Gejolak Sosial

7 Persepsi Senyuman Yang Salah – Tidak Ada Senyum Palsu Asal Hati Terus Bernyanyi

Persepsi Senyuman Yang Salah – Tidak Ada Senyum Palsu Asal Hati Terus Bernyanyi

Senyum adalah rasa senang (gembira) yang terkendali tanpa mengeluarkan suara. Semua orang bisa melakukannya, ini adalah ekspresi kebahagiaan hati yang penuh sehingga meluap lewat senyuman di bibir masing-masing. “Tanpa tersenyum dunia kehilangan semangat. Tanpa penyemangat kehidupan telah lama mati.” Sebab dimana ada kehidupan maka disanalah ada secercah harapan. Saat orang-orang mengharapkan sesuatu akan masa depannya niscaya mulai ada semangat di dalam hati yang berkobar dalam senyum manis di bibir masing-masing.

Senyuman adalah semangat

Selama hidup di bumi yang fana ini, tidak perlu terlalu banyak berharap sebab semakin tinggi keinginan maka akan semakin tinggi pula resiko tersakiti oleh rasa kecewa. Oleh karena itu, harapkanlah sesuatu yang sifatnya kekal.  Kami sendiri yakin, “sepahit apapun kehidupan di dunia ini, Tuhan telah menunggu kita, setiap orang percaya di sorga yang indah, dahsyat, kekal dan tidak ada bandingannya dengan kenikmatan duniawi manapun.” Saat kami ingat bahwa kelak akan masuk surga maka itulah penghiburan yang turut membuat hati kembali bersemangat lalu tersenyum kepada dunia ini.

Tidak semua negara/ budaya di dunia menyukai senyuman

Sekalipun dalam bagian ini, kami begitu menyanjung-nyanjung senyuman, bukan dalam arti semua orang menganggap bahwa tersenyum itu baik adanya. Bila anda memiliki kesempatan untuk mencari sesuatu, coba temukan “negara apa yang penduduknya tidak suka tersenyum,” atau “budaya dimana orang tidak suka tersenyum.” Ada beberapa negara di dunia ini dimana orang-orang tidak mampu lagi melebarkan sedikit bibir manisnya. Beberapa mengatakan bahwa keadaan ini lebih disebabkan oleh pengaruh budaya tertentu, jika ingin tahu lebih lanjut silahkan browsing ke Google.

Kami mendapati sebuah situs yang bernama nationalgeographic.co.id mengatakan bahwa indeks kepercayaan positif terhadap senyum sangat tergantung dari sikap yang diekspresikan oleh kalangan atas. Saat kapitalis kelas atas dan para pemimpin mengekspresikannya sembari menunjukkan sikap yang positif maka pandangan rakyatpun akan baik dan beramai-ramai untuk tersenyum kepada sesamanya. Tetapi saat kapitalis kelas atas dan para pemimpin mengekspresikannya sambil melakukan tindakan negatif niscaya masyarakat juga akan menganggap bahwa senyum sebagai sebuah pertanda buruk dan enggan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya ketika para pemimpin suatu negara dan daerah suka tersenyum di depan media tetapi dibalik itu mereka juga terkenal dengan nominal nilai korupsi yang tinggi. Niscaya keadaan ini akan mendorong persepsi masyarakat ke arah yang negatif terhadap setiap ekspresi yang dilakukan oleh para koruptor termasuk salah satu diantaranya adalah senyuman.

Mereka yang menolak tersenyum individualis tinggi (psikopat) sekaligus pemalas

Dalam persepsi kami sendiri, orang yang jelas-jelas menyatakan secara sadar dan langsung bahwa “saya tidak suka tersenyum” adalah mereka yang kehidupannya kurang berbaur dengan orang banyak. Semakin tinggi sikap individualis dan semakin tertekan rasa sosial di dalam hati manusia maka aktivitas semacam ini akan dianggap sebagai sampah. Andapun bisa melihat orang-orang semacam ini disekitar, mereka yang jarang tersenyum lebih individualis dibandingkan orang yang murah senyum.

Ada beberapa orang yang tidak menyukai hal ini. Berikut akan kami ungkapkan berdasarkan pengalaman pribadi siapa-siapa saja yang tidak menyukai senyuman.

  • Mereka yang tidak suka karena tidak tahu,
  • Orang yang suka tapi tidak suka (sedang menguji) orang yang didepannya.
  • Oknum yang tidak suka karena pengaruh lingkungan/ kebiasaan/ budaya disekitarnya.
  • Orang tertentu yang jelas-jelas menolak untuk tersenyum.

Tahukah anda bahwa senyuman adalah bagian dari aktivitas hidup. Mari gali lagi ke belakang pengetahuan kita tentang aktivitas yang dilakukan. Biasanya orang yang selalu beraktivitas adalah mereka yang rajin sedangka beberapa orang dalam hidup ini cenderung pemalas dimana lebih menyerahkan seluruh tanggung jawabnya kepada orang lain dan mesin. Biasanya orang yang malas itu tidak bisa mandiri, kemana-mana butuh orang lain bahkan ini bisa tergolong dalam kaum yang suka bermanja ria.

Jangan tolak senyuman hanya karena segelintir orang

Kami mengajak kita semua untuk membiasakan diri tidak terlalu fokus kepada individu. Sebab manusia di dunia ini berbeda-beda namun jangan sampai pandangan terhadap hal positif itu ikut menjadi buruk ketika orang yang kita idolakan turut memburuk. Sebaiknya saat meniru seseorang, ambil yang positifnya dan buang yang negatifnya. Artinya, ambillah apa yang bermanfaat menurut penilaian pribadi sedangkan yang menurutmu salah/ negatif silahkan tinggalkan dan abaikan itu. Jadilah orang yang bijak dalam menyerap sesuatu dengan senantiasa objektif dalam menilai segala sesuatu. Terapkan juga prinsip-prinsip selektif dan kritis dengan membanding-bandingkan semuanya itu dengan standar kehidupan yang dimiliki.

Sudut pandang manusia terhadap senyuman

Setiap orang di dunia ini memiliki sudut pandang yang berbeda dalam bersikap. Beberapa diantaranya bisa bergerak di area positif sedangkan yang lainnya bisa saja bergerak ke arah negatif. Pada dasarnya semua itu adalah bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan dan khasanah kehidupan yang mengajari manusia untuk berkembang dan menjadi dewasa. Berikut ini beberapa persepsi yang salah tentang senyum yang selama ini kita pandang baik.

  1. Tersenyum itu bodoh/ dungu.

    Dalam hidup ini “kita harus fokus kepada sesuatu, bukan berarti hal-hal lainnya harus diabaikan.” Ada banyak hal penting dalam keseharian kita, ini tidak bisa terus menerus diabaikan. Kita memang butuh fokus pada satu titik tetapi bukan berarti saat kita melakukan hal lainnya konsentrasi terganggu bahkan pecah.

    Justru saat anda mampu tetap fokus kepada pekerjaan sembari melakukan hal-hal lainnya, menunjukkan bahwa kemampuan untuk memusatkan perhatian sudah berkembang pesat. Justru saat kemampuan fokus berkembang tepat saat itu juga otak berkembang menjadi lebih cerdas.

    Senyuman dianggap dungu karena mereka belum mengerti bagaimana kerja otak. Orang yang bisa melakukannya sambil melakukan aktivitas lainnya menandakan bahwa otaknya telah dibiasakan untuk multitasking, memang seharusnya demikianlah orang-orang cerdas bersikap.

  2. Hanya penakut yang tersenyum kepada orang tak dikenal.

    Ini salah satu trend yang cukup tenar, keramahan kita dianggap sebagai sebuah wujud nyata dari perasaan yang gemetaran. Orang menganggap bahwa kita terkesan ramah kepada orang asing karena merasa kuatir tentang sesuatu dan lain hal sehingga muncullah niat untuk melunakkan situasi.

    Jelas saja ini adalah argumen yang dibuat karena terlalu sering menonton televisi. Ketika seorang pemeran dalam sebuah film tersedutkan maka ia akan berusaha persuasif untuk melunakkan situasi agar lolos dari kesalahan yang dibuatnya sendiri. Dari sinilah anggapan yang mengatakan bahwa orang yang suka menyebar senyuman adalah penakut.

    Justru keadaan ini menurut kami adalah sebaliknya, sebab seseorang yang ramah kepada orang asing yang berpapasan dengannya menunjukkan bahwa orang tersebut mudah percaya kepada orang lain. Dimana ia cenderung berani ambil resiko sebab tidak semua orang baik, terkadang orang asing diutus untuk menguji kita. Mereka yang ramah kepada para pengujinya menunjukkan mental yang berani, kuat, siap dan sanggup untuk diuji orang asing.

  3. Senyum-senyum sendiri adalah tanda kegilaan.

    Ketika manusia hanya melihat sesuatu dari luarnya saja maka penilaian tersebut nyata salah. “Seseorang menilai durian itu buruk karena membuat setiap kulit yang menyentuhnya menderita luka yang menyakitkan. Padahal isinya luar biasa nikmati.”

    Begitulah manusia yang kurang cerdas menilai orang lain : Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?

    Hati-hati kawan, jangan lakukan sesuatu secara serampangan/ sembarangan sebab segala sesuatu tidak seperti kelihatannya. Kadang kita harus mendekat lalu bertanya sehingga mampu menilainya dengan benar.

    Oleh karena itu, daripada salah menilai orang lain, lebih baik fokus Tuhan dengan senantiasa bernyanyi dan bersyukur di dalam hati sehingga ada sukacita yang terkendali, tenang dan damai sepanjang waktu.

  4. Seseorang yang suka tersenyum pandai menyembunyikan sesuatu.

    Banyak orang mengatakan bahwa senyuman adalah kamuflase untuk menyembunyikan sesuatu. Orang ini memiliki masalah di dalam hati atau masalah di dalam keluarga atau masalah di dalam persahabatan atau masalah di dalam pekerjaan atau masalah di dalam kehidupan sehari-hari lalu kita melihatnya sebagai kamuflase untuk menyembunyikan pergumulan hidup yang dialaminya.Jika anda adalah orang yang tidak bisa melihat orang lain tetap bahagia sekalipun dalam penderitaan berarti hatimu penuh dengan kedengkian. Hancurkan arogansi itu dalam hatimu teman sembari merendahkan diri agar kebiasaan susah melihat orang lain senang dikikis hari demi hari.Seharusnya kita turut bersukacita kalau ada teman/ saudara/ sahabat/ kerabat yang mampu tersenyum ditengah penderitaan yang dialaminya. Ini adalah pikiran positif yang dilakukan dengan sadar sembari bersyukur akan penyertaan Tuhan sampai detik ini masih ditolong-Nya, buktinya masih bisa bernafas dan masih bisa bertahan menghadapi beragam persoalan kehidupan.

  5. Mereka yang suka tersenyum adalah koruptor.

    Ketika idola anda di televisi yang biasanya ramah tiba-tiba terbukti melakukan korupsi, pantaskah kamu membenci sifat ramah itu?Sewaktu orang penting dalam hidup ini mengajari anda tentang ilmu-ilmu yang positif lalu ia terbukti berselingkuh dengan orang lain padahal sudah punya istri. Pantaskah anda membuang semua ilmu positif yang diajarkannya itu?Ketika orang tuamu menginspirasi anda untuk melakukan hal-hal yang baik tetapi tiba-tiba ia berteriak lalu memukulmu. Pantaskah anda membuang setiap ajaran kebaikan yang diberikannya itu?

    Jadilah bijak dalam bersikap, jangan memandang segala sesuatu dengan emosional lalu mengabaikah hal-hal positif yang terkandung didalamnya. Anda harus menjadi orang yang cerdas, selektif dan kritis untuk mengekstrak kehidupan ini lalu mengambil hal-hal yang baik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sedangkan unsur negatif didalamnya dijadikan sebagai pelajaran hidup.

  6. Tersenyum karena stres.

    Kami sendiri menganggap ini sebagai sebuah penilaian mentah terhadap kehidupan seseorang. Bila kita terus saja menilai orang-orang yang kita jumpai niscaya pikiran akan dipenuhi oleh hal-hal negatif. Sebab di dunia ini tidak ada manusia sempurna, ada khilaf disana-sini yang harus ditoleransi. Bila kekhilafan itu mengganggu aktivitas kita, anggaplah ia sebagai bagian dari ujian kehidupan untuk menewasakan anda.Sebaiknya, pikiran kita selalu terisi saat ramah terhadap orang lain. Pastikan untuk memikirkan hal-hal positif dalam segala keramahanmu. Sebab saat pikiran kosong lalu kita tersenyum kemudian tiba-tiba ada orang lain yang mengatakan kepada kita “orang stres.” Keadaan semacam inilah yang cenderung membuat anda cenderung tersulut emosi, kehilangan akal sehat, marah tidak jelas dan melakukan kekerasan termasuk melakukan pelarian.

    Tidak perlu alasan rumit agar senyuman keluar. Cukup dengan bersyukur dan bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati sampai rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai memenuhi hati hingga meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing.

  7. Senyuman anda tidak tulus (palsu).

    Sebenarnya, tidak ada yang namanya senyum palsu yang tidak tulus. Sebab sehebat-hebatnya seorang manusia tidak mungkin dia mampu menerawang atau membedah hati sesamanya. Melainkan ini lebih kepada sesuatu yang belum dibiasakan. Saat kita tidak terbiasa ramah niscaya ada kesan kaku dibalik persoalan itu. Tetapi cobalah untuk membiasakannya bukan saja hanya di rumah, di kantor, di tempat kerja, di swalayan, di pajak bahkan ketika seorang asing bertanya kepada anda tentang sesautu. Niscaya, praktek lebih baik daripada teori, pengalaman yang tinggi akan membuatmu semakin luwes saat ramah kepada orang lain.

    Andapun, harus siap-siap saat dicemooh orang secara verbal (baik tulisan maupun lisan) tentang aktivitas ini. Kuatkan hatimu, bertahan dan katakan terimakasih kepada mereka teman, itu baru orang bermental tangguh.

    Mungkin anda harus melakukan simulasi di dalam dirimu sendiri teman (dari nomor satu sampai 7). Perkatakan persepsi negatif ini kepada dirimu lalu rasakan sakitnya, bertahan, berterimakasih, bersyukur sambil selalu bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati. JIka masih ada rasa sakit saat anda merendahkan/ mengejek diri sendiri, cukup lakukan 7 kali saja dalam sehari. Lalu besoknya ulangi lagi simulasi tersebut sampai rasa sakit itu benar-benar hilang.

    Biasanya jika anda  mampu menerima semuanya itu apa adanya maka hanya menunggu waktu saja hingga anda menjadi terbiasa terhadap bully verbal semacam ini sehingga ramah tamah yang diekspresikan kepada sesama tulus adanya.

Belajar dari Uncle Charles Darwin

Charles Robert Darwin dalan bukunya The Expression of The Emotions of Man and Animals mengungkapkan bahwa “Terdapat kelas besar lainnya bagi idiot yang selalu riang dan ramah, dan yang tak henti-hentinya tersenyum” (Sumber nationalgeographic.co.id). Kami yakin sekali bahwa Uncle Charles D. kala itu sering di bully dimana orang-orang menertawainya secara bersama-sama: ini pasti membuat hatinya sakit! Andai kami ada dizamannya maka akan mengatakan kepadanya: “baca lagi Kitab Suci baik-baik maka tuan akan menemukan tentang ujian kehidupan yang harus terjadi.” Dari keterangan ini kami bisa menyimpulkan karya-karya yang dihasilkan Bung Charles D. :

  • Bukan pengetahuan murni melainkan lebih cenderung sebagai karya emosional ditengah rumitnya kehidupan sosial bermasyarakat.
  • Menulis secara emosional bisa saja terjadi untuk tujuan mencari materi, nama (jabatan, penghargaan) dan popularitas.
  • Charles Darwin yang tidak suka senyum adalah orang yang kurang jujur. Mengapa demikian? Seandainya dia jujur maka teori evolusi tidak hanya sekedar kebohongan semata.
  • Orang yang suka tersenyum tidak idiot tetapi Bung Charles D. yang tidak suka tersenyumlah orang yang kurang cerdas karena telah mempublikasikan teori evolusi yang terkesan mengambang.

Kesimpulan

Senyum adalah aktivitas positif yang bisa dilakukan kapanpun, dimanapun dan apapun yang sedang dialami. Ramah tamah adalah salah satu kebaikan yang sangat mudah dilakukan dan rentan dengan ujian kehidupan. Dimana ada ujian disana ada pembinaan intelektual, emosional dan spiritual setiap orang yang menekuninya. Salah satu manfaat dahsyat dari pemurnian hidup adalah bisa membedakan antara sikap yang wajar dan sikap yang berlebihan. Kami tidak bisa mengatakan sampai dimana batas-batasnya sehingga sesuatu itu dikatakan berlebihan melainkan alami sendiri dan pelajari sendiri sebab menemukannya sendiri itu bijak. Tolong jangan biarkan pikiran kosong saat melakukannya melainkan setidak-tidaknya hati sedang bersyukur dan bernyanyi sehingga ada rasa sukacita yang terkendali, tenang dan damai lalu meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing. Simak juga, Manfaat senyuman ramah.

Salam, selamat beramah tamah!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.