Gejolak Sosial

15 Cara Pengetahuan Menghasilkan Dosa, Kecerdasan Merusak Bumi & Batu Sandungan Untuk Mencapai Sorga


Cara Pengetahuan Menghasilkan Dosa - Kecerdasan Merusak Bumi & Batu Sandungan Untuk Mencapai Sorga

Hati kami sangat tersentuh sekaligus tergugah setelah menyadari kenyataan bahwa ternyata ilmu pengetahuan manusialah yang mendatangkan kehancuran bagi dirinya sendiri, sesamanya dan bagi lingkungan sekitarnya. Apa yang selama ini dibangga-banggakan oleh manusia telah melemahkan kebenaran yang manusiawi di dalam hati masing-masing orang. Seharusnya, kita tidak tahu apa-apa sehingga segala keburukan ini tidak timbul. Sekalipun demikian, kita juga jangan terlalu naif lalu menyepelekan manfaat ilmu pengetahuan. Sebab sampai detik ini sumbangsihnya untuk menciptakan kehidupan yang tenteram dan penuh damai sejahtera telah nyata.

Kitab Suci mencatat bahwa dari awal Tuhan tidak mengizinkan kita beroleh pengetahuan

Kita tahu sebelumnya bahwa kecerdasan manusia berasal dari buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Sejak dari awal Tuhan telah mengatakan kepada nenek-moyang dahulu kala dan juga kepada kita saat ini bahwa buah pengetahuan akan yang baik dan yang jahat seharusnya jangan dikonsumsi (jangan dimakan).  Bila keadaan ini dijelakan secara analogi maka bisa dikatakan bahwa sejak dari awal kehidupan Tuhan melarang kita untuk tidak menjadi cerdas karena kecerdasan itulah yang pada akhirnya membuat manusia berdosa sejak dari dulu, sekarang hingga putih rambut menutup mata.

Ilmu yang dimiliiki  tidak perlu mencapai keseimbangan

Ini adalah fakta yang cukup mencengangkan, Kami sendiri melihatnya sebagai sebuah pelanggaran karena telah lancang mencuri ilmu pengetahuan dari Tuhan. Memang di satu sisi, pengetahuan itu berguna untuk membawa kehidupan manusia dalam kesejahteraan tetapi di sisi lain ilmu tersebut juga berpotensi besar untuk menggiring manusia menekan sesamanya, lingkungan sekitar bahkan bisa sampai menghancurkan dirinya sendiri. Bisa dikatakan bahwa ilmu pengetahuan bagaikan buah simalakama yang berdampak ganda. Bukan keseimbangan yang hendak di capai didalamnya melainkan lebih kepada dualisme.

Ilmu pengetahuan harus diterapkan dalam prinsip dualisme

Ilmu pengetahuan yang kita hasilkan bersifat dualisme. Bahkan termasuk juga dalam semua tulisan-tulisan yang kami terbitkan. Mengapa demikian? Karena ketika sesuatu digunakan sewajarnya, manfaat yang diberikan akan kentara. Tetapi, ketahuilah bahwa apapun yang diekspresikan secara berlebihan pastilah akan membawa dampak buruk bagi kehidupan orang lain, lingkungan sekitar dan akhirnya terhadap diri sendiri. Oleh karena itu, berhati-hatilah selalu dalam menerapkan/ mengaplikasikan ilmu yang dimiliki, pastikan itu selalu diterapkan sewajarnya saja.

Saat manusia kehilangan ketulusan hatinya tepat saat itu juga ilmu yang dikuasai dijadikan alat mencari uang

Tepat ketika seorang manusia dengan ilmu tinggi kehilangan ketulusan hati maka saat itu juga niatnya untuk memanfaatkan pengetahuan tersebut cenderung berlebihan bahkan kebablasan. Keadaan ini semakin di dukung oleh ketergantungan akan materi yang semakin parah saja dari hari ke hari. Jadi, saat ketergantungan akan hal-hal duniawi memenuhi hatimu bahkan sudah sampai dalam tahapan menginginkan yang lebih dari itu (lebih bagus, lebih mahal, lebih tenar, lebih terpuji). Nisacaya keadaan semacam inilah yang menggiring seseorang untuk memanfaatkan pengetahuannya kepada hal-hal yang sebearnya tidak penting, buruk dan jahat. Oleh karena itu, jaga ketulusan hati saat berbagi agar tidak ada alasan-alasan yang syarat tipu muslihat saat mengekpresikan semuanya itu.

Ilmu menjauhkan kita dari Tuhan

Saat seseorang memiliki sesuatu yang disebut sebagai ilmu pengetahuan maka dengan ilmu itulah ia mencari uang, mendapat jabatan, mendapat kedudukan, mendapat kekayaan bahkan mendapatkan segalanya karena dia memang lebih pintar dari orang lain. Keadaan ini jelas sekali menunjukkan bahwa “orang cerdas yang membanggakan kepintarannya cenderung  hatinya terpaut oleh alias fokusnya tertuju pengetahuan tersebut.” Sedang segala sesuatu yang diceritakan dalam keilmuaan tersebut adalah hal-hal materil yang tidak jauh-jauh dari hal-hal duniawi. Jika orang ini, terus saja menggali ilmunya berarti ia semakin dekat saja dengan hal-hal duniawi bahkan otakknya membahas-bahas dan dipenuhi oleh hal-hal materil sehingga keberadaan Tuhan tersingkirkan dari dalam pikiran: tidak ada lagi baca firman, tidak ada doa rutin, beribadah jarang datang, melakukan kebaikan kepada sesama hampir tidak pernah dan masih banyak kenyataan lainnya yang menunjukkan bahwa sikawan ini semakin jauh dari kebenaran.

Tidak salah menggali ilmu sedalam-dalamnya. Tetapi ketika pengetahuan yang anda miliki membuat hati lebih cinta kepada hal-hal materil/ hal-hal duniawi tepat saat itu jugalah anda menjauh dari kebenaran. Seorang tokoh intelektual yang menjauh dari kebenaran cenderung mengabaikan keberadaan Allah dan sekaligus aktif melakukan konspirasi manipulatif memeras sesama dan lingkungannya dengan gaya yang cantik untuk beroleh kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Oleh karena itu, berhati-hatilah menggunakan ilmu anda, gunakan kebenaran sebagai standar untuk mengontrol sikap (perkataan/ lisan/ tulisan dan perilaku). Jika pengetahuan anda menjauhkanmu dari Tuhan dan menggiring anda untuk menekan (memanipulasi) orang lain, tinggalkan pekerjaan tersebut.

Cara ilmu pengetahuan menyebabkan dosa, mengganggu hubungan dengan sesama dan lingkungan hidup

Ilmu menghasilkan daya tarik yang berbeda-beda bagi setiap orang. Banyak mata dan telinga (juga panca indra lainnya) yang terpesona karenanya. Karena daya tarik yang tinggi inilah maka Hawa mau mencicipi buah tersebut dan karena pesona yang menawan inilah, Adam juga mau saja melakukan hal yang sama. Ini jugalah yang menawan hati setiap orang yang merasa dirinya berintelektual untuk berkonspirasi lalu mengkomersialkan ilmu yang dimiliki. Berikut cara ilmu menyebabkan dosa.

  1. Pengetahuan membuat manusia jauh dari Tuhan.

    Mengapa pengetahuan yang kita peroleh dengan susah payah berpotensi merusak hubungan dengan Tuhan? Karena hati terlalu bangga akan pengetahuan tersebut. Kebanggaan akan hal-hal duniawi membuat seseorang menomor sekiankan Tuhan di dalam hidupnya. Mengasihi Allah hampir tidak ada lagi dalam dirinya melainkan terlalu cinta dengan hal-hal meteril yang ditemukannya. Fokus kepada Tuhan sudah sangat jarang dilakukan melainkan terus fokus untuk menggali ilmu entah berantah hari lepas hari.

  2. Ilmu membuat seseorang menjadi arogan (tinggi egois).

    Saat seseorang sudah tinggi ilmunya biasanya memiliki ketergantungan yang besar terhadap hal-hal materi. Sebab ilmu akan membuat hati seseorang sangat terpaut denga hal-hal duniawi, sedang Tuhan dan sesama diabaikan. Ia hanya berpikir untuk mengutamakan kesenangan, kenyamanan, kemewahan dan kemudahan pribadi yang diperoleh. Artinya ia mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan dengan kepentingan bersama.

  3. Pengetahuan membuat anda sombong.

    Kesombongan adalah dosa. Orang yang wawasannya tinggi saat memandang kehidupan mereka yang lebih rendah akan merasa bangga pada diri sendiri. Ia seolah bahagia dengan dirinya karena telah menyaksikan betapa lemah dan tertekannya kehidupan orang-orang tertentu.

  4. Kecerdasanmu memancing iri hati.

    Orang yang cerdas biasanya istimewa dan memiliki kelebihan saat tampil bersama orang lain. Inilah yang memicu kedengkian dalam hati manusia sehingga beberapa orang sengaja datang untuk menguji anda. Mereka yang menyadari kenyataan ini akan hidup seperti air, bersabar dan menerima apa adanya kenyataan yang terjadi. Tetapi orang yang pintarnya tanggung akan menanti-nantikan hari pembalasan, saat dipercayakan sesuatu yang lebih oleh Tuhan. Ia akan menjadi kelebihannya tersebut sebagai kebanggaan untuk dipamerkan di depan mereka yang dahulu suka mengujinya.

  5. Cerdik mengkambing hitamkan orang lain atas kesalahan sendiri.

    Ketika seseorang pintar sekali dalam berbaur dan bergaul dengan banyak orang tetapi kurang mampu hidup mengalir dan menerima diri apa adanya. Ada kecenderungan mereka akan melarikan diri sesaat setelah melakukan kesalahan. Mungkin mereka tidak bisa menerima kenyataan lalu melihat bahwa orang lain lebih besar dosanya maka mulailah mengkambing hitamkan sesamanya. Ini dilakukan untuk menutupi kesalahannya sekaligus menunjukkan betapa berdosanya orang lain itu.

  6. Wawasan yang dimiliki mengajar anda untuk menipu dan berkonspirasi.

    Hanya orang cerdas yang pandai menipu orang lain. Jika orang ini bodoh alhasil aksinya akan disadari oleh orang lain. Tetapi ketika seseorang sangat cerdas akan sulit mengungkapkan kebohongannya. Seperti penipuan dan manipulasi yang dilakukan oleh koruptor, sebagian ketahuan sedangkan masih banyak yang belum bisa diungkapkan dipermukaan.

    Aksi-aksi manipulatif berawal dari penipuan yang sederhana. Jika saat ini anda gemar membohongi orang lain, segera tinggalkan kebiasaan tersebut. Sebab ini adalah jalur pembuka untuk penipuan yang lebih besar lagi. Konspirasi yang membodohi pihak tertentu sedang anda sendiri beroleh keuntungan dari sana merupkan kebohongan skala besar yang melibatkan beberapa orang bahkan beberapa sistem/ instansi/ perusahaan tertentu.

  7. Ilmu yang dimiliki menggirinmu untuk menginginkan dan memiliki kekuasaan.

    Ketika pengetahuan anda luas, keadaan ini mendukungmu untuk berkuasa atas orang lain. Pertanyaan pertamanya adalah apakah ilmu itu benar-benar murni dan benar adanya? Jangan-jangan semua itu hanyalah konsep-konsep omong kosong yang lebih banyak bohongnya. Sayang, tepat ketika seseorang memilikinya, kekuasaan itu dijadikan sebagai kesempatan untuk berlaku semena-mena sembari menggali keuntungan sebesar-besarnya.

  8. Pengetahuan itu memberi petunjuk untuk membodohi orang lain.

    Saat ilmu yang anda miliki ditujukan untuk mencari untung duniawi sebanyak-banyaknya. Ada potensi besar di dalam hati untuk melakukan tipu muslihat agar beroleh kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang sebanyak-banyaknya. Keadaan inilah yang mendorong anda dalam dosa, semakin besar untung yang dihasilkan dari konspirasi licik itu maka semakin besar pula dosa yang akan diperhitungkan kelak di akhirat.

  9. Uang berlebih yang dimiliki membuatmu sangat konsumtif dan ketergantungan dengan materi.

    Orang yang pendapatannya tinggi, biasanya belanjanyapun tinggi. Ia dan keluarganya sudah sangat candu dengan belanja dan belanja lagi. Bahkan saking asyiknya belanja, mereka memilih untuk melakukannya di Ibu Kota dan ada yang sampai belanja ke luar negeri. Mereka sekeluarga terbiasa dan telah murni ketergantungan dengan aktivitas ini. Belum lagi masalah sampah dan emisi yang mereka hasilkan dari aktivitas konsumsi yang dilakukan. Inilah salah satu alasan mengapa orang kaya susah masuk surga. Padahal orang tuanya tidak selalu berada dalam posisi cantik di atas terus, sebab semuanya ada jangka waktunya alias ada batasnya.

    Saat sumber uang yang melimpah-limpah itu ada, mereka happy-happy aja. Tetapi tepat ketika ayahnya lengser dari jabatan cantik itu, dari sinilah kekecauan dan dosa dimulai.

  10. Kecerdikan menuntunmu membuat rumah sekelas istana.

    Menurut hukum kapitalisme, orang yang pintar berhak memiliki aset yang lebih banyak dari manusia pada umumnya. Keadaan ini menggiring manusia untuk menjadi konsumtif. Sebab semakin tinggi penghasilan seseorang maka potensi untuk berbelanja juga semakin tinggi. Belum lagi keinginannya untuk membangun rumah seluas lapangan bola yang benar-benar mewah, antik, megah, nyaman dengan fasilitas yang memberi kemudahan di mana-mana. Pembangunan ini tentu saja akan memakan bahkan melahap sumber daya yang tidak tanggung-tanggug.

  11. Mesin yang menghasilkan polutan merusak lingkungan.

    Orang yang pintar-pintar akan menjadi pengusaha yang berhasil sehingga mereka memiliki gaji tinggi dibandingkan karyawan lainnya. Posisi mereka juga diperusahan berada pada tingkatan manajemen hingga menduduki kursi pemimpin tertinggi (direktur). Penghasilannya tiap bulan sangat banyak, sampai-sampai istrinya tidak tahu lagi mau dikemanakan uang tersebut. Karena begitu banyak, iapun membeli berbagai-bagai mesin mewah yang memberi kenyamanan dan kemudahan bagi dirinya dan anggota keluarga. Mesin itu seperti AC, mobil mewah, soun system high clash dan peralatan dapur lainnya. Pada dasarnya semua mesin yang dimiliki berpotensi besar merusak lingkungan karena membutuhkan energi banyak dan mengeluarkan emisi yang banyak pula.

  12. Karya yang anda hasilkan di jadikan senjata.

    Seorang ilmuan ternama begitu terpesona dengan uang, jabatan dan gelar kehormatan, misalnya profesor dan pahlawan. Iapun berniat untuk mencari nama di bidang-bidan tertentu. Tetapi semuanya sudah penuh alias sudah ada penemu lainnya yang telah melakukan penelitian serupa di tempat yang sama. Keadaan ini lantas membuka kesempatan untuknya agar meneliti hal-hal yang belum diteliti sebelumnya. Misalnya adalah penemuan senjata serba canggih. Teknologi inipun digunakan orang yang tidak bertanggung jawab untuk memperoleh apa yang bukan haknya sedang yang lainnya digunakan untuk menakuti orang lain.

  13. Mesin yang anda perbudak menghabiskan energi fosil (minyak bumi).

    Seseorang yang memili uang banyak biasanya suka membeli mesin ini dan itu. Mereka tidak lagi memperbudak manusia sebab lebih mudah memperbudak mesin, istilahnya “tinggal klik dan tinggal gas” maka semuanya lancar. Orang-orang ini sangat individualis, mesin-mesin yang dimiliki membuat rasa sosialnya berkurang: anti dengan ujian sosial, tidak memaklumi kekhilafan seseorang dan cenderung berkomentar kasar kepada sesama. Mesin yang mereka gunakan semakin banyak saja bahkan satu orang memiliki satu mobil. Semakin banyak mesin yang digunakan maka semakin tinggi pula energi fosil yang dibutuhkan untuk menjalankannya.

  14. Pengetahuan yang anda kuasai menciptakan peperangan.

    Saat kesombongan telah menguasai hati seorang kaum intelektual yang merasa sudah menemukan mesin tercanggih di dunia. Alhasil orang-orang ini tidak pernah merasa cukup. Kebanggaan terhadap hal-hal duniawi membuat seseorang cenderung menginginkannya lagi dan lagi sehingga ada niat untuk menguasai wilayah lainnya, baik secara terbuka (perang langsung) maupun lewat perang sembunyi-sembunyi di balik layar (perang dingin/ perang informasi). Semakin berlebihan mengeksplore ilmu maka semakin tinggi pula kesalahan yang dihasilkannya.

  15. Bumi hancur karena hasil kecerdasan manusia.

    Orang-orang cerdas menjadi kapitalis yang berkuasa di daerah tertentu. Mereka meraup untung besar dari setiap manipulasi yang dilakukannya. Kecerdasannya membuat uangnya banyak sehingga bisa membangun rumah-rumah mewah yang sangat megah dan besar, membeli kendaraan elit ekstra mahal bahkan pesawat pribadi juga menjadi miliknya, hidup suka menggelar pesta di lingkungan rumahnya dan masih banyak sumber daya yang diboroskan lewat materi/ uang yang dimiliki. Pada akhirnya, semuan ini merusak dan mengganggu keseimbangan lingkungan. Berbagai-bagai bencanapun terjadi, mulai dari banjir, tanah longsor, banjir bandang, pembalakan liar, erosi tanah, angin topan, angin putting beliung, kekeringan, bencana kelaparan, badai matahari/ gelombang panas dan lain sebagainya. Semua bencana alam ini akan meluluh lantakkan permukaan bumi dan segala makhluk yang ada didalamnya.

    Ketergantungan terhadap mesin membuat BBM dikonsumsi secara besar-besaran. Persedian minyak bumi semakin lama semakin menipis. Keadaan ini turut menyebabkan semakin langkanya BBM. Gejolak terjadi di berbagai daerah sebab pasokan BBM yang terhenti sama saja dengan menghentikan perputaran ekonomi yang sudah sangat candu terhadap bahan bakar fosil ini. Para pemimpin dunia memutar otak untuk menemukan solusi sampai mengumumkan peperangan untuk memperebutkan sumber daya yang tersisa.

Kita selalu berbicara dosa tetapi melupakan apa dosa manusia yang pertama-tama di zaman purba kala. Tahukah anda bahwa dosa pertama umat manusia adalah mencuri ilmu pengetahuan Allah? Kecerdasanlah yang sebenarnya telah menjauhkan kita dari Allah dan juga dari sesama manusia bahkan lingkunganpun ikut tertindas karenanya. Oleh karena itu, berhentilah menjadikan ilmu yang dikuasai sebagai kebanggaan untuk mendatangkan kepuasan, kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman di dalam hati. Semakin membanggakan materi, semakin cinta hati ini terhadap hal-hal duniawi bahkan sampai menginginkannya secara berlebihan. Sudah saatnya kepintaran yang dimiliki digunakan untuk semakin mendekatkan kita kepada Sang Pencipta sekaligus memampukan untuk mengasihi sesama SEPERTI diri sendiri. Ingatlah bahwa rasa puas, damai, bahagia dan tenteram yang abadi hanya diperoleh saat hati ini fokus kepada Tuhan (doa, firman, puji-pujian). Bersyukur dan bernyanyilah senantiasa memuliakan Allah (di dalam hati, bibir, alat musik, menari) sampai ada rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai yang memenuhi hati lalu meluap dalam senyuman mungil di bibir.

Salam santun!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.