Gejolak Sosial

Iri Hati Adalah Hasrat Keseteraan – Membentuk Anda Menjadi Orang Yang Tangguh Tapi Lembut

Iri Hati Adalah Hasrat Keseteraan - Membentuk Anda Menjadi Orang Yang Tangguh

Pernahkah anda merasa iri hati saat memandang orang lain? Ini adalah perilaku manusia yang sudah ada di alam bawah sadar masing-masing. Sikap ini akan sangat diekspresikan ketika pikiran dalam keadaan kosong dan sedang melayang-layang entah kemana. Semakin panjang kehampaan di dalam hati maka semakin besar potensi untuk bersikap dengki terhadap sesama. Oleh karena itu, apapun, kapanpun dan dimanapun anda berada selalu pastikan bahwa pikiran tetap “on-aktiv” dari waktu ke waktu.

Cemburu membuat kita menguji sesama

Terkadang sekalipun kita sudah mengaktifkan pikiran, rasa dengki itu tetap ada tetapi dengan tujuan untuk menguji seseorang.  Iri hati semacam ini memang bukan masalah besar asalkan berada di bawah kendali masing-masing (tidak berlebihan). Hanya saja tampil untuk selalu menguji orang lain juga tidak akan menenteramkan hati. Terus-menerus mendatangkan masalah dalam kehidupan seseorang adalah tidak baik sebab apa yang kita tabur maka itulah yang kita tuai. Mungkin kita tidak akan mendapatkan balasan dari orang tersebut melainkan dari orang lain yang sebenarnya berada di dekat kita.

Ujian kehidupan yang baik datang tidak disengaja

Kami sendiri mengambil prinsip untuk tidak mau menguji seseorang secara sengaja. Sebab hal-hal yang disengaja biasanya telah direncanakan dan ini termasuk dosa yang tidak sederhana. Memang rasa cemburu bisa saja muncul tetapi kami selalu menekannya sedalam mungkin bahkan hingga menghancurkannya pula. Sekalipun kami menguji orang lain, itu adalah terjadi secara kebetulan saja. Mungkin karena kekhilafan dan lain sebagainya. Sebaliknya jika kita melakukan aksi balasan terhadap ujian yang dilakukan seseorang dalam hidup ini maka tepat saat itulah kita kehilangan upah di sorga. Mengapa demikian? Sebab saat diuji seseorang, kita mengorbankan sesuatu tetapi begitu kita mengujinya balik berarti diapun telah mengorbankan sesuatu sehingga sama-sama impas. 😀

Kedamaian dan ketenteraman hati diperoleh dengan cara berkorban

Ujian sosial merupakan sikap cemburu terhadap kelebihan yang anda miliki. Semakin tinggi kelebihan anda maka semakin tinggi rasa iri dalam hati orang lain dan semakin beragam pula orang yang datang menguji anda. Melawan gejolak sosial sama saja dengan mengacaukan kedamaian di dalam hati. Tetapi saat kita ikhlas untuk berkorban maka damai di hati tidak akan pergi bahkan ketenteraman selalu ada di tengah kesulitan hidup. Semakin kita berkorban maka semakin tinggi kedamaian dan ketenteraman yang dimiliki dan semakin konsisten pula rasa positif ini sekalipun berada dalam situasi sedang dicobai oleh beberapa orang.

Iri hati hasrat untuk kesetaraan

Kesetaraan mutlak sangat sulit untuk dicapai sebab manusia dilahirkan berbeda-beda. Baik dalam hal karakter, keahlian dan kelemahan. Tetapi yang dapat dicapai adalah kesetaraan kekuasaan, ilmu pengetahuan dan penggajian/ pendapatan. Sadarilah bahwa semakin tinggi kekuasaan, pengetahuan dan pendapatan yang dimiliki maka semakin tinggi pula kecemburuan sosial yang dialami. Itulah mengapa orang-orang dengan kekuasaan besar, kecerdasan selangit dan gaji yang tinggi lebih suka berjalan-jalan menggunakan mobil sebab jikalau mereka keluar dari kendaraannya, orang lain akan beramai-ramai menguji.

Silahkan perhatikan saat orang biasa melewati jalan-jalan di pinggiran kota. Suasananya pasti adem anyem, biasa-biasa saja, seolah tidak terjadi apa-apa. Seandainya setiap orang memiliki kehidupan yang biasa-biasa saja sama seperti yang lainnya. Maka tidak akan ada orang yang mencoba untuk mengganggu, usil, jahil. Sebab semuanya biasa saja. Tahukah anda bahwa semakin besar kekuasaan, gaji dan pengetahuan yang dimiliki maka semakin tinggi kedengkian yang menghampiri tetapi saat kehidupan anda biasa-biasa saja seperti orang lain pada umumnya, niscaya rasa iri hati dari sesama cenderung minim bahkan tidak ada sama sekali sehingga perjalanan hidup andapun bebas dari gangguan sosial/ keusilan/ kejahilan yang kadang menjengkelkan.

Semakin tinggi ketidaksetaraan maka semakin tinggi kedengkian maka semakin beragam gejolak sosial yang dihadapi

Coba perhatikan orang yang memiliki kekuasaan tertinggi, kepintaran yang hebat dan gaji yang besar. Mereka cenderung lebih suka jalan sendiri-sendiri, kalaupun ada orang disekelilingnya hanya teman-teman yang sudah kenal saja. Tidak hanya itu saja, hampir semuanya lebih suka berkendara menggunakan mobil yang tertutup (fullshets  black glass) bahkan beberapa menggunakan jasa keamanan profesional (bodyguard) untuk melindunginya. Hal-hal begini adalah lumrah sebab apa yang mereka miliki terlalu tinggi sedangkan orang-orang disekitarnya berada dalam posisi jauh lebih rendah: kondisi semacam inilah yang memicu rasa cemburu yang besar itu. Mereka yang hidup rendah ini suatu saat akan cemburu dan berpotensi besar untuk menguji pejabat tersebut. Bahkan bisa dikatakan setiap kali mereka bertemu dengan masyrakat yang baru dikenal maka saat itu jugalah ujian sosial berlangsung. Keadaan ini lumrah alias tidak dapat ditolak oleh siapapun, begitulah dunia ini berjalan.

Beberapa ketakutan menjauhi masyarakat sekaligus menjauhi ujian sosial

Saat kekuasaan di tangan anda sangat besar, sedang gaji yang diterima sangat tinggi dan wawasan yang dimiliki juga luas. Orang-orang seperti inilah yang akan menimbulkan reaksi iri sehingga akan diuji oleh siapa yang mereka temui. Semakin banyak gemerlapan duniawi yang menyertaimu maka semakin banyak pula ujian kehidupan yang datang. Mereka yang kuat mental dan tetap lembut dalam bersikap akan mampu bertahan dan menerima semua apa adanya. Akan tetapi, orang yang kurang percaya diri, gagal fokus, tidak mampu menerima kenyataan dan cenderung lebih banyak menghindar niscaya akan mengalami kegentaran. Ketika seseorang ketakutan maka ia akan menyembunyikan dirinya di dalam besi beroda (mobil), di belakang otot orang lain (bodyguard) bahkan ada yang tidak suka lagi datang ke tempat-tempat umum (perkumpulan keagamaan, latihan bersama, rapat wilayah, ruang publik, transportasi umum dan lainnya).

Semakin setara kita dengan sesama maka semakin rendah rasa takut ini

Keadilan sosial itu sangatlah penting untuk diterapkan dimana-mana. Saat kehidupan kita setara dengan orang lain, tidak ada lagi rasa bersalah sekalipun orang-orang datang menguji diri ini. Dalam kesetaraan ketergantungan akan materi lebih rendah dan tidak ada lagi orang yang begitu membanggakan apa yang dimilikinya sebab apa yang dimilikinya dimiliki juga oleh orang lain. Manusia tidak lagi berebut dan berjuang mencari materi melainkan masing-masing berusah mendekatkan diri dengan Tuhan dan mendekatkan diri dengan sesama. Oleh karena itu, sekalipun beberapa orang memiliki kelebihan,  iri hati yang timbul akan menjadi ujian sosial yang murni akan dihadapi oleh setiap pribadi tanpa harus mengandalkan kekuatan materi atau kekuatan pihak lain.

Ketahuilah bahwa dimana ada ujian sosial maka disanalah terdapat pemurnian untuk membentuk anda menjadi pribadi yang kuat dan tangguh tetapi tetap lembut dalam bersikap. Tidak hanya itu saja, masalah yang anda alami kelak akan membuatmu semakin cerdas secara intelektual dan bijak dalam bersikap. Oleh karena itu, pertahankan fokus tetap positif (fokus Tuhan sambil bernyanyi), terima apa adanya, hadapi dengan sabar & tetap santai/ tetap tenang, maafkan semua pihak, lanjutkan aktivitas positif lalu tersenyum-ramahlah kepada mereka bahkan bila sempat ucapkan “terimakasih.”

Kesetaraan adalah jaminan kemandirian manusia. Sebab saat tidak ada keadilan sosial, para kapitalis bermodal besar akan membayar mesin (misal mobil) dan pihak lain untuk melindungi dirinya sehingga tidak tersentuh dengan gejolak sosial yang terjadi. Kelangan ini akan dididik untuk bermanja ria yang membuat mereka sangat agresif begitu ujian kehidupan itu dapat mencapai kehidupannya; mengeluarkan emosi yang meledak-ledak, melakukan aksi balas dendam bahkan melegalkan kekerasan untuk memenuhi amarah yang penuh hawa nafsu. Pemerataan kekuasaan, pengetahuan dan pendapatan adalah kunci hidup sederhana dalam kebersamaan yang ramah lingkungan. Sekalipun ada rasa cemburu yang berkembang di dalam masyarakat, ujian sosial tidak akan menimbulkan gejolak yang besar (seperti di zaman kapitalis) sebab kecemburuan yang timbul juga tidak besar.

Salam pemerataan!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.