Lingkungan

7 Alasan Dinosaurus Tidak Nyata & Tidak Mungkin Hidup Di Dunia Ini – Hanya Fiksi Semata

Alasan Dinosaurus Tidak Nyata & Tidak Mungkin Hidup Di Dunia Ini - Hanya Fiksi Semata

Dinosaurus adalah binatang raksasa dari zaman prasejarah yang termasuk kelompok reptilia bumi (pemakan daging ataupun pemakan tumbuhan) yang kini telah musnah (KBBI Offline). Merupakan hewan dengan ukuran ekstra besar yang dianggap hidup di zaman purba kala. Banyak yang menganggap keberadaan kelompok makhluk hidup purba ini sebagai sebuah fakta sains yang terus menuai kontroversi. Mengapa tidak? Karena mereka melandaskan argumennya pada teori evolusi ekstrim milik Charles Darwin.

Mutasi ekstrim tidak mungkin melainkan lebih kepada perkembangan ras yang tidak melampaui batas kewajaran

Seperti kita ketahui bersama bahwa evolusi ekstrim tidak mungkin terjadi di bumi ini. Sebab Tuhan telah menggariskan kehidupan setiap makhluk dalam rangkaian DNA. Masing-masing makhluk yang ada di bumi ini memiliki jumlah pasangan kromosom berbeda yang dapat diamati dan dihitung saat suatu sel mengalami pembelahan (mitosis). Ketika suatu makhluk mengalami tingkat mutasi yang sangat tinggi hingga menyebabkan jumlah kromosomnya bertambah atau berkurang, niscaya keadaan semacam ini sifatnya lethal (meninggal setelah kelahiran) atau setidak-tidaknya infertil (mampu bertahan hidup namun tidak memiliki keturunan).

Konstannya nilai pasangan kromosom saat mitosis menunjukkan bahwa hidup segala makhluk telah terencana jauh sebelum manusia menyadari fakta tersebut. Ada batas toleransi dari setiap mutasi DNA/ RNA. Jika mutasi yang terjadi hanya di tingkat gen atau alel saja maka keadaan tersebut akan menyebabkan variasi ras. Dimana keturunan yang dihasilkan memiliki ciri-ciri yang tidak jauh berbeda dengan induknya. Sayang mutasi gen ini sering sekali disalah artikan sebagai suatu langkah untuk menghasilkan spesies baru. Padahal variasi gen dalam sebuah lokus (alel) tidak akan melampaui batas-batas kewajaran.

Pada hakekatnya, teori evolusi mencoba menyingkirkan agama untuk menciptakan orang-orang yang sangat materialis

Tahukah anda berapa royalti yang diberikan kepada para ilmuan evolusionis? Sudah tentulah orang-orang ini akan mendapatkan jatah APBN yang besar dengan gelar profesor di bidang ini dan itu. Pada dasarnya semua retorika ini digembar-gemorkan hingga ke seantero dunia demi uang dan gelar. Oleh karena pancingan uang, banyak orang melakukan konspirasi yang syarat dengan rekayasa. Sebab di zaman sekarang dengan teknologi, apa saja bisa di tiru. Salah satu hal yang bisa ditiru adalah saat menambahkan bilangan karbon sehingga suatu benda terlihat tua, antik dan langka.

Desas-desus mengenai kebenaran seputar teori evolusi telah banyak menyeret manusia dalam pemahaman sempit. Mereka tidak lagi percaya akan adanya Tuhan, keadaan ini sekaligus mengalihkan ketergantungannya dari mengandalkan Tuhan beralih menjadi mengandalkan materi. Keadaan inilah yang memicu banyak manusia mencari uang sebanyak-banyaknya dengan cara-cara sesat dan menghalalkan segala cara. Mereka tidak lagi memandang kepada Tuhan melainkan seolah-olah mereka lebih kuat saat berpegang kepada materi yang melimpah dan kekuatan duniawi yang menyertainya.

Jadi, pada dasarnya ketika agama sudah hilang dari hati manusia maka yang diuntungkan adalah para kapitalis. Sebab semua nafsu duniawi tidak bisa lagi ditahan oleh manusia melainkan segalanya dilepaskan. Ketika keinginan yang walaupun sesat itu terlepas maka disaat itulah kapitalis/ borjuis/ pemilik modal datang memfasilitasi segalanya. Bahkan para kapital ini tidak tahu lagi sampai dimana membatasi diri, hal-hal salah yang absurd, terbelakang dan negatif sekalipun akan diperjual-belikan untuk menghasilkan uang dan uang.

Faktor penyebab dinosaurus tidak mungkin ada di bumi ini alias tidak nyata!

Keberadaan dinosaurus hanya untuk memiliki gelar dan mendapatkan sejumlah royalti yang telah disediakan oleh negara untuk kalangan intelektual. Karena hampir semua aspek yang real science telah dikuasai oleh ilmuan lain maka mulailah sekelompok ilmuan berkonspirasi untuk memuluskan teori-teori yang sebenarnya hanya khayalan belaka (science fiction). Dari keadaan ini bisa kita amati bahwa pancingan uang (materi pada umumnya) sangat kuat menggaet setiap manusia termasuk kalangan intelektual.

Berikut ini beberapa faktor yang menjadi alasan mengapa dinosaurus berukuran besar tidak mungkin hidup (tidak nyata) dan tidak akan pernah hidup di bumi ini

  1. Darimana sumber makanan herbivora yang begitu besar?

    Seekor gajah makan paling sedikit (rendah/ minimal) 300-350 Kg tumbuhan per hari (Abdullah, Dahlian, dan Mukhlisin, 2009). Bayangkan berapa ton tumbuhan habis oleh dinosaurus herbivora? Bila berat gajah saja bisa mencapai 6 Ton (kebutuhan makanan 50 Kg per Ton) terlebih lagi dengan hewan purba herbivora yang ukurannya sampai 150 Ton (kebutuhan makanan 50 x 150 = 7500 Kg).

    Berarti dinosaurus dengan ukuran 150 Ton sanggup mengkonsumsi tumbuhan sebanyak 7,5 Ton. Bukankah ini sama saja setiap kali mengkonsumsi makanan dapat menggundulkan hutan sebesar lapangan bola per hari? Coba bayangkan kalau jumlahnya mencapai puluhan bahkan ratusan. Semua yang hijau-hijau di atas permukaan bumi akan dimakan habis dengan cepat dalam waktu beberapa puluh tahun saja.

  2. Coba tebak pencemaran lingkungan yang terjadi lewat kotoran yang dikeluarkan binatang ini!

    Jika gajah (berat 6 Ton) saja mengeluarkan kotoran sebesar 220 pon. Hewan purba dengan ukuran ratusan ton mengeluarkan kotoran (36,6 x 150 Ton) sebanyak 5500 pon atau setara dengan 2494.76 Kg. Bukankah ini akan membuat lingkungan tercemar selama berbulan-bulan?

    Untuk membusukkan dedaunan dalam keadaan tertutup hingga dapat digunakan sebagai pupuk, butuh waktu 6 minggu (itupun selalu diaduk/ digoyang). Apalagi kalau dikatakan waktu dekomposit kotoran di tanah terbuka berbobot 2 Ton lebih.

    Wilayah tempat jatuhnya kotoran ini tidak akan ditumbuhi tanaman hingga beberapa Tahun ke depan. Mengapa? Karena pH permukaannya yang telah berubah menjadi lebih asam sehingga butuh waktu menahun untuk menetralkannya secara alami oleh air hujan dan bakteri.

  3. Semakin besar semakin lambat – hukum gravitasi!

    Kami sendiri tidak begitu yakin jikalau ada dinosaurus dengan ukuran raksasa yang dapat berlari dengan cepat. Sebab berdasarkan hukum gravitasi, semakin besar suatu objek maka semakin kuat gaya gravitasi yang berlaku dan semakin lambat pula ia berjalan. Jadi mustahil ada dino yang dapat bergerak cepat alias mustahil ada hewan raksasa yang bertipe karnivora (pemakan daging). Sebab untuk menangkap hewan lain dibutuhkan kecepatan bukan kebesaran ukuran.

  4. Bagaimana pemakan daging (misal t-rex) mencari makanan kalau tanahnya bergetar?

    Semua teknik berburu hewan di alam adalah “diam-diam sambil mengendap-endap untuk mendekat.” Bagaimana mungkin hewan raksasa sekelas tirex dapat mendekati mangsanya dengan mengendap-endap jikalau saat berjalan dengan beratnya saja dapat membuat tanah bergetar? Otomatis keadaan ini membuat mangsanya bisa lebih waspada bahkan bersembunyi untuk menghindari pemangsa. Bisa dipastikan bahwa hewan sekelas t-rex ini tidak akan mungkin mendapatkan mangsa berukuran kecil yang lebih ringan dan lincah.

    Sedang tidak mungkin ia mampu memakan hewan yang berukuran lebih besar darinya (pemakan tumbuhan) yang notabene lebih lambat saat berlari sebab tentu saja herbivora ini berjalan berkelompok untuk melindungi kawanannya tetap aman.

    Coba pertimbangkan baik-baik, bagaimana kalau harimau sumatera ukurannya sebesar gajah? Bukankah dengan demikian ia menjadi lambat saat bergerak sehingga sulit mencari mangsa?

  5. Permukaan tanah menjadi padat dan akar benih tanaman susah tumbuh diatas jejak kakinya.

    Saat hewan dengan bobot puluhan hingga ratusan ton berjalan di atas tanah, besar kemungkinan daerah yang dilaluinya akan menjadi padat. Permukaan tanah yang gembur sudah tidak ada lagi. Keadaan ini membuat benih yang jatuh diatasnya akan mengalami kesulitan untuk membuat akarnya sanggup menembus tanah lebih dalam lagi. Artinya, setiap areal yang diinjak, diduduki dan ditiduri oleh hewan ini mustahil ditumbuhi oleh tanaman yang perkembang-biakan dan penyebarannya dalam bentuk biji-bijian.

    Ada kemungkinan lain yang terjadi, ketika kaki dinosaurus menciptakan jejak di atas tanah yang dapat membuat air tergenang didalamnya selama berhari-hari bahkan lebih lama lagi saat musim penghujan. Keadaan ini sekaligus membuat setiap biji yang jatuh ke dalamnya akan membusuk karena terlalu lama dalam genangan.

  6. Hutan-hutan akan menjadi gundul.

    Dengan ukuran tubuh yang sebesar puluhan hingga ratusan ton niscaya hewan ini akan mampu merubuhkan tanaman. Bahkan pepohonan yang besar sekalipun akan tumbang karena sengaja di tumbangkan atau tertimpa oleh karena berat badannya yang besar.

    Keberadaan gajah tidak membuat hutan gundul karena mereka tidak dapat mencapai pucuk pepohonan sehingga sekalipun mereka mengkonsumsi semua dedaunan di areal ranting bagian bawah, pepohonan itu tetap bisa tumbuh karena bagian yang tingginya masih terus tumbuh lebat.

    Sedangkan ketika dinosaurus dengan ukuran yang besar dan tinggi mengkonsumsi dedaunan hijau. Ada kecenderungan kawanan ini dapat mencapai pucuk pohon bagian atas sehingga mereka mampu menggundulkan hutan dalam waktu sekejap. Hutan yang sangat besar perannya sebagai konservasi air, udara dan tanah akan rusak.

  7. Setiap wilayah yang mereka lalui dan tinggali akan menjadi gurun pasir.

    Jika pepohonan sudah tidak berdaun lagi dan hutan-hutan telah menjadi gundul niscaya keadaan ini akan memicu pemanasan global. Sedangkan kawanan itu (herbivora) semakin besar jumlahnya dari tahun ke tahun.

    Hewan-hewan ini akan hidup berpindah-pindah. Ketika satu wilayah telah gundul maka mereka akan bergeser ke wilayah hijau berikutnya. Belum lagi termasuk berapa pohon yang dapat mereka tumbangkan oleh bobot tubuhnya yang besar itu. Keadaan ini terus berlangsung hingga semua areal hutan menjadi gundul karena nafsu makan berton-ton yang dilengkapi dengan ukuran yang besar & tinggi pula.

    Bila hutan-hutan sudah gundul sedangkan populasi dinosaurus pemakan tumbuhan ini semakin banyak (mereka yang paling besar – ditakuti lewat ukuran – berkelompok). Alhasil banyak binatang akan mati karena tidak turun hujan, kekeringan dan gelombang panas yang melanda daerah yang sudah gersang itu.

Semua ini tentang keseimbangan alam. Pohon adalah produsen hijau nomor satu di bumi. Jika produsen ini digundulkan sampai kepucuk (seluruhnya) bahkan ditumbangkan oleh aktivitas dinosaurus raksasa maka segala makhluk yang ada disana berada diujung kepunahan.

Dinosaurus hanyalah hewan fiksi yang diilmiah-ilmiahkan dengan bantuan inovasi teknologi modern. Andaikatapun binatang semacam itu ada, darimana mereka memenuhi nafsu makan yang begitu besar? Kecepatan konsumsinya lebih tinggi daripada kecepatan pertumbuhan tanaman. Sedangkan tanaman membutuhkan garam dalam air hujan sebagai faktor pertumbuhan untuk menyuburkan tanah sekaligus membusukkan bahan-bahan organik yang ada disana. Ketika dedaunan pada pucuk pohon tidak ada, membuat kelembaban berkurang dan udara menjadi panas sehingga hujan tidak kunjung turun. Padahal kotoran yang jumlahnya berton-ton menumpuk di atas tanah. Niscaya semua keadaan ini akan menciptakan pemanasan global purba dengan cepat karena gangguan keseimbangan alam.

Salam semoga tercerahkan!

6 replies »

  1. Mohon untuk lebih mempelajari paleontologi dan sains dengan cermat dan baik, banyak argumen anda yang salah dan tidak relevan, bahkan saking banyaknya saya tidak bisa menkoreksi satu2. salah satunya adalah Teori Evolusi bukan dianggap fakta oleh ilmuwan, karena namanya teori adalah gagasan pikiran yang digunakan sebagai landasan sementara, bukan fakta mutlak, ilmuwan saja bnyak yang menganggap evolusi adalah teori rapuh.

    Suka

    • Kami mohon maaf, terimakasih sarannya. Sepertinya kami agak emosional saat membuat artikel sampah ini. Kami harap anda dapat mendaur ulangnya. Salam jumpa lagi….

      Suka

  2. menarik sih membaca artikel ini, cuman yang saya fikirkan :
    lalu , penemuan seperti fosil” selama ini yang disebutkan bahwa fosil tersebut ialah milik dinosaurus itu apa ?
    rekayasa ?

    Suka

    • Tidak ada ilmu pengetahuan yang rekayasa. Tetapi katakan saja bahwa itu lebih dekat kepada kisah fiksi, yaitu bagian dari karya seni, toh indah juga ya….. Malahan tulisan kami ini akan segera dilupakan juga ya….

      Suka

  3. Apakah sejak awal manusia, hewan dan tumbuhan sudah diciptakan dengan berbagai jenisnya masing2 (misal manusia ada yg ras negroid dgn kulit hitamnya, pohon jeruk dengan berbagai jenis buahnya atau semut dengan berbagai jenis spesiesnya) tanpa melalui proses evolusi ?

    Suka

    • Pendapat yang luar biasa, kami setuju dengan pernyataan anda. Hanya saja, kata-kata tentang evolusi terlalu ekstrim untuk setiap variasi ras dalam berbagai spesies. Melainkan variasi tersebut lebih kepada bentuk adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya dan variasi susunan gen pada alel yang sama (saat proses perkawinan).
      Salam…..

      Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.