Gejolak Sosial

Benarkah Tumbuhan, Hewan Memuji Tuhan? Bukan hanya itu, Mikroorganisme Hingga Alam Semesta Bernyanyi Menyambut Kedatangan Tuhan

Benarkah Tumbuhan Dan Hewan Memuji Tuhan Bukan hanya itu, Mikroorganisme Hingga Alam Semesta Bernyanyi Menyambut Kedatangan Tuhan

Kristen Sejati – Puji-pujian kepada Tuhan selalu kita senandungkan sebab kebaikan hati-Nya luar biasa dalam setiap hari yang dilalui. Kita telah lama belajar untuk selalu memuliakan nama-Nya, semoga Ia melayakkan aktivitas itu sebagai persembahan yang harum untuk kemuliaan nama-Nya. Dibalik semuanya itu, sesungguhnya kitalah yang turut diberkati saat mempuja-puji nama-Nya. Kami mau mengakui bahwa tidak ada ketenteraman hati yang lebih dahsyat daripada rasa tenteram yang kita peroleh saat memuji-muji Tuhan di segala waktu (termasuk dikala situasi lingkungan sekitar sedang kacau balau).

Memuliakan Tuhan dapat selalu dilakukan secara berulang-ulang

Kami sendiri tidak tahu persis apakah pujian itu layak bagi Tuhan? Atau akankah Ia memberikan upah kami kelak? Kami memang percaya, YA. Selain itu, satu hal yang kami sangat sadari adalah manfaatnya luar biasa dalam kehidupan ini. Dahulu, kami tidak tahu harus memikirkan apa lagi di waktu yang panjang dalam menjalani 24 jam selama 7 hari dimana semuanya itu berputar-putar. Otak ini pasti banyak menganggur sebab, tidak mungkin ada topik yang bisa dihabas selama dua puluh empat jam dalam seminggu. Salah satu hal yang dapat kita ulang-ulang bahkan diimprovisasi juga sehingga membuat hati damai adalah bernyanyi memuliakan Tuhan. Ini membuat tidak ada lagi waktu kosong yang dilalui dengan penuh kebosanan.

Kehidupan ini memburuk tanpa hati yang selalu terisi

Apa jadinya hidup kami ini saat pekerjaan tidak ada, orang-orang disekitar juga sibuk dengan aktivitas dan teman-temannya? Pasti menjadi orang yang suka cari-cari sensasi negatif, entah itu di dunia nyata atau di media sosial. Mungkin juga menjadi orang yang selalu berpikir bahwa hidup sangat melelahkan dimana kejenuhan ada dimana-mana. Bisa juga menjadi orang yang temperamen, “colek dikit ganas!” Atau mungkin menjadi orang yang memiliki hawa nafsu yang tinggi terhadap sesuatu yang salah juga melakukan kejahatan lainnya. Orang dengan pikiran kosong lebih mudah dibakar oleh hal-hal negatif.

Tanpa puji-pujian kepada Tuhan fokus pikiran hanya kepada hal-hal materil – Tuhan mengikat kecerdasan kita

Tahukah anda bahwa manusia dengan segala kepintaran yang ada di dalam hatinya adalah memiliki keinginan yang tidak terbatas? Jika hewan dan tumbuhan yang ada dipadang hanya memiliki keinginan untuk makan, minum, tidur dan berhubungan intim tetapi manusia memiliki lebih. Bisa dikatakan bahwa hawa nafsu kita ribuan bahkan jutaan kali lipat dari milik hewan. Sebab manusia dengan keceredasannya mempengaruhi keinginannya yang turut menjadi liar. Semakin cerdas pikiranmu maka semakin melimpah ruah pula keinginan itu.

Bila keinginan ini tidak dikendalikan niscaya akan menggiring kehidupan anda dalam kesesatan. Tetapi bila pikiran anda selalu positif niscaya berbagai-bagai hal bisa mengarah kepada hal-hal yang baik dan benar. Sebab ada kecenderungan berpikir yang dialami oleh masing-masing orang dimana arah pikiran seseorang sangat tergantung dari hal-hal apa yang selama ini dibahas-bahasnya di dalam hati. Jadi ketika selama ini anda membahas-bahas hal-hal yang buruk di dalam hati niscaya kejahatan dan kesesatan yang akan diekspresikan. Saat anda selalu membahas-bahas hal yang positif, kebaikan, kebenaran di dalam hati niscaya yang diekspresikanpun tidak jauh-jauh dari hal yang baik dan benar.

Bukan cuma kita yang memuji Tuhan tetapi hewan dan tumbuhan bahkan mikroorganisme juga

(Yesaya  43:20) Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, untuk memberi minum umat pilihan-Ku;

Manusia hanyalah entitas kecil saja di alam semesta yang kompleks. Sedang di bumi itu sendiri ada berbagai-bagai jenis tumbuhan, hewan dan makhluk lainnya yang hidup didalamnya. Pertanyannya sekarang, apakah hewan-hewan bahkan tumbuhan juga memuji-muji nama Tuhan? Tentu saja merekapun melakukannya. Amatilah sikap hewan-hewan di sekitar anda. Mungkin di siang hari tidak ada suara apa-apa terdengar tetapi tahukah anda bahwa di malam hari berbagai binatang di alam liar akan berdendang ria untuk memuliakan nama Tuhan?

Setiap hewan yang bersuara menandakan bahwa merekapun hidup mendekat kepada Sang Pencipta. Jika makhluk kecil saja mau dekat-dekat kepada Tuhan untuk beroleh damai sejahtera apalagi kita, manusia dengan banyak kebutuhan. Suara hewan sepanjang malam adalah pertanda bahwa sebaiknya kitapun senantiasa memuji-muji Tuhan sepanjang hari bahkan sepanjang waktu. Sadarilah bahwa setiap pujian yang anda lantunkan bermanfaat bagi mental bahkan bermanfaat juga di akhirat kelak, kita akan mendapat upah di sorga yang kekal. Perhatikan ayat ini.

(Mazmur  150:6) Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!

Dari ayat ini bisa kita ketahui bahwa bukan hanya manusia dan hewan saja yang memuji-muji Tuhan melainkan setiap makhluk yang bernapas. Nabi Yesaya dan Raja Daud telah bersaksi bahwa segala yang berkeriapan di dunia ini memuji dan memuliakan nama Tuhan. Bahkan alam semesta dan semua suara yang keluar dari dalam bumi ini ditujukan untuk menyambut kedatangan Tuhan dalam kemuliaan yang besar. Seperti ada tertulis.

(Keluaran  20:18) Seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap. Maka bangsa itu takut dan gemetar dan mereka berdiri jauh-jauh.

Kesimpulan

(Mazmur 34:2) Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.

Ada banyak cara memuji Tuhan, diantaranya yaitu:

  • Lewat perilaku sehari-hari.
  • Melalui perkataan (baik langsung/ lisan maupun tidak langsung/ tulisan)
  • Di dalam pikiran/ di dalam hati sendiri.
  • Bentuk pujian berdasarkan media yang digunakan
    • Melalui mulut.
    • Hanya dalam pikiran manusia.
    • Lewat alat musik.
    • Sambil menari-nari.
    • Bisa juga dengan memadukan keempat hal di atas sekaligus.

Benda yang kita anggap mati, seperti air (gemericik), tanah (mengandung bakteri), angin (semilir), api (krik-krik), batu (terbanting) dan lainnya; yaitu suara yang keluar dari alam semesta, selalu memuji-muji Tuhan. Bahkan hewan terkecil sekalipun seperti virus, bakteri dan jamur berespirasi (bernafas) sembari memuji-muji Tuhan. Tumbuhan hijau juga bernafas memuji Tuhan sembari memberikan kesegaran yang menyejukkan bagi kehidupan seluruh makhluk. Oleh karena itu, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak memuliakan Allah selalu untuk selamanya sebab disana ada ketenteraman, kebahagiaan, kedamaian dan kepuasan yang banyak dicari-cari oleh orang di dunia ini tetapi mereka tidak menemukannya.

Salam HALELUYA

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.