Gejolak Sosial

+7 Manfaat & Cara Meningkatkan Harga Diri, Membuang Harga Diri Duniawi-Materi Kepada Penghargaan Yang Benar – Ada Cara Lebih Mudah Untuk Bahagia

Manfaat & Cara Meningkatkan Harga Diri, Membuang Harga Diri Duniawi-Materi Kepada Penghargaan Yang Benar - Ada Cara Lebih Mudah Untuk Bahagia

Harga diri adalah kesadaran akan berapa besar nilai yang diberikan kepada diri sendiri (KBBI Offline). Merupakan sesuatu yang sangat bernilai dalam kehidupan sehari-hari. Pertanyaannya sekarang adalah, apa yang paling bernilai dalam hidup anda kawan? Sadarilah bahwa saat kita menganggap sesuatu itu sangat berharga maka ada kecenderungan yang besar untuk mempertahankan dan memperjuangkannya menjadi lebih baik bahkan bila perlu terjadi peningkatan hari lepas hari.

Apa yang paling penting dalam kehidupan anda teman? Atau lebih tepatnya apa yang paling bermanfaat? Sadarilah bahwa menetapkan hal-hal semacam ini sama dengan menetapkan harga diri sendiri. Sebab saat seseorang mengambil keputusan untuk memilih hal yang paling berharga dalam kesehariannya, tepat saat itu jugalah terbentuk presepsi untuk mencari dan mempertahankannya sebaik mungkin. Akan ada banyak usaha yang direalisasikan untuk menjaga faktor-faktor yang diunggulkan tersebut semaksimal mungkin.

Ketahuilah bahwa pada kenyataannya apa yang kita anggap sebagai harga diri akan membatasi diri ini untuk melakukan hal-hal yang baik. Keadaan ini turut disebabkan oleh karena pilihan prioritas kepentingan yang kurang benar. Hal-hal semacam ini menjadi penghambat bahkan beberapa menjadi batu sandungan untuk perkembangan diri sendiri. Oleh karena itu, susun ulang pemahaman anda tentang diri sendiri agar memiliki persepsi positif terhadap semua ekspresi yang dilakukan.

Ketika anda salah mempresepsikan diri sendiri niscaya mudah masuk dalam jebakan orang lain. Artinya, bisa saja muncul anggapan bahwa harga diri ini bisa diusik oleh kata-kata atau sikap orang lain. Ketika beranggapan bahwa orang lain menentukan kehormatan anda, tepat saat itu juga mulai terombang-ambingkan, dipermain-mainkan bahkan dikendalikan oleh orang lain. Anggapan-anggapan semacam ini terkesan bias dan berpotensi menggiring anda dalam instabilitas kehidupan yang penuh dengan kecemasan dan kekuatiran.

Bila anda mampu menyelidiki kembali dalam lubuk hati yang paling dalam. Sesungguhnya nafas kita yang berasal dari Allah menginginkan kebenaran. Artinya, sebagai seorang manusia sekaligus anak Allah, harga diri kita adalah kebenaran. Saat sedang mengerjakan dan mengusahakan kebenaran, kita berharga tetapi saat sedang mengerjakan hal-hal negatif yang jauh dari kebenaran, kita terbuang, tidak terpakai dan menjadi orang yang hina. Sedangkan hal yang benar itu sendiri hanya ada dua poin inti, yaitu mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama.

Manfaat membuang harga diri lama dan mempertahankan harga diri yang baru, yakni kebenaran

Seharusnya setiap orang telah mengalami pembaharuan hidup ketika dirinya telah mengerti tentang kebenaran. Jikalau seseorang menjadi manusia sejati, sebaiknya melupakan hal-hal duniawi yang beresiko membuat manusia semakin ketergantungan saja. Semakin fokus kepada kenikmatan dan kemuliaan duniawi maka semakin kacau mindset yang dimiliki. Akan tetapi semakin fokus kepada nilai-nilai yang benar maka kehidupan kita semakin dibaharui dan diubahkan menjadi lebih baik. Pada akhirnya, orang yang mengusahakan kebenaran akan menemukan puncak kektristenan di dalam hidupnya, yaitu ketenteraman hati disegala sikon (situasi dan kondisi).

Berikut ini, beberapa manfaat yang diperoleh ketika kita membuang harga diri yang sangat duniawi untuk meraih harga diri sorgawi yang lebih baik.

  1. Menjadi lebih fokus kepada Tuhan.

    Mengasihi Tuhan adalah kunci utama untuk memperjuangkan kebenaran sejati. Jika anda menjadikan kebenaran sebagai sumber dari kebanggaan yang sejati, dengan demikian di segala waktu berusaha untuk senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Ini akan menjadi aktivitas rutin dalam hidup anda, bahkan disela-sela kerja dan menikmati hidup pikiran terus terhubung kepada Tuhan hari lepas hari. Misalnya saja saat kita selalu bersyukur dan bernyanyi memuliakan nama-Nya di segala waktu hingga hati dipenuhi dengan rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai yang memenuhi hati hingga meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing.

  2. Memaksimalkan untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri.

    Mengasihi sesama adalah kunci kedua untuk menjunjung tinggi kebenaran di dalam hidup anda. Kita tidak lagi menganggap berharga saat gemerlapan duniawi semakin berkeriapan disekitar, tidak juga menginginkannya secara berlebih untuk dimiliki. Melainkan apa yang ada maka itulah yang dikonsumsi. Kita malah berjuang dengan tekun untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri. Melakukan kebaikan kepada orang lain dimulai dari hal-hal sederhana, misalnya beramah-tamah (senyum, sapa, salam, terimakasih, tolong, maaf, menjadi pendengar yang baik), tulus hati, konsisten, setia, jujur, berbagi pengalaman, berbagi informasi dan lain sebagainya. Alangkah lebih baik jikalau memulai semua itu dari dalam keluarga sendiri.

  3. Membatasi dan mengendalikan kecanduan akan materi.

    Kita tidak lagi terlalu bergantung kepada hal-hal materil melainkan lebih utama mengusahakan kebenaran dalam setiap perkataan (lisan, tulisan) dan perbuatan (sikap) sehari-hari. Keadaan ini pada akhirnya membuat kita tidak terlalu candu terhadap materi. Bahkan sekalipun kenikmatan duniawi yang dimiliki bersifat fluktuatif, tetap ada sukacita di dalam hati hari lepas hari.

  4. Harga diri tidak tergantung kepada perlakuan orang lain.

    Saat mindset anda telah berubah dimana harga diri tidak lagi berasal dari materi dan bukan pula berasal dari sesama manusia. Melainkan penghargaan yang kita terima asalnya dari kebenaran yang dikerjakan sehari-hari. Semuanya itu berasal dari dalam diri sendiri dan bukan dari luar adanya. Orang lain memang tidak bisa melihat penghargaan tersebuit (kasat mata) tetapi hati ini terpuaskan oleh karena kita mengusahakan kebenaran yang hakiki di segala waktu.

  5. Memiliki harga diri lebih konsisten dan terkendali.

    Inti kehidupan ini adalah jikalau anda mau merasa berharga maka lakukanlah kebenaran, bertutur kata (lisan, tulisan) dan berbuatlah sesuai dengan nilai-nilai benar yang diyakini (mengasihi Allah dan sesama manusia). Semuanya itu tinggal diekspresikan saja toh. Artinya, jikalau ingin harga diri yang asalnya dari dalam hati itu konsisten maka bersikaplah konsisten memperjuangkan kebenaran dalam sikap (perkataan/ lisan/ tulisan dan perilaku) sehari-hari. Jadi semakin baik pengendalian diri anda maka semakin terkendali pula penghargaan dan kepuasan yang keluar dari dalam hati sendiri.

  6. Menjadi pribadi yang selalu bahagia.

    Orang yang selalu bahagia adalah mereka yang menyadari bahwa kebahagiaan itu berasal dari dalam hati sendiri. Tetapi mereka yang berpikir bahwa rasa bahagia asalnya dari orang lain dan hal-hal materi yang dinikmati niscaya akan mengalami inkonsistensi kebahagiaan. Oleh karena itu, berusahalah selalu untuk memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyia pujian. Selain itu berusahalah berbuat baik kepada sesama dimulai dari hal-hal kecil, dengan demikian anda selalu bahagia di segala waktu.

  7. Bebas dari hawa nafsu, kebinatangan, kejahatan lainnya, rasa malu berlebihan dan kekuatiran.

    Ketika mindset anda sudah berubah dengan tidak lagi terlalu fokus pada kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Melainkan lebih mendedikasikan pikiran untuk selalu fokus kepada Tuhan dan mengupayakan kasih kepada sesama seperti diri sendiri. Niscaya pikiran selalu terisi (bebas dari kekosongan) sehingga andapun dibebaskan dari hawa nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya.

    Anda tidak lagi kuatir tentang masa depan yang tidak bahagia sebab semuanya berada di bawah perlindungan Allah. Seseorang yang percaya kepada Tuhan telah menyerahkan seluruh kehidupannya untuk dipasrahkan dalam kehendak Tuhan. Sehingga tidak ada lagi kekuatiran akan hari esok sebab kebahagiaan di dalam hati telah dipenuhi oleh sikap yang benar dalam semua momen yang ada.

    Saat anda dibully, dihina dan diejek orang lain tidak akan mempengaruhi harga diri. Sebab selama berada di jalur yang benar maka selama itu pula hati ini terpuaskan. Sedangkan saat orang memperlakukan kita dengan buruk, seharusnya tidak malu karena hal tersebut melainkan merekalah yang seharusnya malu-maluin lewat sikap jelek yang diekspresikan tersebut.

Cara Meningkatkan & membuang harga diri yang salah untuk meraih sesuatu yang benar dan konsisten

Mari kita bahas lebih dalam, sebenarnya mengapa orang ingin dihargai oleh sesamanya? Bukankah keadaan ini dilakukan semata-mata agar ada kepuasan memenuhi hati bahkan kebahagiaan itu baiknya selalu ada. Banyak orang yang berusaha memuaskan/ membahagiakan hatinya dengan kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang notabene ada di luar dirinya. Padahal semuanya itu hanya sesaat saja, dimana rasa puas yang ada sifatnya hilang-timbul dan tidak konsisten. Oleh karena itu, tinggalkanlah pencarian kebahagiaan dari luar diri anda melainkan temukan itu di dalam diri sendiri.

Ciptakan kepuasan dan kebahagiaan yang berasal dari dalam diri sendiri. Bukankah dengan demikian, anda hanya tinggal mengekspresikannya saja? Kerjakanlah kebenaran di segala waktu dengan demikian anda puas dan bahagia di segala waktu. Selalu fokuskan pikiran kepada Tuhan (dalam doa, firman, puji-pujian). Upayakan untuk senantiasa bersyukur dan bernyanyi memuliakan Tuhan di segala sikon hingga rasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai memenuhi hati hingga meluap dalam senyuman manis di bibir masing-masing. Juga tidak lupa untuk senantiasa berbuat baik (mengasihi) sesama seperti diri sendiri dimulai dari dalam keluarga yang diawali oleh hal-hal kecil/ sederhana.

Berikut selengkapnya, cara meningkatkan dan membuang harga diri duniawi untuk menggantikannya menjadi harga diri sorgawi

  1. Fokus kepada Tuhan.

    Anda harus melatih diri untuk senantiasa fokus kepada Tuhan di segala waktu. Ini adalah aktivitas yang rutin yang bisa mengisi otak sehingga jauh dari kekosongan dan kehampaan. Artinya, saat pikiranmu terisi oleh kebenaran maka hawa nafsu sesat-lebay, kebinatangan dan kejahatan lainnya akan ditepis/ ditekan dari dalam hati sehingga tidak muncul kepermukaan (tidak diekspresikan).

  2. Melakukan kasih kepada sesama.

    Segala sesuatu di dalam hidup ini berbicara tentang pengorbanan. Saat anda memutuskan untuk bersikap kasih/ memberi manfaat kepada sesama. Otomatis, ini mengharuskan anda untuk rela berkorban. Pengorbanan itu seperti “lilin yang merelakan diri untuk habis terbakar untuk menyinari satu ruangan.” Ada juga yang mengatakan bahwa pengorbanan itu seperti “membagikan sesuatu kepada sesama sehingga kepunyaan anda berkurang.”

    Pada dasarnya, kerelaan untuk berkorban adalah awal dari kebaikan hati. Tanpa pengorbanan, kebaikan yang dilakukan terkesan tidak tulus dan mengharapkan balasan. Oleh karena itu, lakukanlah segala sesuatu kepada sesama seperti anda melakukannya untuk Allah sendiri: inilah kunci keikhlasan hati.

  3. Siap dicobai dan memiliki persepsi positif terhadap ujian kehidupan.

    Anda harus meyakinkan diri sendiri bahwa cobaan hidup memiliki manfaat yang dahsyat. Ini bisa sebagai sebuah awal bagi anda agar hati lebih terbuka menerima ujian kehidupan apa adanya (senyatanya). Melaluinya dengan berlapang dada sembari memaafkan orang-orang yang terlibat. Bahkan bila perlu kembali bersikap ramah (misal tersenyum) dan berbuat baik kepada mereka sesuai sumber daya dan kemampuan masing-masing.

    Beranikan diri untuk terjun dalam ujian kehidupan dengan senantiasa beramah tamah kepada semua orang. Ini adalah kebaikan yang sangat menantang dan beresiko tinggi dipermainkan oleh sesama. Tetapi saat yang ada di dalam hati adalah untuk tujuan yang benar (mengasihi sesama) maka kita akan tetap melakukannya sekalipun beresiko diuji orang lain.

    Terkadang kita dicobai orang oleh karena tidak mampu menerima kesalahan yang dilakukan. Saat kekhilafan kecil yang kita lakukan diejek dan dibully orang lain, apakah yang akan anda lakukan? Anda harus mampu memaafkan diri sendiri dalam situasi semacam ini. Bahkan bila perlu kesalahan kecil itu diabaikan saja dan ejekan orang lain juga diabaikan. Melainkan teruslah fokus melakukan pekerjaan yang telah di mulai sebelumnya atau tetaplah pusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

    Di tengah pencobaan anda harus memiliki penghiburan yang sejati, yaitu menikmati momen kebahagiaan saat hati senantiasa bersyukur dan bernyanyi memuliakan Tuhan. Ini adalah energi dari kebaikan hati yang membuat anda selalu merasakan sukacita yang terkendali, tenang dan damai di dalam hati yang meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing.

  4. Selalu rendah hati, tidak berlebihan-lebay.

    Menjadi orang yang rendah hati tidak mudah sebab kedagingan manusia syarat dengan keangkuhan. Rasa semacam ini harus ditekan bahkan dihancurkan dengan menyadari bahwa kita adalah manusia yang hina dari debu-tanah yang tidak berguna.

    Kerendahan hati juga berhubungan dengan sikap yang mau menerima kenyataan apa adanya. Saat di bully orang lain tidak melawan, diejek sesama tidak mengejek balik, dipermainkan seseorang-tetapi ikut saja atau keluar dari situasi. Pada dasarnya rendah hati itu selalu mampu menerima kenyataan seadanya tanpa harus terikat dalam lingkaran kebencian.

    Tidak berlebihan adalah sikap yang wajar dan hidup seperti pada umumnya orang lain hidup, yaitu hidup sederhana. Mereka yang mampu hidup sederhana akan belajar untuk menerima kenyataan seadanya. Menikmati hidup dengan apa yang ada saja (apa adanya). Sikap yang rendah hati disebut juga sebagai seseorang yang menganggap bekerja sebagai bagian dari melayani sesama.

  5. Camkanlah bahwa harga diri berawal dari dalam pikiran.

    Jika pikiran anda buruk maka harga diripun akan memburuk. Mengapa demikian? Sebab biasanya apa yang ada di dalam hati akan diekspresikan ke luar cepat ataupun lambat. Jadi jangan pelihara pikiran negatif melainkan pikirkan hal-hal yang baik seputar Ketuhanan (fokus Tuhan: doa, firman, nyanyian pujian), pekerjaan (bakat, potensi) dan pelajaran tertentu (membaca buku). Jika anda hendak meningkatkan harga diri maka mulailah membersihkan pikiran dari hal-hal seperti ini.

    • Iri hati.
    • Tinggi hati.
    • Bersungut-sungut.
    • Prasangka buruk.
    • Rasa kuatir berlebih.
    • Cemas akan masa depan yang buruk.
    • Takut karena masa lalu yang suram.
      • Semakin anda memikirkan hal-hal di atas maka kesusahan hati semakin kentara yang berakibat langsung terhadap (mempengaruhi) sikap, yaitu perkataan (lisan, tulisan) dan perbuatan sehari-hari. Jika sumber harga diri anda (hati-pikiran) telah terkotori oleh hal-hal yang buruk maka orang lain akan semakin mudah menjatuhkan penghargaan itu dan pada akhirnya, hidup semakin berantakan.
  6. Menghargai dan menghormati sesama seperti diri sendiri tanpa menuntut balasan.

    Sikap yang menghargai dan menghormati sesama merupakan bagian dari misi kebenaran, mengasihi orang lain seperti diri sendiri. Saat kita bisa menghargai sesama, ada kepuasan yang timbul dari dalam hati. Tetapi bagaimana ketika mereka tidak menghargai anda kembali? Disinilah banyak orang berbenturan dan kecewa sendiri.

    Oleh karena itu, anggaplah semua penghargaan dan penghormatan yang dilakukan kepada manusia ditujukan kepada Allah sendiri, dengan demikian niat hati tulus melakukannya. Sekalipun kebaikan kita tidak terbalas, katakanlah  di dalam hati, “ujian kehidupan ini bermanfaat bagi perkembangan kepribadian kami, kuatkan hati menjalaninya Tuhan.”

  7. Mengabaikan ejekan, bully, hinaan yang tidak jelas kebenarannya.

    Sadarilah bahwa harga diri sejati berasal dari atau setara dengan kemampuan untuk melakukan hal-hal yang benar. Saat seorang kawan melabeli kita dengan sesuatu yang tidak benar dan tidak sesuai dengan perilaku yang diekspresikan, mengapa harus malu? Disinilah mindset kita harus berkembang menjadi lebih baik dengan menyadari bahwa kesalahan bukan terletak dalam diri anda melainkan terletak dalam diri orang yang membully, mengejek dan menghina diri ini.

    Jika anda sudah berlaku benar tetapi masih saja di bully orang, itu adalah ujian kehidupan yang bermanfaat luas untuk melatih kecerdasan otak masing-masing. Ada baiknya jikalau anda tidak fokus kepada kesalahan-kesalah kecil melainkan penuhi pikiran dengan senantiasa bersyukur dan memuliakan Allah di segala waktu agar rasa-senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai memenuhi hati lalu meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing.

  8. Jauhkan diri dari trend dan sikap terlalu mengidolakan seseorang.

    Biasanya apa yang selalu kita lihat dengan mata kepala ini akan diinginkan hati. Artinya, kita menyamakan diri dengan sesuatu yang sedang trend sehingga muncullah rasa untuk menganggap bahwa hidup ini telah menjadi berhaga. Iklan televisi dapat mempengaruhi hawa nafsu manusia yang mendorong terciptanya niat untuk membeli. Saat memiliki barang yang dimaksud barulah ia merasa diri berharga.

    Demikian juga saat kita mengidolakan seseorang dalam hidup ini. Terutama saat kehidupannya diekspose terus oleh televisi. Secara tidak langsung hal-hal semacam ini akan mempengaruhi nafsu sehingga menganggap hal-hal yang ditonton tersebut adalah sesuatu yang penting. Semu iklan ini menciptakan hasrat untuk memiliki barang yang sama di hari mendatang.

    Dengan menjauh dari hal-hal materi berarti kita bisa membuang ketergantungan akan penghargaan duniawi yang asalnya dari luar diri ini melainkan lebih fokus menghargai diri sendiri dengan senantiasa melakukan hal-hal yang benar.

  9. Lakukanlah semuanya itu dengan konsisten hingga terbiasa dan menjadi budaya.

    Tekunilah semua aktivitas di atas secara terus menerus sehingga menjadi suatu rutinitas. Lakukan semuanya dengan konsisten sekalipun ada orang yang mencoba menggoyahkan atau mengejek anda. Saat aktivitas ini telah dikerjakan dengan tekun niscaya akan jadi kebiasaan. Melakukan hal-hal yang sudah biasa dalam kurun waktu yang cukup lama akan membuat aktivitas tersebut menjadi budaya yang terjadi secara otomatis.

Tuhan berfirman dalam hidup setiap manusia bahwa kita akan kehilangan rasa malu untuk selama-lamanya. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan memiliki pandangan yang benar tentang harga diri: bahwa sesungguhnya penghargaan yang anda dapatkan berasal dari apa yang dekspresikan sehari-hari (sikap: perkataan, perbuatan). Jikalau anda ingin terbebas untuk selama-lamanya dari rasa malu ini maka upayakan untuk selalu mengusahakan dan memperjuangkan hal-hal yang benar dalam setiap lisan/ tulisan dan perilaku yang diekspresikan.

(Yoel  2:27) Kamu akan mengetahui bahwa Aku ini ada di antara orang Israel, dan bahwa Aku ini, TUHAN, adalah Allahmu dan tidak ada yang lain; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.”

Rasa malu karena harga diri yang tercabik-cabik oleh perlakuan sesama manusia adalah kesalahan persepsi. Cara pandang yang benar adalah harga diri kita berasal dari nilai-nilai benar yang kita ekspresikan dalam hidup sehari-hari. Sayang, terkadang kita juga melakukan kesalahan. Ada baiknya jikalau belajar memaafkan diri sendiri, meminta maaf kepada Tuhan dan kepada sesama manusia. Selama anda bertekun untuk mengasihi Allah dan sesama manusia, selama itu pula penghargaan terhadap diri sendiri meluap dari dalam hati sehingga ada rasa puas dan bahagia di segala waktu. Anda bisa mengasihi Allah dengan senantiasa fokus kepada-Nya (doa, firman, nyanyian pujian) dimana bersyukur dan bernyanyi memuliakan Allah menjadi aktivitas yang lumrah agar hati terasa senang-sukacita yang terkendali, tenang dan damai hingga meluap dalam senyuman mungil di bibir masing-masing. Tidak lupa juga untuk mengajak anda untuk selalu mengasihi sesama seperti diri sendiri.

Salam, kerjakan terus kebenaran itu!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.