Gejolak Sosial

8 Kerugian Memiliki Kelebihan (Bakat)-Dampak Negatif Yang Menjadi Kekuatan Untuk Meningkatkan Potensi, Kecerdasan & Kesantunan Sikap

Kerugian Memiliki Kelebihan (Bakat)-Dampak Negatif Yang Menjadi Kekuatan Untuk Meningkatkan Potensi, Kecerdasan & Kesantunan Sikap

Kelebihan  adalah (1) lebihnya; sisanya; (2) keadaan melebihi yang biasa; keunggulan; (3) keadaan terlampau banyak. Bakat adalah (a) alamat (tanda-tanda bahwa sesuatu akan terjadi); (b) dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yang dibawa sejak lahir; (c) bekas; kesan; tanda-tanda (luka dan sebagainya – KBBI Offline). Merupakan sesuatu yang dimiliki seseorang yang jarang dimiliki orang lain disekitarnya. Setiap orang memiliki potensi yang masing-masing berbeda, ada yang kelebihannya untuk menggunakan otot dan ada pula yang kelebihannya dalam hal penggunaan otak. Dua macam garis besar kemampuan ini, tersebar diantara manusia.  Semuanya itu adalah karunia dari Tuhan yang diperuntukan bagi seluruh umat manusia.

Memiliki kelebihan jangan diperlakukan khusus

Tidak semua orang memiliki bakat khusus: ada kemampuan yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. Potensi yang dimiliki bukan berarti orang-orang tersebut harus diperlakukan dengan khusus. Justru perlakuan spesial inilah yang merusak mental dan moralitas mereka. Sebab memanjakan siapapun akan menggiringnya untuk lebih cinta kepada kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Keadaan ini sama saja dengan sikap (perkataan/ lisan/ tulisan dan perilaku)  yang buruk, dalam dan luar. Mungkin dari luar mereka kelihatan alim dan sangat anggun tetapi sebenarnya itu hanyalah sebuah kamuflase kemunafikan untuk menipu orang lain.

Orang-orang berbakat dipersiapkan untuk menjadi contoh dalam masyarakat

Di sekitar kita, ada orang yang memiliki bakat yang biasa-biasa saja dan ada pula orang yang memiliki kemampuan yang unik, spesial dan sangat mencolok. Sesungguhnya perbedaan ini datangnya dari Tuhan agar suasana di dalam masyarakat tetap bergejolak. Orang-orang yang memiliki potensi khusus dipersiapkan Tuhan untuk menjadi contoh di tengah masyarakat. Sayang, terkadang orang-orang yang memiliki kelebihan itu sendirilah yang mengacaukan kebersamaan sekaligus berperan aktif untuk memberikan contoh yang buruk lewat sikap yang diekspresikan sehari-hari.

Sayang, materi telah membutakan hati mereka sehingga bermanja ria, malahan memberikan contoh yang buruk

Ketika seseorang memiliki kelebihan khusus yang membuatnya berbeda dari orang lain. Malah orang ini semakin terlindungi oleh fasilitas mewah dan lengkap bahkan beberapa bodyguard juga ada disekelilingnya. Keadaan inilah yang memanjakan mereka sehingga ada kecenderungan bersikap sombong karena selalu terlindungi dari ujian sosial yang seharusnya terjadi. Ketahuilah bahwa salah satu manfaat pemurnian hidup adalah untuk menekan dan menepis berbagai hawa nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya termasuk didalamnya adalah sifat angkuh.

Ketidaksetaraan pendapatan membuat orang yang memiliki potensi beroleh pendapatan yang ekstra tinggi. Dari sinilah bermula sifat manja itu, membeli kenikmatan duniawi terus-menerus, lama-kelamaan akan membuat mereka terlena. Sedang harta yang dimiliki semakin menumpuk, aset yang dipunyai bertambah-tambah banyak dan mereka dikelilingi oleh mesin-mesin tak beremosi yang hanya tau menurut saja (tanpa membantah sedikitpun). Harta benda yang mereka miliki telah menjauhkan mereka dari manusia, menjauhkan mereka dari ujian sosial, menjauhkan mereka dari proses pembentukan hingga akhirnya menjauhkan mereka dari sifat-sifat yang manusiawi.

Saat manusia berkelebihan tinggi dikelilingi oleh materi yang tidak memiliki emosi dan sekalipun ada orang lain tetap memiliki prinsip “asal bapak senang” (sebab gaji dan jabatan mereka di jamin oleh orang berbakat tersebut). Keadaan ini semakin jelas saja akan memanjakan, mendorong keluarnya keangkuhan, mempertinggi hawa nafsu yang semakin sesat, membuat sifat-sifat kebinatangannya keluar bahkan kejahatan lainnya turut diekspresikan (misalnya korupsi, manipulasi, tipu muslihat). Semua sifat-sifat ini pada dasarnya diciptakan oleh karena manusia semakin dekat bahkan candu dengan materi dan mulai melupakan rasa sakit dari ujian sosial (sudah jarang bahkan tidak pernah lagi menjalani ujian sosial).

Dampak negatif dari kelebihan/ potensi/ bakat yang dimiliki

Setiap orang harus merelakan diri untuk merasa sakit. Biasanya semakin banyak kelebihan maka semakin tinggi rasa sakit yang dialami. Ini bagus untuk membuat kita tetap dekat dengan Sang Pencipta dan jauh dari hal-hal buruk (hawa nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya). Tetapi “ketidaksetaraan/ ketidakadilan sosial telah memanjakan orang-orang berpotensi tinggi ini sehingga sikap-sikap buruk lebih banyak diekspresikan secara nyata maupun diam-diam (munafik).” Berikut ini beberapa bahaya akibat kemampuan spesial yang anda miliki.

Hal-hal umum yang mungkin terjadi akibat dari potensi yang dimiliki.

  1. Mendorong anda untuk mencintai kenikmatan dan kemuliaan duniawi.

    Saat anda memiliki kelebihan, jangan pernah jadikan kelebihan itu sebagai sebuah kebanggaan yang menjadi landasan untuk mendatangkan kepuasan, kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati. Memiliki bakat berarti fokus kepada hal-hal materil yang tidak akan jauh-jauh dari kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Tepat saat anda membanggakan bakat itu, fokus terhadap hal-hal materi lebih dominan di dalam hidup anda daripada fokus kepada Tuhan. Keadaan ini turut didukung (menjadi semakin buruk) ketika anda mulai terlena oleh kenikmatan, kemewahan, kemegahan, kemudahan, kenyamanan dan pesona duniawi. Semua ini akan menjauhkan anda dari Tuhan sehingga kehidupan mulai mengarah kepada hal-hal negatif. Andapun mulai cinta dengan dunia ini dengan menimbun uang sebanyak-banyaknya. Bahkan keinginan untuk menikmati sesuatu yang bernilai lebih tinggi memenuhi hati. Akhirnya bukan mustahil bahwa anda akan melakukan aksi-aksi licik, penuh tipu muslihat dan syarat manipulasi untuk memperoleh materi sebanyak-banyaknya (misal korupsi).

  2. Ujian sosial yang dialami beragam.

    Jika anda adalah seorang yang terbuka maka sekalipun memiliki kelebihan tetap berusaha untuk tidak terlalu terlindungi oleh kekuatan mesin (misal mobil) dan kekuatan orang lain (pengamanan lainnya dan bodyguard). Bila anda terbuka maka pencobaan itu datang sendiri, cepat atau lambat.

    Bahkan kami sendiri sering memancing terjadinya ujian sosial itu lewat kebaikan yang dilakukan hari lepas hari. Ramah tamah adalah kebaikan yang paling simple/ sederhana yang berpotensi besar menaruh kehidupan kita dalam pencobaan. Sebab saat beramah-tamah, ada kemungkinan untuk tidak terjawab, diabaikan bahkan beberapa akan menjawabnya dengan kata kasar. Inilah ujian yang membantu anda untuk menerima tekanan apa adanya.

    Tidak hanya mengembangkan kesabaran dan kekuatan hati. Sikap yang ramah terhadap orang lain juga turut membentuk anda agar semakin cerdas. Bisa mengenali bagaimana sikap yang berlebihan dan mentolerir kekhilafan diri dalam banyak hal. Sebab sebelum memaafkan kesalahan orang lain, kita harus terlebih dahulu memaafkan kesalahan sendiri dengan demikian hati ini tetap damai.

    Inti dari ujian kehidupan adalah PENGORBANAN. Tanpa pengorbanan, sikap-sikap yang agresif/ melawan akan diekspresikan. Juga tanpa pengorbanan rasa sakit yang anda alami semakin lama hilangnya. Tanpa pengorbanan tidak ada pembentukan. Juga tanpa pengorbanan tidak ada pembelajaran untuk membuat anda semakin cerdas. Pada akhirnya “tanpa pengorbanan, anda tidak mengasihi Tuhan juga tidak mengasihi sesama.”

  3. Masalah dimana-mana untuk mengganggu fokus.

    Kelebihan yang banyak memaksa anda untuk menjadi orang yang multitasking. Ketahuilah bahwa kerja multitasking sangat bermanfaat untuk meningkatkan/ mengupgrade kemampuan otak. Pada dasarnya masalah-masalah kecil untuk mengganggu konsentrasi akan datang sendiri menghampiri anda. Tentu saja ini dimungkinkan jika membuka diri dan tidak berlindung di balik kekuatan mesin dan kekuatan orang lain.

    Belajarlah untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang semeraut sembari tetap fokus melanjutkan aktivitas positif. Hindari sikap yang dendam/ menghafal orang-orang yang melakukan hal-hal usil tersebut sebab aktivitas ini hanya menambah beban di dalam otak yang beresiko membuat pikiran kacau dan pusing. Bahkan bila perlu tetap ramah dan santun kepada mereka hari lepas hari.

  4. Persaingan tinggi.

    Dalam zaman kapitalisme persaingan antara orang yang memiliki kelebihan sangatlah tinggi. Ini karena janji terhadap dana keuangan dan fasilitas yang lebih baik telah dijadikan sebagai faktor pemicu sehingga semua orang yang terlibat saling mengungguli.

    Bila anda cerdas lagi bijak maka masalah yang timbul dalam semua persaingan ini tidak akan membuat semangat lemah melainkan semakin berkobar membara. Tetapi ketika persaingan sudah mulai mengarah pada hal-hal yang jauh dari kebenaran, sebaikanya mulai waspadai situasi semacam ini. Jika lawan-lawanmu menghalalkan segala cara, jangan membeo karena tidak mau kalah lalu melakukan hal yang sama.

    Orang yang cerdas lagi bijak menjadikan lahan persaingan untuk menemukan lebih banyak teman dan sahabat yang dapat diajak bekerja sama untuk mengarahkan kehidupan kepada kualitas dan kuantitas yang lebih baik dan juga lebih ramah lingkungan. Batasi diri dari persaingan yang tidak sehat sebab itu hanya akan menambah daftas musuh dan orang-orang yang membenci anda. 

    Ketika anda over protektif dan mengabaikan kesetaraan.

  5. Menjadi orang yang angkuh/ sombong.

    Saat kelebihan yang dimiliki membuat anda merasa sangat beruntung. Dimana keadaan ini didukung oleh semakin besarnya benefit (keuntungan) yang diperoleh akibat sistem yang yang tidak mendukung kesetaraan dan jauh dari pemerataan/ keadilan sosial. Uang yang diperoleh dan barang yang bisa anda beli dengan semuanya itu membuat hati sangat senang dan bangga yang otomatis  menggiring anda untuk bersikap angkuh di segala situasi.

    Kesombongan ini juga dapat terjadi karena anda tidak masuk dalam proses pemurnian kehidupan yang selalu terjadi. Sebab anda cenderung menjaga jarak dari orang-orang luar dan terlindungi oleh beton tebal, pagar tinggi, mesin bermotor dan kekuatan orang lain.

  6. Egois/ arogan/ mementingkan diri sendiri.

    Anda terlena oleh materi yang terus memberikanmu kepuasan, kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati walau hanya sesaat saja tetapi berhubung karena sumbernya selalu ada, andapun tidak khawatir dan terus melanjutkan sifat-sifat konsumtif itu.

    Andapun mulai berpikir keras lalu menjadi tamak/ serakah untuk beroleh keuntungan yang lebih besar lagi. Sebab dalam pemahaman pribadi, materi yang semakin banyak mungkin bisa meningkatkan kepuasan, kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati. Sayang, kenyataannya tidak seperti itu. Seolah-olah “semakin banyak materi yang anda makan tetapi semakin lapar hati ini akan kepuasan dan kebahagiaan. Andapun telah berkali-kali mengabaikan kepentingan masyarakat luas di bawah kepentingan pribadi demi beroleh untung yang lebih besar.

  7. Kecanduan lalu menghasilkan karya yang salah/ jorok yang merusak moral masyarakat dan lingkungan sekitar.

    Hidup anda sangat nyaman, mewah, megah, mudah dan mempesona sedang ujian sosial sudah lama tidak mendatangimu. Tiba-tiba saja potensi anda drop tanpa alasan atau bisa juga ada orang lain yang nyatanya lebih berbakat dari anda. Keadaan ini membuatmu gusar sebab materi yang dihasilkan dari potensi yang dimiliki beresiko mengalami penurunan nilai dan tidak laris lagi sehingga uang yang dihasilkanpun akan menurun drastis.

    Keadaan ini langsung membuatmu banting stir lalu mulai berpikir untuk berkarya menyentuh hal-hal yang melanggar norma dalam masyarakat. Demi uang, kenikmatan dan kemuliaan duniawi andapun menggiring banyak orang untuk menikmati karya yang cenderung dipaksakan dan bersalahan itu.

    Karya anda telah dimiliki oleh sebagian besar orang sedangkan orang lain turut menghasilkan karya serupa tapi tak sama sebagai saingan terhadap ciptaan anda. Sedangkan keuangan anda terus menipia akibat sifat yang sangat konsumtif. Lalu mulailah banting stir untuk menghasilkan dan menciptakan sesuatu yang baru dan lain dari yang lain. Akhirnya, andapun menciptakan sesuatu yang baru, unik dan terkesan mewah tetapi berpotensi besar untuk merusak kelestarian alam sekitar nan hijau.

  8. Menghalalkan segala cara untuk beroleh materi.

    Keadaan ini bermula saat anda terlalu ketergantungan dengan materi. Sedangkan selama ini sudah bersikap sangat sombong di depan orang lain. Seseorang yang menyadari bahwa potensi yang dimilikinya akan segara berakhir (mungkin  karena usia, tenggat waktu, kebeeradaan orang lain dan sebagainya).

    Situasi semacam ini membuatnya berpikir berkali-kali bahkan sampai ribuan kali untuk mempertahankan pemasukan pribadi. Bahkan bisa perlu ia akan menciptakan semacam tipu muslihat yang tersistem sehingga sekalipun telah pensiun tetap saja aktif menghasilkan uang.

    Beberapa orang yang menyadari waktunya terbatas sedangkan ketergantungan akan hal-hal duniawi sangatlah tinggi, cenderung akan menempuh cara-cara kotor untuk menimbun sebanyak-banyaknya uang agar ia tetap mampu mempertahankan sifat-sifat konsumtif di dalam diri sendiri dan keluarganya. Beberapa tindakan yang sangat manipulatif untuk menghasilkan uang adalah korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Kelebihan yang kita miliki berpotensi menciptakan persepsi untuk menjadikan diri sendiri sebagai tuhan. Keadaan ini didorong oleh karena terlalu bangga terhadap bakat tersebut, kecanduan materi yang membuat terlena dan keengganan untuk mengikuti pencobaan hidup. Sadarilah bahwa sebagus-bagusnya potensi itu pasti akan berakhir, sumber materi (gaji) suatu saat akan berhenti sedang anda sendiri suatu saat butuh orang lain dalam banyak hal. Oleh karena itu, jangan jadikan kemampuan khusus yang dimiliki sebagai kebanggaan, sebisa mungkin usakah kesetaraan untuk menghindari kecanduan akan hal-hal duniawi dan upayakan untuk selalu setia membiarkan diri untuk diuji oleh situasi lingkungan sekitar. Jadikanlah kebenaran sebagai kebanggaan sejati, yaitu kemampuan mengasihi Tuhan dengan segenap kepintaranmu dan kasihilah sesama manusia SEPERTI diri sendiri. Dua hal ini akan selalu ada untuk mendamaikan, membahagiakan dan menenteramkan hati sampai menutup mata (tutup usia).

Salam, kejarlah kebenaran!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.