta yang dimiliki!

Fokus materi dan kesombongan dan iri hati.

Sayang, yang namanya materi tidak pernah berkata cukup. Sebab konsumsi manusia terhadap uang berlangsung terus-menerus. Orang yang bisa mencukupi kebutuhannya akan materi cenderung menjadikan itu sebagai kebanggan di dalam hati. Terlebih ketika pihak lain yang ada disekitarnya tidak sekaya dirinya. Adalah bukan mustahil jikalau kesombongan berkembang saat kehidupan seseorang terus berada dalam kenyamanan, kemewahan dan pesona duniawi. Sebab terlena dengan hal-hal semacam ini memanjakan seseorang sehingga rasa angkuh itu keluar. Terlebih karena pikiran sering kosong saat menikmati dunia sehingga alam bawah sadarnya yang buruk berkuasa. Semuanya ini beresiko membuat anda sombong secara kata-kata (lisan, tulisan) maupun angkuh saat berperilaku dengan sesama.

Orang yang angkuh dimana hidupnya sudah terbiasa nyaman cenderung menolak ujian sosial. Mereka menganggap masalah adalah penghalang bahkan beberapa menganggapnya sebagai kutukan. Orang-orang ini sangat agresif saat berhadapan dengan persoalan hidup. Bagaimana sikap agresif dan berlebihan itu? berikut contohnya.

  1. Jika bermasalah dengan diri sendiri. Bukannya menenangkan pikiran tetapi mereka malah menghambur-hamburkan uangnya, menikmati hidup dan melakukan pelarian.  Cara seperti ini hanya menimbun masalah yang pada suatu titik nanti akan menyebabkan stres bahkan depresi.
  2. Saat bermasalah dengan orang lain. Bukannya mengalah tetapi cenderung membalas perlakuan buruk dengan perlakuan buruk yang sama. Bahkan beberapa melakukan pembalasan dua kali lipat dari yang dialaminya (mungkin lebih). Inilah yang berpotensi menimbulkan konflik berkepanjangan.
  3. Biasanya kerusakan yang ditimbulkan seseorang saat masuk dalam konflik setara dengan kekayaannya. Ketika para kapitalis saling bersaing memperbutkan sesuatu maka tepat saat itu resiko terjadinya peperangan sangat besar, sebesar sumber daya yang mereka miliki. Mulai dari perang kata-kata, perang status di media sosial, adu fisik bahkan sampai menggunakan senjata (tergantung jumlah aparat/ preman dan senjata yang dimiliki)

Lingkaran iri hati berkembang di masyarakat. Biasanya orang yang dengki akan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak etis. Misalnya angkuh saat diajak bicara, mengejek, menghina dan lain sebagainya. Ketika oknum orang kaya yang moralnya jongkok mendapat perlakuan semacam ini, biasanya mereka enggan mengalah karena terlalu sombong untuk merasa kalah. Ada kecenderungan melakukan aksi balasan, sekalipun bukan dia yang membalasanya karena menyuruh bawahan/ aparat/ preman/ anak punk/ gengster yang ada dibawah kekuasaannya. Itulah mengapa kami katakan bahwa uang adalah ancaman sebab orang yang memiliki sumber daya besar bisa melakukan apa saja (berlaku semena-mena) kepada sesamanya.

Cara materi menciptakan ancaman, ketakutan, kesombongan dan iri hati.

Berikut ini akan kami uraikan bagaimana cara (proses) uang yang anda miliki membuat ancaman yang beresiko terhadap diri sendiri dan juga orang disekitar.

  • Kenikmatan duniawi membuat (1) pikiran terlena. Keadaan ini membuat otak menjadi lebih banyak mengalami kekosongan. Biasanya orang yang pikirannya lemah, (2) mentalnya saat menghadapi masalahpun biasanya lemah, mudah menyerah dan berlindung di balik kekuatan pihak lain. (3) Potensi berkuasanya alam bawah sadar yang penuh hawa nafsu, kebinatangan dan kejahatan lainnya adalah besar.
  • Sikap kepada orang lain cenderung (4) angkuh dan terlalu menyepelekan sesama. Keadaan ini membuat (5) orang lain iri sehingga beberapa melakukan aksi-aksi mengganggu yang usil.
  • Terjadilah gejolak sosial. Ini bisa saja timbul secara sengaja dan tidak sengaja. Tidak sengaja karena bagian dari ujian kehidupan. Disengaja untuk memancing juragan agar menyewa keamanan yang lebih.
  • Orang yang kebanyakan pikirannya kosong, begitu menghadapi gejolak langsung terkejut. (6) Keadaan ini membuatnya takut sekaligus terkejut. Ia menganggap keadaan ini secara berlebihan dan cenderung agresif tetapi menyimpan/ menyembunyikannya di dalam hati.
  • Muncullah niat untuk (7) balas dendam tetapi bukan dia sendiri yang datang melakukannya melainkan menyuruh pihak keamanan/ preman/ anak punk/ gengster yang ada di bawah perintahnya.
  • Orang kaya bermasalah dengan rakyat kecil, pasti cepat selesai karena orang sederhana itu tidak punya apa-apa untuk membalasnya. Tetapi saat orang kaya berhadapan dengan orang kaya dimanana keduanya sama-sama sombong, enggan diuji dan gemar membalas dendam; niscaya mereka bisa menimbulkan perkelahian dan kehancuran yang nyata.
  • Saat para kapitalis saling berebut sesuatu dimana masing-masing memiliki sumber daya yang besar. Terlebih ketika keduanya memiliki temperamen buruk dengan emosi yang meledak-ledak. Kedua pihak yang berseteru bisa saja menimbulkan perkelahian serius bahkan sampai berperang menggunakan senjata.

Kesimpulan

Semakin tinggi jumlah materi yang dimiliki maka sudah seharusnya kekuatan untuk melindunginya juga harus semakin tinggi. Ini sudah hukum alam, jangan sungkan untuk membayar jasa keamanan  menanggapinya. Itulah alasan kami mengapa tidak ingin menjadi orang kaya. Jasa keamanan seolah membuat kita kurang luwes dalam bersikap. Lagipula selalu terlindung dibalik pengamanan membuat mental cenderung lemah. Keadaan ini membuat anda rapuh rentan takut, cemas dan mudah merasakan ancaman (terlalu sensitif). Sebab jarang orang mendekat untuk menguji kita, padahal masalahlah yang membuat hidup semakin mandiri, sabar dan kuat bahkan turut mencerdaskan juga. Kekuatan uang yang dimiliki jangan sampai membutakan hatimu sebab semua itu hanya sesaat saja dan tidak dibawa mati. Oleh karena itu, selain mengejar kekuatan uang alangkah lebih baik jika pikiran lebih fokus untuk mengejar kebenaran, yaitu mengasih Tuhan dengan segenap kemampuan yang ada dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.

Salam santun!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s