Gejolak Sosial

7 Keuntungan & Kerugian Pengembangan Materi – Mengembangkan Hal-Hal Duniawi Memicu Bencana Kemanusiaan & Bencana Alam


Keuntungan & Kerugian Pengembangan Materi - Mengembangkan Hal-Hal Duniawi Memicu Bencana Kemanusiaan & Bencana Alam

Materi adalah (1) benda; bahan; segala sesuatu yang tampak; (2) sesuatu yang menjadi bahan (untuk diujikan, dipikirkan, dibicarakan, dikarangkan, dan sebagainya – KBBI Luring). Merupakan segala sesuatu yang dapat diindrakan oleh manusia. Dunia ini penuh dengan materi bahkan tubuh kita sendiri adalah bagian dari material organik hidup yang disebut juga sebagai daging, tulang dan darah. Itulah mengapa kehidupan kita tidak pernah bebas dari keinginan daging sangat terkenal jahat seperti yang disampaikan oleh rasul Paulus.

Kehidupan manusia tidak lepas dari materi

Kehidupan manusia dengan materi telah menyatu dan tidak ada seorangpun yang dapat memisahkan dirinya dari kenyataan ini. Di dalam hati setiap orang tidak ada keinginan yang tujuannya terlalu jauh dari hal-hal material (terhadap benda mati maupun hidup). Bisa dikatakan bahwa setiap kali hasrat di dalam diri kita “selangkah lebih jauh dari materi berarti kehidupan ini selangkah lebih dekat dengan kebenaran.” Keadaan ini akan semakin di perparah apabila kita terlalu ketergantungan terhadap materi tertentu. Semakin candu dengan hal-hal duniawi maka semakin jauh kehidupan ini dari kebenaran.

Kamipun selalu mengkonsumsinya

Kami juga tidak munafik, sebab setiap hari selalu mengkonsumsi materi, tiada hari tanpa memakai suatu produk. Mulai dari bahan bakar, internet, laptop, makanan, minuman, cemilan dan lain sebagainya. Semuanya itu dibutuhkan dalam jumlah dan waktu tertentu. Selama semuanya itu mencukupi, ada rasa puas karena semuanya telah terpenuhi. Tidak masalah jika hal-hal yang waw dan mahal di luar jangkauan. Untuk apa juga menginginkan sesuatu yang jelas-jelas merusak lingkungan. Bahkan kedepan ini kami ingin membebaskan diri dari penggunaan BBM dengan mengendarai sepeda.

Seumur hidup manusia mengejar materi

Uang telah menjadi orientasi pertama bagi setiap orang yang hidup di dunia ini. Dengan kertas ajaib, setiap orang bebas menjadi seperti yang diinginkannya. Mereka beramai-ramai untuk memperebutkannya. Bahkan kami sendiripun termasuk didalamnya. Sekalipun sehari-hari berurusan dengan hal-hal materil tetapi jangan biarkan hal-hal duniawi itu masuk dalam otak anda. Bila uang aja yang ada dipikiran maka akan timbul rasa jenuh yang memuakkan, seolah hidup tidak berarti lagi. Adalah lebih baik bagi anda untuk selalu bernyanyi memuliakan Tuhan agar tetap ada semangat di dalam hati.

Kenikmatan duniawi tidak ada hubungannya dengan hati tetapi sangat mempengaruhi indra manusia. Ketika hati ini dipenuhi dengan keinginan materil, maka konsumsi anda akan meningkat tajam, misalnya banyak makan, banyak jalan-jalan, banyak nonton televisi dan lain sebagainya. Keadaan ini cenderung beresiko menimbulkan suasana mati rasa lalu menginginkan yang lebih dari itu, terlebih ketika trend dipasaran atau di media tertentu telah turut berubah. Jika anda tidak mampu memenuhinya, mulai saat itulah muncul ketidakpuasan hidup, merasa jenuh dan perasaan tidak berarti. Oleh sebab itu, jangan masukkan uang di dalam otak anda melainkan masukkanlah berbagai-bagai hal positif di dalam sana seperti pada bagan di bawah ini.

Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

Jangan jadikan uang sebagai alasan untuk bekerja tetapi untuk cerdas dan mengurangi resiko pikun

Bekerja untuk uang, itulah kata beberapa orang. Saat mengerjakan sesuatu mereka hanya melihat uangnya tetapi tidak memperhatikan/ tidak peduli dengan proses yang sedang berlangsung. Keadaan inilah yang kerap kali membuat orang lebih suka melompat bebas melanggar aturan untuk meraih kertas ajaib. Mereka melakukan praktek yang tidak halal seperti menggelapkan dana tertentu atau disebut juga korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Oleh karena itu jangan bekerja dengan orientasi uang melainkan bekerjalah untuk melatih otak menjadi lebih cerdas sekaligus menurunkan resiko menderita pikun.

Manfaat mengembangkan materi

Ada banyak materi yang bermanfaat baik bagi kehidupan manusia, misalnya saja buku dan alat komunikasi. Di bidang pangan ada makanan dan minuman. Ada juga dalam bentuk properti misalnya rumah, pakaian dan lain-lain. Sebenarnya semua materi yang ada murni dibutuhkan oleh manusia tetapi beberapa inovasi/ improvisasi yang berlebihan apalagi yang melibatkan mesin sebaiknya dijauhkan. Sebab mesin-mesin membutuhkan BBM sekaligus mencemari lingkungan sedang BBM sendiri jumlahnya terbatas. Berikut ini beberapa manfaat mengembangkan materi.

  1. Memenuhi kebutuhan manusia.

    Ada kebutuhan yang memang dibutuhkan tetapi ada pula kebutuhan yang merupakan keinginan. Sebaiknya penuhi kebutuhan secukupnya dan jangan berlebihan sebab saat segala sesuatu lebay adanya cenderung mengalami kebosanan lalu menginginkan yang nilainya lebih dari yang semula.

  2. Sarana menyalurkan bakat dan kreativitas.

    Kita membutuhkan komputer atau mesin ketik atau bolpoint dan kertas untuk menulis. Seorang pelukis membutuhkan kanvas, kuas dan cat-tinta untuk menyelesaikan karyanya. Orang-orang yang pandai membuat ornamen membutuhkan kayu dan tripleks untuk menghasilkan karya tertentu.

  3. Membina kebersamaan antar masyarakat.

    Uang bisa membuat kita berkumpul bersama merayakan sesuatu tetapi bisa juga membuat sesama saudara saling bertengkar. Segala macam benda (hidup maupun mati) yang ada disekitar kita dapat membua masing-masing orang berkumpul lalu menikmatinya bersama, misalnya saat pesta dan lain sebagainya.

  4. Menjalankan ekonomi.

    Sebenarnya ekonomi hanya menguntungkan kapitalis saja. Seharusnya setiap perputaran ekonomi membuat semua elemen masyarakat diuntungkan di dalam kesetaraan. Lagipula jumlah uang yang tidak seimbang kerap kali memicu iri hati dan kesombongan diantara manusia.

    Uang yang terlalu banyak ditangan oknum tertentu membuatnya bisa memboroskan sumber daya yang ada bahkan sampai membangun fasilitas pribadi yang mewah dan megah yang didirikan di atas alahan puluhan hektar.

  5. Menyehatkan secara fisik.

    Orang yang bijak akan mengkonsumsi materi dalam taraf yang seimbang, tidak ada yang berat sebelah sehingga tubuh tetap sehat dan bugar. Saat makanan dan minuman yang dikonsumsi membuat anda menderita penyakit metabolis, tepat saat itu juga materi sudah menjadi jerat yang menjatuhkanmu. Oleh karena itu, kembangkan pengetahuan akan makanan dan minuman yang menyehatkan dan jangan jadi konsumen yang taunya makan saja. Temukanlah makanan yang benar-benar sehat. Jika anda mau tahu inti dari semua obat dari segala obat adalah garam.

  6. Membantu mencerdaskan manusia.

    Tidak ada kecerdasan tanpa materi justru lewat mempelajari alam dan lingkungan sekitarnyalah maka setiap manusia beroleh pengetahuan. Kemudian pengetahuan itu diabadikan dan disebarkan lewat media buku baik yang berbentuk hard copy maupun yang bernada soft copy.

  7. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas hidup.

    Hati-hatilah saat anda mencoba meningkatkan efisiensi materi. Memang pada dasarnya itu baik tetapi sadarilah bahwa ketika efisiensi dan efektifitas yang kita usahakan terlalu berlebihan ditambah lagi dengan penggunaan mesin. Dapat dipastikan bahwa begitu anda membuat pekerjaan lebih mudah dan membuat manusia duduk di belakang mesin maka tepat saat itu jugalah aktivitas berkurang dan besar kecenderungan level kecerdasan menurun. Memperbudak mesin  memang pada awalnya baik tetapi jika sampai semua aktivitas dihendle oleh teknologi (anda hanya jadi operator) niscaya manusia akan semakin menurun tingkat kecerdasannya.

Bahaya/ kerugian/ dampak negatif mengembangkan materi

Seperti kami katakan pada paragraf sebelumnya bahwa beberapa inovasi dan improvisasi yang kita terapkan pada hal-hal tertentu, tidak diperlukan. Ada bagian-bagian tertentu dalam dunia ini yang harus tetap demikian yaitu bersifat stagnan. Ketika kita terlalu kreatif mengubah hal-hal yang sudah ada sejak dari zaman dahulu itu, ada kecenderungan akan mengakibatkan kerugian bagi sesama manusia dan juga kerugian bagi lingkungan sekitar. Berikut ini dampak buruk mengembangkan materi.

  1. Menjauhkan anda dari Tuhan.

    Perkembangan materi besar-besaran akan membuat beberapa orang sibuk bahkan terlalu sibuk untuk memberikan waktu beribadah kepada Tuhan. Mereka menjadi orang yang gila kerja dan abai terhadap hal-hal rohani. Sebab biar bagaimanapun hati mereka lebih terpikat dengan gemerlapan materi dibandingkan kepada Tuhan sendiri. Orang semacam ini hanya menjadikan Tuhan sebagai KTP sedang sikap yang diekspresikan cenderung menyimpang dari kebenaran.

    Manusia tidak lagi fokus kepada Tuhan saat menjalani hari-harinya sebab hatinya dipenuhi keinginan akan hal-hal duniawi. Keadaan ini lagi-lagi akan membuat manusia lebih fokus kepada materi ketimbang kepada penciptanya sendiri.

  2. Menghabiskan sumber daya yang ada

    Saat kita berupaya menginovasi sesuatu, dibutuhkan sumber daya yang besar untuk melakukannya. Semakin besar yang dibutuhkan maka semakin tinggi pertimbangan yang harus dilakukan. Sebab mengembangkan sesuatu dengan teknologi tertentu membutuhkan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang mencukupi. Pastikan semuanya itu bisa diperbaharui sebab saat sesuatu tidak dapat diperbaharui tepat saat itu juga ketergantungan terhadapnya akan menghasilkan ancaman di masa depan.

  3. Meminimalkan aktivitas manusia – menurunkan kecerdasan.

    Ini adalah kekuatiran kami, berharap hal itu tidak lagi terjadi di bumi tercinta. Pada dasarnya setiap suatu sistem ditingkatkan efisiensi dan efektifitasnya maka pekerjaan mulai terasa ringan. Terlebih ketika usaha tersebut didominasi oleh penggunaan mesin niscaya manusia hanya dijadikan sebagai operator belaka. Keadaan ini cenderung memicu minimnya aktivitas saat bekerja, beberapa orang hanya menghabiskan waktu dengan bermain game, sosial media dan menggosip sepanjang jam kerja. Keadaan ini jelas beresiko tinggi menurunkan tingkat kecerdasan otak.

  4. Menghasilkan orang-orang yang cenderung bermanja ria.

    Manusia yang mengandalkan teknologi dalam segala sesuatu cenderung bermalas-malasan. Mereka berpikir bahwa bermalas-malasan adalah menikmati hidup yang sesungguhnya. Hasil pengembangan teknologi membuat manusia “tinggal klik” maka semuanya keluar. Keadaan ini lantas dibiarkan begitu saja sehingga menghasilkan manusia yang hobinya hanya pintar menyuruh-nyuruh orang lain atau sekedar menjalankan mesin tertentu. Sedangkan saat disuruh untuk mempertanggung jawabkan pekerjaan, langsung bersembunyi dibalik kekuasaan dan relasi yang dimiliki.

  5. Membuat sesama manusia tidak bahagia.

    Ketika seseorang doyan sekali menonton televisi sampai berjam-jam, bahkan sampai-sampai semua acara dari awal pagi-malam menutup mata sudah diketahuinya. Menikmati hidup secara maraton di depan televisi jelas tidak menyehatkan, baik secara fisik maupun secara mental. Lagipula acara yang anda tonton mencoba mempengaruhi pikiranmu sehingga timbullah keinginan untuk membeli sesuatu.

    Saat apa yang ditawarkan oleh artis-artis di dalam kotak ajaib tidak mampu anda miliki, sedang diri sendiri begitu mengidolakannya. Alhasil keadaan ini cenderung membuatmu kurang puas sekaligus tidak bahagia. Sebab fokus kehidupan yang selalu di bahas-bahas di dalam hati adalah artis tersebut.

    Sekalipun anda mampu mengikuti gaya hidup artis itu sesekali saja tetapi semua senantiasa berubah. Padahal kemampuan finansial anda tidak begitu besar/ tidak begitu mencukupi untuk selalu mengikutinya. Keadaan inilah yang membuatmu cenderung mudah bosan sehingga kurang bahagia dalam menjalani hari lepas hari. Simak teman, Mengapa saya mudah jenuh?

  6. Memuluskan konspirasi tertentu.

    Untuk membuat sebuah materi dibutuhkan sumber daya dan uang. Sedang produk yang dihasilkan oleh kapitalis terkadang tidak selalu dibutuhkan oleh konsumen. Sebab semua lahan yang merupakan kebutuhan telah dikuasai oleh berjuis yang sebelumnya.

    Seseorang memiliki banyak uang hasil peninggalan dari orang tuanya dan tidak tahu harus mengarahkan kemana uang tersebut. Keadaan ini lantas membuat anda berpikir untuk bergerak di bidang-bidang yang abu-abu. Hal-hal yang dahulunya salah dan dilarang, kini dipromosikan sebagai sebuah kebutuhan. Untuk menciptakan keadaan ini, anda butuh berkonspirasi dengan berbagai pihak agar semuanya diperlancar. Ketika uang yang ada di depan mata maka manusia melegalkan hal-hal yang salah untuk memiliki aset yang melimpah ruah.

  7. Menelurkan dosa yang lebih besar.

    Tahukah anda bahwa saat mengembangkan materi dilakukan dengan cara-cara yang tidak wajar/ tidak patut/ tidak pantas/ tidak halal maka keadaan inilah yang akan menelurkan dosa besar bagi manusia. Terlebih ketika kita berbicara tentang sekumpulan orang yang amat banyak dan hidup dalam suatu sistem. Semakin banyak orang yang dirugikan  atas tipu muslihat tersebut maka semakin besar pula dosa anda

  8. Merusak lingkungan.

    Mengembangkan teknologi tertentu membutuhkan energi yang tidak sedikit. Keadaan ini memicu timbullnya polutan yang kuat sehingga merusak lingkungan alamiah. Jika tahapan pengembangan ini berjalan lancar tetap saja efeknya terhadap lingkunan akan terasa kentara.

    Beberapa oknum kapitalis juga merusak lingkungan dengan alasan untuk mengembangkan ekonomi. Mereka menggundulkan hutan dan membabat pohon-pohon dari yang besar sampai yang kecil untuk menciptakan pemanasan global. Keadaan inilah yang akan membuat barang dagangannya semakin laku, seperti pembuatan AC, kipas angin, mobil dan lain sebagainya.

    Orang-orang yang berhasil mengembangkan materi mampu menciptakan produk yang laris manis di pasaran. Keadaan ini membuat uang yang dimilikinya semakin banyak bahkan berlimpah-limpah. Iapun menggunakan uang tersebut untuk membangun fasilitas pribadi yang serba luas, mewah dan megah sedunia yang memakan lahan puluhan bahkan ratusan hektar. Keadaan ini jelas merusak lingkungan: menyingkarkan binatang liar, membabat pepohonan dan mengurangi udara bersih yang dihasilkan.

  9. Memperkaya segelintir orang.

    Bila para pemilik modal memajukan sesuatu ke depan untuk menjadi kebutuhan. Mereka akan memulainya dengan menjelek-jelekkan produk tertentu  sedangkan yang lainnya akan di besar-besarkan. Berbagai media akan digandrungi(radio, ambah lagi dengan melakukan promosi yang sangat memikat hati konsumen dalam berbagai media cetak dan elektronik. Keadaan ini akan memperkaya para pemilik modal sekaligus membuat rakyat tetap miskin.

  10. Memicu kesombongan dan iri hati.

    Ketika segelintir kapitalis begitu membanggakan materi yang dimiliki karena memang harta benda yang ada dibawahnya berlapis-lapis hingga miliaran rupiah. Niscaya kebanggaan semacam ini cenderung mendorong orang tersebut untuk menjadi sosok yang sombong/ angkuh. Sedangkan di lain pihak, banyak orang yang dengki/ cemburu dengan sikapnya itu. Ada yang menanggapi dengan santai, mengabaikan, suka usil, menjadi pengganggu dan lain sebagainya.

  11. Menghasilkan senjata (mekanik, kimia dan biologis).

    Ilmu pengetahuan kitalah yang membuat dunia ini berantakan dan pengetahuan yang terlalu tinggi akan membawa bumi ini pada kehancuran. Pengembangan senjata akan didorong oleh oknum tertentu terutam bagi mereka yang memiliki sistem permodalan (perusahaan) yang banyak. Orang-orang kaya ini akan memproduksi senjata untuk diperdagangkan di daerah konflik. Mereka bersaksi bahwa tangannya bersih dari semua konspirasi tersebut, padahal anak-istrinya dikasih makan dengan uang yang dihasilkan dalam peperangan

  12. Mempertinggi persaingan.

    Saat yang ada di otak manusia hanya uang, ada kecenderungan menginginkannya secara berlebihan. Keadaan ini jelas-jelas membuat beberapa orang menghalalkan segala cara agar mereka dapat memiliki itu sebanyak-banyaknya. Nafsu yang tinggi akan uang membuat persaingan antara kapitalis juga tinggi. Produk yang mereka pasarkan saling mengungguli dan saling menjelekkan satu sama lain, semuanya demi omset dan keuntungan yang lebih besar.

  13. Bencana kemanusiaan : Menyebabkan perselisihan, pertengkaran hingga peperangan.

    Semakin tinggi penguasaan akan ilmu pengetahuan dan semakin banyak sumber daya yang dimiliki oleh seorang kapitalis maka semakin tinggi pula derajat kerusakan saat mereka berselisih satu sama lain.

    Dunia semakin padat sedang para kapital ini saling berebut lahan usaha. Merekapun terlibat dalam persaingan yang tidak sehat. Karena begitu besarnya sumber daya yang dimiliki maka persaingan yang terjadi tidak tanggung-tanggung. Sampai menimbulkan peperangan yang besar.

    Ketika produsen bumi ini dihancurkan maka tidak ada lagi yang dapat melindungi dan memperbaharui sumber daya yang tersedia. Sadarilah bahwa pepohonan adalah produsen hijau terbesar di dunia ini. Ketika kita terlalu egois dengan modus mengembangkan materi, mengembangkan pemukiman yang mewah dan megah, mengembangkan usaha dan lain sebagainya yang menyingkirkan pepohonan hingga ke pinggiran dan makin menyempit. Niscaya keadaan ini lambat laun akan merusak lingkungan dan membuat ketergantungan terhadap mesin dan BBM semakin tinggi. Sedang jumlah minyak bumi sendiri terbatas adanya, kelak saat BBM habis akan terjadi peperangan untuk memperebutkan ladang minyak yang tersisa.

  14. Bencana alam : banjir, tanah longsor, banjir bandang, kekeringan, badai matahari/ gelombang panas dan lainnya.

    Bencana alam tidak tertahankan karena keseimbangannya telah terusik secara drastis. Aktivitas manusia hanya menghasilkan polutan dan faktor pencemaran lainnya. Sedangkan pepohonan yang berperan penting untuk melakukan konservasi terhadap semua sumber daya yang ada semakin menipis jumlahnya bahkan tidak ada lagi karena telah habis di telan teknologi mesin. Keadaan ini jelas akan memicu bencana dari yang terkecil hingga yang terbesar sekalipun. Misalnya, banjir, tanah longsor, banjir bandang, angin topan, tornado, badai matahari/ gelombang panas, kekeringan dan lain sebagainya.

  15. Kiamat.

    Kiamat adalah kehancuran dunia. Saat orang-orang yang masih tinggal di bum tidak lagi memiliki moralitas, kehilangan Tuhannya, lebih suka menindas sesama, tidak lagi mencintai lingkungan sekitarnya, hidup berfoya-foya, suka hura-hura, hobi pesta pora dan lain sebagainya. Sadarilah bahwa semua keadaan ini akan menyebabkan murka alam semesta yang akan menurunkan hujan api dan belerang (meteor) dari luar angkasa.

    Spekulasi kiamat lainnya adalah saat orang tidak lagi memperhatikan kehidupan orang lain dan hobi merusak dan menggeser lingkungan hijau ke pinggiran bahkan sampai tidak ada lagi. Keadaan ini akan menyebabkan pemanasan global yang terjadi di seluruh belahan bumi. Sedangkan manusia yang masih bertahan bersembunyi di dalam gedung di bawah atap teknologi yang mereka pikir mampu menyelamatkan hidupnya. Disaat puncak pemanasan global terjadi maka bumi secara otomatis akan menetralkan dirinya sendiri. Air dari dalam tanah, dari samudra yang luas dan dari cakrawala akan berkumpul sehingga menyebabkan banjir yang maha dahsyat yang hampir menutupi seluruh permukaan tanah.

    Spekulasi kiamat berikutnya adalah pengetahuan dan teknologi yang ditemukan oleh manusia akan membuat setiap negara saling berperang. Sebab teknologi mesin membutuhkan energi sedang keberadaan energi itu terbatas adanya. Inilah yang kelak akan diperebutkan manusia dengan jalan peperangan sebab mesin-mesin yang mereka gunakan untuk memanjakan dan membuat dirinya nyaman sangat membutuhkan minyak bumi yang hampir habis tersebut. Semua pihak akan terlibat dalam perang nuklir yang menghanguskan seluruh permukaan bumi.

Saat terlalu mengembangkan materi tepat saat itu juga kita melawan kemanusiawiaan itu sendiri. Pada akhirnya, pengembangan hal-hal materil yang berlebihan akan merugikan sesama manusia, lingkungan sekitar bahkan sampai mendorong bumi ini dalam kiamat-kehancuran besar. Artinya, pengembangan ilmu pengetahuan dan hal-hal duniawi yang tidak terkendali (tidak sewajarnya) membuat kita tidak manusiawi. Oleh karena itu, keadaan ini harus dikendalikan oleh setiap kelompok masyarakat di seluruh dunia. Menyerahkan sumber daya (alam, manusia, uang) yang besar kepada pihak swasta sama saja dengan meningkatkan penggunaan energi yang tak terbarukan (BBM). Selain itu, kapitalis baru akan bermunculan akibat lingkaran kesombongan dan iri hati sehingga konsumsi sumber daya semakin besar saja. Ada baiknya sumber daya yang besar itu dikendalikan di bawah satu kekuasaan (pemerintah), lalu disama ratakan/ disejajarkan/ disetarakan untuk kepentingan semua orang. Dengan demikian setiap orang dibebaskan dari konspirasi oknum yang tidak bertanggung jawab kemudian di edukasi agar menyadari akibat dari pemborosan energi sehingga semua orang memulai hidup yang lebih ramah lingkungan.

Salam hijau!

2 replies »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.