Gejolak Sosial

10 Dampak Buruk Mengadu, Mengeluh & Membela Diri Di Media Sosial-Internet – Status Anda Menunjukkan Kepribadian Sendiri


Dampak Buruk Mengadu, Mengeluh & Membela Diri Di Media Sosial-Internet

Siapa dari anda yang tidak memiliki akun di dunia maya? Kami rasa semua pembaca rutin blog ini telah memiliki akun di semua atau salah satu dari mikrobloging seperti facebook, twitter, intagram, google plus, linkedin dan lain sebagainya. Secara umum, ada dua jenis perilaku di dunia maya, yaitu pencipta dan pemakai: anda termasuk orang yang mana? Kami sendiri bisa menjadi kedua-duanya, user & maker. Bahkan bisa kami katakan bahwa setiap dari kita adalah user & maker. Sebab sependek apapun kata-kata yang anda tuliskan di dalam status masing-masing, itu juga sebuah karya kecil-kecilan.

Buah simalakama yang menjebak karena pilihan yang salah

Teknologi yang satu ini seperti pedang bermata dua. Ada aktivitas yang rutin di internet berdampak positif/ baik bagi kehidupan manusia. Pula, ada kegiatan yang selalu dilakukan di sana tetapi berdampak negatif bagi keseharian penggunanya. Sekarang, pedang itu diletakkan di tangan anda, baik buruknya penggunaannya tergantung dari keputusan dan pilihan masing-masing. Anda tidak bisa menyalahkan orang lain jikalau menjadi sesat menggunakan internet sebab semuanya itu dilakukan oleh tangan sendiri. Jari-jarimu dan pilihanmu sendirilah yang memutuskan untuk memencet atau mengklik konten yang buruk/ jelek/ negatif tersebut. Jadi kalau ada yang patut disalahkan itu adalah diri sendiri.

Dunia nyata dan dunia maya terhubung, ketika media sosial menjadi berhala (allah asing) untuk menemukan solusi

Tahukah anda bahwa aktivitas kita di dunia nyata terhubung dengan status yang kita tuliskan di dunia maya? Terkecuali anda seorang penipu ulung yang profesional. Status di media sosial selalu dapat menjadi petunjuk untuk mengenali kepribadian seseorang. Mungkin hal ini hanya disadari oleh beberapa orang tetapi bagi mereka yang sudah bertahun-tahun berkecipung di dalamnya dapat membaca pola-pola tersebut. Bahkan dalam moment ini bisa dikatakan bahwa dunia maya telah menjadi Tuhan bagi segelintir orang. Mengapa demikian? Karena mereka mengungkapkan masalah dan unek-uneknya disana berharap ada seorang konselor yang menanggapi untuk memberikan pencerahan (solusi).

Bahaya membela diri dan mengadu di media sosial

Mengapa orang mengadu dan membela dirinya di media sosial? Kami sendiripun bingung tentang keadaan ini, seolah sikawan menjadikan internet sebagai sahabat satu-satunya tempat ia mencurahkan seluruh isi hatinya. Sadarilah bahwa kebiasaan semacam ini membuat orang lain bisa mempelajari dan mengenali kehidupan anda sehari-hari. Ada beberapa dampak negatif yang dihasilkan ketika menjadikan media sosial sebagai tempat peraduan pribadi. Simak juga teman, Bahaya pemanfaatan dunia maya berlebihan.

  1. Pertanda: media sosial menjadi berhala.

    Di zaman sekarang, saat seseorang masih belum menemukan Allah yang benar maka mereka cenderung mencari-carinya lewat teknologi canggih yang telah ditemukan oleh manusia ini. Layakknya Allah yang maha tinggi, orang-orang ini juga berpikir bahwa dunia maya adalah teknologi tingkat tinggi yang mungkin bisa memberikan mereka semacam solusi dari setiap pergumulan yang dihadapi. Sadarilah bahwa pemahaman semacam ini sesat dan mendorong anda untuk menjadikan teknologi internet sebagai berhala – ilah asing zaman sekarang.

  2. Pelarian tinggi.

    Orang yang suka melarikan diri adalah mereka yang tidak dapat menerima kenyataan apa adanya. Sesaat sesuatu terjadi tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya maka tepat saat itu jugalah cenderung melakukan pelarian. Mereka menjadikan dunia maya sebagai sasaran empuk dari hawa nafsu sesat (nonton film porno), kebinatangan (marah-marah gak jelas) dan kejahatan lainnya (bully terhadap oknum tertentu).

  3. Pengecut.

    Sifat pengecut lebih dekat kepada kebiasaan baru berkoar-koar saat lawan-lawannya tidak ada didepannya. Sedangkan saat lawannya tatap muka langsung, dia diam saja dan tidak memberikan sanggahan apapun.

    Mengadu di internet dan media sosial, entah karena tidak sempat membela diri di dunia nyata (mungkin kelupaan). Bisa juga karena kehilangan pikiran saat lawannya ada di depan sebab terlalu gugup dan belum terbiasa ditempatkan pada situasi yang sulit seperti itu.

    Sadarilah sifat ini buruk, di depan lawanmu tersenyum sedangkan dibelakangnya sering mengumbar kejelekan lawan tersebut: bukankah itu pengecut?

  4. Penakut – belum terbiasa.

    Orang yang ketakutan di depan seseorang karena belum terbiasa menghadapi situasi sulit. Sebenarnya tidak ada manusia yang ketakutan bahkan sekalipun itu di depan umum. Mengapa kita takut? Sebenarnya semua ini karena belum terbiasa tetapi saat sesuatu sudah terbiasa dilakukan niscaya lebih berani untuk dilalui.

    Biasanya saat seseorang pertama sekali menghadapi situasi yang buruk membuatnya ketakutan lalu mengadukan hal tersebut di media sosial yang dimilikinya. Pengalaman pertama yang menakutkan semacam ini biasanya diumbar di medsos. Orang lain juga bisa mengenali ketakutan anda setelah membaca status tersebut.

  5. Cengeng – anak mami.

    Mereka yang sebentar-sebentar mengeluh, sebentar-sebentar mengadu, sebentar-sebentar membela diri menunjukkan bahwa belum mencapai tahap kedewasaan yang lebih baik. Biasanya ketika anak-anak baru menghadapi suatu persoalan pasti mengadu pada ibunya. Jadi ketika anda mengeluh di dunia maya maka tepat saat itulah internet menjadi ibu sendiri.

  6. Terlalu pemalu.

    Orang yang terlalu pemalu tidak tahan bertemu dengan orang-orang yang baru dikenal. Mereka terkesan gugup dan sedikit canggung untuk menjalin komunikasi sekalipun sesungguhnya hal tersebut dibutuhkan. Ini juga termasuk karena mereka masih mengalaminya pertama-tama, mungkin setelah terbiasa rasa malu itu hilang.

    Orang yang pemalu, mengungkapkan perasaannya kepada seseorang tetapi melalui media sosial. Sedangkan saat sedang berhadapan dengan orang yang disukainya itu, malah diam seribu bahasa.

  7. Menyombongkan diri.

    Berhati-hatilah teman saat membela diri di dunia maya. Orang yang tidak bisa menerima kesalahan/ kekalahannya di dunia nyata cenderung mengeluarkan status sombong untuk membela dirinya. Sifat sombong ini akan diekspresikan untuk membuat dirinya terkesan hebat bahkan superior dari lawan yang sedang bertentangan dengannya.

    Status yang sombong ini juga terkesan lebay karena diekspose secara berlebihan dengan penuh emosional. Sebaiknya sisi-sisi emosi yang tidak diperlukan ditiadakan sebab di media sosial beberapa orang tidak mau tahu bagaimana perasaanmu tetapi mereka mau tahu apa hal positif yang bisa dibagikan hari ini?

  8. Tidak tahan uji.

    Mereka yang suka berkeluh kesah di media sosial seolah-olah mencerminkan bahwa orang tuanya ada disana. Mungkin beberapa orang telah menambahkan ibunya dalam daftar teman tetapi setiap status kita tidak serta merta dilihat oleh orang tua kandung. Adalah lebih baik bagi anda untuk mengadu kepada orang tua di dunia nyata saja sebab dunia maya adalah surat terbuka yang dapat dilihat oleh siapa saja.

    Jika kita hanyalah orang yang suka mengadu dan mengeluh di dunia maya niscaya orang lain bisa mengenali diri ini sebagai pribadi yang kurang tahan uji. Masalah/ persoalan sedikit saja sudah bisa membuat diri ini terguncang bak sedang terjadi gempa bumi 9 skala rikhter.

  9. Tidak punya sahabat di dunia nyata.

    Benarkah anda tidak memiliki sahabat? Biasanya orang yang tidak memiliki sahabat di dunia nyata cenderung memiliki kebiasaan untuk bergaul lebih intim dengan orang-orang di dunia maya. Mereka akan dengan mudah mengumbar masalah yang dialaminya dan berharap moga-moga ada orang yang mau memberikan solusi atas persoalan tersebut.

    Jika di dunia nyata anda tidak memiliki sahabat maka jadikanlah Tuhan sebagai sahabatmu dan tetaplah ramah kepada semua orang. Sadarilah bahwa sikap yang ramah kepada semua orang membuat anda mengsahabatkan diri kepada semua orang. Sudah pasti kebiasaan semacam ini membuat anda lebih mudah memperoleh teman dan sahabat tentunya.

  10. Kepribadian kerdil (psikopat negatif).

    Kami juga soerang psikopat tetapi tidak sekerdil itu. Mengapa demikian? Sebab sekalipun kami psiko tetap berusaha untuk ramah dan hidup berbaur kepada semua orang (siapapun dia tanpa membedakan SARA).

    Mereka yang suka mengeluh di dunia maya menunjukkan bahwa kehidupannya sedang kehilangan pencitraan positif. Seseorang yang biasanya melakukan ini, cenderung menganggap bahwa orang lain adalah lawan yang harus selalu dijauhi sedang dunia maya dipenuhi dengan teman-teman dekat.

Hati-hati, menggunakan internet bukan segalanya. Jangan jadikan teknologi ini sebagai berhala dengan selalu berkeluh kesah lewat status yang diterbitkan. Hindari menggunakan internet seolah-olah dialah ibu tempat anda mengadu. Berhenti menggunakan internet sebagai tempat curhat, membela diri; seolah-olah dialah sahabat anda. Melainkan gunakan Internet untuk hal-hal positif saja, redakan emosi yang meledak-ledak sebelum menulis status dan wartakanlah kebaikan di dunia maya agar setiap orang yang mendengarnya turut merasakan energi positif tersebut mengalir dalam kehidupannya. Dunia maya bukan tempat mencari kebahagiaan, kepuasan, kedamaian dan ketenteraman hati melainkan hanya di dalam kebenaranlah semuanya itu kita peroleh (mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama). Saksikanlah, Manfaat luar biasa dari internet.

Salam, positif bersosialita di internet!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s