Gejolak Sosial

Hati-Hati Informasi Pohon Pengetahuan Tentang Yang Baik & Yang Jahat


Hati-Hati Informasi Adalah Pohon Pengetahuan Tentang Yang Baik & Yang Jahat

Cerita dalam Kitab Suci sungguh sebuah kisah kemaknaan yang mengandung beragam arti hidup untuk memperbaiki bumi ini menjadi lebih baik. Sayang beberapa orang cenderung mengabaikan fakta yang sangat fenomenal ini. Mereka lebih tertarik untuk membaca kisah-kisah yang dihasilkan oleh seniman duniawi yang notabene semakin membuat hati ini, cinta akan hal-hal materil. Padahal, jika kita bisa menggali lebih dalam lagi maka akan banyak memahami arti keberadaan manusia di muka bumi ini. Lihatlah orang-orang zaman sekarang, masing-masing mengejar impian yang menurutnya benar, padahal mimpi tersebut membuat orang lain tertindas secara halus dan lingkungan alamiah di tekan secara nyata. Hingga akhirnya, pengetahuan yang kita peroleh membuat manusia di telan oleh bumi ini lewat bencana alam.

Internet adalah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat

Dahulu, kamipun bartanya-tanya, “apa sebenarnya maksud Tuhan dari kejadian di Taman Eden?” Ada pesan Tuhan yang sangat jelas dibalik peristiwa ini. Cerita ini bukan sekedar cerita biasa yang kebetulan terjadi melainkan Tuhan telah merancangkan semuanya itu sebagai peringatan sejak dari awal mula kehidupan. Disanalah sebenarnya terdapat rahasia dari ketenteraman hati yang tersembunyi itu. Jika anda mampu memahami apa yang kami maksudkan pada bagian ini, maka andapun menyadari bahwa pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat itu masih ada sampai sekarang.

Dahulu pohon itu memang ada di zaman Adam dan Hawa, sampai sekarangpun masih terus ada. Pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat adalah cerminan dari masa lalu sekaligus apa yang sedang berlangsung sampai saat ini. Pohon itu adalah pengetahuan manusia dimana masing-masing didalamnya ada pengetahuan yang beraliran menuju kebaikan dan ada pula yang menuju kejahatan. Bila di dekatkan lagi dalam kehidupan sehari-hari maka pohon itu adalah informasi yang selalu dinikmati, menambah pengetahuan, memperluas wawasan sekaligus menambah hasrat alias hawa nafsu alias keinginan di dalam hati setiap orang.

Semua yang ada dihadapan kita adalah hasil dosa, jadi jangan sok suci

Coba perhatikan benda-benda apa yang ada di hadapan anda saat ini teman. Mulai dari barang kayu, besi, beton, plastik, kaca dan bahan-bahan lainnya, baik yang full elektronik, semi elektronik dan tanpa mesin. Sadarilah bahwa semuanya itu adalah hasil dari dosa nenek moyang kita dahulu. Bahkan internet dan konten yang sedang anda baca ini adalah milik Tuhan yang sudah kami curi dari Tuhan (sekalipun pelaku utamanya nenen moyang kita tapi semua itu diturunkan sampai sekarang). Oleh karena itu, janganlah kita menyombongkan diri sedikitpun dan merasa diri lebih benar dari orang lain sebab kita ini makhluk yang berlumuran dosa sampai sekarang karena telah mencuri pengetahuan Tuhan.

Pohon pengetahuan alias informasi meningkatkan hawa nafsu bahkan menjadi serakah

Bagaimana caranya ilmu pengetahuan yang dimiliki sampai meningkatkan hawa nafsu di dalam hati? Karena kita terlalu banyak tahu, sedangkan yang selama ini diketahui memiliki muatan iklan/ promosi tentang kemewahan, kenyamanan dan pesona duniawi. Anda sendiri terlena menikmati informasi tersebut yang notabene lebih banyak membicarakan hal-hal duniawi, dimana pada dasarnya semua ini membuat hati menjadi lebih dekat bahkan terpikat dengan hal-hal duniawi. Semua informasi ini telah menyerang panca indra (terutama mata), membuat hidup anda hanya mengarah untuk menginginkan kenikmatan dan kemuliaan duniawi.

Anda tidak menyadari bahwa pengetahuan dan wawasan yang terus-menerus diserap hari lepas hari itu telah membuat hati melupakan hal-hal rohani. Malahan lebih banyak membahas keinginan duniawi. Seseorang yang telah diikat hatinya oleh materi mendorongnya untuk berhasrat tinggi memiliki hal tersebut. Mereka berpikir bahwa pengetahuannya itulah yang akan mendatangkan kepuasan, kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman di dalam hatinya. Padahal kepuasan pada materi hanyalah sesaat saja. Keadaan ini mendorong orang tersebut untuk mengkonsumsinya secara berulang-ulang. Iapun ketagihan dan selalu mengkonsumsinya setiap saat. Ketergantungan yang tinggi akan hal-hal tertentu yang ada di dunia ini membuat kita semakin jauh dari Tuhan.

Keinginan itupun berkembang terus semakin tinggi, panjang dan lebar bentuknya. Keadaan ini turut di dukung oleh pengetahuan yang juga terus-saja berkembang sehingga menghasilkan penemuan-penemuan yang baru. Prodak yang dihasilkan juga barang dan jasa yang beragam yang sangat memikat hati terlebih saat diiklankan oleh media. Perkembangan ini turut membuat hawa nafsu manusia meningkat tajam dari tahun ke tahun. Terlebih ketika didukung dengan finansial keluarga (warisan) yang dimiliki. Sedangkan untuk menghasilkan produk baru berteknologi itu, dibutuhkan sumber daya dan energi yang lebih banyak. Manusia menghabiskan banyak sumber daya untuk mengembangkan barang dan jasa yang dimiliki untuk memuaskan, membahagiakan, mendamaikan dan menenteramkan hatinya tetapi semua itu tidaklah cukup.

Mabuk informasi karena terlalu fokus kepada pengetahuan duniawi

Orang yang terlalu mendedikasikan hidupnya untuk mengetahui rahasia di bawah kaki langit akan dimabukkan oleh pengetahuan yang didapatkannya sendiri. Kebanggaan yang tinggi terhadap ilmu Mereka akan terus mencari-cari berbagai-bagai rahasia alam semesta untuk memuaskan hatinya tetapi tidak akan pernah menemukan kepuasan itu. Merekapun akan fokus untuk memiliki, membangun dan mengembangkan berbagai-bagai kenikmatan dan kemuliaan duniawi tetapi itupun tidak akan memuaskan hatinya. Orang-orang ini juga akan berusaha memilikinya dengan merebut kepunyaan/ harta orang lain (lewat konspirasi penuh tipu muslihat dan peperangan langsung yang memakan korban jiwa) namun kepuasaan, kedamaian dan ketenteraman hati itu tidak kunjung ada. Justru upaya untuk mengembangkan materi telah menekan kehidupan banyak orang dan menyisihkan lingkungan alamiah hingga kepinggiran. Sekalipun demikian, semua pengetahuan dan teknologi yang telah ditemukan itu tidak akan pernah membuat hatinya merasa puas, damai, bahagia dan tenteram.

Pada akhirnya, pengetahuan itu membuat kita mati

Sejak dari awal kehidupan, Tuhan telah membimbing manusia dengan satu perintah dan larangan awal yang pada akhirnya kita langgar atau lebih tepatnya dilanggar oleh nenek moyang kita, Adam dan Hawa. Pesan Tuhan sangatlah jelas untuk tidak memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat, seperti ada tertulis.

Kejadian 2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

Bukankah firman ini telah menjadi nyata? Akibat kelihaian membuat senjata, kita saling berperang dan membunuh. Dengan alasan ekonomi, kita berkonspirasi membiarkan orang lain bodoh lalu mengambil untung dari kebodohan itu. Karena uang sudah banyak, membuat rumah mewah seluas lapangan bola. Teknologi yang kita hasilkan telah mencemari lingkungan dan mempertipis cadangan energi. Komputerisasi dan robotik yang dimiliki telah menghilangkan pekerjaan banyak orang, memicu pengangguran dan kemiskinan. Segala pengetahuan yang kita miliki membuat hawa nafsu lebih tinggi hingga ketamakan manusia menghancurkan alam sekitarnya. Pada akhirnya, pengetahuan yang menjadi kebanggaan modernisasi akan mencemari lalu merusak keseimbangan lingkungan sehingga menghasilkan bencana alam yang membunuh setiap manusia dan makhluk hidup lain di atas muka bumi.

Hati-hati memiliki pengetahuan jangan sampai kebablasan

Berhati-hatilah, karena pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat masih ada sampai sekarang. Itu adalah ilmu yang telah diwarisi dari zaman ke zaman sejak moyang kita, Adam dan Hawa masih hidup di bumi ini. Bisa dikatakan bahwa segala sesuatu yang dapat menambah ilmu dan wawasan merupakan pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat: Itu bisa saja televisi, komputer, radio, smartphone, laptop, internet, buku, majalan, koran dan lain sebagainya. Ketahuilah bahwa mengkonsumsi informasi yang disajikan oleh media-media tersebut di atas membuat hati anda cenderung terpaut dengan hal-hal duniawi. Anda sendiripun bisa menghasilkan pengetahuan pribadi saat berpikir, langsung dari pohon kehidupan yang telah dimiliki dalam otak masing-masing. Camkanlah baik-baik bahwa pohon informasi selalu menyajikan yang baik dan yang jahat secara bersamaan. Oleh karena itu, pandailah memilah-milah: miliki sikap yang selektif dan kritis untuk menyaring informasi tersebut. Jika ilmu yang anda peroleh menjauhkanmu dari Tuhan, merugikan orang lain dan mencemari lingkungan segera tinggalkan. Bahkan bila perlu jauhkan media dan informasi mainstrem dari kehidupan anda. Dedikasikan hidup ini untuk lebih banyak fokus kepada Tuhan dalam firman, doa dan nyanyian pujian.

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s