Gejolak Sosial

7 Level & Syarat Kerja Otak Multitasking – Berlatih Dengan Tekun Dan Sabar, Setiap Orang Berbeda

Level & Syarat Kerja Otak Multitasking - Berlatih Dengan Tekun Dan Sabar, Setiap Orang Berbeda

Multitasking adalah beberapa pekerjaan (dua atau lebih) yang dapat dilakukan secara bersamaan. Orang yang mampu melakukan pekerjaan secara bersamaan jelas dilatih. Ini bukan bawaan dari lahir melainkan murni dilatih selama beberapa waktu. Dapat kami katakan bahwa mungkin saja saat ini anda tidak mampu melakukannya tetapi di waktu-waktu mendatang, kemampuan ini bisa keluar asalkan terus giat bekerja hari lepas hari. Oleh karena itu, jangan pernah bosan bekerja sebab dari sanalah awalnya anda belajar melakukan berbagai hal secara serentak.

Seorang anak sekolahan belajar multitasking dengan menguasai banyak mata pelajaran

Bagi anak-anak yang taunya hanya belajar, keadaan ini masih belum dimungkinkan. Sebab mereka belum meforsir diri untuk mengerjakan sesuatu melainkan hanya untuk belajar saja. Ini adalah kebiasaan baik karena menjawab perkembangan otak dengan mempelajari banyak hal yang positif. Di bangku sekolah, seorang anak harus mampu fokus kepada beberapa mata pelajaran. Ini sudah cukup sebagai pembelajaran untuk mengawali aktivitas yang multitasking. Tidak perlu memforsir seorang anak untuk melakukan pekerjaan secara serentak. Kelak ketika ia telah meninggalakan bangku sekolah, barulah diperkenalkan untuk melakukan aktivitas ini.

Temukan semangat dalam pekerjaan anda

Susah memang untuk menemukan alasan agar kita bersemangat dalam bekerja. Akan lebih mudah menemukan hal ini saat anda memiliki seseorang yang berharga dalam hidup ini alias orang yang dicintai. Kami sendiri memiliki satu orang yang dicintai yaitu Tuhan sendiri. Dialah yang selalu ada di dalam hati memberi kepuasan, kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman di dalam hati. Bila sekarang saja (masih di dunia fana) kita bisa merasakan betapa luar biasanya hidup saat hati selalu tertuju kepada Tuhan terlebih ketika sudah di sorga kelak. Ada dunia baru yang lebih baik dari dunia yang fana ini, dimana tidak ada dukacita melainkan hanya sukacita saja dan banyak lagi hal-hal yang luar biasa lainnya. “Untuk menggapai surga” inilah yang menjadi pengharapan dalam hati kita sehingga selalu bersemangat menjalani hari.

Pekerjaan yang kita lakukan bukanlah sekedar rutinitas biasa. Memang terkesan begitu-gitu aja tetapi orang yang cerdas mampu menggali kreativitasnya untuk membuat kerjanya lebih efisien dan efektif tetapi hasilnya tidak berkurang sama sekali. Oleh karena itu, jangan jadikan pekerjaan yang terkesan itu-itu saja sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Melainkan teruslah bekerja-keras sambil bernyanyi dengan riang memuliakan Tuhan (lewat bibir atau dalam hati saja) sehingga tetap ada rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai hingga pekerjaan tersebut selesai.

Hidup penuh kerja keras, ketekunan dan kesabaran hari lepas hari

Melakukan pekerjaan yang positif membuat kita bahagia. Itulah mengapa orang yang suka bermalas-malasan cenderung cepat bosan, mudah marah dan tidak bahagia. Saat bekerja aktivitas otak menjadi tinggi sehingga hati ini selalu berbahagia melakukannya. Satu hal yang perlu anda ingat adalah “selalu fokus melakukannya.” Jangan saat kita bekerja, pikiran melayang kemana-mana, membanding-bandingkan, bersungut-sungut, berprasangka buruk, menyombongkan diri, cemburu dan lain sebagainya. Bekerja sambil memikirkan hal-hal buruk semacam ini juga termasuk multitasking lho…. Hanya saja arahnya kepada hal-hal negatif yang berpotensi besar menggiring/ mengarahkan anda kepada keburukan lainnya.

Tekun dalam bekerja itu baik. Biasanya saat kita mengulang-ngulan untuk melakukan sesuatu menjadi semakin mahir. Ketekunan menghasilkan kreativitas cepat atau lambat. Anda akan diberi pencerahan/ inspirasi bagaimana melakukannya agar lebih efektif dan efisien. Berhati-hatilah dalam menginginkan sesuatu, bekerja multitasking bukan untuk memenangkan persaingan dan bukan pula untuk nenekan atau melemahkan lawan. Melainkan aktivitas ini semata-mata untuk mendorong kreativitas anda. Sebab orang-orang cerdas dan kreatif biasanya mampu bahagia dan menghibur diri sendiri. Moga-moga saja anda menemukan hal-hal baru untuk ditekuni. Lakukanlah semuanya itu dengan sabar dengan tidak berorientasi pada hasil melainkan lebih penting menjalani prosesnya dengan sabar.

Level otak multitasking

Segala hal butuh tingkatan. Kita tidak bisa hadir sebagai pendatang baru lalu langsung mencoba level tertinggi. Sebenarnya level otak multitasking ini telah kita lakukan sehari-hari, hanya mungkin saja beberapa orang tidak menyadarinya. Oleh karena itu, kami akan menguraikan beberapa tingkatan yang dimaksudkan seperti berikut ini.

  1. Istrahat (saat waktu luang) sambil bernyanyi dan berdoa di dalam hati atau memikirkan hal positif lainnya.

    Sepertinya ini mudah sekali untuk dilakukan. Daripada anda suntuk karena tidak ada kerjaan di waktu luang, lebih baik arahkan hati untuk selalu tertuju kepada TUhan dalam doa, membaca firman atau menyanyikan lagu-lagu pujian untuk kemuliaan nama-Nya.

  2. Menikmati hidup sambil bernyanyi dan berdoa di dalam hati atau memikirkan hal positif lainnya.

    Siapa saja bisa mencoba melakukannya. Anda harus mengembangkan kemampuan otak untuk melakukan aktivitas yang multitasking dimulai dari hal-hal sederhana, yaitu saat menikmati hidup. Misalnya sambil makan, senantiasalah bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati. Demikian juga saat anda berjalan-jalan di pantai atau melihat pemandangan yang indah, berkata-katalah dalam hati; berdoa dan bersyukur atas semua kebesaran Tuhan dalam hidup ini. Dan aktivitas menikmati hidup lainnya selalu isi dengan senantiasa fokus kepada Tuhan.

  3. BELAJAR : Membaca sambil menghafal & menulis sambil menghafal (non kontekstual).

    Ini jelas sudah diketahui oleh semua orang. Kamipun ketika masih anak sekolahan suka melakukannya. Bahkan dalam beberapa situasi proses belajar yang dilakukan sering ada gangguan kecil, misalnya saja suara hewan yang berkeriapan di sekitar. Anda harus mampu tetap fokus melakukannya untuk mengembangkan kemampuan otak.

  4. Menguasai beberapa mata pelajaran/ membaca bahan-bahan yang berbeda.

    Aktivitas ini juga selalu kami lakukan dahulu. Bahkan sampai sekarang kami masih sering membaca buku dengan genre yang berbeda. Mulai dari bahan-bahan bacaan ringan seperti berita terupdate sampai opini tentang masalah sosial, sains, ekonomi dan lain sebagainya.

  5. Melakukan aktivitas sederhana sambil fokus pada hal positif.

    Ini adalah aktivitas yang tergolong ringan untuk dilakukan. Artinya saat melakukannya tidak butuh berpikir.

    • Mendengarkan khotbah sambil menggerakkan badan (anggota tubuh lainnya) dalam intonasi tertentu.
    • Berdoa sambil menggerakkan badan (tangan, kaki, kepala dan lainnya).
    • Mendengarkan pembicaraan teman (berkomunikasi dengan sesama) sambil menggerakkan badan/ menganggukkan kepala.
    • Aktivitas sederhana itu seperti berjalan sambil bernyanyi di dalam hati atau berkomunikasi dengan teman.
    • Membaca sesuatu sembari menggoyangkan kaki/ tangan/ badan pada irama tertentu.
    • Berbicara kepada orang lain sambil menggerakkan tangan atau organ tubuh lainnya (misalnya saat berbicara di depan umum).
    • dan lain sebagainya.
    • Melakukan aktivitas ringan sembari selalu mengaktifkan otak membantu meningkatkan kemampuan untuk melakukan pekerjaan secara serentak tanpa ada yang kelupaan satupun.
  6. Beraktivitas di dalam tekanan.

    Pernahkah anda sedang belajar sedang orang tua disampingmu sedang menasehati atau mungkin agak marah? Mungkin anda juga sedang melakukan pekerjaan tertentu tetapi tiba-tiba saja seorang teman datang mengeluh tentang ini dan itu di depan anda. Apa yang anda lakukan disaat-saat genting seperti ini?

    • Meninggalkan pekerjaan lalu mendengarkan omelan tersebut atau
    • Tetap bekerja dan mengabaikan omelan atau
    • Melanjutkan kerja sembari memperhatikan apa-apa saja yang baik yang disampaikan.
    • Aktivitas semacam ini jelas butuh latihan. Langkah pertama yang dilakukan adalah terima apa adanya, tetap sabar dan kemudian lakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan multitasking anda.

      Contoh lainnya :

      • Tetap bahagia/ bersukacita di tengah persoalan hidup.
      • Bekerja seperti biasa sekalipun atasan habis marah-marah.
      • Melanjutkan pekerjaan atau pelajaran sekalipun ibu habis memarahi anda.
  7. Memulai beberapa pekerjaan sekaligus walau selesainya secara bergilir.

    Bagi anda yang kemampuan otaknya sudah cukup berkembang dapat melakukan hal-hal tertentu secara bersamaam dengan memperhatikan syarat-syarat yang telah kami tampilkan pada bagian berikutnya. Tidak perlu memaksakan diri untuk mencapai level ini melainkan biarlah itu mengalir apa adanya saja.

    1. Beramah tamah sambil menggerakkan anggota tubuh.
    2. Berjalan sambil tersenyum kepada orang-orang yang memandangmu serius.
    3. Saat memasak beberapa bahan makanan.
    4. Menyapu lantai sambil membersihkan perabotan sambil mengatur ini-itu sambil bernyanyi memuliakan Tuhan
    5. Bekerja sembari bersih-bersih sembari bernyayi memuliakan Tuhan di dalam hati.
    6. Bersama bekerja dengan orang yang kurang sepemahaman dengan kita.
    7. Tetap melakukan kebaikan sekalipun suasana hati sedang tidak bagus-bagusnya.
    8. Melakukan kebaikan kepada musuhmu.
    9. dan lain-lain silahkan temukan sendiri.

Syarat untuk menjadi pribadi yang multitasking adalah

Lakukanlah aktifitas multitasking ini dengan hati-hati dan tidak perlu berlomba sebab anda tidak melawan siapa-siapa disini. Melainkan jika ada yang menyaingi, itu adalah perasaanmu saja alias karena ego/ arogansi yang terlalu mencolok. Oleh karena itu, hancurkanlah arogansi semacam ini dan rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan sehingga setiap pekerjaan yang ditekuni dilakukan dengan tulus adanya.

  1. Lakukanlah semuanya itu dengan tulus tanpa maksud-maksud aneh dan buruk.

  2. Bila pekerjaan itu cukup banyak, buatlah daftar yang bisa di cheklist.

  3. Lakukan dengan santai dan Jangan terburu-buru.

  4. Pastikan semuanya selesai.

  5. Mampu menikmati semuanya itu.

  6. Periksa kembali pekerjaan yang telah diselesaikan dan waspadai kemungkinan terburuk.

  7. Jika ada hal-hal yang terabaikan – HENTIKAN AKTIVITAS MULTITASKING tersebut.

Bekerja multitasking bukan bawaan dari lahir melainkan hasil dari latihan yang dilakukan dengan kerja keras, tekun dan sabar. Saat kemampuan otak berkembang biasanya hal-hal lainnya akan turut di-upgrade. Bila kehidupan anda semakin baik dari hari ke hari niscaya kebahagiaan, kepuasan, kedamaian dan ketenteraman hatipun akan semakin stabil sekalipun suasana lingkungan disekitar sedang tidak baik atau lagi bergejolak.

Salam luar biasa….

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.