Gejolak Sosial

Pencobaan Hidup (Ujian, Pergumulan) Orang Kristen – Masalah Mengantarkan Pada Ketenteraman Hati Dan Kreativitas


Pencobaan Hidup (Ujian, Pergumulan) Orang Kristen - Masalah Yang Mengantarkan Anda Pada Ketenteraman Hati Dan Kreativitas

Kristen Sejati – Mungkin anda pernah bertanya-tanya, “seperti apakah ujian kehidupan yang harus dialami oleh setiap orang percaya?” Jika anda seorang kristen sejati maka apa yang dialami Yesus selama hidup di bumi juga akan anda alami. Perbedaannya mungkin terletak dari segi konteks yang dialami namun pada dasarnya adalah berbicara tentang sesuatu yang juga masih terjadi sampai sekarang. Kebanyakan bahkan seluruh pencobaan yang kita alami justru lebih ringan dari yang diderita Tuhan dahulu, dimana semuanya itu tidak sampai mencucurkan darah.

Ketahuilah sebagai pengikut Kristus maka mau tidak mau, harus selalu ada dalam garis perjalanan hidup yang dahulu Ia lalui. Sebenarnya bukan hanya kita orang kristen saja yang mengalaminya melainkan seluruh umat manusia di bumi juga mengalaminya. Tetapi cara-cara yang kita terapkan tentunya harus berbeda dari cara-cara yang diterpkan oleh orang-orang duniawi. Ada baiknya jikalau penyelesaian setiap pergumulan hidup yang di jalani tidak pernah jauh-jauh dan tidak pernah menentang kebenaran yang sejati, yaitu kasih kepada Allah dan kepada sesama.

Darimanakah asal datangnya pergumulan hidup?

Pada dasarnya, semua pergumulan hidup datangnya dari iblis. Sedang kerajaan iblis itu sendiri ada di bumi ini. Tetapi, sebagai orang yang percaya kepada Kristus, jangan takut terhadap fakta tersebut. Sebab untuk itulah Yesus Kristus datang ke dunia, menaklukkan dan mengikat setiap iblis yang berkuasa di muka bumi sehingga pengaruhnya di muka bumi ini, ada namun tidak sebesar dahulu kala. Jadi tidak ada lagi kekuatiran diantara kita tentang kuasa setan yang besar untuk menghalau aktivitas positif yang dilakukan. Jaman sekarang, manusia cenderung diuji oleh hawa nafsunya sendiri sebab segala dosa dan kejahatan yang terjadi di sekitar kita ditimbulkan oleh keinginan sesat dan berlebihan. Kedagingan kita adalah milik setan tetapi Roh yang mengalir di dalam diri masing-masing adalah miliki Tuhan. Antara roh dan daging, kedua hal inilah yang terus-menerus bersaing menguasai kehidupan manusia. Dimana semuanya itu tergantung dari pilihan yang ditekuni dengan sungguh-sungguh oleh setiap orang.

Ujian kehidupan yang selalu merintangi kehidupan orang percaya

Alkitab telah mencatat tiga pencobaan yang selalu hadir selama kita menjalani hidup di dunia ini. Sebelum membahas lebih jauh, mari ingatkan kembali kepada anda tentang angka tiga yang sudah kita pahami sebelumnya. Sebenarnya ada apa dengan angka tiga? Mengapa kekristenan sangat dekat dengan angka yang satu ini? Mulai dari kepribadian Allah yang diekspresikan dalam 3 karakter, yaitu Bapa, Putera dan Roh Kudus. Demikian juga dalam hal segitiga emas kekristenan yang harus selalu di jalani oleh setiap orang percaya yakni mengikut jalan kebenaran, memikul salib dan menyangkal diri.

Pencobaan yang datangnya langsung dari iblis ini, terjadi kepada Tuhan Yesus sebelum Dia berkarya menyampaikan kabar keselamatan yang sesungguhnya kepada semua orang. Seperti layakknya Yesus yang mengalaminya sebelum ia melakukan pekerjaan di bumi ini maka demikian jugalah setiap manusia harus selalu mengalami dan lulus dari ujian ini agar pekerjaannya/ pelayanannya/ karyanya dapat berlangsung dengan penuh kuasa dan luar biasa. Anda dapat menemukan pencobaan ini tertulis dalam kitab Matius 4:1-11 dan Lukas 4:1-13.

(Lukas 4:1-13) Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar. Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.” Jawab Yesus kepadanya: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.”

Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” Yesus menjawabnya, kata-Nya: “Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

1 Ujian kenikmatan hidup : Manusia hidup bukan dari roti saja.

Pada bagian ini, iblis pintar-pintar mencobai Yesus. Ia mengatas-namakan kemahakuasaan yang dimiliki Yesus, agar digunakan untuk membuat roti. Apakah roti dalam kehidupan kita? Ini adalah salah satu dari kenikmatan duniawi. Selain sebagai pemberi nikmat, peran utamanya adalah memenuhi kebutuhan manusia. Jadi yang dimaksudkan Tuhan di sini adalah bukan hanya hal-hal materi yang dapat memenuhi kebutuhan kita tetapi sadarilah bahwa saat kita selalu fokus kepada Tuhan (doa, firman, nyanyian), kebutuhan jasmani akan terpenuhi. Buktinya dalam kehidupan Yesus sebelumnya telah berpuasa selama 40 hari di padang gurnn dengan tidak mengkonsumsi makanan apapun.

Pantaslah kita katakan bahwa FOKUS TUHAN adalah sumber dari semua solusi masalah manusia di bumi ini. Jangankan pergumulan hidup, kebutuhan kita saja sehari-hari pasti terpenuhi dengan senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian untuk kemuliaan nama-Nya. Jadi jangan pernah tinggalkan apalagi melupakan aktivitas ini dalam kehidupan anda sehari-hari saudara. Ini adalah hal sederhana yang dapat mendatangkan hal-hal besar dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaannya sekarang adalah, “Apakah kita saat ini masih mengalami persoalan yang sama?” Jawabannya adalah ya, kita selalu diuji oleh kenikmatan duniawi seperti contohnya di bawah ini.

  1. Persoalan saat, seorang teman tiba-tiba mengkonsumsi makanan di samping anda. Mereka makan dengan ceria sambil berlagak sok. Apa yang akan anda lakukan? Iri atau sirik atau pikiran negatif lainnya?
  2. Ketika teman di ruangan sebelah terdengar sedang bercanda sambil memakan sesuatu yang enak-enak sedang anda masih belum mengkonsumsi apapun sebab belum waktunya makan. Apa yang akan anda lakukan? Dengki, menyombongkan diri, mengutuki, menghakimi?
  3. Saat teman memiliki mobil atau rumah mewah, sedang hidup kita biasa-biasa saja. Apa yang kamu pikirkan terhadap teman dan kenikmatan duniawi itu?
  4. Ketika penghasilan anda tidak sebesar penghasilan orang lain; saat orang lain lebih kaya raya dari anda; mewahnya hidup anda tidak semewah hidup orang lain; nyamannya hidup anda tidak senyaman hidup orang lain? Apa yang bisa kita katakan? Masih bisakah anda mengatakan “manusia tidak hanya bahagia dari materi melainkan saat fokus kepada Tuhanpun kita selalu bahagia.
  5. Saat anda tidak diijinkan untuk mengikuti suatu event. Padahal semua orang membutuhkannya untuk bahagia, apa yang anda lakukan? Cemberut, bersungut-sungut, marah, mengutuk, mencela, menjelek-jelekkan? Masihkan anda mampu berkata bahwa “mengikuti event bukan satu-satunya cara untuk bahagia, saat hati selalu fokus kepada Tuhan pastilah hidup ini senantiasa di penuhi oleh kebahagiaan dan ketenteraman hati.”
  6. Ketika uang belanjaan hari ini kurang untuk membeli kebutuhan. Apa yang anda lakukan? Mencuri atau mengutil atau bersungut-sungut?
  7. Atau net-netnya saat kebutuhan hidup tidak ada sama sekali. Masih bisakah anda berkata bahwa “manusia hidup bukan dari roti saja.” Sadarilah teman bahwa Tuhan akan menunjukkan jalan, bila saatnya kesulitan itu tiba.
  8. dan lain sebagainya silahkan temukan sendiri.

Inilah kunci dari ujian kenikmatan duniawi yang dialami sehari-hari, bagaimana kita bisa yakin bahwa kepuasan, kebahagiaan, kedamaian dan ketenteraman hati tidak hanya diperoleh dari hal-hal duniawi melainkan saat hati ini selalu tertuju kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian juga membuat hati anda memiliki semua kebaikan tersebut. Ini bisa dilakukan senyatanya (aktif menggunakan indra), di dalam hati, menggunakan alat musik dan sambil menari (membuat gerakan-drama). Anda harus yakin tentang aktivitas ini, lakukan dengan kerja keras, tekun dan penuh kesabaran. Alhasil semuanya akan menjadi kebiasaan yang mendatangkan berkat dalam kehidupan sehari-hari.

2 Ujian kemuliaan duniawi : Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.

Tuhan Yesus di berikan godaan untuk memiliki bumi ini kemudian menjadi mulia atasnya tetapi dengan satu  syarat, menyembah iblis. Godaan akan kemuliaan adalah suatu hasrat manusia yang sangat tinggi. Tetapi Kristus telah membuktikan bahwa dirinya tidak tergoda oleh tawaran tersebut. Kerajaan iblis di dirikan di atas persaingan, perselisihan dan peperangan sedangkan kerajaan Tuhan di dirikan atas kasih. Mari berandai-andai sebentar: misalnya saja, Yesus mau menerima tawaran tersebut, pastilah dunia ini hanya akan dipenuhi oleh persaingan, perselisihan, pertengkaran bahkan peperangan. Jadi bisa dikatakan bahwa setiap orang yang mengumandangkan persaingan, perselisihan, pertengkaran dan peperangan sama saja dengan mendirikan kerjaan iblis dalam hidupnya.

Sesungguhnya godaan semacam ini terus terjadi dalam hidup kita saudara. Baiklah akan kami tunjukkan beberapa contoh dari ujian kehidupan yang bernada sama.

  1. Anda digoda untuk menginginkan harta duniawi yang lebih banyak agar dihargai orang lain. Apa yang perbuat? Melakukan korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) atau berkonspirasi melemahkan orang lain?
  2. Seseorang telah menemukan rahasia kehidupan. Apa yang dilakukannya? Menyimpannya untuk diri sendiri agar orang lain jatuh tertelungkup dan tersisih atau mengungkapkannya kepada publik?
  3. Apa yang dilakukan saat ada seseorang/ sekelompok orang yang memamerkan harta bendanya di hadapan anda? Apakah anda akan mengutukinya, menghakiminya atau bersyukur karena turut berbahagia saat teman bahagia.
  4. Anda menginginkan jabatan tertentu tetapi harus membayar segepok uang: pantaskan itu?
  5. Ada yang ingin di puja-puji orang lain namun mengandalkan kekuatan materi untuk (membayar) mengendalikan sesamanya agar mereka memujamu.
  6. Seseorang membanggakan kreativitas yang dimiliki lalu menghalalkan segala cara untuk meraih semua itu. Bahkan karya-karya yang jorok dan tidak pantas juga dilegalkan.
  7. Anda mencoba menjadi orang yang terpandang tetapi dengan memepercayai ilah-ilah asing dan roh duniawi (ratu sorga).
  8. Orang yang mencapai suatu posisi tetapi dengan menipu dan menindas untuk menyingkirkan lawan-lawannya.
  9. Seseorang yang ingin menjadi terkenal tetapi dengan mengorbankan hal-hal yang sangat berharga di dalam hidupnya.
  10. Mereka yang menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginan hati agar mulia di bumi turun-temurun.
  11. dan masih banyak lagi silahkan cari sendiri.

Sadarilah bahwa keinginan untuk mulia sudah ada di dalam daging setiap manusia. Entah itu untuk menjadi kaya raya, populer/ terkenal, dipuji, dihormati dan lain sebagainya. Sekali lagi, pahamilah bahwa hal-hal semacam ini akan menggiring kehidupan anda untuk lebih dekat dengan materi. Akibatnya hatipun semakin terpaut dan menjadi sangat sulit untuk beranjak dari hal-hal duniawi. Bahkan sampai membuat kecanduan. Mereka yang ketergantungan dengan hal-hal materi sudah tidak mau peduli lagi dengan kebenaran dimana Tuhan hanya digunakan sebagai KTP (identitas) semata. Pada tahapan inilah manusia akan kehilangan akal sehatnya, berlaku aneh, sesat dan lebay karena kecenderungan yang melegalkan segala cara.

3 Memaksakan kehendak : Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu.

Tuhan Yesus terbukti hidup mengalir seperti air. Ini terbukti saat ia diperhadapkan dengan cawan murka Allah atas dunia dimana ia bertutur seperti berikut: Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki (Bnd Matius 26:39). Ini adalah wujud nyata dari kepasrahan hidup kepada Allah. Yesus saja sebagai Anak Sulung pasrah pasrah kepada kehendak Allah Bapat terlebih lagi kita sebagai anak-anak Allah yang kesekian. Keadaan ini juga membuktikan bahwa ketiga pencobaan ini selalu terjadi silih berganti dalam kehidupan umat manusia

Ujian kehidupan untuk mempasrahkan diri kepada kehendak Tuhan terjadi oleh karena hawa nafsu sendiri. Kita menginginkan sesuatu di masa depan lalu berharap agar itu akan terjadi. Saat ekspektasi tidak sesuai dengan kenyataan, kitapun kecewa lalu meninggalkan Tuhan. Ini sama sekali bukan sikap yang memasrahkan hidup kepada rencana Tuhan. Orang yang mempercayakan hidupnya kepada Tuhan akan membiarkan semua keputusan berdasarkan kehendak Allah. Ketika kehendaknya dan kehendak Allah tidak bersesuaian, tetap bersyukur dan hati dipenuhi oleh sukacita.

Berikut akan kami ajukan beberapa contoh yang menggambarkan sifat-sifat yang mencobai Allah.

  1. Seseorang memiliki cita-cita lalu mengharuskan agar Tuhan mewujudkannya. Ketika tidak terwujud menjadi tidak percaya kepada kuasa Tuhan.
  2. Saat sedang sakit-sakitan, menuntut Tuhan untuk segera menyembuhkannya. Sewaktu doanya tidak dikabulkan, ia meninggalkan persekutuan yang intim dengan Tuhan.
  3. Seseorang berdoa agar diberikan keberuntungan dalam hidup. Tetapi saat kesialan menghampirinya, langsung menghujat Yang Maha Tinggi.
  4. Sekelompok orang mengikuti pertandingan dan berharap memenangkannya. Tetapi sialnya mereka dapat juara terakhir. Mereka menganggap Tuhan tidak adil, maunya setidak-tidaknya masuk juara limalah.
  5. Si kawan menabung dengan sungguh-sungguh dengan tujuan untuk membangun rumah yang layak. Tetapi tiba-tiba ibunya sakit dan ayahnya meninggal sehingga uang itupun habis tak bersisa. Apakah si kawan ini akan menyesali dirinya dan menganggap bahwa Tuhan tidak adil?
  6. Seorang anak muda yang masih singel/ jomblo berharap memiliki pasangan yang populer dan kaya raya. Saat harapannya tidak terjawab, jadi malas beribadah dan pindah agama pulak.
  7. Seniman yang berkarya, berdoa dengan sepenuh hati agar karyanya populer. Saat tidak kunjung populer, jadi cemberut, suka berkeluh kesah dan tidak mau lagi fokus kepada Tuhan.
  8. dan masih banyak lagi macamnya.

Hidup kekristenan yang luar biasa harus lulus dari ketiga pergumulan

Mereka yang menang akan hidup dalam ketenteraman hati sekalipun dunia sedang bergejolak sedang berkat kreativitas untuk menghasilkan karya tertentu akan dianugrahkan kepadanya hari lepas hari.

Jikalau anda adalah orang kristen sejati yang ingin hidupnya diberkati dengan luar biasa layaknya kehidupan pelayanan Kristus dahulu, ketiga persoalan ini adalah masalah yang akan dihadapi hari lepas hari. Artinya, ujian kehidupan yang kita alami tidak akan jauh-jauh dari tawaran akan kenikmatan duniawi, kemuliaan duniawi dan memaksakan kehendak. Sadarilah bahwa kenikmatan duniawi begitu fana yang beresiko menimbulkan ketergantungan, kebosanan dan hasrat untuk menginginkan yang lebih bernilai. Sedang kemuliaan duniawi yang sedang anda kejar-kejar hanya menimbulkan kegelisahan dan ketakutan bahkan beresiko menimbulkan persaingan dan pertengkaran juga. Pada akhirnya, kita tidak mungkin selamat saat berjalan pada kehendak sendiri melainkan hanya dalam rencana Tuhanlah hidup kita berarti. Oleh karena itu, marilah berpegang dan bergantung saja hanya memusatkan pikiran kepada-Nya dalam doa, firman dan nyanyian pujian: inilah yang menjadi sumber kebahagiaan, kepuasan, kedamaian dan ketenteraman hati. Untuk hal-hal materi yang ada di sekitar, biarlah itu menguji iman dan semoga semua yang terjadi mengalir seperti air, sesuai dengan kehendak Tuhan.

Salam pemuda tangguh!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.