Gejolak Sosial

11 Berhala Zaman Sekarang – allah asing Yang Kita Sembah Secara Tidak Sadar


Berhala Zaman Sekarang – allah asing Yang Kita Sembah Secara Tidak Sadar

Berhala adalah patung dewa atau sesuatu yang didewakan yang disembah dan dipuja (KBBI Offline). Merupakan sesuatu atau seseorang yang sangat kita banggakan tetapi bukan Tuhan. Itu bisa sesuatu yang kelihatan dan bisa juga sebagai sesuatu yang tidak kelihatan. Pada dasarnya semua ini berbicara tentang hal-hal duniawi yang sangat di cintai oleh manusia melebihi cinta kepada Allah yang benar. Jadi segala sesuatu yang saat ini begitu menyenangkan hati berpotensi besar menjadi ilah asing dalam hidup anda.

Setiap orang akan berusaha mempertahankan Allahnya

Setiap orang memiliki kebanggaan di dalam hatinya. Ciri khas kebanggaan itu adalah saat hati ini begitu senang memikirkannya. Apapun yang saat ini sangat membuat hati senang, bisa dikatakan bahwa disanalah letaknya rasa bangga yang anda miliki. Saat kita bangga terhadap sesuatu, biasanya akan mempertahankannya untuk tetap dimiliki. Usaha ini akan dilakukan semaksimal mungkin terlebih ketika rasa tersebut sangat dianggarkan dan kerap kali diumbar kepada orang lain disekeliling anda.

Hidup kita hanya sesaat dan kenikmatan materi lebih singkat dari hidup manusia sehingga beresiko menjadi konsumtif

Kehidupan manusia di dunia ini hanyalah sementara saja. Apa yang kita banggakan dari sesuatu yang sifatnya hanyalah sesaat? Seperti bunga yang mekar di pagi hari dan akan segera layu saat sore menjelang. Layaknya anak korek api yang digesek pada induknya sampai bersinar selama beberapa detik lalu padam meninggalkan abu. Kehidupan kita tidak jauh-jauh dari apa yang dikonsumsi, apa yang dikonsumsi pagi ini akan dibuang di pagi berikutnya. Andai setiap orang mampu menyadari bahwa keberadaan kita hanyalah sesaat saja. Sedang materi tidak bernyawa memberikan rasa senang & bangga yang lebih singkat dari kehidupan manusia itu sendiri.

Saat kita begitu bergantung dengan hal-hal materil, tepat saat itu juga kita menjadi konsumtif. Mengapa demikian? Karena materi memberi rasa sesaat saja sehingga keadaan ini turut memaksa kita untuk mengkonsumsinya lagi dan lagi. Pada akhirnya, semua situasi yang dilakukan berulang-ulang ini akan menciptakan kebiasaan. Saat memiliki kebiasaan yang susah untuk ditinggalkan tepat saat itu membuatmu ketergantungan. Sifat candu semacam ini berpotensi besar untuk membuat anda menjadi tenang sekaligus liar. Tenang saat itu tetap ada tetapi liar ketika sudah mulai berkurang, hilang bahkan pergi sama-sekali.

Menjadikan materi sebagai berhala membutuhkan lebih banyak uang

Saat anda memutuskan untuk menjadikan hal-hal duniawi sebagai berhala. Artinya, menjadikan materi sebagai sumber kesenangan indra akan menggiring anda untuk melakukan konsumsi berulang. Membelinya lagi dan lagi selama beberapa waktu akan membuat anda menjadi terbiasa untuk melakukan hal yang sama. Lama-lama anda lantas menjadi ketergantungan terhadap materi duniawi itu. Keadaan ini akan menguras kantong sederhana yang dimiliki. Belum lagi saat hati memanas setelah menyaksikan perubahan trend dan ternyata orang disekitar telah memilikinya sehingga hawa nafsu  andapun turut memuncak untuk menginginkan yang lebih. Artinya, uang yang anda keluakanpun lebih banyak lagi.

Allah yang benar adalah Roh

Manusia memiliki Roh yang asalnya daripada Allah. Andai kita tidak memilikinya maka diri ini sudah sama seperti benda mati yang tidak memiliki kehendak/ keinginan/ hawa nafsu sama sekali. Roh yang ada dalam setiap diri manusia cenderung bersifat labil karena memiliki fokus yang lebih berat kepada hal-hal materi. Semakin fokus dengan hal-hal duniawi maka semakin tidak stabil segala rasa yang dialami hari lepas hari. Bahagia, damai, puas dan tenteram di dalam hati menjadi sangat fluktuatif. Sebab kemampuan untuk membelinya tidak selalu ada, hanya diwaktu-waktu tertentu saja (misal saat gajian bisa membeli pakaian baru). Belum lagi masalah ketergantungan yang berakhir dengan kebosanan sampai-sampai menginginkan sesuatu yang lebih bernilai (lebih mahal harganya).

Roh manusia yang sangat terikat dengan materi, harus ditempa kembali/ dilahirkan kembali melalui kebenaran, tekanan kehidupan (ujian sosial) dan kerendahan hati. Ketika anda mampu menjalani hdup dalam kebenaran, setia melewati tekanan sosial dan tetap rendah hati di segala waktu berarti hidup anda telah dilahirkan kembali (lahir baru) dalam Roh Kudus yang lebih fokus pada hal-hal sorgawi. Dimana telah meninggalkan roh lama yang sangat terpaut dengan hal-hal duniawi yang rapuh dan tidak stabil.

Ketika Roh anda telah dilahirkan kembali, saat itu jugalah hati terpaut secara otomatis kepada Allah. Sebab tanpa hati yang terpaut dan tertuju kepada Allah yang benar, mustahil mampu melewati jalan benar yang hakiki, tidak mungkin sanggup menjalani ujian sosial yang bertubi-tubi dan tidak akan pernah mampu untuk selalu bersikap rendah hati. Hanya saat anda lahir baru di dalam kebenaran yang hakikilah keadaan ini bisa tercapai. Tetapi jikalau roh yang ada dalam dirimu begitu-begitu saja dan sangat ketergantungan dengan hal-hal duniawi niscaya (bahagia, puas, damai dan tenteram adanya saat mengkonsumsi kenikmatan duniawi).

Berhala jaman sekarang, ilah asing yang memancing cemburu Tuhan

Ada banyak hal-hal duniawi yang cenderung dijadikan manusia sebagai allah asing. Ini dilakukan semata-mata untuk mencapai kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman hati. Kekuatan materi memang terkadang menghasilkan hal-hal tersebut tetapi ketahuilah bahwa semuanya itu hanyalah sesaat saja. Keadaan ini justru hanya berpotensi besar membuat pemakaian uang menjadi lebih boros dan cenderung membutuhkan penghasilan tambahan. Jika lahan-lahan yang benar untuk menghasilkan uang sudah tidak ada lagi maka manusia akan memanipulasi sistem untuk memberi keuntungan bagi (misalnya dengan berlaku korup). Berikut ini ilah lain yang selalu dipuja-puji manusia sampai sekarang.

Saat anda terlalu fokus terhadap dunia ini, saat itu juga hati menjadi lebih cinta. Saat anda terlalu mencintai hal-hal duniawi, tepat saat itu jugalah ada rasa bangga memilikinya. Rasa bangga inilah yang secara tidak sadar akan menggiring anda untuk memberhalakan materi dan mengesampingkan kebenaran yang hakiki (mengasihi Allah dan mengasihi sesama).

  1. Segala sesuatu tentang uang.

    Ini adalah berhala manusia yang paling umum untuk dibicarakan. Bahkan ada ayat Kitab Suci yang mengatakan bahwa akar dari semua kejahatan adalah sikap yang cinta uang. Saat kita begitu mendewakan bahkan merelakan diri untuk berlaku kotor/ jahat/ manipulasi untuk mendapatkannya, tepat saat itu jugalah kehidupan kita telah dikendalikan oleh kekuatan uang. Terlalu fokus pada gemerlapan duniawi untuk mendatangkan kepuasan, kebahagiaan, kedamaian, ketenteraman hati akan menggiring anda untuk memilikinya lebih banyak lagi dan lagi. Sadarilah bahwa sekalipun anda memiliki seluruh dunia ini, hati tidak akan pernah puas!

    Bahkan kami mengatakan bahwa sesungguhnya masalah kriminalitas yang terus terjadi disebabkan oleh karena pemerataan pendapatan yang belum mencerminkan keadilan sosial yang sejati. Pada akhirnya, orang-orang berduit (kapitalis) akan mengendalikan kehidupan orang kecil (buruh/ proletar) semau-maunya/ sesuka hatinya.

  2. Hal-hal seputar kekuasaan.

    Orang yang berkuasa adalah dewa bagi mereka yang ada dibawahnya. Sebelum kekuasaan disetarakan maka selama itu pula orang-orang sombong yang mendewakan dirinya akan terus bermunculan dimana-mana. Oleh karena itu, berhati-hatilah saat anda memiliki potensi berkuasa. Jika terlalu cinta dengan kekuasaan niscaya akan menggiring anda dalam pemahaman untuk mempertahankannya sampai menghalalkan segala macam cara.

  3. Ilmu pengetahuan yang dimiliki.

    Saat seseorang begitu mengagung-agungkan ilmu yang dimiliki, tepat saat itu jugalah pengetahuan telah menjadi berhala baginya. Sadarilah bahwa ketika anda terlena terhadap science dan ilmu lainnya tepat saat itu jugalah diri ini dijauhkan dari keberadaan Tuhan. Terlebih ketika fokus sudah mulai tertuju kepada hal-hal materi, yaitu benefit yang didapatkan (seperti gelar, jabatan dan fasilitas yang dimiliki). Eksploitasi yang berlebihan terhadap ilmu pengetahuan pada akhirnya akan menggiring anda untuk menyimpang dari jalan kebenaran.

  4. Sesama manusia yang begitu dicintai.

    Berhati-hati menaruh perasaan kepada seseorang. Cinta kepada sesama jelas tidak dilarang tetapi ketika anda mau saja digiring kepada hal-hal yang jahat dengan alasan demi cinta, ini sudah salah besar. Jangan biarkan perilaku pasangan yang buruk membawa pengaruh buruk pula bagi perilaku anda. Oleh karena itu, pastikanlah agar rasa cinta kepada manusia tidak lebih besar daripada rasa kasih kepada Tuhan.

  5. Pekerjaan yang sangat diidamkan.

    Ada pekerjaan yang menjadi berhala dimana membuat seseorang melupakan Tuhan-Nya. Mungkin beberapa dari mereka juga cenderung melupakan aktivitas keagamaan yang rutin di lakukan. Semuanya karena pekerjaan menggiring manusia untuk mulai mengabaikan Tuhannya lalu menuhankan kerja itu sendiri dengan menjadi seorang pribadi yang gila kerja.

  6. Barang-barang tertentu dalam koleksi khusus.

    Ada orang yang memiliki barang-barang tertentu lalu hatinya terus saja membahas-bahasnya selama tidur malamnya yang panjang. Ia sangat antusias untuk membicarakan barang tersebut kepada teman-teman. Bahkan sampai memuja-muji koleksi tersebut sebagai satu-satunya (the only one) dan tidak ada lagi yang lain yang sama seperti itu. Ini juga sudah sama seperti berhala dalam hidup manusia sebab mereka menjadikan benda-benda tak bernyawa sebagai pemuas hati yang selalu dipuja-puji.

  7. Televisi – kotak ajaib.

    Berhatil-hatilah saat mengikuti acara dalam kotak ajaib yang dimiliki di rumah. Saat acara televisi membuat hatimu jauh dari Tuhan, tepat saat itu juga kehidupan anda digiring untuk cinta kepada hal-hal materi. Menyukai sesuatu sebagai kebutuhan adalah wajar. Tetapi ketika hal-hal duniawi ini membuat anda semakin jauh dari Tuhan, maka itu sudah menjadi berhala dalam kehidupanmu. Demikian juga saat acara televisi yang anda sukai bertepatan dengan pelaksanaan kebaktian/ PA lalu memilih untuk menunda/ menggeser jadwal kebaktian itu bahkan tidak mengikutinya sama sekali demi menonton acara yang dimaksud: itu sudah jadi allah lain dalam hidup anda. Saksikan teman, Manfaat menonton televisi.

  8. Handphone/ smartphone/ gadget/ PC/ laptop.

    Barang-barang elektronik ini terbilang sederhana, portable dan bisa dibawa kemana-mana. Itulah yang membuat beberapa orang sangat mengagumi sekaligus mencintai peralatan ini. Saat alat komunikasi dan komputerisasi yang satu ini telah membuat hati terpaut sangat sehingga terus dipencet, terus online selama berjam-jam. Bahkan sampai-sampai waktu untuk beribadah kepada Tuhan tergeser atau telat atau tidak diikuti sama sekali, berarti alat elektronik ini telah menjadi ilah lain dalam kehidupan anda.

  9. Internet dan sosial media.

    Ketika konten internet dan sosial media yang anda nikmati menjauhkanmu dari kebenaran bahkan sampai menjerumuskan anda pada kesesatan: tepat saat itulah konten online ini telah menjadi berhala yang menyesatkan. Terlebih ketika anda lebih memilih untuk bermain sosial media ketimbang mendengarkan khotbah saat kebaktian sedang berlangsung. Simak juga, Kegunaan Internet dan media sosial.

  10. Tradisi dan adat istiadat.

    Sadarilah bahwa budaya tidak lebih baik daripada Kitab Suci. Jikalau nilai-nilai budaya yang dimiliki jauh dari kebenaran, mengapa masih mempertahankannya? Sudah saatnya budaya yang menunjukkan/ mengarah kepada hal-hal negatif ditinggalkan lalu mengadopsi kebiasaan sejati yang benar dan terdapat dalam Kitab Suci. Ketika nilai-nilai budaya yang bertentangan dengan kebenaran tetap diangkat dan dijalankan di masyarakat maka itu sama saja sudah menjadikan adat istiadat tersebut sebagai berhala (ilah lain yang menyesatkan).

  11. Hal-hal duniawi yang dibanggakan (prestasi) di bawah kaki langit.

    Ketahuilah bahwa apapun yang anda banggakan di dunia ini berpotensi menjadi berhala ketika rasa bangga itu lebih besar dari kebanggaan memiliki Tuhan. Sadarilah bahwa hal-hal duniawi memang menawarkan kepuasan sesaat yang dapat dirasakan indra tetapi hal-hal sorgawi mewarkan kepuasan sampai menutup mata walau kadang tidak dirasakan indra.

Sewaktu anda mencintai dunia ini lebih dari cinta kepada Tuhan maka tepat saat itu jugalah kenikmatan dan kemuliaan materi menjadi berhala dalam diri sendiri. Semakin cinta dengan dunia ini maka semakin tinggi kecemasan, kekuatiran dan kegalauan hati yang dirasakan. Sebab hal-hal duniawi menawarkan kepuasaan sesaat. Keadaan ini membuat anda ketergantungan terhadap konsumsi uang. Padahal uang yang dimiliki tidak selalu ada, sekalipun ada pastilah akan berkurang. Bahkan besar kecenderungan cinta akan materi menggiring anda untuk mencari uang lebih banyak sampai menimbun puluhan hingga ratusan miliar dalam brangkas. Ketahuilah bahwa mengilahkan materi sama saja dengan membawa diri ini dalam situasi yang labil. Tetapi saat anda mampu setia kepada Allah yang benar, Ia akan mengajarkanmu untuk mencapai ketentraman hati di segala waktu & sikon secara gratis!

Salam, Jangan berlebihan mencintai dunia yang fana ini….

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.